
Pricilla membuka pintu..
namun alangkah terkejutnya ia, saat Ferro datang tak seorang diri.. Ferro datang bersama anak perempuan. .
Pricilla menatap suaminya dengan penuh tanya ?
lantas ia pun segera menanyakan
''Ferro..
'.Siapa ini?'' tanya Pricilla tatapannya penuh kecurigaan juga jantungnya berdegup CEPAT
tentu Pricilla sangat waspada dengan jawaban Ferro.
ya Pricilla adalah seorang manusia yang normal. tentu ia akan berpikir kemana-mana.
''Cill... dia adalah Moza'' jawab Ferro datang menatap Moza dan kembali menatap Pricilla istrinya
Pricilla menahan nafas.. ''lalu siapa anak ini Fer ?''.nafasnya sampai tercekat di tenggorokan
''biarkan aku masuk dulu ke dalam '' ujar Ferro
''Ya baiklah '' sahut Pricilla. dengan memberi jalan masuk
Ferro pun masuk dengan Moza di gendongannya
Pricilla menatap punggung Ferro. dan ia kini mengikuti di belakangnya Ferro
Ferro pun mendudukkan Moza di sofa.. sementara dirinya juga ikut duduk di samping anak itu..
Pricilla duduk di hadapan Ferro.. sesekali Pricilla masih menatap pada Moza.
''moza, ini kamu mainkan ponsel Om ya..di sana ada banyak film '' ucap Ferro sambil memberikan ponselnya pada Moza
Moza menatap sebentar pada ponsel yang Ferro berikan
''iya ini ambillah''
__ADS_1
Moza mengangguk lantas ia segera mengambil dan ia memilih tontonan yang ia mau.
Ferro beranjak dan ia berjalan mendekati Pricilla.
Ferro menggenggam tangan Pricilla
namun dengan cepat Pricilla menepisnya, entahlah ia jadi tak Sudi di sentuh oleh Ferro. rasanya bayangan semalam masih membekas
''Cilla, maafkan aku . yang semalam begitu saja meninggalkan mu'' ucapnya Ferro
Pricilla mencoba menahan air matanya agar tak jatuh
''jawab saja pertanyaan ku.. siapa anak itu?'' ucap Pricilla sangat dingin
Ferro membuang nafas nya dengan kasar
''Cill... dia ini adalah anak yang ayahnya sudah meninggal '' jelas Ferro Mulai mengatakan
''apa maksudmu ?'' meminta penjelasan
**
Ferro yang baru pulang dari kantor hukum.. ia menjalankan mobilnya sedikit kecepatan tinggi.. ditambah malam itu rasanya mata Ferro sangat mengantuk
sehingga ia tak dapat mengkondisikan lagi sampai akhirnya Ferro tak sengaja menyenggol pengendara motor
Bruakkk
tabrakan pun terjadi
"Ya Tuhan...." Ferro jantungnya berdetak kencang ia mengusap keringat yang mengucur di dahinya
"Hei keluar keluar kau " tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kaca mobilnya
Rupanya Ferro menabrak pengendara motor hingga orang itu tewas
"ya Tuhan.. maafkan aku " Ferro shock ia bagai di sambar petir
__ADS_1
benarkah ia sudah membunuh seseorang
Ferro pun dengan sigap bertanggung jawab penuh atas meninggalnya pengendara itu
ditambah rupanya ia mempunyai seorang anak yang masih kecil, yaitu Moza
dari saat itu Ferro selalu datang ke rumah Moza untuk memberikan perhatian dan kasih sayang.
Moza adalah anak yang di urus ayahnya juga neneknya saja.
ibunya pergi bersama pria lain.
saat itu Ferro langsung membawa Moza dan neneknya ke tempat yang lebih layak..
Dan rupanya mental Moza terganggu.ia sering di bully teman sekolahnya
Moza selalu di sebut tak punya ayah dan mempunyai seorang ibu yang mura Han..
hingga kini Moza sangat ingin ketemu dengan ibunya.. dan Moza akan membuktikan bahwa ibunya tidak seperti yang teman-temannya katakan..
…
Pricilla menatap dalam Kepada Moza.. ia terkejut mendengarnya dan merasa terharu mendengar nasib Moza . .
malang sekali nasib mu nak..
"Maafkan aku ya sayang karena sudah membuat mu kecewa di malam pernikahan kita" ucap Ferro
Pricilla hanya bergeming
"cill.. kamu pasti marah "
masih diam
"tolong lah maafkan aku " mohon Ferro
"Aku tidak tahu harus berkata apa ? tapi yang harus kau ketahui. kau sudah melukai hatiku. kau benar. ya! aku memang kecewa bahkan sangat kecewa.. karena kau pergi begitu saja.. tanpa mengetakan kau mau kemana ? kau mencampakkan ku Seolah kau anggap aku ini adalah wanita ******.... Ferro kau melukai hatiku dan juga kau menghinaku " Pricilla bicara dengan terisak . sungguh hatinya sangat sakit
__ADS_1
"Cill...." Ferro tak sanggup berucap lagi ia sadar akan perlakuannya pada Pricilla itu tidak lah benar.. namun Ferro memiliki rasa tanggung jawab saat menyangkut soal keluarga Moza terutama anak itu.
"Aku benci sama kamu Fer. aku membencimu " pekik Pricilla marah dan menatapnya tajam