Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
Rahasia yang tersembunyi


__ADS_3

Pricilla membuka pintu..


namun alangkah terkejutnya ia, saat Ferro datang tak seorang diri.. Ferro datang bersama anak perempuan. .


Pricilla menatap suaminya dengan penuh tanya ?


lantas ia pun segera menanyakan


''Ferro..


'.Siapa ini?'' tanya Pricilla tatapannya penuh kecurigaan juga jantungnya berdegup CEPAT


tentu Pricilla sangat waspada dengan jawaban Ferro.


ya Pricilla adalah seorang manusia yang normal. tentu ia akan berpikir kemana-mana.


''Cill... dia adalah Moza'' jawab Ferro datang menatap Moza dan kembali menatap Pricilla istrinya


Pricilla menahan nafas.. ''lalu siapa anak ini Fer ?''.nafasnya sampai tercekat di tenggorokan


''biarkan aku masuk dulu ke dalam '' ujar Ferro


''Ya baiklah '' sahut Pricilla. dengan memberi jalan masuk


Ferro pun masuk dengan Moza di gendongannya


Pricilla menatap punggung Ferro. dan ia kini mengikuti di belakangnya Ferro


Ferro pun mendudukkan Moza di sofa.. sementara dirinya juga ikut duduk di samping anak itu..


Pricilla duduk di hadapan Ferro.. sesekali Pricilla masih menatap pada Moza.


''moza, ini kamu mainkan ponsel Om ya..di sana ada banyak film '' ucap Ferro sambil memberikan ponselnya pada Moza


Moza menatap sebentar pada ponsel yang Ferro berikan


''iya ini ambillah''

__ADS_1


Moza mengangguk lantas ia segera mengambil dan ia memilih tontonan yang ia mau.


Ferro beranjak dan ia berjalan mendekati Pricilla.


Ferro menggenggam tangan Pricilla


namun dengan cepat Pricilla menepisnya, entahlah ia jadi tak Sudi di sentuh oleh Ferro. rasanya bayangan semalam masih membekas


''Cilla, maafkan aku . yang semalam begitu saja meninggalkan mu'' ucapnya Ferro


Pricilla mencoba menahan air matanya agar tak jatuh


''jawab saja pertanyaan ku.. siapa anak itu?'' ucap Pricilla sangat dingin


Ferro membuang nafas nya dengan kasar


''Cill... dia ini adalah anak yang ayahnya sudah meninggal '' jelas Ferro Mulai mengatakan


''apa maksudmu ?'' meminta penjelasan


**


Ferro yang baru pulang dari kantor hukum.. ia menjalankan mobilnya sedikit kecepatan tinggi.. ditambah malam itu rasanya mata Ferro sangat mengantuk


sehingga ia tak dapat mengkondisikan lagi sampai akhirnya Ferro tak sengaja menyenggol pengendara motor


Bruakkk


tabrakan pun terjadi


"Ya Tuhan...." Ferro jantungnya berdetak kencang ia mengusap keringat yang mengucur di dahinya


"Hei keluar keluar kau " tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kaca mobilnya


Rupanya Ferro menabrak pengendara motor hingga orang itu tewas


"ya Tuhan.. maafkan aku " Ferro shock ia bagai di sambar petir

__ADS_1


benarkah ia sudah membunuh seseorang


Ferro pun dengan sigap bertanggung jawab penuh atas meninggalnya pengendara itu


ditambah rupanya ia mempunyai seorang anak yang masih kecil, yaitu Moza


dari saat itu Ferro selalu datang ke rumah Moza untuk memberikan perhatian dan kasih sayang.


Moza adalah anak yang di urus ayahnya juga neneknya saja.


ibunya pergi bersama pria lain.


saat itu Ferro langsung membawa Moza dan neneknya ke tempat yang lebih layak..


Dan rupanya mental Moza terganggu.ia sering di bully teman sekolahnya


Moza selalu di sebut tak punya ayah dan mempunyai seorang ibu yang mura Han..


hingga kini Moza sangat ingin ketemu dengan ibunya.. dan Moza akan membuktikan bahwa ibunya tidak seperti yang teman-temannya katakan..



Pricilla menatap dalam Kepada Moza.. ia terkejut mendengarnya dan merasa terharu mendengar nasib Moza . .


malang sekali nasib mu nak..


"Maafkan aku ya sayang karena sudah membuat mu kecewa di malam pernikahan kita" ucap Ferro


Pricilla hanya bergeming


"cill.. kamu pasti marah "


masih diam


"tolong lah maafkan aku " mohon Ferro


"Aku tidak tahu harus berkata apa ? tapi yang harus kau ketahui. kau sudah melukai hatiku. kau benar. ya! aku memang kecewa bahkan sangat kecewa.. karena kau pergi begitu saja.. tanpa mengetakan kau mau kemana ? kau mencampakkan ku Seolah kau anggap aku ini adalah wanita ******.... Ferro kau melukai hatiku dan juga kau menghinaku " Pricilla bicara dengan terisak . sungguh hatinya sangat sakit

__ADS_1


"Cill...." Ferro tak sanggup berucap lagi ia sadar akan perlakuannya pada Pricilla itu tidak lah benar.. namun Ferro memiliki rasa tanggung jawab saat menyangkut soal keluarga Moza terutama anak itu.


"Aku benci sama kamu Fer. aku membencimu " pekik Pricilla marah dan menatapnya tajam


__ADS_2