Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
Oma Airin, bertemu Gabriel


__ADS_3

Entah kenapa tapi kini Moza merasakan nyaman dengan Gabriel, pria itu selalu bisa membuat Moza tersenyum ceria dan juga memiliki semangat tinggi.


Gabriel tak pernah marah maupun membentak atau menghina nya, tidak seperti Kenzo.


Tak terasa waktu kini sudah semakin cepat saja dan saatnya kelas Tiga kelulusan.


Para guru memerintahkan kepada para muridnya kelas tiga atau Kelas sembilan ini untuk datang bersama orang tua murid.


hal ini di ketahui oleh Mama Moza yaitu Sifa dia memaksa kan diri akan hadir di acara kelulusan sang anak.


[Moza, ini Mama. Please jangan halangi Mama besok Mama yang akan hadir di acara kelulusan mu. Bukan orang tua angkat mu itu.] pesan masuk di ponsel Moza dan entah tahu dari mana wanita ini soal nomor nya Moza karena Moza tak pernah menghubungi lewat apapun dengan ibu kandung nya itu.


[Sebenarnya apa mau mu? kenapa kau tak membiarkan aku bahagia ? aku ini butuh ketenangan, cukup lah kau mengusik hidup ku lagi aku tak pernah sekalipun mengusik mu kan?] balas Moza di pesan itu


[Moza, jaga bicaramu begitu kah yang orang kaya itu ajarkan pada mu hm? kau berani bicara kasar pada ibu kandung mu?] Sifa nampak marah dan tidak terima Moza berkata kasar kepada nya, dan menuduh orang tua angkat Moza mengajarkan hal ini.


[Mmaf Nyonya, tapi bagi saya Anda itu orang asing , dan kalau Anda menganggap saya anak tolong lah berhenti menganggu hidup saya, biarkan saya bahagia.]


[Moza, dasar anak sialan kau.]


Setelah itu Moza tak membalas pesan dari Sifa biarlah terserah bila wanita itu besok akan hadir tapi Moza berharap tidak hadir.


***


Di lain tempat,


Kini Airin usianya sudah tidak muda lagi dirinya kini sudah menjadi nenek-nenek tapi walaupun begitu Airin kecantikan nya tetap terpancar dari aura wajah nya.


Bahkan kini Airin telah menjadi Oma dari Keyla dan Abian.. Anaknya Salsa dan Arsen anak-anak Airin.


Oma Airin tengah berkunjung ke rumah sang sahabat yaitu Mira . Tentu Mira juga kini ia tak lagi muda, Mira suaminya adalah Radit, yang Oma Airin juga kenal dari sewaktu mereka muda dulu.

__ADS_1


Nenek Mira sudah mempunyai anak satu yaitu namanya Juna, dan Juna ini menikah dengan asli kebangsaan Amerika sehingga anaknya Juna yaitu cucu Mira wajahnya penuh ke bule-bule an.. Tentu karena menurun dari Momy nya orang Amerika asli.


''Bagaimana kabar mu Rin ?'' tanya Mira memeluk tubuh Airin sahabatnya sedari mereka belum menikah persahabatan ini tak pernah putus walau di telan usia.


''Kabar ku baik Mir, gimana dengan mu ?'' tanya balik Airin yang berkunjung ke rumah Mira.


''Ayo masuk Rin, '' ajak Mira


''Iya ayo Mir. '' sahut Airin


''Rin, sering lah datang ke rumah ku sudah lama sekali kamu gak main ke sini.'' ucap Mira


''Iya mir, maaf ya aku jarang main maklum aku sudah tua sekarang sudah pusing kalau naik kendaraan lama.'' jawab Airin memang jarak rumahnya itu agak jauh dengan kediaman Mira.


''Iya sih Rin, kamu ada benarnya juga ya aku pun kalau jalan agak jauh saja sudah mulai lelah dan penglihatan ku ini sudah agak rabun.'' kekeh Mira


''Hahaaa, gak apa-apa lah Mir, sama ini dengan ku juga kaya gitu kok.'' balas Airin ikut terkekeh.


''Iya benar Rin, mereka sudah kembali ke sini dan juga aku menyuruh Juna untuk mengurusi rumah sakit kamu tahu sendiri kan aku ini sudah tua jadi aku menyerahkan rumah sakit padanya.'' jelas Mira


Mira ini saat muda dulu dia adalah seorang dokter cantik dan ternama tapi setelah dia sering sakit-sakitan juga karena memang umurnya yang tak lagi muda itu, sehingga Mira pensiun dan tentu rumah sakit harus ada yang mengurus maka Mira menyuruh Juna anaknya pulang dan menyerahkan rumah sakit kepada Juna.


'Juna ku suruh pindah saja ke sini Rin, bukan hanya rumah sakit yang butuh pengurus karena aku pun juga sudah tua , aku ingin sisa hidupku ini bersama anak dan cucu ku.'' jelas Mira lagi


''Hmm Mir, menurut ku keputusan mu ini memang benar sudah saatnya kita di rumah bersama anak dan cucu kita, oh iya aku lupa lagi nih Mir si Juna ini anaknya sudah berapa ya?'' tanya Airin maklum sudah tua jadi lupa.


''Si Juna anaknya ini masih satu.'' jawab Mira


''Ohh baru satu ya, suruh lah dia nambah lagi anak agar rumah ini ramai dengan cucumu. Jangan kaya kamu yang hanya punya anak satu.'' bisanya Airin mengejek Mira sahabatnya.


''Kamu mah bisa saja ya ngeledekin aku '' balas Mira

__ADS_1


''Hahaaa...'' Airin pun tertawa.


Saat sedang mengobrol banyak Tiba-tiba ada anak laki-laki yang baru pulang dari sekolah.


''Assalamualaikum...'' anak itu datang dengan mengucap salam lalu dia masuk ke dalam dan menemukan Mira neneknya sedang bersama orang asing yaitu Airin.


''Waalaikumsalam... Sudah pulang Nak, sini!'' panggil Mira melambaikan tangan menyuruh anak itu mendekat.


''Iya Nek, aku baru saja pulang sekolah.'' jawabnya


Dan


Anak laki-laki tadi menurut dan dia menghampiri nenek Mira juga Airin, anak tadi pun mencium tangan Mira dan bergantian tangan Airin.


Airin mengusap kepalanya Airin merasa senang karena anak ini sopan menurut Airin.


''Oh ya kenalkan Nak ini teman nya Nenek, panggil saja beliau Oma.'' Mira pun mengenalkan Airin kepada cucunya, ya yang tadi datang itu adalah cucu Mira dia sekolah kelas sembilan.


Anak itu mengangguk sopan pada Airin ''Hai Oma salam kenal, dan apa kabar''


''Iya Nak salam kenal juga ya, Oma baik, siapa namamu?'' tanya Airin menatap kagum dengan anak laki-laki ini rupanya cucu Mira.


''Aku Gabriel Heinze, Oma.'' jawabnya dengan suara penuh kelembutan.


''Oh Gabriel ya, iya kamu ini anaknya Juna ya kan?'' tanya Airin baru ngeh kalau dulu dia sempat mendengar nama cucu Mira ini Gabriel.


''Benar Oma.'' balas anak tadi itu rupanya bernama Gabriel.


Tiba-tiba saja Airin jadi kepikiran bagaimana kalau Gabriel ini menjadi cucu menantu nya? 'Sepertinya anak ini cocok dengan Keyla.' monolog Airin dalam hati masih memperhatikan Gabriel.


Mira justru terkekeh dan berdecak heran pada Airin memang siapa lagi anaknya ya jelas kan cuma Juna, dan sudah pasti Gabriel ini adalah cucu nya anak Juna..

__ADS_1


__ADS_2