Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
35


__ADS_3

Semua tampak seperti biasa, jalan sudah mau memasuki arah kafe nya Adrian,


Tapi, belum benar-benar sampai, tiba-tiba Adrian matanya terasa berat, juga ia mendadak mengantuk..


Dari kaca spion depan, si wanita ini pun tersenyum senang karena Sepertinya obat itu sudah mulai bereaksi..


Hoamm, hoam.. Adrian terus menguap bahkan dia sudah melebarkan matanya berkali-kali agar rasa kantuk itu hilang,


Adrian melihat Air minum nya masih ada, ia pun meminum nya lagi sekarang sampai habis, karena di pikirnya ini akan membantu menghilangkan rasa kantuk nya, Namun itu salah Adrian .


Karena sekarang Adrian langsung tergeletak alias tertidur di mobil..


''Beres, dia sudah pingsan '' ujar wanita yang tadi menawarkan tumpangan pada Adrian , dengan menelpon seseorang dan mengatakan bahwa semua beres sesuai rencana.


''Bagus, cepat bawa di ke sini!'' balas orang di balik telpon.


''Ok, gue ke sana sekarang ''


Sementara itu, di tempat yang berbeda, yaitu di kafe milik Adrian, semua bertanya-tanya dimana Adrian dan merasa cemas karena Adrian sampai telat datang seperti ini..


''Bos kemana ya? kok belum juga sampai ?'' kata pegawai nya pada pegawai lain


''Iya, tidak biasanya Bos telat Seperti ini'' sahut yang lain ikut merasa heran .


''Apa Bos masih di jalan?'' tanya yang lain


''Gak tahu juga, tapi mungkin iya.'' tebak yang lain.


''Coba Lo hubungi nomornya, ini sebenar lagi clien akan datang''


''Ok gue coba hubungi Bos''


Tut..


Tuutt


Ttut..

__ADS_1


Beberapa kali coba menghubungkan tapi malah tak di angkat.


''Gimana?''


''Gak di angkat juga nih''


''Aduh, kemana ya Bos, kenapa menghawatirkan Seperti ini''


''Iya, kemana ya. mana rapat bentar lagi di mulai.'' tambah yang lain, dan semakin cemas pada Adrian yang tak kunjung juga datang ..


Lalu karyawan nya coba menghubungi Salsa.


Tut....


[Halo] ucap Salsa di telpon


[Halo Bu, ini saya Sisil] Sisil karyawan Adrian dan bisa di katakan orang kepercayaan.


[Ya sil, ada apa?] tanya Salsa


[Ini Bu,maaf sebelumnya saya lancang hubungi Ibu, tapi ini soal Bos Adrian]


[Bapak belum juga sampai Bu, padahal bentar lagi rapat mau di mulai, dan ini kami sedang menunggu Bos] Sisil pun menjelaskan.


[Apa maksudmu Sil? tidak mungkin suami saya belum sampai juga ke sana, karena sudah dari tadi Sil, dia perginya kok] kata Salsa memberi tahu dengan nada begitu cemas terdengar.


[Oh sudah pergi ya Bu, tapi, Bos belum sampai, kenapa ya?] Sisil jadi semakin bingung karena tak biasanya Adrian telat begini, padahal Adrian ini orang yang di siplin soal waktu..


[Biar ku hubungi nomor nya] ucap Salsa


[Em, iya Bu]


Padahal tadi Sisil dan yang lainnya juga sudah coba menghubungi Adrian tapi tak kunjung juga di angkat,


Tut...


Dan benar saja, sampai Salsa yang menghubungi masih juga tak ada jawaban.

__ADS_1


''Ya Tuhan, kemana kamu Mas? kenapa seperti ini, tidak biasanya kamu buat aku cemas,''


''Mas, angka telpon nya Mas, ku mohon'' Salsa Mulai ketakutan..


''Mas, angkat, jangan buat aku takut, Mas Adrian...''


Salsa merasa kebingungan juga lelah , dan tentu khawatir, Salsa langsung terduduk sambil menangis. dengan terus mencoba menghubungi nomor nya Adrian.


''Non, kenapa Non?'' bibi langsung berlari tadi saat mendengar suara teriakan Salsa.


''Bi, Adrian bi..'' Salsa kesusahan berbicara dadanya terasa sesak.


''Den Adrian kenapa? kenapa dengan si Aden?'' bibi ikut cemas .


''Dia belum juga sampai di kafe bi, padahal sudah dari tadi kan dia perginya Bi, aku takut bi..'' Salsa menjelaskan.


''Ya ampun, Den . kemana atuh nya si Aden Adrian ini, kenapa menghawatirkan sekali'' bibi juga ikut bertanya-tanya


''Sudah di hubungi belum Non?''


''Sudah bi, tapi gak juga tersambung''


''Aduh, kemana atuh nya, Den, kemana? janfan buat khawatir Den,''


Lalu Salsa coba menghubungi Pricilla dan akan meminta bantuan pada Ferro untuk mencari keberadaan Adrian..


[Ya, Sa?]


[Cill, tolongin gue] dengan Isak tangis


[Tunggu-tunggu, Lo kenapa, kok nangis]


[Adrian belum juga sampai di kafe nya, gue takut Cill, gue cemas, tolong lah Ferro untuk ikut mencari Adrian ] pinta Salsa


[Ok ok, Lo sebaiknya tenang dulu, gue sama Ferro ke rumah Lo sekarang] kata Pricilla


[Ok Cill, Lo cepat kesini ya]. pinta Salsa

__ADS_1


[Ok ok, gak lama kok]


__ADS_2