Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
38


__ADS_3

Saat itu.


Setelah kejadian dimana Arsen memilih Maura dan akan melanjutkan pernikahan nya bersama Maura, dan Arsen tak mau memilihnya sebagai pacarnya. Makan dari saat itu Fani tampak kacau, jelas terlihat dia ini sangat tak terima.


Fani ingat betul dengan orang-orang yang lebih membela si Maura itu, dibandingkan dirinya yang sudah jelas adalah pacarnya Arsen.


Tapi, semua ingin nya Arsen bersama Maura.


Fani beranggapan seperti itu, sejak saat itu Fani benci kepada mereka semua, dan berjanji akan membalaskan dendam sakit hatinya,


Kepada orang-orang yang sudah memisahkannya nya dengan Arsen si royal terhadapnya, Benar, karena selama ini rupanya Arsen sudah di jadikan budak cinta. Memang Fani ini sangat cantik orangnya dan pernah menjadi primadona para laki-laki saat di kampusnya.


Jadi Arsen saat itu merasa bangga bisa mendapatkan Fani si primadona. Namun sayangnya Arsen ini justru harus di jadikan mesin uang saja oleh Fani.


Besoknya Fani datang ke suatu club' malam, Fani ingin otaknya fresh lagi kalau datang ke tempat seperti ini.


Jangan di tanyakan lagi, rupanya ini sudah kebiasaan Fani untuk datang ke tempat seperti ini..


Saat sudah memesan minuman nya pada bertender Fani pun duduk dengan memainkan ponselnya.


Tiba-tiba ada seseorang datang dan menepuk pundaknya, Fani tampak kaget lalu menatap orang itu. Dahinya pun mengernyit seolah sedang mengingat siapa wanita ini.


''Hai, gue boleh duduk?'' ucapnya


''Hm.'' angguk Fani


''Lo Fani kan?'' tanya wanita itu lagi

__ADS_1


''Ya, apa kita saling kenal?'' dengan jutek Fani bicara


Dasar bocah gendeng, judes amat Lo . Batin Wina


''Ya.. Sepertinya mulai sekarang kita harus jadi partner'' kata Wina ambigu


''Partner? apa maksudnya?'' Fani masih tak mengerti


''Gue tahu kok apa yang terjadi antara Lo sama si Ar, dan gue juga lagi ada rencana mau hancurin keluarga mereka.'' ujar Wina dengan menatap serius pada Fani .


Mata Fani langsung terbuka lebar, siapa sebenarnya wanita ini.


''Kau siapa?'' akhirnya Fani pun bertanya juga .


''Gue Wina, orang yang dulu akan di jodohkan dengan Adrian, tapi si Adrian malah memilih si desainer sialan itu. Lo pasti tahu'' jawabnya dengan ekspresi marah .


Kini Fani langsung manggut-manggut setelah mengingat, dulu Arsen sempat cerita juga, dan Fani pernah melihat Wina sekilas saat di acara pernikahan Salsa dan Adrian dulu Wina sempat hadir


Wina menepuk-nepuk pipi Fani, ''Itu hanya taktik doang, Lo harus pintar dalam menghadapi musuh,''


''Jadi Lo pura-pura baik di depan mereka, Lo pura-pura nyesel?''


Wina mengangguk dengan senyum miring.


Dan dari sejak itulah, mereka mulai jadi partner gila. ingin merusak kebahagiaan orang lain,


*

__ADS_1


Kembali sekarang.


Mobil hitam milik Ferro sudah berada di halaman apartemen. lalu mereka pun keluar dan berjalan memasuki lobby apartemen.


''Yank, nomor apartemen berapa yank?'' tanya Pricilla sambil mereka berjalan


''Katanya sih nomor 503'' jawab Ferro.


Salsabila memang ikut berjalan, Namun rasanya dirinya tak berada di sana, Salsa merasa ini seperti mimpi.


Adrian , pria yang dia percayai benarkah melakukan ini kepadanya ? Tak terasa tangan nya pun gemetaran dan terasa dingin , sebenarnya Salsa belum siap melihat kenyataan nanti , Tapi, hatinya mengatakan agar dia segera melihatnya langsung,


Dalam hati Salsa berdoa, semoga semua ini hanyalah mimpi, dan tidak benar, sungguh Salsa tak mampu menerima ini semua..


Pricilla menatap pada Salsa yang tengah menatap kosong ke depan, Pricilla merangkul pundak Salsa untuk menguatkan dan menenangkan..


''Lo tenang ya, gue yakin Adrian gak mungkin seperti itu '' kata Pricilla masih merangkul Salsa.


''Gue juga berharap Seperti Cill, tapi gue gak sanggup menerima kalau.... hiks'' Salsa tak sanggup meneruskan ucapannya, rasanya sangat sesak di dada.


Mereka sudah berhenti tepat di pintu apartemen yang tertuliskan nomor 503


''Lo siap?'' tanya Ferro pada Salsa


Salsabila membuang nafas panjang, lalu menganggukkan kepalanya..


Ferro tak pikir panjang ia segera menendang pintu itu, yang sebenarnya tidak terkunci dari dalam juga.

__ADS_1


Mereka pun masuk, Dan ternyata...?


''Adrian....!'' Suara melengking dari seorang wanita langsung terdengar menjerit mempilu kan siapapun yang mendengarnya..


__ADS_2