
Tahun ini adalah hari kebahagiaan bagi Moza, dirinya akhirnya bisa mendapatkan juara satu tahun ini. Yaitu tahun terakhir Moza di sekolah ini, benar-benar membuat Moza sangat bahagia dan tentu bersyukur.
Biasanya setiap tahun Moza akan juara dua, dan Kenzo selalu juara ke satu nya. Namun hari ini kebahagiaan sedang berpihak padanya.
''Moza, silahkan untuk maju ke atas panggung.!'' suruh Guru nya kepada Moza mempersilahkan Moza untuk naik ke atas panggung.
Saat melangkahkan kakinya Moza merasa deg-degan bahagia luar biasa, bahkan kini tubuhnya sudah panas dingin akibat rasa terharu nya ini.
Moza pun kini sudah sampai di atas panggung lalu guru memberikan mik nya pada Moza.
''Selamat ya Nak, ibu sangat bangga kepada mu. Teruslah belajar yang pintar agar kau bisa semakin membanggakan kami'' ucap guru memberikan selamat atas prestasi Moza guru memeluk tubuh Moza mengusap kepalanya merasa bangga.
''iya Bu, terima kasih banyak juga telah membimbing aku.'' balas Moza menyalami tangan sang Guru.
''iya, Ini sayang, ada yang mau kamu sampaikan barang kali.'' ucap guru memberikan mik.
Moza mengambil dengan tangan bergetar. Moza memegang mik itu tapi belum juga mengeluarkan suara.
Kemudian Moza tersenyum pada semua orang yang hadir. ''Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih banyak, untuk para guru semua yang telah membimbing aku, menjadikan aku orang yang baik. Senang tiasa mengajari kami banyak hal. Aku juga ingin berterima kasih untuk kedua orangtua ku, tanpa beliau mungkin aku tidak akan menjadi seperti saat ini, terima kasih banyak..Aku sayang Kalian.'' Moza pun sudah mengatakan semuanya.
Namun rupanya sedari tadi Sifa ini mengikuti Moza hingga Wanita itu juga ikut naik keatas panggung tanpa Moza sadari..
Saat ada yang merebut mik nya, barulah Moza sadar bahwa ibu kandung nya malah ikut naik, entah mau apa.
''Permisi semuanya, maaf ya kalau mengganggu sebentar, tapi sebelumnya saya mau mengucapkan selamat ya, buat Moza. Dia ini anak saya loh saya bangga padanya, dia bisa meraih prestasi itu karena menurun dari saya, secara saya ini ibunya jadi kepintaran Moza ya ada pada saya, tentu kalian semua pasti pada iri kan melihat keberhasilan Moza? Ya tentu pasti iri dong. Lihat anak saya ini juara satu gitu loh, jauh lah dengan anak-anak kalian iya kan? Eitts, jangan dulu protes ya. Karena harusnya semuanya sadar diri kalau yang saya katakan ini memang benar. Dan untuk anak yang sebelumnya selalu juara satu, mohon maaf nih kalau tahun ini anak saya menggantikan posisi mu. Baiklah sekian terima kasih.'' ucapnya Sifa panjang lebar dan kata terakhir itu sudah jelas untuk Kenzo, Sifa tersenyum miring kearah Mami Kenzo.
''Sialan, apa maksudnya Mi, wanita ulat keket itu malah bicara kaya gitu. Ken gak terima Mi.'' Kenzo sudah tersulut emosi.
''Biarkan saja dulu dia berkata semaunya, kamu jangan buat dirimu malu Nak. kita beri pelajaran nanti untuknya.'' cegah Mami Kenzo dengan membisikkan sesuatu rencana.
''Mami serius?'' tanya Kenzo
''Hmm, jadi biarkan dia berkoar-koar untuk sesaat.'' dengan tersenyum jahat.
''Anda kenapa bicara seperti itu,'' Moza marah pada Sifa, tidak terima dengan semua yang di bicarakan oleh Sifa barusan, karena Moza tak ingin menyinggung siapapun.
''Sudah lah, jangan buat rusak hari bahagia Mama. Pokoknya hari ini kita rayakan keberhasilan mu.'' kekeh Sifa tapi dengan menunjukan ekspresi wajah tersenyum karena semua orang masih menatapnya.
__ADS_1
Saat Sifa ingin mengantarkan Moza pulang tapi Moza menolak dengan alasan ingin ngumpul dulu dengan teman-temannya, dan ya sebenarnya Moza menghindar dari Sifa sudah tak ingin berurusan dengan wanita mulut besar itu.
**
Moza dan Lisa pun mereka kini sudah di restoran tempat yang tak terlalu jauh dengan sekolah tadi.
''Za, aku senang banget kamu akhirnya juara satu.'' ucap Lisa ikut senang.
''Iya makasih Lis,'' balas Moza.
Lalu di depan sana, ada seseorang memetik gitar dan mulai bernyanyi.
Lantas para pengunjung restoran ini pun langsung menoleh pada orang tersebut yang mulai mengeluarkan suara indahnya.
``Jauh aku pandang, oh aduh, manis
Makin ku dekati makin manis,
Siapakah dia? oh, namanya? aduhai,
manisnya tak terkira.
Walau apapun rintangan nya.
'kan ku terjang dan ku singkirkan
Segala yang menjadi penghalang
Demi untuk mendapatkan dia.
Rela berkorban apa saja.
...****************...
Semuanya bertepuk tangan saat pemuda itu sudah selesai menyanyikan lagu nya, juga semuanya merasa takjub dan iri karena pemuda ini suaranya sangat indah sekali, ada juga para wanita yang berteriak heboh ketika melihat pemuda itu bernyanyi dengan suara merdu juga bagus di tambah parasnya yang sangat tampan. Tentu semakin jatuh cinta lah pada pengunjung anak muda itu .
''Ya ampun, suaranya ih bagus banget.''
__ADS_1
''Iya, mana orang ganteng banget lagi.''
'''Hooh Lo benar, dia ganteng banget gue mau jadi pacar dia.''
''Ihhh suaranya dia bagus ya, gue jadi iri.'' dan begitulah kata-kata yang keluar dari mulut nya si para pengunjung menatap kagum pada pemuda yang sudah bernyanyi tadi.
''Za, di-dia bisa nyanyi juga ya.'' ucap Moza antusias sekali.
''Iya Lis, aku juga gak nyangka ternyata dia suaranya itu bisa sebagus gitu.'' timpal Moza.
''Hai, aku boleh ikut gabung.'' pemuda itu menghampiri meja Moza dan Lisa.
''Iya boleh Gabriel.'' sahut Lisa.
''Hmm Moza, selamat ya atas dirimu sudah juara satu.'' ucap Gabriel tulus
Moza menyambut uluran tangan Gabriel, ''Iya Gabriel, terima kasih dan selamat untuk kamu juga kamu juga juara.'' balas Moza.
''Iya Moza.'' ujar Gabriel tersenyum ramah.
''Eh ya Gabriel, tadi suara kamu bagus banget Gabriel.'' ucap Lisa
''Hehe, masa sih Lis.'' sahutnya tertawa kecil
''Iya benar banget, tapi kalau boleh tahu itu kamu nyanyikan lagu ini untuk siapa?'' tanya Lisa ingin tahu.
''Sebenarnya tadi aku bernyanyi itu untuk Moza.'' terang Gabriel dengan menatap Moza
Moza langsung terkejut dia mematung di tempatnya Benarkah untuk ku.. katanya
tapi ada yang menghangat di hati Moza, saat Gabriel tersenyum padanya.
''Itu lagi spesial untuk mu dari aku, Moza.''
''Hm te-terima kasih, Gabriel.'' balas Moza menunduk menyembunyikan senyum malu.
Lalu mereka pun melanjutkan obrolan bertiga.
__ADS_1
Sementara Kenzo semakin benci pada Moza di tambah sekarang Moza merebut posisi Kenzo setiap tahun yang selalu juara, tapi tahun ini malah Moza yang juara satu.