
''Mau kemana ?'' seseorang tampaknya menahan pergerakan tubuh sang istri yang mau beranjak.
''Apa, gak kemana-mana kok '' balasnya dengan tersenyum simpul
''Jangan mengelak, aku tahu tadi kau mau pergi.'' balas si suami
''Ihh mana mungkin gak kok'' kukuh sang wanita.
''Hmm, Kak. Aku sudah menahannya sedari tadi pagi loh.'' ujar sang suami membelai menyapu lembut pipi sang istri.
''Shhh Ar ...'' sang wanita sudah mulai terbuai indahnya sentuhan halal ini.
''Kak, ayo kita bermain mumpung Keyla anteng sama Daddy'' si suami terus membujuk agar hasrat cintanya tersalurkan kepada yang seharusnya.
''Emhh, ya baiklah . Uhhh kau menang!'' seru Maura yang merasa kalah bila sudah di gini-in oleh Arsen.
Arsen tersenyum bahagia dan ia bangga bisa memenangkan sehingga ia menang banyak kan sekarang.
Perlahan tangan itu bergerilya di area terindah bagi umat wanita. Tangan Arsenio menuntut tangan sang istri untuk membuka baju atasnya. Juga dirinya pun sama melakukan itu pada pakaian Maura.
Happp
Arsen *******, menyesap, bahkan sesekali menggigit kecil bibir seksi Maura. cumbuan itu turun ke leher jenjang dan meninggalkan kemerahan tanda cinta darinya.
''Stopp! Jangan buat di sana, malu.!'' Maura berucap dengan nafas terengah-engah.
''Baiklah sayang.'' sahut Arsen mengerti
''Nak, Papa pinjam dulu sebentar ya sayang!'' ujar Arsen saat memainkan milik anaknya itu, yaitu bukit kembar.
MAURA malah terkikik geli mendengarnya ''Dasar kamu.'' menepuk pundak Arsen
__ADS_1
''Hehe..'' balas tertawa.
''OooHhhh Ar...'' mengerang
''Ahhhh Kak.'' Arsen membalas
Permainan panas berakhir juga.
Di lain tempat, dua insan juga tidak mau kalah dengan pasangan yang telah memiliki anak itu . mereka yang ada keinginan mempunyai momongan juga hampir setiap waktu yang di lakukan adalah bercinta
Dengan gaya elegannya Pricilla memanjakan mata sang suami.
''Ohhh shhh... Cill.'' Ferro memanggil dengan nada indah.
''Terus sayang, Kau Ah, sangat nik-mat'' ujar Ferro lagi
Uhhhhh! Pricilla semakin menggila menaik turunkan sesuatu.
''Yankk..'' Pricilla menjerit
''Ya, Fer....'' menikmati
''Urrrghh Cill..''
''Ferr, hhhh''
''Cill, emh''
''Ferr a-aku Arhh''
Sama sama...
__ADS_1
Ferro menahan intinya dengan sedikit menekan berharap kecebong nya cepat jadi.
''Sayang, aku berharap kali ini kita berhasil.'' ujar Pricilla masih di bawah sana
Ferro menatap sang istri lalu tersenyum dan mengangguk ''Aamiin ya sayang, semoga Tuhan mendengar doa kita.'' balas Ferro
Ferro mencium kening Pricilla lalu ia berguling di sisi Pricilla dengan nafas masih yang naik turun.
Ting
Tak lama tiba-tiba ponsel Ferro berbunyi ada pesan masuk.
''Siapa yank?'' tanya Pricilla ingin tahu.
''Nenek nya Moza.'' jawab Ferro saat ia melihat nama itu yang muncul.
''Ada apa, coba di baca.'' kata Pricilla ia merasa penasaran barangkali ada terjadi sesuatu pada Moza
''Iya.'' Ferro pun membuka pesan yang belum ia baca itu
[Nak Ferro,maaf ibu mengganggu ini Nak ibu mau meminta tolong, Moza mau di bawa paksa oleh Mama nya, dan Moza merasa ketakutan karena sebelumnya Moza tak pernah bertemu dengan Mama kandung nya, jadi Moza merasaa asing dan tidak mau di bawa pergi. Tolong ibu Nak, ibu khawatir pada Moza, sekarang Moza akan di bawa pergi. Sekali lagi ibu minta maaf kalau ibu merepotkan, tapi Nak. Ibu tak punya siapa-siapa lagi yang dapat menolong ibu..] Begitu isi pesan yang Nenek Moza kirim pada ponsel Ferro.
Ferro dan Pricilla saling menatap dengan wajah penuh kecemasan. ''Moza.'' mereka ikut khawatir
''Fer, kita langsung cek out besok '' usul Pricilla
''Iya sayang,.''
''Semoga Moza dan Bu Fatimah baik-baik saja ya Fer.''
''hmm..'' Ferro mengangguk
__ADS_1
Ferro dan Pricilla sekarang mereka jadi merasa punya kewajiban penuh untuk menanggung semua kehidupan Moza dah Ibu Fatimah karena Ferro waktu itu nenek dan cucu itu kehilangan orang yang di kasihnya, Walaupun Ferro tak sengaja dengan menabrak atau membunuh. Tapi kenyataannya akibat mobil yang Ferro kendarai penyebabnya..
Yang lupa akan Moza silahkan scrol ke bab sebelumnya.