
Mobil yang di kendarai oleh Ferro telah memasuki rumah besar milik Adrian dan Salsa, dan mereka sudah sampai
''Kalian berdua mampir dulu sini?'' titah Salsa mengajak kepada Ferro dan Pricilla.
''Yank masuk dulu?'' Pricilla bicara pada Ferro
''Aku kayaknya langsung pulang deh, kalau kamu mau disini gak apa-apa '' kata Ferro
''Tapi Cill kalau Lo mau pulang juga gak apa-apa, gue baik kok, sudah gak sedih lagi '' kata Salsa merasa tak enak juga kalau Pricilla disini sementara Ferro pulang.
''Lo beneran udah baik? tapi gue khawatir '' tanya Pricilla
''Iya gue baik Cill, jadi gak apa-apa kalau Lo mau ikut Ferro.'' jelas Salsa
''Gimana mau ikut pulang ?'' Ferro memastikan
''Sa , bener gak apa-apa nih?''
Salsa mengangguk mantap, ''Sudah kalian sana pulang dan istirahat, kalian juga pasti capek ''
''Yasudah kita pulang ya '' kata Pricilla
''Iya iya sudah sana, dan thanks banget ya, kalian sudah mau temani gue, kalo gak ada kalian gue gak tau gimana tadi '' kata Salsa benar-benar bersyukur mempunyai Sahabat Seperti Ferro dan Pricilla.
''Jangan sungkan Sa, kalau ada apa-apa lagi Lo beritahu kami '' ujar Ferro
''Iya baik, Fer.''
Lalu setelah itu Pricilla dan Ferro pun pulang. Sementara di jalan seorang pria tengah mengendarai mobilnya juga untuk menuju pulang ke rumahnya. Baru saja mobil Ferro keluar dari pekarangan rumah Salsa, dan mobil Adrian pun memasuki rumah nya..
Salsabila yang sedang berjalan di tangga seperti mendengar suara mobil yang masuk ke halaman rumahnya.
__ADS_1
Tapi Salsa tak turun lagi ia pun melanjutkan langkah nya menunju kamar karena ia ingin segera mengistirahatkan tubuhnya yang lelah ini, juga hati yang masih kesal kepada suaminya yang bisa bisanya tidur bareng begitu tadi di tempat wanita itu.
Salsa pun lebih dulu membersihkan tubuhnya sebelum benar-benar istirahat.
Sementara itu Adrian turun dari mobilnya. dan langsung memasuki rumah, setelah masuk tak lupa ia mengunci pintu. Dan segera ke kamar mereka.
Ceklek pintu Adrian buka. ia pun masuk, tapi tak menemukan Salsa. setelah lebih masuk Adrian mendengar suara gemericik air, hm Sepertinya Salsa sedang mandi, pikir Adrian. ia pun memilih duduk di sisi ranjang.
Sambil menunggu Salsa, Adrian terus berfikir keras, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa bisa sampai dia terjebak Seperti ini? Siapa sebenarnya orang yang sedang bermain-main dengan nya ini? Dan aneh saja rasanya, kenapa ia tak mengingat apapun...
Adrian kesal pada dirinya sendiri, di saat seperti ini otaknya tak mau bekerja, alias mendadak pikun..
Ceklek,
suara pintu kamar mandi terbuka. Keluarlah Salsa dengan hanya memakai jubah handuk saja. Adrian segera berjalan dan mendekati Salsa. ''Sayang'' panggilnya. namun salsa hanya diam.
Dan meneruskan jalan nya menunju ruang pakaian.
Tapi Salsa tak satupun bersuara. dan terus melanjutkan memakai pakaian nya.
''Yank..!'' tak kuat Adrian segera memeluk tubuh istrinya dari belakang.
Awalnya memang Salsa kaget, dengan perlakuan Adrian ini yang tiba-tiba memeluknya.
''Yank, please percaya padaku, aku tak mungkin melakukan hal itu di belakang mu!'' kekeh Adrian terus menjelaskan yang bahkan dia sendiri tak mengerti kenapa bisa?
''Baik, tapi jelaskan . apa sebenarnya yang terjadi, sampai bisa kamu kaya gitu, enak-enakan tidur dengan dengan posisi saling memeluk hm? ayo katakan!''
''Aku-- Aku--''
''Aku apa? cepat bilang?''
__ADS_1
''Aku, gak tahu apa yang terjadi sebelumnya, aku gak ingat yank''
Salsabila terkejut mendengarnya kenapa bisa Adrian gak ingat apa-apa? Aneh, gumam Salsa
''Kok aneh sih, masa kamu gak ingat apapun ?'' menatap kesal pada Adrian
''Iya beneran aku gak ingat,''
''Mas!''
''Iya sayang?''
''Kamu punya musuh gak mas?'' tanya Salsa jadi ingat yang di katakan Pricilla .
''Musuh?'' Adrian menggeleng ''Gak sayang, aku gak ada musuh, siapa?'' kata Adrian
''Lalu apa motifnya orang tadi itu jebak kamu?''
''Jadi kamu percaya yank aku gak lakukan itu ? '' Karena Mereka sepemikiran yaitu Adrian di jebak. Dan pasti orang ini ingin mereka bertengkar bahkan mungkin berpisah..
Namun Salsa masih diam,
''Walaupun kau diam , tapi Mas tahu, kau percaya sama Mas kan!''
''Siapa bilang kaya gitu, Aku masih marah ya sama kamu '' Ucap Salsa dan menyingkirkan tangan Adrian yang masih melingkar di perutnya.
''Loh marah kenapa lagi?'' tanya Adrian
''Marah kenapa kamu bilang ? jadi kalau seorang istri lihat suaminya lagi di peluk - peluk wanita lain istrinya gak akan marah gitu, '' Salsa mendelik pada Adrian kesal saja dengan perkataan kenapa dari suaminya ini.
Adrian awalnya mendengarkan, lalu detik kemudian ia tersenyum lebar, ''Terima kasih sayang, terima kasih '' sambil memeluk Salsa lagi Terima kasih, dengan kau marah, sudah membuktikan kalau kau tak ingin aku dengan wanita lain, dan. artinya kau cemburu dan sayang padaku.. .
__ADS_1