
''Alhamdulillah ya sayang kamu sudah sembuh total,'' ujar Pricilla memeluk sang suami.
''Ya sayang,'' sahut Ferro.
''Semoga tidak akan terjadi kaya gini lagi ya sayang, dan untuk kedepannya lebih hati-hati lah ya'' ucap Pricilla lagi.
''Iya baiklah kedepannya aku akan lebih berhati-hati demi kamu.''
''Ih kok demi aku?'' menatap bingung
''Ya demi kamu. Kalau terjadi sesuatu padaku dan aku pergi nanti kamu jadi janda, gimana? gak mau kan?'' jelas Ferro sambil mengulas senyum.
Pricilla langsung mendelik pada Ferro ''Bercanda mu gak lucu! Gak boleh ah bicara kaya gitu lagi,'' mendadak wajah Pricilla murung.
''Iya iya, tadi itu hanya seandainya dan tentu hanya bercanda'' Ferro membawa istrinya dalam dekapannya.
*
Pagi hari.
Pricilla bangun tidur seperti biasanya tapi kali ini dia merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya , tumbuhnya itu akhir-akhir ini terasa sangat gampang lelah. Juga ketika ia sedang memasak Pricilla langsung mual begitu mencium aroma masakannya itu.
Pricilla bangun dari tempat tidur segera berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi di perutnya.
''Hoekkk hoekk.'' Pricilla muntah
''Hoekkk hoekk'' kembali ia memuntahkan segala yang tadi malam masuk dalam perutnya.
Setelah merasa lebih baik dan tak ingin muntah lagi Pricilla bersender pada tembok.
''Akhir-akhir ini aku merasa aneh dengan tubuhku. Ada apa ya, aku juga suka merasa mual mual terus.'' Pricilla berbicara sendiri.
Lalu tiba-tiba ia teringat dengan sesuatu Ah mungkinkah..
Karena ingin memastikan Pricilla segera pergi dan cepat-cepat melihat sesuatu untuk memastikan dugaannya.
''Ini, tanggal berapa ya sekarang?'' gumamnya sambil melihat sesuatu di kalender.
Tiba-tiba senyum Pricilla langsung merekah Pricilla Rasanya ingin tertawa sambil jingkrak-jingkrak tapi ia ingat, itu tidak boleh bahaya..
Pricilla menutupi mulutnya ia merasa tak menyangka dan juga sangat senang plus terharu.
Karena masih penasaran dengan benar dan tidaknya Pricilla harus membeli sesuatu untuk lebih memastikan lagi.
''Sayang bangun.!'' bisik Pricilla di telinga Ferro membangunkan Ferro yang masih terpejam.
__ADS_1
''Hm apa yank?'' Ferro bergumam matanya masih terpejam tak bisa bangun.
''Yank bangun dulu dong!'' kekeh Pricilla
''Ada apa?'' mencoba sadar
''Anterin aku ke minimarket.'' pinta nya
''Mau ngapain ini masih pagi?'' dengan alis mengkerut heran.
''Aku mau beli sesuatu yang penting sayang, ayo dong'' paksa Pricilla
''Aku ngantuk sayang, hoammm'' malah menguap lebar lagi.
''Ishhh kamu ya!'' Pricilla kesal karena Ferro malah melanjutkan tidurnya lagi.
''Yasudah aku pergi sendiri ya. Boleh kan?'' sedikit berteriak di telinga Ferro.
''Ya pergilah, hati-hati!'' kembali mendengkur.
''Ya sudahlah aku pergi sendiri saja!'' putus Pricilla.
Saat ia sudah turun tangga tak sengaja Pricilla berpapasan dengan Moza sudah bangun rupanya anak itu.
''Ikut ke mana Ma?'' tanya Moza setelah menghampirinya.
''Ikut Mama yu! kita ke minimarket, temani Mama. Nanti Mama belikan makanan di sana!'' ucap Pricilla
Moza pun mengangguk,mau.
Setelah membeli yang di butuhkan juga memberikan makanan untuk Moza. Pricilla segera mengajak Moza pulang lagi ke rumah, mumpung ini masih pagi Pricilla akan mengeceknya Sekarang juga!
Semua sudah siap, Pricilla sedang di kamar mandi. jantungnya sangat deg-degan, Pricilla takut kalau ini hanya zonk semata.
''Tuhan, ku mohon ..'' pinta nya harap-harap cemas akan hasilnya.
Tiba-tiba garis dua biru itu termampang jelas dari tes tersebut juga dari mata Pricilla yang penasaran.
''Alhamdulillah... Terima kasih Tuhan, terima kasih banyak! Nak, kamu hadir dalam rahimnya Mama Nak.!'' Air mata tak bisa di bendung lagi jatuh membasahi kedua pipinya Pricilla..
Mendadak Pricilla menginginkan di adakan syukuran atas keselamatan sang suami juga Moza dah ketiga adalah buah hati tercinta..
Niat itu pun segera Pricilla utarakan pada sang suami. Namun soal garis biru itu nanti di tengah Acara baru Pricilla mengungkapkan pada mereka semua langsung..
Maka.
__ADS_1
Hari ini Pricilla mengundang dua sahabatnya untuk datang ke rumahnya. Karena Pricilla ingin mengadakan acara syukuran atas kesembuhan sang suami. Juga di sah kan,nya Moza menjadi anak mereka sekarang.
Tinn
Tinn..
Suara klakson mobil yang di bunyikan di depan itu memberikan tanda yang di undang sudah datang.
''Siapa yank?'' tanya Pricilla
''Dua temanmu.''jawab Ferro
Pricilla pun beranjak dan segera menemui dua temannya ini.
''Haii, Selamat datang besti..'' segera Pricilla merentangkan kedua tangan dan menyambut Salsa juga Maura beserta anak mereka dan suami mereka.
''Hai.. Pa kabar?'' ucap Salsa.
''Haii juga, onty '' Seru Maura
''Baik, kabar kalian juga gimana ? dan dua ponakannya onty gimana kabarnya hm?'' Pricilla memeluk Salsa dan Maura bergantian, lalu mencium pipi Abian Bima Purtadrian, gantian sekarang mencium pipi Keyla Putri Arsenio Abraham.
''Kita baik Cill, juga ponakan mu baik-baik '' sahut Salsa.
Maura hanya mengangguk lalu bertanya, ''Ada Acara apa nih Cill ?'' tanyanya menatap Pricilla
''Gue mau adakan syukuran atas keselamatan Ferro kejadian kemarin. Juga gue mau mengumumkan kalau Moza sudah di resmikan menjadi anak gue dan Ferro sama ada satu lagi, tapi nanti di tengah Acara gue umumkan nya.'' Pricilla menampilkan senyum misterius.
''Yang ketiga apa tuh Cill, bilang saja sekarang dong'' pinta Maura merasa penasaran.
''Ya benar Cill, kasih tau ke kita apaan ?'' Salsa pun tak sabar rupanya ingin tahu juga.
''Nanti saja ya besti, sekarang ayo masuk dan bergabung sudah banyak tetangga dan saudara Ferro acara udah mau gue mulai.'' ajak Pricilla dan masih tak mau mengatakan yang tadi sekarang.
''So misterius banget ya dia?'' berbisik di telinga Salsa
''Ya Lo benar, tapi kira-kira apa ya yang akan dia ucapkan. Gue jadi penasaran kan'' sahut Salsa
''Gue juga sama penasaran ingin tahu,'' balas Maura
''Yasudah kita lihat saja nanti.''
''Hmm.'' Maura mengangguk
Salsabila dan Maura Abraham masuk ke dalam rumah yang sengaja sudah di dekor oleh Pricilla lalu keduanya duduk dan ikut bergabung di tengah acara.
__ADS_1