Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
25 terkejut, masih Pricilla dan Ferro


__ADS_3

Brukkkkk


Dengan tak sabaran Ferro menendang pintu utama, lalu dengan indah Ferro membawa tubuh Pricilla memasuki rumah.


Dengan bibir keduanya saling bersautan, menyesap , menggigit , ******* , sudah mereka lakukan .


''Mmmhh,, Fer..'' desah Pricilla


Nafas keduanya sudah memburu menginginkan yang lebih .


Perlahan cumbuan itu turun ke leher jenjang nya Pricilla .


Cup


cup.


Muahh..


Mmuuahhh...


''Ahh..''


Pricilla semakin mendongak ke atas, dan ia tangannya ia rangkul di kepala Ferro .


Buru-buru Ferro membawa Pricilla semakin masuk ke dalam, dan sampailah kini di kamar,


Brukk,


kembali Ferro menutup pintu dengan kaki, karena tangan nya masih menari-nari di atas dua gundukan .


Ferro menuntun tangan Pricilla agar meremas sesuatu di bawah sana,


''Ayo sayang, remas punya ku!'' bisik nya di telinga Pricilla .


Pricilla sebenarnya merasa dia yang kegelian saat merasakan si ular kecil mulai mengeras .


''Jangan berhenti sayang, ahh.. terus-kann!'' pinta Ferro, ia sekarang yang menikmati permainan Pricilla . Ferro sampai terbata saking begitu menikmati .


Kembali Ferro menciumi bibir Pricilla,


tangannya menuntun untuk membuka pakaian sang isteri,


Kini pakaian atas Pricilla sudah terbuka,


tinggal yang di bawah .


''Yank,'' tiba-tiba Ferro menghentikan aksi nya


''Kenapa?'' tanya Pricilla bingung .


''Yank tadi si Salsa kasih tau gaya sesuatu ya ke kamu,?''


Aktivitas panas terjeda dulu sebentar, dengan Ferro yang bertanya dulu .

__ADS_1


''Enggak.'' Pricilla mengelak


''Aku tahu yank, kamu di beritahu gaya huruf t kan?''


Mata Pricilla membulat ''Kok tahu?'' ucapnya pelan


''Karena nih, dia kirim gaya nya seperti ini yank..'' Tiba-tiba Ferro menjelaskan lagi sambil menunjukan notif di ponselnya Pricilla itu sesuatu yang di kirim Salsa.


''Yang kaya gimana itu sayang?'' nah kan Pricilla jadi penasaran ingin tahu lagi .


''Nih kita nonton sama-sama,'' ucapnya lalu menbuka sesuatu yang di kirim Salsa tadi, tapi sebenarnya, tanpa melihat Vidio ini Ferro sudah tahu betul kaya gimana itu, Ferro ini adalah seorang pria dewasa jangan lupa .


''Aaaa....'' Pricilla tiba-tiba berteriak kaget .


''Ada apa sayang?'' Ferro ikut kaget campur cemas .


''Ihh itu, kok.kaya gitu sih.'' ucap Pricilla masih membuat Ferro tak paham


''Apa sih yank, kenapa ? aku gak ngerti '' Ferro masih asik menonton yang di kirim Salsa .


''Ih kamu ini, itu apa yang di lakukan cewek itu, mau maunya masukin kaya gitu ke mulut dia, gak jijik apa ?'' dengan bersungut-sungut Pricilla berbicara .


''Hah, oh, itu, hahaaa....'' Ferro sudah paham dan langsung tertawa .


''Kok malah ketawa, ada yang lucu gitu?'' dengan menatap kesal .


''Kamu mau coba Kaya gitu yank, baik nih aku siap yank'' ujar Ferro ingin membuka resleting celananya .


''Kan mau ajarin kamu kaya gitu yank''


''Gak ya! jangan macem-macem ah!'' membuang muka .


''Yahhh, ku kira tadi itu kamu penasaran yank, terus mau coba ''


''Kamu buat aku gak mood,''


Oh tidak bisa, hasratnya yang sudah memuncak ini, jangan sampai gagal nanam bibit .


''Eh yank lihat ini yank..'' ucap Ferro sambil menunjuk di ponsel itu .


''Apa?'' tanyanya tapi matanya ikut melihat pada ponsel .


''Nih yank, aku kasih tau, ini tuh gaya yang di maksud si Salsa, cobain yank!''


Pricilla tiba-tiba kesusahan menelan Saliva nya sendiri..


merasa merinding hanya membayangkannya saja.


''Yank ayo coba!''


Pricilla hanya bergeming .


tiba-tiba Ferro naik ke atas ranjang, lalu dia berbaring, dengan kedua tangan di silangkan di kepala, menjadi sanggahan bantal.

__ADS_1


''Ayo yank aku sudah siap!'' ucap Ferro lagi.


''Gak mau''


''Lah kenapa?''


''Yang kaya biasanya aja yank''


''Katanya mau cepet punya anak?''


''Emang harus gitu yank?''


Ferro mengangguk mantap sambil tersenyum lebar .


''Kamu kok mencurigakan''


''Mencurigakan bagaimana?''


''Kenapa senyum kamu kaya gitu, buat aku merinding'' kata Pricilla


''Ah biasa saja kok yank padahal.''


''Sudah yank ayo ''


''Harus banget nih?''


''Harus sayang''


lalu Ferro kembali bangun,


Ferro Mulai mendekati Pricilla,


Dia kembali melabuhkan bibirnya di bibir Pricilla, dan kini sambil menciumnya Ferro membuka seluruh pakaian istrinya ini,


Jangan lupa, bajunya juga harus dia buka dong ya kan?


Haduh si itu sudah berdiri tegak lagi, kembali Pricilla merasa kesusahan menelan saliva nya ini..


Ferro membuat pemanasan dulu,


lalu saat di rasa istrinya ini sudah ba sah, barulah Ferro menyuruh Pricilla.


''Ayo sayang''


Ferro menuntun agar Pricilla naik di atas,


Dan,


Dengan malu-malu, Pricilla mencoba ini untuk pertama kalinya,


Jleb


''Arghhhh sayang...'' Pricilla memekik terkejut, matanya langsung terbuka lebar, sungguh Pricilla sangat-sangat terkejut saat pertama merasakan sesuatu yang baru dirasa nya ini,

__ADS_1


__ADS_2