Kisah Perjalanan

Kisah Perjalanan
13 Terlupa dan 2 Terkutuk


__ADS_3

Lama ia terpekur dalam campuran berbagai macam rasa yang nyaris membuat hatinya meledak. Semakin lama ia menggali isi buku itu, semakin ia merasa asing dengan bumi manusia yang sudah hampir 20 tahun ia tinggali ini. Kumpulan berbagai jenis mantra, rajah, ilmu kanuragan, dan banyak macam lain, yang akan membuat banyak orang di era internet ini akan menganggapnya sebagai kekuatan super ini sebelumnya ada dimana?


Kenapa baru sekarang ia bahkan mengetahui kalau banyak manusia yang mencapai level seperti ini sebelumnya?


Kebal peluru dan senjata tajam karena badan jadi sekeras karang?


Perpindahan materi sekelas teleportasi?


Berubah bagai hewan dengan beragam kemampuan seperti Beastmaster?


atau bahkan tak mungkin mati selama badannya menyentuh tanah???


Hello???


Itu mungkin belum seberapa. Bahkan ada ritual yang memungkinkan pelakunya tak lepas dari bumi dan hidup lagi selama mayatnya terkena cahaya bintang malam atau hujan gerimis!


Dan dengan semua hal ini, Indonesia bahkan masih bisa dijajah selama bertahun-tahun???


Unbelievable...


Meski beratnya berbagai persyaratan yang muncul dari beragam pengetahuan itu, namun bayangkan jika ada 5,000 orang dengan ketrampilan dan kebisaan seperti yang ada dalam buku ini?


Akibatnya pasti akan sangat mengerikan...


Tapi entah kenapa, semakin lama ia membaca buku itu, Kay makin tak mampu menahan berbagai jenis imajinasi aneh dan tak masuk akal, yang banyak diantaranya dihiasi oleh tokoh-tokoh berbagai komik yang pernah ia baca dan selalu kagumi hingga saat ini. Pengetahuan yang ada dalam buku ini terlalu susah untuk diterima akal sehat, dan bahkan jika ada 1000 orang saja yang memiliki berbagai kemampuan ini, tak mungkin Nusantara ini dijajah bangsa lain sedemikian lama.


Konyol!!


Tapi ia tak mampu berhenti membalik lembar-lembar tua itu. Meski banyak isinya bisa menimbulkan berbagai pikiran aneh penuh dengan ejekan penuh tawa, tapi pemuda itu terus membaca.


13 terlupa dan 2 terkutuk


(?)


*Terdiri dari 15 barang milik dunia manusia yang terkontaminasi (?) **** Diisi atau mengandung kekuatan kegelapan.


Sangat kuat dan berbahaya!


13 terlupa

__ADS_1


- Kacamata rayban hitam (?)


- Tongkat


- Tempat tembakau/pipa rokok?


- Topi laken


- Cangkul


- Sarung, peci dan sajadah (satu set*???)


- ....


Dan daftar itu berlanjut hingga Kay tak mampu lagi menahan tawa frustasi...


"Hey, Pops, are you for real??? these are things which coming out of your brain??!"


Tanpa mampu menahan diri lebih jauh, Kay berteriak keras. Hal-hal ini terlalu tak masuk akal baginya.


Mungkin akan baik adanya jika bahkan ada Keris atau berbagai hal seperti Tombak dan rekan-rekannya yang lain, minimal ada faktor seram yang muncul sebagai perwakilan kekuatan gelap. Lha ini cangkul?


Bahkan ada sajadah dan peci??!


Ia lemparkan buku tua itu ke atas meja, dan bergegas menuju ruang kerja ayahnya. Ia membutuhkan konfirmasi, apakah benar setiap hal yang tertulis dibuku itu, atau ayahnya yang terlalu delusional. Langkahnya kuat ketika beranjak menuju ruang kerja ayahnya. Dalam buku itu juga dijelaskan bagaimana cara membuka ruang disana, akan lebih baik segala hal diberikan pembuktian yang lebih konkret. Tak menunggu apapun, Kay mengikuti beragam langkah yang tertuang dalam buku itu untuk membuka ruang dan ia kecewa...


......................


Ruangan itu kecil dan sama sekali jauh dari kata mengesankan. Hanya sebuah ruang basemen kecil seluas 4*5 meter, yang bahkan dindingnya tak dihaluskan di beberapa tempat. Sebuah rak sederhana di sudut ruangan, ditempatkan pada lokasi dengan lingkaran simbol serupa lantai diatasnya. Di salah satu raknya terbaring sajadah, peci dan sarung dalam satu tumpukan. Rak sebelahnya berisi topi laken seperti topi cowboy yang biasa dipakai aki-aki keluarga kaya jaman dulu. Kemudian sebuah kotak tembakau dari kayu dengan ornamen ukiran rumit berlapis tembakau dengan sebuah pipa gading..


Ayah, kau tidak bercanda kan???


Tapi meski Kay tak merasakan tekanan apapun, ia paham dengan kemampuan lingkaran simbol dimana berbagai barang itu ditempatkan. Jadi meski meremehkan segala sesuatu yang ada di ruangan kecil ini, ia tak berani gegabah. Namun hal itu tak menghalanginya mengambil kaca mata hitam model kuno yang terletak di satu-satunya perabot yang ada di tempat itu, sebuah meja teh dari kayu dengan ukiran rumit pada kakinya. Penuh antisipasi, ia mencoba memakai kaca mata itu. Namun ketika hampir 10 detik berlalu tanpa ada adapun yang terjadi, ia melepas nafas tertahan sambil terkekeh.


Ini sih retro, bukan kuno... batinnya geli ketika melihat pantulan wajahnya dari lemari kaca di sebelah rak. Bentuk kaca bagua di pintunya tentu dimaksudkan untuk segel tambahan seperti yang ada di langit-langit ruang kerja diatasnya.


Ah, tak tahu lagi aku mana yang perlu dipercaya. Entah ayah memang gila, atau Setan itu yang kurang kerjaan dengan mengutuk benda-benda ini, batin Kay sambil mengantongi kaca mata hitam itu, lalu beranjak meninggalkan ruangan yang mengecewakan itu.


......................

__ADS_1


Perjalanan ini sudah sedemikian melelahkan fisiknya sedemikian jauh. Setelah penerbangan khusus selama hampir 2 jam, rombongan ini masih akan harus melanjutkan perjalanan melalui jalur darat selama hampir 3 jam lagi. Padahal setelah itu, mereka masih harus mencapai tujuan yang tak bisa dicapai dengan kendaraan bermesin model apapun, yang untuk kondisi pasien saat ini, jelas hal itu adalah kasus mencari mati. Tapi mau bilang apa lagi, pasien dan keluarganya berkeras, dan dengan seluruh harta kekayaan yang mereka miliki, bahkan seorang dokter spesialis terkenal macam dirinya hanya bisa menghela nafas dan menuruti keinginan mereka, meski itu bertentangan dengan kode etik profesionalnya sendiri.


Mr. Alfons selalu menjadi pribadi simpatik yang menghargai bakat lebih dari apapun. Selama hidupnya, ia telah berhasil menemukan dan memoles banyak permata dari lumpur kehidupan, dan Anton adalah salah satu diantaranya. Sosok pengusaha kharismatik yang hebat itu menemukan Anton ketika ia masih duduk di bangku SMP sebuah sekolah kelas tiga di sebuah kota kecil tanpa ada kemungkinan untuknya melanjutkan pendidikan meski sehebat apapun otak yang ia miliki. Tapi pertemuan kebetulannya dengan bule yang terlanjur jatuh cinta dengan negara indah inilah yang mengubah seluruh hidup Anton waktu itu. Memungkinkannya keluar dari cangkang kota kecilnya hingga kini setelah 15 tahun berlalu dari waktu itu, Anton sudah dikenal sebagai salah satu spesial bedah otak yang bahkan terkenal ke berbagai negara. Hal ini pula yang membuat Dr. Anton meninggalkan semua hal yang ia tangani untuk menjadi pendamping kesehatan pribadi untuknya ketika sosok hebat itu jatuh dalam sakitnya. Semua hal yang Mr. Alfons untuknya berharga seluruh hidup.


Tapi kali ini adalah sebuah kesalahan...


Perjalanan transfer dari sebuah Rumah Sakit yang dilengkapi dengan fasilitas paling modern di dunia, sebuah fasilitas kesehatan yang bahkan mampu melaksanakan prosedur transplantasi jantung dan berbagai organ tanpa kesulitan, menuju ke sebuah lokasi acak di tengah rimba Indonesia?


Bukan berarti negara itu tak memiliki kemampuan dan fasilitas medis yang memadai, tapi tempat yang dituju ini bahkan bukan sebuah rumah sakit?!


"*I just couldn't understand... At least we still be able to managed to keep him alive, not such a surtence death trip to unknown treatment like this, no matter how thick the probability could be..."


"Son, you know him better... He do what he like, decide everything. Be sure that we know your concern, we all love him as much as you do*..."


...


Berbagai percakapan berakhir dengan hal yang sama, bahkan Mrs. Alfons, wanita hebat yang selalu mendampinginya itu hanya bisa menghela nafas dan mencoba tersenyum dengan ceria ketika suami tercintanya itu memutuskan untuk pergi ke sebuah kota kecil di daerah ujung timur pulau Jawa di Indonesia untuk berobat. Tak perduli apa, lelaki itu akan melakukan apapun yang sudah ia putuskan. Dan kali inipun tak akan berbeda. Hal yang ia bisa lakukan sudah jelas. Sebagai first lady sebuah perusahaan multi nasional dimana suaminya adalah tokoh utamanya, ia akan memastikan setiap individu terbaik ada di sisi lelakinya dalam perjalanan kamikaze-nya itu. Minimal, ia bisa pergi dalam kemegahan yang sama dengan masa hidupnya.


Dan inilah yang terjadi. Sebuah perjalanan udara dengan jet perusahaan yang dilengkapi peralatan medis yang menyaingi kemampuan Air force one, dilanjutkan dengan perjalanan darat dengan kendaraan khusus yang sama, menuju ke antah berantah karena si medicine man yang dimaksud takut terbang.


"Be cool, Son. Consider it as a trip. Sudah lama kamu tak menginjakkan kaki di negara indah ini, lagipula kau tak pernah libur selama ini."


Anton memandang sosok itu dengan pandangan aneh. Sebagai seorang yang sudah berusia hampir 60 tahun, Mr. Alfons tidak kehilangan cahaya kharismatik yang ia miliki. Wajahnya yang memiliki raut keras namun bermata lembut itu tak menyiratkan sedikitpun rasa sakit yang pasti menyiksa setiap pergerakannya. Kanker sudah menyebar di hampir setiap bagian tubuhnya, dan pengobatan yang sudah ia dapatkan sebelumnya bisa dibilang nyaris memeras setiap kenyamanan keluar dari dirinya. Tapi ia tetap menjadi lelaki hebat yang sama. Sosok tanpa cacat yang tak pernah menunjukkan kelemahan tak perduli seberapa parah kondisinya.


"As you say, Pops..."


Dan Mr. Alfons tertawa tergelak sebelum terputus oleh batuk yang nyaris menghentikan nafasnya. Tapi ia bahkan menolak perawat profesional bergaji US$ 30/jam yang diharapkan membuatnya merasa nyaman itu dengan halus ketika ia mengambil sapu tangannya sendiri.


"It's okey, Miss. I'm still be okey, you could be just standby." ucapnya lembut sambil mengusir perawat itu menjauh.


"Let she do her jobs, Pops..."


"Aku sakit, Nak, belum lumpuh. Santailah sikit..." sahutnya cepat memotong perkataan Anton.


"Aku tahu pandanganmu tentang hal ini, Nak, tapi aku juga tahu kondisi badanku sendiri, ak.. jangan potong." sahutnya sambil mengangkat jarinya ketika Anton hendak menyela omongannya.


"At least we got nothing to loose, Son. Kawanku bercerita tentang orang ini, dan aku tahu kalau kondisinya bahkan lebih buruk dariku. Dia stadium 4 kanker otak dan vonis yang ia terima waktu itu, 5 bulan dengan kemo. Dan sekarang ia main squash di Sardinia sana dengan istri barunya, padahal sudah hampir dua tahun lalu ia divonis, Nak."


"But Pops..."

__ADS_1


"Sudahlah, Nak... Hidup macam apa yang bisa kudapat kalau aku nekat di rumah sakit itu? Nope, I'd rather make my chance with this voodoo's guy..." potongnya lagi sambil tersenyum melihat Anton yang memutar bola matanya mendengar istilah itu.


Yah, sosok yang sudah ia anggap sebagai ayahnya itu memang seperti ini. Ia lebih memilih mencari pengobatan alternatif dari seorang dukun daripada menikmati masa hidup tak jelas yang ia dapat dari pengetahuan medis berharga ribuan dollar itu. Dan seiring waktu yang berlalu, rombongan itu semakin jauh merayap menuju pedalaman.


__ADS_2