Kitab Manunggaling Semesta Jagad

Kitab Manunggaling Semesta Jagad
BAB 11, FITNAH KEJI


__ADS_3

Setelah melintasi Alas Ketonggo, Danang berhenti sejenak memandang kediaman Kyai Ageng Banyu Urip dari kejauhan. Matanya berkaca-kaca karena rasa haru yang mendesak akibat kerinduan pada Kyai Ageng Bayu Urip.


“Semoga Kanjeng Romo sudah kembali, tak terasa sudah lebih dari tigapuluh purnama aku berada di dalam goa.”batinnya.


Lalu ia kembali melesat kearah rumah tersebut.


Setiba di depan rumah Kyai Ageng Banyu Urip, Danang berteriak mengucapkan salam karena didorong oleh rasa gembira dan haru dari dadanya.


“Assalamualaikum, Kanjeng Romo, hamba sudah kembali dan selamat.”teriaknya.


Tiba-tiba dari dalam rumah melesat satu sosok disertai kesiuran angin dahsyat melabrak dirinya.


Danang kaget dan melompat menghindar ke samping satu tombak.


Sosok tersebut menghantam pohon beringin berukuran sedang di halaman rumah, terdengar suara benturan keras...Braaak...lalu pohon beringin itu berderak tumbang.


Dapat dibayangkan jika pukulan tersebut mengenai tubuh manusia, bisa dipastikan tubuh manusia yang terkena akan hancur berantakan.

__ADS_1


Lalu sosok kedua terlihat melesat dari dalam rumah dan berdiri mengawasi dari samping.


“Anak durhaka, ternyata kau memiliki keberanian untuk kembali kesini.”ucap sosok pertama yang ternyata adalah Kyai Ageng Banyu Urip.


Sosok kedua yang diam mengawasi adalah Kyai Surawisesa yang ternyata ikut ke kediaman Kyai Ageng Banyu Urip dengan Kyai Ageng Banyu Urip.


Kira-kira sepekan lalu, Kyai Ageng Banyu Urip memutuskan untuk kembali ke kediamannya setelah kira-kira selama tigapuluh purnama berada di padepokan sahabatnya di Mega Mendung, wilayah Tatar Pasundan.


Kyai Surawisesa diundangnya berkunjung sebagai adab dan sopan santun. Dalam membalas adab dan sopan santun, Kyai Surawisesa memenuhi undangan tersebut, dan mereka berdua melakukan perjalanan bersama.


Ketika tiba di kediaman Kyai Ageng Banyu Urip pagi ini, mereka mendapati keadaan rumah itu sunyi dan berantakan.


“Dimas, cepatlah kemari...aku menemukan sesuatu.”panggil Kyai Surawisesa dari arah halaman belakang.


Kyai Ageng Banyu Urip bergegas ke halaman belakang menghampiri sahabatnya. “Lihatlah, aku menemukan makam yang berada disana, apakah makam itu memang ada disana atau bagaimana?”kata Kyai Surawisesa sambil menunjuk kearah sebuah makam.


Kyai Ageng Banyu Urip bergegas menghampiri makam itu dan mendapati nama Bagas Laksono tertera di nisan yangterbuat dari kayu. Terduduk lemas Kyai Ageng Banyu Urip mendapati keadaan tersebut.

__ADS_1


“Ternyata harapanku selama ini hanya harapan kosong, anak yang paling kuharapkan menjadi sosok ksatria malah berani membunuh kakak angkatnya demi mencuri kitab serta keris pusaka milikku.”batin Kyai Ageng Banyu Urip.


Setelah tenang, Kyai Ageng Banyu Urip mengajak sahabatnya, Kyai Surawisesa masuk kedalam sambil menghidangkan secangkir teh dan membahas masalah tersebut.


“Aku tidak ingin ikut campur dalam masalah ini dimas”ujar Kyai Surawisesa. “Firasatku mengatakan ada sesuatu yang janggal, namun terus terang aku tidak mengetahui apapun.”ujarnya.


“Heemm...akupun sebetulnya sulit untuk percaya, tapi bukti-bukti menunjukkan arah kesana kakang.”guman Kyai Ageng Banyu Urip pada sahabatnya.


“Sabarlah dimas, belum tentu semua yang terlihat adalah kenyataan. Berpikirlah dengan tenang, jangan terbawa dengan amarah.”lanjut Kyai Surawisesa.


“Kemungkinan apalagi kakang? Sudah jelas dari bukti yang ada, anak angkatku Danang tidak ada ditempat, kitab dan keris pusakaku juga hilang, dan di halaman belakang ada makam anak angkatku yang satu lagi.


Sudah pasti Danang membunuh kakangnya untuk mendapatkan kitab dan keris pusaka itu.”jawab Kyai Ageng Banyu Urip terbawa amarah.


Tiba-tiba keduanya tersentak dan terdiam. “Apa kau merasakannya kakang?”tanya Kyai Ageng Banyu Urip.


“Ya aku merasakannya, seseorang dengan kemampuan kanuragan sangat tinggi sedang bergerak menuju kesini. Sebaiknya kita bersiap dimas”ujar Kyai Surawisesa.

__ADS_1


Lalu terdengar suara Danang mengucapkan salam...


__ADS_2