Kitab Manunggaling Semesta Jagad

Kitab Manunggaling Semesta Jagad
BAB 28, SATUAN PRAJURIT ESTRI


__ADS_3

Joyodipuro bersama rekan-rekannya yang tadi melakukan latih tanding menghampiri Danang dengan senyum lebar. “Perkenalkan inilah rekan yang baru bergabung bersama kita . Nah dimas, mereka ini adalah para pengikut Gusti Raden Mas Said, ini adalah Joyo Wiguno, Joyopuspito, Joyo Utomo, dan Joyo Praboto.” ujar Joyodipuro memperkenalkan mereka pada Danang.


“Sugeng awan kakang sekalian, mohon dimaafkan apabila aku tadi berlaku kurang pantas pada kakang semua.”ujar Danang sambil memberikan hormatnya pada mereka.


“Sugeng awan dimas, kami juga mohon maaf, perlakuan kami tadi jangan diambil hati. Latih tanding seperti itu sangat biasa dilakukan antar prajurit disini.”ujar Joyopuspito sambil tersenyum lebar mewakili mereka ber empat.


“Hey Joyopuspito, lagakmu itu seperti seorang digdaya saja. Tentunya kau belum lupa bahwa kita berempat tadi tidak mampu mengalahkan dimas Danang ini.”seloroh Joyo Utomo menyela.


“Hush, kita itu harus menjaga wibawa dihadapan ‘cah anyar’ kakang.”ujar Joyopuspito yang lalu disambut oleh gelak tawa mereka semua.


Danang dengan seketika langsung merasakan bahwa keakraban yang terjalin diantara sesama prajurit bukan hanya dalam tatanan biasa, melainkan sudah selayaknya saudara senasib sepenanggungan.


Danang kagum dengan keramahan dan sifat lugas tanpa tedeng aling-aling mereka yang membuatnya langsung larut dalam keakraban antar sesama mereka walaupun mereka dikenal sebagai para senopati-senopati yang memiliki ilmu kanuragan tinggi, tidak terasa sama sekali ada kesombongan terpancar dari sifat mereka.


Demikian pula kekagumannya terhadap sosok Raden Mas Said yang dikenal sebagai Pangeran Samber Nyowo dan sosok Pangeran Mangkubumi yang ramah dan jelas memiliki ilmu kanuragan dan keprajuritan, serta kebijaksanaan yang sangat tinggi.

__ADS_1


KemudianJoyodipuro dan rekan-rekannya mengajak Danang untuk berkeliling berkenalan dan melihat-lihat satuan prajurit dan perlengkapan mereka.


Ketika berkeliling, Danang agak terkejut mendapati terdapat satuan prajurit wanita yang berada disana. Selama ini tidak terpikir olehnya sama sekali bahwa wanita Jawa yang dikenal lemah lembut memiliki kemampuan dalam berperang.


“Kau pasti terkejut melihat satuan prajurit wanita dalam pasukan kami bukan dimas?”ucap Joyodipuro.


“Benar kakang, sebab sepengetahuanku para wanita dikaruniai sifat yang lembut dan welas asih, sehingga tidak pernah terpikir sama sekali olehku bahwa mereka bergabung dalam pasukan.”ucap Danang.


“Sebenarnya para prajurit wanita yang kami sebut sebagai satuan prajurit estri itu pernah dibentuk oleh Sinuwun Sultan Agung Hanyorokusumo di masa lalu, dan pemikiran itu kini diteruskan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Samber Nyowo. Para prajurit estri itu memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan kita kaum pria bahkan dalam beberapa hal mereka memiliki kemampuan khusus yang melebihi kita kaum pria, seperti kemampuan telik sandi misalnya.”ujar Joyo Wiguno menyela pembicaraan.


Mereka pun bergegas bergerak dan menonton latihan olah keprajuritan yang dilakukan oleh satuan prajurit estri.


Kemampuan mereka dalam hal ini memang betul-betul mengejutkan dan membuat ‘cah anyar’ tersebut terkagum-kagum, mulai dari kemampuan memanah, bertarung dengan pedang dan tombak, hingga kemampuan berkuda yang tidak kalah dari prajurit-prajurit pria yang lainnya.


Hingga akhirnya pemuda itu tertegun dan memusatkan perhatiannya pada salah satu sosok dari prajurit estri berpakaian ringkas berwarna gading, yang sedang melakukan olah keprajuritan berkuda sambil memanah kearah sasaran-sasaran yang telah dipersiapkan.

__ADS_1


Kemampuan gadis ini begitu menggiriskan, dengan sambil menunggang kuda dengan kecepatan tinggi, ia mampu menyasar dan melesatkan panah-panahnya tepat pada sasaran, bahkan lima sasaran sekaligus dalam satu lesatan panah.


Waktu seolah berjalan dengan amat sangat lambat bagi Danang. Tanpa sadar perhatiannya menjadi begitu terpusat pada gadis itu.


Keterjutannya berganti menjadi kekaguman, yang akhirnya berubah menjadi keterpesonaan melihat seorang gadis yang begitu cantik, tinggi semampai dan berkulit putih bersih, tetapi memiliki kemampuan yang menggetarkan.


Rekan-rekannya yang berdiri disampingnya tersenyum dan tertawa terkekeh-kekeh melihat raut wajah pemuda itu. Mereka menyadari bahwa pemuda tersebut sedang larut dalam pesona yang dipancarkan oleh gadis itu.


“Gadis itu bernama Sekar Kinasih dimas. Kurasa umurnya sebaya denganmu. Ia adalah kembang diantara satuan prajurit estri, nanti akan kuperkenalkan padamu dimas.”ujar Joyodipuro sambil tersenyum geli.


Danang yang masih terdiam, akhirnya baru menyahut ucapan Joyodipuro setelah beberapa saat kemudian, “Ya kakang? Apa katamu barusan?”ujarnya.


Sontak rekan-rekannya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah ‘cah anyar’ yang berdiri di samping mereka itu.


“Nanti...akan kuperkenalkan padamu.”ulang Joyodipuro dengan raut wajah lucu, yang kembali disambut tawa teman-temannya...

__ADS_1


__ADS_2