Kitab Manunggaling Semesta Jagad

Kitab Manunggaling Semesta Jagad
BAB 40, KEBERANGKATAN PERTAMA


__ADS_3

Setelah mendengar seluruh rencana dan menerima mandat, Danang lalu mohon diri dan beringsut mundur untuk bergegas segera kembali ke kesatuan prajuritnya.


Setibanya di barak, ia segera mengumpulkan seluruh prajurit patang puluhan untuk menyampaikan mandat yang diterimanya dari Pangeran Mangkubumi.


Mereka semua duduk bersila dan siap mendengarkan perintah dari junjungan mereka.


“Kakang sekalian, aku baru saja mendapatkan mandat dari Gusti Pangeran Mangkubumi mengenai rencana penaklukan wilayah-wilayah di utara tanah Jawa.


Rencana dari Gusti Pangeran bahwa kita akan menaklukkan daerah Pati, Jepara, Grobogan, Semarang, Demak, dan Banyumas.”ucap pemuda tersebut pada satuan prajuritnya.


“Oleh karena itu, aku pertama-tama meminta pada kakang Mahesa Geni bersama dengan enam orang lainnya untuk berangkat menuju Banyumas dan menarik tujuh puluh orang pemuda yang nanti akan kakang latih dan didik untuk menjadi prajurit di Alas Krumput, sambil melakukan kegiatan telik sandi di wilayah tersebut.”lanjut Danang.


“Sisanya akan menyusup ke daerah Jepara, Semarang, Grobogan, Demak, dan Pati untuk melakukan kegiatan telik sandi seperti mengumpulkan keterangan mengenai kekuatan musuh dan pihak-pihak mana saja yang mendukung perjuangan kita, mengurangi persediaan bekal dan senjata milik musuh secara sembunyi-sembunyi, dan secara diam-diam membakar semangat rakyat agar rakyat paham akan tujuan perjuangan kita, sehingga perjuangan ini mendapat dukungan dari rakyat.”tambahnya.


“Persiapkan diri kalian semua, karena kita akan berangkat tidak dengan bergerombol, melainkan secara sendiri-sendiri dengan jalan menyamar, dimulai sejak besok pagi dan selambat-lambatnya hingga satu pekan ke depan. Apakah kakang sekalian sudah mengerti?”ucap Danang lagi.


“Apakah kita akan bergerak menuju kesana dengan berjalan kaki Gusti Pangeran? Dan bagaimana nanti cara kita untuk saling menyampaikan kabar?tanya Mappatoba pada pemimpinnya.


“Kita akan menggunakan kuda kakang, hanya seperti kataku tadi, kita akan berangkat secara terpisah, satu atau dua orang dalam tiap keberangkatan. Pesanku hindarilah jalan-jalan utama untuk memperkecil kemungkinan gerakan kita diketahui oleh telik sandi musuh. Tanggalkan tombak kalian dan jangan lakukan apapun yang bisa menarik perhatian.”ujar Danang.

__ADS_1


“Lalu kita akan menggunakan burung merpati sebagai pembawa pesan yang akan menggunakan bahasa sandi agar tidak mudah diketahui. Ingat kakang sekalian, gerakan ini bersifat sangat rahasia, keberhasilan pasukan Gusti Pangeran Mangkubumi sangat membutuhkan keberhasilan dari satuan kita.”ucap Danang lagi.


“Dan khusus untuk kakang Mahesa Geni, aku minta untuk memberikan perhatian penuh pada pembentukan dan pelatihan tujuh puluh orang prajurit di Alas Krumput. Kegiatan telik sandi di Banyumas merupakan perhatian kedua setelah pembentukan mereka kakang.”ucap Danang pada Mahesa Geni.


“Sendiko dawuh Gusti Pangeran, hamba akan berusaha sebaik-baiknya dalam melaksanakan tugas.”ucap Mahesa Geni.


“Nah, sekarang manfaatkanlah waktu bagi kakang sekalian untuk beristirahat dan bersiap. Pergerakan kita akan dimulai secara bertahap mulai esok pagi hingga sepekan kedepan. Aku akan berangkat bersama kakang Sasongko, kakang Handoko, dan kakang Sumitro menuju Pati pada pekan depan.”ucap Danang.


Keesokan paginya gelombang pertama keberangkatan dimulai, Mahesa Geni beserta lima orang prajurit patang puluhan berangkat secara bergantian menuju Banyumas untuk melaksanakan rencana yang telah disusun rapi.


Prajurit satuan patang puluhan yang masih berada di desa Banaran tetap melakukan latihan-latihan dengan bersemangat.


Setibanya disana nyata mulai terlihat kesibukan yang luar biasa, banyak sekali para punggawa dan prajurit yang berlalu hilir mudik.


“Kakang...kakang hendak kemanakah?”satu suara yang dikenalnya mendadak menghentikan langkah pemuda itu. Ia berbalik memutar tubuhnya kearah suara tersebut.


“Sugeng awan diajeng. Aku hendak melaporkan kegiatan satuan prajuritku pada Gusti Pangeran Mangkubumi. Bagaimana kabar diajeng?”ucap Danang sambil tersenyum pada Sekar Kinasih.


“Aku baik-baik saja kakang. Aku baru saja bersama Gusti Raden Mas Said dan Nyai Arum selesai melaporkan persiapan pasukan kami pada Gusti Pangeran Mangkubumi.”ujarnya.

__ADS_1


“Bagaimana dengan persiapanmu kakang, kapan kiranya kakang akan berangkat?”tanya Sekar Kinasih.


“Selambat-lambatnya pekan depan diajeng, setelah seluruh satuan prajuritku berangkat menuju Banyumas, Grobogan, Demak, Semarang, dan Jepara. Aku dan tiga orang lainnya akan berangkat menuju Pati.”ucap Danang.


Sesaat kemudian suasana menjadi hening. Keduanya yang biasanya bercakap-cakap dengan akrab tiba-tiba seperti merasakan kelu pada lidah mereka.


Akhirnya Danang berusaha mencairkan suasana, “Bagaimana denganmu diajeng? Akan menuju kemanakah diajeng dan satuan prajurit estri nantinya?”tanya pemuda tersebut.


“Sesuai rencana Gusti Raden Mas Said dan Gusti Pangeran Mangkubumi, kami akan berangkat menuju Madiun dan Ponorogo pekan depan kakang.”jawab gadis cantik itu.


“Apa kita masih bisa bertemu lagi nantinya diajeng?”ucap Danang dengan bibir sedikit bergetar akibat perasaan yang tak menentu dalam hatinya.


Sekar Kinasih hanya terdiam seraya menundukkan kepala sambil memainkan jari-jarinya hingga beberapa saat, dan akhirnya berkata, “Sebaiknya kita manfaatkan waktu senggang yang tersisa kakang, kebetulan aku sejak beberapa purnama yang lalu ingin minta dilatih olah kanuragan oleh kakang.”jawab Sekar Kinasih sambil tersenyum manis mencoba mengalihkan suasana hatinya yang gundah dengan mencoba mencairkan suasana dengan pemuda gagah yang dikaguminya itu.


Sambil tersenyum akhirnya Danang berkata,”Sesungguhnya dengan tingkat olah kanuragan yang diajeng miliki saat ini, kurasa akan cukup sulit untuk mencari pendekar yang akan sanggup menandingi diajeng, tapi baiklah diajeng, kita mulai esok selepas fajar menyingsing di hutan kecil dekat sini."ucap pemuda tersebut.


"Nah, sekarang aku akan menghadap Gusti Pangeran Mangkubumi untuk melaporkan pergerakan satuan prajurit patang puluhan. Kita akan bertemu lagi besok diajeng.”ujarnya lalu beranjak pergi dengan hati lapang.


“Baiklah kakang, akupun harus segera bergegas untuk kembali ke barak dan mempersiapkan diri. Sampai besok kakang.”ujar Sekar Kinasih dengan perasaan berbunga-bunga...

__ADS_1


__ADS_2