Kitab Manunggaling Semesta Jagad

Kitab Manunggaling Semesta Jagad
BAB 36, PERSIAPAN LATIHAN JEMPARINGAN


__ADS_3

Keesokan harinya Danang menyerahkan kepemimpinan pelatihan kanuragan prajurit patang puluhan kepada Mappatoba dan Mahesa Geni.


Ia berencana untuk menghadap Raden Mas Said dan Raden Mertowijoyo untuk membicarakan tentang latihan jaranan dan jemparingan seperti usulnya kemarin.


“Kakang Mappatoba dan kakang Mahesa Geni, aku meminta tolong pada kakang berdua menggantikan aku untuk melatih saudara-saudara kita olah kanuragan pagi ini. Aku hendak pergi menghadap Gusti Raden Mas Said dan Raden Mertowijoyo untuk meminta tambahan pelatihan bagi satuan kita."ucap pemuda tersebut.


"Aku mempercayakan semuanya pada kakang berdua. Aku juga meminta tolong pada kakang untuk menyiapkan setidaknya empat puluh bandhulan untuk nanti berlatih jemparingan dan tombak yang terbuat dari kayu untuk tambahan latihan keprajuritan kita.”tambah Danang pada Mappatoba dan Mahesa Geni seraya bersiap untuk pergi.


“Singgih Gusti Pangeran, serahkan pada kami berdua untuk melatih rekan-rekan kita. Tidak usah dipikirkan, kami akan laksanakan sebaik-baiknya.”jawab Mahesa Geni.


Tak berapa lama Danang tiba di barak prajurit dan dilihatnyanya dari kejauhan Joyodipuro dan Mertowijoyo,sedang berjalan menuju kearahnya.


“Sugeng esuk paman Mertowijoyo, dan kakang sekalian. Hendak kemanakah paman dan kakang Joyodipuro hingga terlihat tergesa-gesa?”tanya pemuda tersebut.


“Sugeng esuk nakmas, kami justru sedang menuju barak satuan prajuritmu untuk mempersiapkan usul nakmas kemarin. Tampaknya satuan prajuritmu akan berlatih jemparingan terlebih dulu, sementara aku harus membeli kuda. Tidak mudah untuk mengumpulkan kuda dalam jumlah banyak nakmas.”ujar Mertowijoyo.


“Singgih matur nuwun sanget paman. Tidak mengapa paman, biarlah satuan prajurit patang puluhan berlatih jemparingan terlebih dulu, baru berlatih jaranan setelah mahir dalam jemparingan paman. Ujar Danang pada Mertowijoyo.


“Monggo jika paman Mertowijoyo hendak mengumpulkan jaran terlebih dulu, biar aku yang menemani dimas Danang paman.”ucap Joyodipuro.

__ADS_1


"Mohon dimaafkan jika usulanku telah merepotkan paman Mertowijoyo."ucap Danang serayaembungkuk hormat.


“Sama sekali tidak merepotkan nakmas, aku menilai usulanmu sangat baik untuk kemajuan dan perkembangan kita, jadi aku memutuskan untuk membantu dengan sukarela."ucap Mertowijoyo.


"Baiklah jika demikian, ada baiknya aku langsung pergi menemui beberapa pedagang jaran di sekitar sini, monggo nakmas Danang dan nakmas Joyodipuro.”ujar Mertowijoyo berpamitan sekaligus bergegas pergi.


Sambil merangkul Danang, Joyodipuro mengajaknya bergegas seraya berkata, “Mari dimas, tidak usah kau pikirkan tantang persiapannya, nanti Joyo Wiguno dan Joyo Praboto akan membawa semua perlengkapan dan persiapannya dengan kereta kuda."ujar Joyodipuro.


"Aku sudah menggagas semuanya sejak kemarin begitu mendengar usulmu dari Gusti Raden Mas Said.”ujar Joyodipuro lagi.


Setibanya disana, terlihat beberapa prajurit patang puluhan sedang memasang beberapa bandhulan yang diikatkan pada batang phong, beberapa prajurit sedang memotong dan menyerut kayu untuk dijadikan tombak-tombak, dan beberapa prajurit sedang melakukan olah keprajuritan.


Joyodipuro sampai terlengak terkejut melihat sikap prajurit patang puluhan yang diketahuinya adalah bekas perampok dan bajak laut yang dikenal tidak memiliki peradatan.


“Sudahlah kakang semua, tidak perlu seperti itu. Sekarang silahkan kakang semua beristirahat sambil kita menunggu peralatan jemparingan tiba disini.”ujar Danang.


“Singgih Gusti Pangeran.”ucap mereka lalu membubarkan diri meneruskan kegiatan memasang bandhulan dan menyerut tombak-tombak kayu menggunakan pisau.


“Bagaimana caramu membuat mereka bisa begitu taat seperti ini dimas? Setahuku mereka tidak mengenal segala peradatan dan tidak pernah mau patuh dan tunduk pada siapapun, apalagi mengikuti perintah orang lain?”bisik Joyodipuro bertanya sambil terheran-heran pada sahabatnya.

__ADS_1


“Aku tidak tidak melakukan apa-apa kakang. Kurasa kakang terlalu berlebihan menilai.”bisik Danang pada Joyodipuro.


Lalu mereka berdua berjalan mendekat dan mengumpulkan empat puluh orang bekas perampok dan bajak laut yang kini tergabung dalam satuan prajurit patang puluhan.


Mereka semua duduk bersila dan berdekatan satu sama lain membentuk satu lingkaran, dimana Danang dan Joyodipuro duduk bersila ditengah-tengah lingkaran tersebut.


Danang memulai pembicaraan dengan menjelaskan mengenai usulannya kemarin pada Pangeran Mangkubumi tentang permintaan pelatihan jemparingan dan jaranan untuk satuan prajurit patang puluhan, yang dinilainya akan menambah keahlian prajurit patang puluhan dalam olah keprajuritan.


“Gusti Pangeran Mangkubumi dan Gusti Raden Mas Said telah setuju dengan usulanku. Nah, di sebelahku ini adalah kakang Joyodipuro yang merupakan Salah satu orang kepercayaan dari Gusti Raden Mas Said yang ditugaskan membantu kita untuk mempersiapkan dan sebagai pengawas pelatihan jemparingan nanti.”ucap Danang pada pasukannya.


“Pelatihan jemparingan nanti akan dibimbing oleh Nyai Arum dari satuan prajurit estri yang telah kita ketahui sangat mahir dalam urusan jemparingan. Kuminta kakang semua menghormatinya dan tidak menganggap remeh walaupun ia seorang wanita."ucap Danang pada satuan prajurit patang puluhan.


"Percayalah padaku, kakang semua akan dibuat terkejut oleh kemampuan mereka.”ucap Danang sambil tersenyum pada pasukannya.


Kemudian ia menjelaskan tentang latihan jaranan yang kemungkinan tidak bisa dilakukan dengan segera dikarenakan sulitnya untuk mengumpulkan kuda-kuda yang baik dalam waktu singkat, yang nantinya mereka akan dilatih jaranan oleh Raden Mertowijoyo yang memang dikenal sebagai orang yang sangat piawai dalam *j*aranan.


Sekitar dalam waktu sepenanakan nasi, terlihat kereta kuda yang dikendarai oleh Joyo Wiguno dan Joyo Praboto disertai oleh dua ekor kuda yang ditunggangi oleh dua orang wanita berpakaian ringkas berwarna gading dan rambut dikuncir lengkap dengan busur jemparing di pundak mereka datang mendekat kearah prajurit patang puluhan yang sedang duduk berkerumun.


“Nah, ini dia kejutannya dimas.”bisik Joyodipuro sambil menyikut tubuh Danang pelan.

__ADS_1


__ADS_2