Kitab Manunggaling Semesta Jagad

Kitab Manunggaling Semesta Jagad
BAB 60, PERANGKAP NAFSU


__ADS_3

Tiba di kediaman majoor Dedrich Van Osch yang terletak di sebelah benteng, Danang mengamati dan memperhatikan keadaan sekitarnya.


Rumah megah berwarna putih tersebut tersebut cukup besar, dengan empat orang prajurit penjaga di depan yang selalu dalam keadaan bersiaga, teras rumahnya yang asri dengan pepohonan rindang di sekitarnya, serta meja dan kursi yang terbuat dari kayu jati yang berukiran indah.


Memasuki ruang tamu, tampak lantainya tarhampar karpet berwarna merah, dindingnya penuh dengan hiasan seperti guci, piring-piring keramik dari negeri Tartar, beberapa lukisan, serta hiasan kepala harimau dan menjangan yang tampaknya didapatkan dari hasil berburu, yang menandakan bahwa pemiliknya sangat ahli dalam menggunakan bedil dan memiliki keberanian luar biasa.


“Duduklah knappe jong man.”ujar Esther pada pemuda tersebut. Danang lalu duduk sambil terus mengamati keadaan rumah majoor Dedric Van Osch.


Tampak beberapa pelayan hilir mudik membawakan beberapa makanan dan minuman, termasuk beberapa botol minuman keras yang tampaknya didatangkan dari negeri asal perwira VOC tersebut.


“Silahkan diminum knappe jong man, kau pasti belum pernah merasakan minuman dari negeri kami.”ujar Esther yang kini berjalan mendekati pemuda gagah tersebut.


“Maaf Esther, aku tidak minum minuman seperti ini, jika diperbolehkan, aku lebih memilih teh atau kopi.”jawab pemuda tersebut.


“Hmmm...menarik, baiklah...aku akan membuatkanmu kopi.”ujar Esther seraya kembali beranjak dari ruangan tersebut.


Danang berdiri dan berkeliling ruangan. Matanya menangkap sesuatu yang tidak lazim, yaitu buku-buku yang tersusun pada rak di sudut ruangan itu. Ia mendekatinya dan kembali mengamati.

__ADS_1


Susunan buku-buku tersebut sangatlah rapi, kecuali satu buah buku yang disusun miring dan berjarak dengan buku-buku lainnya.


Secara naluri, tangannya bergerak untuk mengambil buku yang disusun miring tersebut.


Ketika tangannya menarik buku itu, terdengar suara berderak di belakangnya. Pemuda tersebut membalikkan tubuhnya dan melihat lemari berisi buku-buku yang ada di belakangnya bergeser kesamping kira-kira setengah tombak, dan terlihat lorong terbuka di belakangnya.


Bersamaan dengan itu terdengar suara langkah kaki mendekat dan sesaat kemmudian Esther telha berada di ruangan itu dengan segelas kopi di tangannya. Ia terpaku sejenak lalu kemudian berkata dengan agak keras, “Watch knappe jong man, apa yang kau lakukan?”tegurnya pada pemuda tersebut.


“Maafkan aku Esther, aku tidak sengaja ingin mengambil buku yang ada di depanku, lalu semuanya terjadi dengan begitu saja.”ucap Danang sambil menatap lurus wanita berambut pirang dan bertubuh tinggi semampai itu.


Beberapa saat kemudian keduanya saling terdiam, Esther terlihat menatap tajam penuh selidik pada pemuda tersebut, hingga akhirnya wanita berkulit pucat itu tersenyum dan berkata, “Aku mengerti ketidak sengajaanmu. Memang siapapun yang melihatnya pasti akan tergerak untuk membetulkan buku yang disusun agak miring tersebut. Bukan salahmu knappe jong man.”ujar Esther.


Keduanya bercakap-cakap dengan santai membicarakan mengenai keadaan di tanah Jawa dan diri mereka masing-masing.


Dari percakapan itu Danang mengetahui bahwa majoor Dedric Van Osch dipanggil oleh Gubernur Jendral Baron Van Imhoff di Semarang untuk membicarakan dan mempersiapkan pertahanan dari kemungkinan serangan pasukan Pangeran Mangkubumi, atau yang kini disebut sebagai Susuhunan Kabanaran.


“Terus terang aku menyukaimu knappe jong man. Tidak pernah sebelumnya aku bisa menyukai seorang laki-laki dalam sekejap, hanya dalam pertemuan pertama. Aku memiliki sejumlah besar tabungan dan berencana untuk membuka perkebunan di tanah Jawa ini, dan kau bisa ikut bersama mengelola perkebunan itu jika kau mau.”ujar wanita berambut pirang tersebut sambil tangannya membelai dada bidang pemuda gagah yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


Danang terdiam dan tidak menjawab ajakan wanita cantik berambut pirang itu, ia merasa kepalanya agak sedikit pusing dan aliran darahnya mengalir deras dan meletup-letup.


Nafsunya mendadak menggelegak bagaikan amukan gunung Merapi yang ingin meletus memuntahkan lahar yang bergolak.


“Aneh, apa yang terjadi sebenarnya? Mengapa nafsuku mendadak bergejolak dengan cepat? Tubuhku serasa tidak mampu dikendalikan oleh otakku.”batin pemuda tersebut.


Melihat pemuda disampingnya dalam keadaan gelisah, wanita cantik berambut pirang tersebut merasa yakin bahwa pengaruh obat perangsang yang dibubuhkannya ke dalam cangkir kopi yang diminum oleh pemuda itu telah bekerja.


Sambil tersenyum ia meneruskan usahanya membelai dada bidang pemuda gagah tersebut dengan harapan pemuda itu akan jatuh kedalam pelukannya dengan segera, bahkan kini ia mendekatkan wajahnya ke telinga pemuda tersebut.


Hembusan nafas wanita berkulit pucat itu sangat terasa di sekujur wajah dan telinga pemuda tersebut, yang membuat nafsunya semakin menggelegak.


Rabaan jemari lentik pada dada bidangnya menambah rangsangan hebat yang mendesak menuntut pelampiasan. Danang dalam keadaan serba salah, di satu sisi hatinya menolak perlakuan yang menurutnya tidak sejalan dengan hati dan akal pikirannya, namun di satu sisi entah mengapa hasratnya demikian hebat dan sangat sulit untuk dikendalikan.


Sebagai wanita yang berpengalaman dengan laki-laki, Esther mampu melihat bahwa pemuda tersebut sedang berusaha untuk menahan gejolak hebat di dadanya yang menuntut pelampiasan.


Ia mengulurkan tangan satunya untuk membelai wajah tampan yang ada di sampingnya sambil tangan satunya tetap membelai dada pemuda tersebut. Wajahnya kini bergerak semakin mendekati wajah pemuda itu.

__ADS_1


Hembusan nafas yang keluar disertai desahan pelan semakin membuat Danang berupaya mempertahankan dirinya dari gejolak yang kian menguasainya. Perlahan wajah wanita berambut pirang itu semakin mendekat, bahkan hanya tinggal berjarak seujung kuku dengan wajah pemuda tampan tersebut.


Bibirnya mendekat dan mengecup pipi yang kemudia bergerak menjalar mengecup leher pemuda tampan tersebut...


__ADS_2