Kitab Manunggaling Semesta Jagad

Kitab Manunggaling Semesta Jagad
BAB 58, RENCANA PENYERANGAN KE JEPARA


__ADS_3

Pekan berikutnya Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said beserta tujuh ribu pasukan tiba di desa Sekarjati.


Danang dan satuan prajurit patang puluhan yang telah tiba satu hari sebelumnya menyambut pasukan besar tersebut di gerbang desa Sekarjati.


“Selamat datang Gusti Susuhunan Kabanaran dan Raden Mas Said, kami telah menunggu kedatangan Gusti Susuhunan dan pasukan sejak pagi tadi. Semoga Gusti Susuhunan dan Raden Mas Said berkenan dengan penerimaan kami.”ujar Danang seraya bersimpuh mengangkat sembah bekti yang diikuti oleh satuan prajuritnya.


“Apa kabarmu nakmas? Aku mengucapkan selamat dan berterima kasih atas sepak terjang dan upayamu dalam menaklukkan desa Sekarjati. Kudengar dari adipati Wirodiningrat bahwa kau telah mengalahkan mereka semua dengan siasat yang hebat.”ujar Pangeran Mangkubumi yang kini disebut sebagai Susuhunan Kabanaran sambil menepuk pundak pemuda gagah di depannya.


“Sesungguhnya kakang Handoko, Sumitro, dan Kakang Sasongko beserta adipati Wirodiningrat dan pasukannya yang berjasa besar dalam penaklukkan desa Sekarjati Gusti, tanpa mereka rasanya mustahil pertempuran tempo hari dapat kita menangkan.”jawab Danang seraya merendah dengan sopan.


“Hahahaha...dimas ini selalu merendah. Aku sependapat dengan dimas mengenai kiprah dan sumbangsih rekan-rekan satuan patang puluhan dan adipati Wirodiningrat dalam menaklukkan desa Sekarjati, namun sumbangsih dimas pula yang menurutku sangat menentukan dalam hasil akhirnya."ujar Raden Mas Said sambil turun dari kudanya.


"Apalagi telah kudengar pertarungan dimas dengan pendekar sakti mandraguna dari tanah dewata lewat kabar yang telah disampaikan oleh adipati Wirodiningrat...”sela Raden Mas Said sambil berjalan mendekati mereka.


“Gusti Yang Maha Kuasa lah yang telah memberikan kemenangan dan menyelamatkan hamba dari sepak terjang pendekar sakti tersebut Gusti.”ujar Danang sambil mengajukan sembah bektinya pada Raden Mas Said yang kini telah diangkat menjadi patih oleh Susuhunan Kabanaran.

__ADS_1


“Monggo Gusti, sebaiknya kita masuk dan beristirahat di gedung bekas kediaman kepala desa. Kami telah menyiapkan makanan untuk Gusti dan para prajurit sekalian untuk bersantap.”ujar Danang seraya mempersilahkan mereka dengan mengacungkan ibu jarinya.


Setibanya di gedung kediaman kepala desa, Susuhunan Kabanaran dan Raden Mas Said dipandu oleh Danang untuk memasuki ruangan besar dan mewah, dengan karpet dan hiasan-hiasan tergantung di dinding serta perabotan yang terbuat dari kayu jati, sementara para prajurit ditampung di bangsal prajurit untuk menikmati santapan yang telah dipersiapkan.


“Bagaimana dengan pembenahan desa Sekarjati nakmas?”tanya Susuhunan Kabanaran setelah duduk di kursi mewah yang terbuat dari kayu jati.


“Hamba Gusti, setelah mengalahkan pasukan mereka, pembenahan desa dilakukan oleh kakang Sasongko, kakang Sumitro, dan kakang Handoko. Rumah-rumah perjudian dan pelacuran telah ditutup, para wanita yang dijadikan budak disana telah dipulangkan ke daerah asal mereka masing-masing dengan sedikit bekal untuk mereka melanjutkan hidup bagi mereka nantinya.”ujar Danang.


“Harta rampasan perang juga telah berhasil dikumpulkan. Satu dari empat bagian diserahkan pada adipati Wirodiningrat yang nantinya akan digunakan untuk melanjutkan membangun desa Sekarjati, satu dari empat bagian rencananya nanti akan digunakan untuk membentuk dan melatih pasukan di desa Sekarjati, dan sisanya disimpan sebagai cadangan untuk membiayai perang ke depannya.”tambah pemuda tersebut.


“Aku setuju dengan tindakanmu nakmas. Lalu bagaimana dengan rencanamu ke depan?”tanya Susuhunan Kabanaran pada pemuda di hadapannya.


"Menurut keterangan yang hamba peroleh dari pasukan telik sandi kita, saat ini di Jepara terdapat empat ribu pasukan dengan penrsenjataan bedil, lengkap dengan meriam dan sebuah benteng.”lanjut Danang.


“Menurut hamba dibutuhkan sekitar seribu lima ratus prajurit untuk menaklukkan Jepara, ditambah dengan pasukan yang hamba pimpin. Jika loji, perbekalan, dan gudang persenjataan berhasil kami hancurkan, selanjutnya seribu lima ratus prajurit tersebut dibutuhkan untuk mengepung benteng. Tanpa makanan dan persenjataan maka dengan sendirinya benteng akan jatuh, dan Jepara akan bisa dikuasai.”tambah pemuda tersebut.

__ADS_1


“Aku setuju dengan rencanamu dimas. Kuperkirakan nantinya akan dikirimkan pasukan bantuan dari Grobogan dan Semarang untuk merebut Jepara. Kita akan lakukan penyergapan di tengah jalan, sehingga pasukan di dua wilayah tersebut akan dapat kita kurangi jumlahnya.”ujar Raden Mas Said.


“Baiklah, aku setuju dengan rencana nakmas berdua. Selanjutnya menurutku seribu pasukan akan tetap bertahan di dalam benteng, lima ratus pasukan akan menunggu dan berjaga di lapis kedua dari arah Semarang, dan pasukan yang nakmas Danang pimpin akan menyergap pasukan musuh dari arah Semarang di lapisan pertama. Bagaimana, sanggupkah nakmas melakukan itu?”ujar Susuhunan Kabanaran pada pemuda pemimpin satuan patang puluhan tersebut.


“Hamba akan mengupayakan yang terbaik Gusti. Sebagai tambahan keterangan, saat ini jumlah pasukan yang hamba pimpin telah mencapai seratus sepuluh orang, satu bagian sebagai satuan patang puluhan, dan bagian lainnya sebagai satuan pitung puluhan. Menurut perkiraan hamba, satu orang prajurit akan mampu mengatasi sekitar tiga puluh hingga empat puluh prajurit biasa.”ujar Danang seraya menghaturkan sembah bektinya.


“Luar biasa dimas, dalam waktu yang sebentar kau telah berhasil mengumpulkan dan membina prajurit dengan kemampuan khusus yang begitu hebat. Kurasa dimas dan pasukan yang dimas pimpin akan mampu mengatasi pasukan bantuan yang akan datang dari arah Semarang nantinya.”ucap Raden Mas Said sambil tersenyum.


Selanjtnya pembicaraan berlanjut mengenai keterangan-keterangan yang telah berhasil dikumpulkan oleh pasukan telik sandi, termasuk kedatangan pasukan bantuan dari Batavia dan Ternate yang dipimpin oleh majoor Clerck dan kapitein Tack, serta peta kekuatan musuh di wilayah-wilayah mereka, termasuk Grobogan, Banyumas, Jepara, Semarang, Pekalongan, Batang, dan Brebes.


“Menurut keterangan dari pasukan telik sandi kita, Wirodijoyo di Grobogan memiliki kekuatan sekitar empat ribu prajurit dengan persenjataan lengkap, adipati Rogodiningrat memiliki kekuatan empat ribu pasukan ditambah empat puluh orang satuan pasukan khusus dengan kemampuan tinggi, Tumenggung Cokrojoyo di Batang memiliki empat ribu pasukan, Tumenggung Joyodiningrat di Pekalongan memiliki lima ribu pasukan, dan Tumenggung Jayengrono memiliki kekuatan lima ribu pasukan.”ujar Danang.


“Ditambah pasukan bantuan dari Batavia yang dipimpin oleh majoor Clerck sebanyak dua ribu pasukan kavaleri dan bedil serta meriam, dan pasukan dari Ternate yang dipimpin oleh kapitein Tack sebanyak dua ribu pasukan kavaleri dan bedil.”tambah Danang.


“Kita akan melakukan pengambilan wilayah-wilayah mereka satu-persatu sambil memancing kedatangan dan menyergap pasukan bantuan yang datang dari dari wilayah lain yang akan kita lakukan nanti di Jepara. Diharapkan siasat ini akan dapat mengurangi jumlah pasukan musuh.”ucap Susuhunan Kabanaran.

__ADS_1


“Baiklah dimas, persiapkan dirimu dan pasukanmu untuk berangkat terlebih dulu. Dua pekan dari sekarang benteng di Jepara harus bisa kita kuasai.”perintah Raden Mas Said pada pemuda tersebut.


“Singgih sendiko dawuh Gusti. Hamba akan mempersiapkan segala sesuatunya. Menurut perkiraan, hamba dan pasukan akan berangkat esok lusa saat menjelang fajar.”jawab Danang sambil menghaturkan sembah bektinya dan beringsut mundur...


__ADS_2