Kitab Manunggaling Semesta Jagad

Kitab Manunggaling Semesta Jagad
BAB 31, PERSEKONGKOLAN


__ADS_3

“Begini tuan...menurut hemat hamba, perlu dibangun ulang pemerintah desa Sekarjati dengan pasukan yang lebih kuat, serta rumah-rumah perjudian dan pelacuran di desa ini untuk memancing pemuda itu datang kembali kesini.”ujar Warsono.


“Setelah semuanya terbangun kembali, kita akan menyebarkan kabar ke seluruh penjuru, hingga akhirnya pasti akan sampai dan terdengar oleh pemuda tersebut. Setelah mendengar itu, pasti ia akan kembali kesini karena merasa penasaran dengan usahanya yang gagal.”lanjut Warsono.


“Bagaimana kowe punya cara bisa membangun kembali itu rumah perjudian dan pelacuran serta pasukan desa Sekarjati?”tanya kapitein William penasaran.


“Hamba memiliki sedikit uang hadiah dari kepala desa sebelumnya yang bisa hamba gunakan untuk membangun kembali desa ini seperti sedia kala. Namun tentunya hamba juga membutuhkan bantuan dari tuan-tuan dalam hal mengumpulkan pasukan serta persenjataan.”ujar Warsono.


“Hamba yakin pasukan yang terdiri dari orang-orang Jawa yang tuan-tuan bawa memiliki teman atau keluarga yang akan tertarik jika diberikan pekerjaan dan pelatihan sebagai prajurit disini. Itu salah satu sebabnya hamba membutuhkan bantuan dari tuan-tuan.”tambahnya.


“Lalu hamba juga membutuhkan bantuan dari tuan-tuan untuk mengangkat hamba sebagai kepala desa Sekarjati yang baru, menggantikan Ki Ageng Gandrik yang telah tewas itu. Dengan maklumat dari tuan-tuan, tentunya masyarakat desa ini tidak akan ada yang berani membantah pengangkatan hamba.”lanjut Warsono.


“Yang terakhir hamba juga minta bantuan tuan-tuan untuk memungut kembali uang dari penduduk yang dulu diberikan oleh pemuda tersebut, bisa dengan dalih bahwa uang tersebut adalah milik desa yang dirampas oleh pemuda itu. Hamba membutuhkannya untuk membangun kembali desa ini, dengan tentunya hamba akan membagi empat dari sepuluh bagian uang yang berhasil dikumpulkandari penduduk itu untuk tuan-tuan berdua.”ujar Warsono.


Setelah terdiam berpikir beberapa lama, akhirnya kapitein William kembali bicara, “Lalu keuntungan lain apa yang bisa kowe berikan pada kami berdua jika kami mengeluarkan maklumat pengangkatan kowe sebagai kepala desa?”ujar kapitein William yang disambut anggukan oleh luitenant Schmit.

__ADS_1


“Pertama adalah keberlangsungan kerjasama dengan meneer Van Osch. Beliau tetap akan mendapatkan keuntungan dari penjualan senjata, dan setoran upeti sebagaimana biasanya dulu dilakukan oleh Ki Ageng Gandrik.”


“Kedua, tentu saja hamba akan menyisihkan keuntungan bersih yang hamba peroleh diluar setoran upeti pada meneer Van Osch dan oknum pejabat keraton, yang akan hamba berikan pada tuan-tuan berdua sebanyak tiga dari sepuluh bagian. Bagaimana kira-kira tuan?”lanjut Warsono.


Setelah kembali terdiam beberapa saat, kapitein William akhirnya menjawab, “Baiklah kisanak, kowe bisa kembali datang kesini besok pagi. Aku harus membicarakan ini terlebih dulu dengan rekanku ini.”ujarnya sambil melirik kearah luitenant Schmit.


“Baik tuan, hamba mohon diri dan akan kembali menemui tuan-tuan esok pagi.”ujar Warsono sambil membungkuk lalu beringsut mundur keluar darisana.


Setelah kepergian Warsono, kapitein William membuka pembicaraan dengan rekannya tersebut, “Bagaimana menurutmu vriend (teman)?Aku ingin mendengar pendapatmu mengenai hal ini.”ujarnya.


“Aku setuju denganmu vriend, tugas kita hanya melaporkan pada majoor, meminta pasukan kita untuk mengajak teman dan keluarganya bergabung, dan akhirnya melakukan pelatihan pada mereka. Setelah itu tanpa bekerja pun kita akan tetap mendapatkan penghasilan.”ujar kapitein William.


“Namun aku juga punya een idee (gagasan), bagaimana jika kita ikut menanamkan uang kita disini dengan membangun satu atau dua rumah perjudian dan pelacuran. Nanti kita bagi hasilnya dengan orang yang akan kita angkat sebagai kepala desa. Bahkan bukan hanya perempuan dari Jawa, kita juga akan mendatangkan perempuan-perempuan Tartar, bahkan *******-******* dari barat. Aku yakin oknum-oknum pejabat dan orang-orang kaya akan bersedia membayar dengan sangat mahal untuk bisa mencicipi wanita Tartar dan barat.”ujarnya.


“Aku setuju, dan akhirnya kita akan menjadi kaya raya...hahahaha.”lalu keduanya tertawa bersamaan.

__ADS_1


Keesokannya Warsono kembali mendatangi bekas kediaman kepala desa untuk kembali memperbincangkan rencananya pada kapitein William dan luitenant Schmit.


Setelah terjadi tawar-menawar yang alot, akhirnya disepakati bahwa Warsono akan diangkat menjadi kepala desa Sekarjati, dan akan memberikan empat dari sepuluh bagian keuntungan bersihnya pada mereka.


Lalu mereka diperbolehkan untuk membuka paling banyak dua rumah perjudian dan dua rumah pelacuran, yang akan dibagi hasilnya sebanyak dua dari sepuluh bagiannya untuk Warsono.


Seluruh pengelolaan rumah perjudian dan pelacuran diserahkan pada Warsono sebagai kepala desa, hanya saja mereka nantinya akan menempatkan orang kepercayaan mereka untuk mengawasi rumah-rumah perjudian dan pelacuran milik mereka.


Setelah kesepakatan diperoleh, dengan segera kapitein William menyuruh beberapa opsirnya untuk pulang kerumah mereka masing-masing, dengan catatan dalam waktu satu pekan setelahnya, mereka harus membawa sebanyak-banyaknya rekan atau keluarga mereka yang akan dijadikan pajurit di desa Sekarjati, serta beberapa opsir melakukan pengambilan paksa uang yang duu diberikan oleh pemuda yang menolong mereka dengan dalih bahwa uang itu adalah milik desa yang akan dijadikan modal untuk membangun desa yang telah porak poranda.


Jerit dan isak tangis penduduk desa Sekarjati seketika bergaung dan meledak keras ketika para opsir-opsir berkulit hitam dan berambut keriting memaksa masuk dan menggeledah serta mengambil harta mereka dengan paksa disertai todongan bedil dan ancaman pedang pada leher para penduduk tersebut.


Beberapa orang yang berusaha melawan ditembak mati di hadapan keluarganya.


Perampasan harta penduduk desa Sekarjati itu juga disertai dengan pembacaan maklumat pengangkatan Warsono sebagai kepala desa Sekarjati yang baru, menggantikan Ki Ageng Gandrik yang telah tewas beberapa waktu lalu.

__ADS_1


Babak baru penindasan dan kesengsaraan bagi penduduk desa Sekarjati telah dimulai...


__ADS_2