Kitab Manunggaling Semesta Jagad

Kitab Manunggaling Semesta Jagad
BAB 48, KEPUTUSAN ADIPATI WIRODININGRAT


__ADS_3

“Aku tidak mendapatkan laporan dari siapapun pagi ini kisanak. Namun aku juga harus waspada, mengingat kisanak telah mengobrak-abrik gedung kadipaten ini. Apa bukti bahwa kisanak memang benar adalah utusan dari Gusti Pangeran Mangkubumi.”ujar adipati Wirodiningrat pada pemuda asing di depannya.


Danang lalu menggeledah pakaian prajurit yang masih dikunci olehnya dan mendapatkan lencana khusus miliknya terselip di bagian pakaian prajurit tersebut, lalu mengambil dan melemparkannya pada adipati Wirodiningrat, “Ini adalah lencana yang khusus dimiliki oleh orang-orang yang menjadi kepercayaan Gusti Pangeran Mangkubumi, silahkan kanjeng adipati memeriksanya.”ujar Danang.


Lencana tersebut ditangkap dengan sigap oleh adipati Wirodiningrat dan segera diperiksa dengan seksama olehnya.


“Hmm...benar, ini adalah lencana khusus bagi para pengikut Gusti Pangeran Mangkubumi.”ujar adipati Wirodiningrat beberapa saat setelah memeriksa lencana itu.


“Prajurit, tangkap prajurit yang telah menghalangi utusan Gusti Pangeran Mangkubumi!”perintah adipati Wirodiningrat.


Beberapa prajurit dengan sigap segera bergegas menangkap prajurit penjaga tersebut.


“Jebloskan ke penjara, dan korek keterangan darinya!”perintah adipati Wirodiningrat pada prajurit-prajurit tersebut.


“Kisanak, tampaknya telah terjadi kesalahpahaman diantara kita. Monggo kisanak, mari kita bicara di dalam.”ucap adipati Wirodiningrat pada pemuda tersebut sambil mempersilahkannya masuk seraya menunjukkan arah dengan menggunakan ibu jarinya.


Dengan tidak mengurangi kewaspadaan, Danang berjalan memasuki gedung kadipaten mengikuti adipati Wirodiningrat.


Akhirnya mereka tiba di ruangan yang megah, dengan perabotan terukir indah dan terbuat dari kayu jati, ditambah guci-guci dan perhiasan tergantung di dinding ruangan tersebut.


“Silahkan duduk kisanak.”ujar adipati Wirodiningrat seraya lagi-lagi menunjukkan penghormatan dengan menunjuk kursi yang tersedia dengan menggunakan ibu jarinya.

__ADS_1


Danang kemudian duduk sambil memperhatikan ruangan tersebut beserta isinya.


Ruangan itu tidak terlalu besar, namun cukup mewah dengan perabotan meja dan kursi ukiran terbuat dari kayu jati dan beberapa hiasan.


Setelah memerintahkan emban untuk membuatkan wedang jahe sereh dan membawakan kue jajan pasar untuk tamunya, adipati Wirodiningrat membuka pembicaraan dengan pemuda utusan Pangeran Mangkubumi tersebut, “Selamat datang kisanak, maafkan atas perlakuan yang tidak menyenangkan tadi."ucap sang adipati.


"Tampaknya aku harus semakin waspada dengan kehadiran penyusup-penyusup yang telah terbeli oleh bangsa berambut jagung itu.”ujarnya.


“Tidak usah dipikirkan kanjeng adipati. Mohon maafkan juga karena hamba telah berprasangka tidak baik pada kanjeng adipati terkait masalah tadi.”ujar Danang dengan sopan.


Emban pelayan kemudian datang dengan membawa wedang jahe sereh dan hidangan jajan pasar yang diletakkan di meja yang terletak diantara adipati Wirodiningrat dan pemuda tamunya tersebut lalu bergegas pergi keluar dari ruangan itu.


“Ini adalah ruangan pribadiku kisanak. Tidak semua orang kuajak masuk kesini, namun terkait masalah tadi, tampaknya aku harus berhati-hati. Pembicaraan kita tidak boleh terdengar oleh orang lain.”ucap adipati Wirodiningrat seolah membaca pikiran Danang yang masih memperhatikan ruangan tersebut.


Inti pembicaraan mereka adalah tentang kekhawatiran dan keresahan Pangeran Mangkubumi terhadap sepak terjang VOC yang terlalu mencampuri urusan pemerintahan dan adat keraton serta keadaan masyarakat tanah Jawa yang semakin tertindas dan meninggalkan budaya luhur rakyat Jawa.


“Sesungguhnya aku sependapat dengan Gusti Pangeran Mangkubumi. Pengaruh VOC sangat kental dan meresahkan bagi rakyat tanah Jawa, namun seperti yang kisanak ketahui, mereka memiliki persenjataan yang lebih kuat dari kadipaten ini, sehingga suit bagiku untuk bergerak lebih lanjut.”ujar adipati Wirodiningrat.


“Aku juga telah mengetahui keberadaan rumah pelacuran dan perjudian di desa Sekarjati. Banyak gadis-gadis diculik untuk dijadikan budak disana, juga terseretnya masyarakat dalam lembah hutang dan kemiskinan akibat perjudian."ujar adipati Wirodiningrat.


"Tapi majoor Dedric Van Osch di Jepara berada di belakang itu semua dan melindungi kegiatan itu dengan persenjataan mereka.”lanjutnya.

__ADS_1


“Akan sangat membantu jika kanjeng adipati berkenan untuk ikut dalam perjuangan yang digagas oleh Gusti Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said. Mengenai persenjataan dan prajurit VOC nampaknya bukan masalah yang terlalu besar."ucap pemuda gagah tersebut.


"Sesungguhnya aku pernah menghancurkan prajurit desa Sekarjati, namun disebabkan oleh adanya pengkhianatlah yang membuat desa itu kembali mendirikan tempat maksiat tersebut.”ujar Danang.


“Rupanya kisanaklah sosok yang sempat ramai diperbincangkan oleh orang-orang karena telah menghancurkan kelaliman Ki Ageng Gandrik sekitar dua belas purnama yang lalu. Aku berterima kasih atas bantuan kisanak dalam menghancurkan kesewenang-wenangan Ki Ageng Gandrik tempo lalu."ujar adipati Wirodiningrat.


"Memang, para pengkhianat busuklah yang bakal mempersulit perjuangan kita. Mereka telah menjual hati nurani dan harga dirinya demi keuntungan sepihak saja, tanpa mempertimbangkan dampak buruk dari itu semua ke depan.”lanjut adipati Wirodiningrat.


Percakapan lalu berlanjut mengenai tujuan dan rencana yang akan dijalankan untuk perjuangan mereka dalam jangka panjang, dan rencana menaklukkan desa Sekarjati sebagai rencana jangka pendek.


Setelah bercakap-cakap lebih lanjut rencana dan tujuan, serta kemungkinan-kemungkunan terburuk yang akan dihadapi, serta menimbang berbagai hal, akhirnya adipati Wirodiningrat memutuskan, “Baiklah kisanak, aku setuju untuk bergabung dan mendukung perjuangan Gusti Pangeran Mangkubumi dengan tiga ribu prajurit kadipaten."ucapnya.


"Dengan ini aku menyatakan bahwa kadipaten ini sebagai bagian dari wilayah yang takluk dan ikut dalam perjuangan Gusti Pangeran Mangkubumi.”ucap adipati Wirodiningrat sambil tersenyum.


“Aku akan menuliskan surat tanda keberpihakan kadipaten ini dan menyerahkan pada kisanak untuk nantinya disampaikan pada Gusti Pangeran Mangkubumi.”tambahnya.


“Hamba mewakili Gusti Pangeran Mangkubumi sangat menghargai dan berterima kasih atas kesediaan kanjeng adipati untuk bergabung dan berpihak pada kami dalam perjuangan ini. Pesan dari kanjeng adipati akan segera hamba sampaikan pada Gusti Pangeran.”ujar Danang seraya tersenyum dan membungkuk hormat.


“Mohon kiranya nanti kanjeng adipati memberikan bantuan berupa prajurit dan orang kepercayaan kanjeng adipati untuk menggempur desa Sekarjati dalam waktu dekat. Aku dan prajuritku akan bertindak sebagai pasukan pendobrak dan membuka jalur untuk mengalahkan mereka.”ujar Danang.


“Namun kiranya rancana ini harus bersifat rahasia dan jangan sampai bocor, mengingat kemungkinan pengkhianat dan penyusup mungkin saja telah berada di sekitar kita kanjeng adipati.”lanjut pemuda tersebut.

__ADS_1


“Aku mengerti kisanak. Aku sendiri nantinya yang akan memimpin penggempuran ke desa Sekarjati, dengan orang-orang dan dua ribu prajurit pilihanku. Cukupkah itu kisanak?”ujar adipati Wirodiningrat...


__ADS_2