
Pagi-pagi sekali Radit bergegas ke kamar kylo untuk menyampaikan info yang tlah dia dapatkan. Radit menekan bel kamar Kylo, sesaat kemudian kylo membuka pintunya dalam keadaan bangun tidur tapi tidak mengurangi ketampanannya.
"Kenapa pagi-pagi buta Lo udah di sini, gue pernah bilang jangan ganggu gue saat tidur." Umpat kylo sambil berjalan keranjang.
"Pagi buta apaan,? ini sudah jam Delapan malahan." batin Radit memukul angin dengan tangannya dibelakang Kylo.
"Sorry gue mau nyampai info masih tentang cewek idaman Lo," seketika mata kylo terbuka lebar. Rasa kantuk menguap entah kemana.
"Lo bilang apa? Lo sudah dapat info apa aja?"
"Lo nggak mau cuci muka dulu K, baru setelah ini gue jelasin."
"Gue nggak butuh cuci muka, yang gue butuhkan info dari Lo, cepetan". Tanya kylo antusias.
"Oke, sabar, jadi info pertama mereka tinggal di hotel ini, untuk kamar gue nggak tahu, pihak hotel juga nggak ngasih tahu karena mereka takut melanggar privasi."
"Info ke dua tadi malam gue enggak sengaja naik lift yang sama dengan mereka pas mau menghadiri pesta, cuma bukan 5 orang tapi hanya 4 orang. Kayaknya yang 1 tinggal dikamar seperti wanita yang kamu cari."
"Tunggu Lo jangan menyela dulu sebelum gue selesai", ketika melihat kylo akan menyela pembicaraan mereka.
"Gue lanjut, disitu gue menguping pembicaraan mereka, jadi ada salah satu rekan mereka yang bernama Mi.. kalau Lo tanya nama panjang atau siapa itu? Gue nggak tahu, kemungkinan Mi itu bisa cewek, Lo tahu jetro fotografer L grafis kan?," kylo mengangguk kepalanya.
"Jetro itu suka sama Mi, kayaknya udah lama sukanya tapi Mi.. hanya menganggap kalau Jetro sebagai kakaknya, bisa dibilang Lo punya saingan kalau beneran seseorang yang bernama Mi.. itu wanita yang Lo cari."
"Terus untuk tiket yang Lo minta gue sudah dapat, Meraka melakukan pameran di studio pameran xxx, dan sore harinya meraka harus pulang ke negaranya." Radit menyerahkan tiket pameran ke kylo.
Kylo menerima dengan senang, akhirnya dia dapat menemukan wanitanya.
"Kalau gitu gue siap-siap, entar jam 10 Lo balik ke sini jemput gue" beranjak dari duduk melangkah ke kamar mandi.
"Ky jangan lupa bonusnya, karena gue sudah dapat info emas, Ky bukannya gue pernah ngasih portofolio mereka, coba kamu cek, siapa tahu Lo nemu nama panjang wanita tersebut, gue ke kamar dulu." Pamit Radit.
Kylo yang mendengar ucapan Radit, langsung berbalik dari kamar mandi menuju nangkas mengambil ponselnya untuk melihat file portofolio fotografer yang untung kylo masih menyimpannya.
Kylo menggulir setiap file itu, membaca dengan seksama, hingga dia sampai pada profil Mia.
"Mia Anastasya.." gumamnya menghubungkan dengan nama yang disebut Radit.
"Mi.. mi.. mi.. Ulangnya, "jangan bilang Mi.. itu yang dimaksud dengan Mia.." lirihnya senang seperti mendapatkan hadiah. Diantara fotografer wanita profesional L Grafis hanya Mia yang mendapatkan predikat terbaik.
"Jadi itu kamu Mia Anastasya yang selama ini aku cari," akhirnya bibirnya melengkung keatas, kylo memperbesar layar ponselnya memandangi foto Mia yang tampak samping itu.
"Tunggu aku Mia, apapun terjadi kamu harus jadi milikku!" Kata kylo penuh penekanan. Kylo beranjak ke kamar mandi bersiap untuk datang ke acara pameran berharap akan bertemu Mia.
Pada pukul 11 siang kylo dan Radit sudah sampai di tempat pameran. Mereka langsung berkeliling mencari keberadaan Mia Anastasya, sayangnya banyak orang hadir membuat kylo kesulitan.
"Ky banyak orang yang datang, tidak mungkin kita cari satu persatu, gue juga tidak tahu Mia seperti apa? Hanya kamu yang tahu wajah, lalu kita harus bagaimana?"Tanya Radit.
Kylo berfikir keras untuk mencari solusi, benar apa yang dikatakan Radit? Mencari satu-persatu akan memakan waktu yang lama.
"Dit gimana kalau kita mencari aja, coba Lo cari fotografer yang Lo temui tadi malam, siapa namanya?"
"Sea maksud Lo?"
"Iyo Lo cari sea, Gue akan cari karya foto Tim S, Seingat ku Mia akan melihat karya foto tersebut."
"Baik, kita berpencar entar kalau Sea sudah ketemu Lo Gue hubungi."
Kylo dan Radit akhir nya berpencar, kylo jalan ke sisi kanan sedang radit ke sisi kiri.
Kylo melihat karya foto dengan yang dipajang didinding dengan teliti, selain itu dia juga memastikan orang-orang yang berdiri didepan pameran dengan seksama. Tapi masih belum ketemu.
__ADS_1
"Mia kamu dimana?" Guman kylo yang fokus melihat disekitar tanpa sadar kylo menabrak wanita yang berjalan dari arah berlawanan.
"I'm Sorry, my mistake." Masih melihat pajangan foto di dinding-dinding hingga matanya menemukan karya foto dari Tim S.
"Its okey." Jawab wanita itu yang sedang mengambil kacamatanya yang terjatuh saat kylo menabraknya. gadis itu Memakai kacamatanya kembali tanpa melihat kylo.
Setelah mendengar wanita itu baik-baik saja, kylo melangkah menuju foto tersebut tapi langkah terhenti, suara wanita yang dia tabrak seperti familiar baginya.
Kylo menoleh kembali kebelakang untuk memastikan tapi wanita tersebut sudah tidak ada.
Tanpa kylo sadari wanita yang dia tabrak adalah Mia, wanita yang dia cari, kylo atau siapapun tidak akan mengenalinya jika Mia dalam mode berpenampilan yang cupu.
Kylo tiba di foto hasil jepretan tim S, dia melihat sekelilingnya, menunggu wanitanya datang tapi tak kunjung datang.
Sedangkan Radit di mulai mencari keberadaan Sea yang katanya akan datang ke pameran tersebut. Hingga Radit mendapati Sea sedang berbicara dengan gadis yang berpenampilan cupu.
"Sea.." teriak Radit melambaikan tangan padanya.
Sea mencari sumber suara dan membalas lambaian tanah tersebut, gadis cupu disebelah Sea itu pamit meninggalkan Sea.
Radit mendekat ke arah Sea dengan matanya yang melihat sekeliling sea berada.
"Gue kira Lo enggak tertarik sama pameran kayak gini?" Kata sea.
"Hahahah, bisa dibilang sih gitu tapi sayang kalau tiketnya enggak ke pakai, apalagi yang ngadain pameran L grafis jadi cukup antusias buat lihatnya." Bual Radit.
"Lo ke sini sendiri, enggak ngajak teman kencan Lo gitu, soalnya gue ngasih tiketnya dua orang buat sepasangan kalau Lo punya pasangan sih?." kata sea.
"Gue datang sama bos Gue, dia suka sekali sama pameran kayak gini, rencana hari ini gue mau beli tiket pameran, ternyata Lo ngasih gue, terimakasih ya."
"Bos Lo suka banget menghadiri pameran?" Tanya sea.
"Gue merasa tersanjung banget, kapan-kapan kalau ada pameran hubungi gue aja, entar gue kasih infonya."
"Boleh, kalau gitu gue boleh minta nomer ponsel Lo, kan enak kalau mau pesen tiket ke Lo, gue nggak usah susah-susah nyarinya." Canda Radit mengeluarkan ponselnya menyerahkan ponselnya kepada sea untuk menulis nomornya.
"Save nomer gue, jarang-jarang gue kasih nomer ke orang yang baru gue kenal, berhubungan Lo asyik gue kasih." Jawabnya sea.
"Ngomong-ngomong Sea Lo ke sini sama siapa saja, atau Lo ikut sebagai pelaksana?" Tanya Radit mencari keberadaan Mia.
"Gue kesini sama tim Gue, buat ngecek pameran berjalan dengan lancar atau enggak, seterusnya tanggung jawab pelaksanaan."
"Oh gitu, emang bedanya apa sama tim Lo dan tim di sini, sorry gue banyak tanya, soalnya gue penasaran", cengir Radit
.
"Slow aja Dit, Lo tanya juga nggak apa-apa, bedanya kalau tim Gue datang ke sini cuma buat hadirin acara penghargaan sama mantau pameran berjalan sukses sesuai arah fotografer atau enggak, ya like Bos ngawasin anak buah."
"Berarti karya Lo ada di sini dong, ke banyakan karya Lo doang atau ada fotografer yang lain, sorry nanya lagi Gue."
"Nggak apa-apa kok, ada karya gue, Abang Aiden, fotografer amatir dan fotografer terbaik perusahaan juga, yang pameran di sini bisa siapa pun, setalah mereka kita seleksi dulu buat masuk list yang bisa di pamerkan."
"Kira-kira Lo punya rekomendasi buat fotografer profesional lainnya, siapa tahu nama yang Lo sebut bisa gue ajukan ke pimpinan buat memfoto artis-artis mereka, atau bisa saja perusahaan Lo sama perusahaan gue bisa kerja sama."
"Bisa-bisa." Menganggukkan kepalanya tanda sea setuju dengan apa yang dikatakan Radit.
"Dari pengalaman dan sebagainya, Gue rekomendasi Mia Anastasya, bisa saja sama bang Aiden juga."
Mata Radit membulat ketika nama Mia disebut oleh Sea, satu nama yang ditunggu-tunggu oleh Radit sejak tadi.
"Akhirnya, Gue harus cari tahu siapa Mia itu." Batin Radit.
__ADS_1
"Mia Anastasya, siapa?"
"Dia salah satu fotografer terbaik perusahaan kami, tingkatnya Setara sama bang Aiden, daripada yang lain dia yang terbaik."terang sea.
"sosoknya seperti apa? kenapa Mia bisa mengalahkan Aiden, gue jadi penasaran?"
"Tadi anaknya ada di sini." Celetuk Sea santai.
"Apa, dia di sini?" Teriak Radit kaget.
"Lo kebiasaan ya kalau kaget teriak, sakit kuping gue." Sewot sea.
"Sorry sea gue nggak sengaja, sayang aja ada kesempatan emas buat ketemu sama fotografer terkenal tapi gue enggak ngeh." Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kan emang Lo belum tahu anaknya seperti apa?" Sea tercengang atas apa yang di ucapkan Radit.
"Oh iya-ya gue kan nggak kenal sebelumnya." Radit menepuk jidatnya
"Bodoh Lo..."umpat sea. "Sorry gue angkat telpon dulu.
Saat sea sedang mengangkat panggilan teleponnya. Radit segera menghubungi kylo yang ada diujung sana.
"Dit sorry Gue tinggal dulu."pamit sea
"Eh Lo mau kemana? ",Cegah Radit menahan tangan sea.
"Gue harus pulang, entar kita bisa ketemuan kalau Lo ada di indo."
"Temenin gue sebenernya aja, tunggu bos ku ke sini." Rengek Radit memelas.
"Ih apaan sih, lepas enggak? Lo udah besar, toh disini banyak orang, Lo tinggal telpon bos Lo, suruh dia ke Lo atau Lo ke bos Lo, enggak usah kayak anak kecil deh." Hardik sea kesel.
"Tapi sea, bentar aja." Yang terus menahan sea.
"Sorry gue enggak bisa." Sea menendang betis Radit untuk melepaskan dari cengkeraman tangannya Radit.
"Aduh sakit sea, tulang kering gue kena." Mengusap betisnya.
"Bodoh amat." Ketus sea meninggalkan Radit.
Radit mengerang kesakitan ketika kylo tiba.
"Dit mana Mia? Tanya kylo to the points.
"Udah pergi orangnya dari tadi, mungkin sekarang udah perjalanan menuju Bandara."sewot Radit melihat kylo yang tidak memperhatikan rasa sakitnya habis ditendang oleh sea.
"Kok Lo nggak tahan sih dit"
"Mana bisa gue tahan, pas gue ketemu sama sea, anaknya udah pergi. Gue udah nahan sea tapi hasilnya gue ditendang, ini Lo lihat sendiri gue kesakitan."
"Ah percuma dong kita datang kesini kalau enggak ketemu sama Mia." Kylo frustasi karena dia juga tidak menemukannya keberadaan Mia.
"Udah lebih baik Kita balik ke hotel, siap-siap buat pulang, toh 2 bulan lagi Lo ada pemotretan di indo dan seterusnya Lo tetap bekerja di sana, kita minta pihak manajemen buat kerjasama dengan L grafis buat pemotretan Lo, untuk kerjasama serahin ke gue, gue udah minta nomernya sea dan tadi sea merekomendasikan Mia sebagi fotografer nya, Lo bersabar saja 2 bulan ke depan. " Menepuk pundak kylo.
"Kok gue nggak kepikiran ke sana, untung ada Lo gue bangga sama Lo dit," merangkul Radit
"Tenang aja Ky yang penting yang bonusnya jangan lupa."
"Kalau itu Lo nggak perlu khawatir." balas Kylo
bersambung....
__ADS_1