Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
part 41 Siska beraksi


__ADS_3

Rencana awal Siska adalah mendekati kylo tapi ia gagal, Siska berpindah haluan mendekati salah satu keluarga Radjasa yakni mama kylo.


Untung ia memiliki teman yang mempunyai koneksi ke keluarga Radjasa meski tidak begitu akrab, tapi dari koneksi temennya itu ia mendapatkan jadwal kegiatan apa saja yang dilakukan oleh mama Radjasa.


Seperti hari ini mama Radjasa sedang berkunjung disalah satu panti asuhan yang ada di daerah pinggiran kota, memang tiga kali dalam satu bulan mama Radjasa menyempatkan diri untuk sekedar memberi bantuan dan berkunjung.


Siska yang tahu jadwal tersebut meminta kepada mama Radjasa untuk ikut, gara-gara pertemuan yang tidak sengaja Siska mulai akrab dengan mama Radjasa.


Siska ingin menunjukkan bahwa dia pantas mendapatkan kylo melalui mamanya, setelah yakin mendapatkan hati mama Radjasa Siska akan meminta untuk dijodohkan oleh Kylo. Jika seperti itu pasti kylo akan mengabulkan permintaan mamanya.


Meski sebenarnya Siska tersiksa harus mengikuti kegiatan-kegiatan sosial tersebut tapi untuk mendapatkan sesuatu harus berkorban dulu, setalah ia mendapatkan Kylo maka dia akan menguasai semua termasuk harta kylo.


Mobil Siska sudah berada di samping panti asuhan yang akan dikunjungi oleh mama Radjasa,ia memarkirkan mobil agak jauh dari jalan raya. Ia lagi menunggu malam Radjasa yang lagi diperjalanan. Nanti kalau mobil mama Radjasa udah sampai baru Siska menjalankan mobilnya. Ia ogah kalau harus menunggu di dalam panti yang jelas akan merepotkan dirinya.


Sekitar 15 menit menunggu, Siska melihat mobil mama Radjasa melintas di depan. Ia menyalakan mobilnya mendekat gerbang panti seolah ia juga baru sampai disana.


Siska mendekati mama Radjasa yang baru keluar dari mobil sambil menenteng paperbag berisi susu dan diaper anak kecil. Sebenernya Siska merasa keberatan untuk mengeluarkan uangnya tapi demi mendapatkan hati calon mertua ia rela harus merogoh sakunya.


"Tante apa kabar? Sambil cipika cipiki.


" Baik kamu baru sampai sis, Tante kira kamu udah didalam."


"Tadi Siska kejebak macet Tante, Sama mampir dulu ke supermarket buat cari bingkisan untuk anak-anak, mengangkat paperbag yang ada di kedua tangannya.


"Ya sudah, yuk kita masuk kedalam.." kata mama Radjasa menjawil lengan Siska.


"Iya Tante, mari.."balas Siska gondok karena mama Radjasa tidak memerintahkan asisten untuk membaws barang bawaannya.

__ADS_1


"Kenapa Tante Radjasa nggak peka sih, atau suruh asisten gitu buat bawain barang ku, kan berat." Dumel Siska dalam hati.


Kegiatan mereka berjalan dengan lancar, meski dengan terpaksa Siska harus melakukannya, hatinya.


"Duh panas banget, nggak ada Ac-nya, Tante Radjasa kenapa seneng banget sih datang kesini, kalau gue udah jadi mantu mereka, pasti gue ubah semua, daripada dikasih mereka lebih baik buat pesta sosialita. Aku nggak sabar buat masuk ke keluarga mereka." Pikir Siska senyum-senyum sendiri.


"Siska kenapa kamus senyum-senyum sendiri, apa yang kamu pikirkan." Tegur Siska.


"Tidak apa-apa Tante, cuma Siska fikir menyenangkan bisa membantu anak-anak disini." Sahut Siska


"Betul sekali Siska, Tante juga merasakan hal serupa dari mereka kita bisa belajar tentang namanya kehidupan." Terang mama Radjasa


"Belajar apa? Kalau belajar susah sih iya." Sinis Siska dalam batinnya.


"Betul Tante, kapan-kapan ajak Siska untuk kegiatan seperti ini, karena Siska ingin belajar banyak dari mereka." Siasat Siska untuk lebih dekat dengan mama Radjasa.


Pada saat mama Radjasa dan Siska sedang mengobrol kylo tiba-tiba datang kesana. Siska yang melihat hal tersebut matanya berbinar senang.


"Ky, akhirnya kamu datang.." Tegur mama Radjasa memeluk sang anak.


"Iya Ma, Dit tolong turunkan barang-barang yang ada bagasi." Minta kylo kepada Radit.


Radit pun meminta bantuan asisten mama kylo untuk membantu Radit membawa barang-barang itu.


Siska sendiri mulai merapikan penampilan agar ia bisa dilihat oleh kylo.


"Mama, sudah lama di sini, nanti ke panti jomponya jadi."

__ADS_1


"Jadi, Ky nanti kamu temani mama ke sana ya." Tutur mama Radjasa dianggukin oleh kylo tanda ia setuju.


"Maaf Tante boleh Siska ikut, maaf Siska mendengar perkataan Tante." Sela Siska berharap ia ikut dan dekat dengan kylo, bagi Siska ini momentum yang pas.


"Boleh saja, Siska kalau kamu mau ikut, memang kamu tida capek?" Tanya mama Radjasa, kylo hanya melihat Siska sekilas, sebenar ia malas bertemu dengan Siska hanya saja ia menghormati sang mama.


"Tidak capek Tante, malah Siska senang banget bisa membantu." Jawabnya cepat.


"Ya udah kalau gitu kamu bisa ikut, ooh ya sis kenalin ini anak Tante namanya kylo." Mam Radjasa memperkenalkan sang anak.


"Iya Tante siska sudah tahu kok, kan perusahaan Siska bekerjasama dengan manajemen kylo." Jelas Siska tersenyum Malu.


"Hai kylo kenalin aku Siska." Sapanya semanis mungkin. Kylo hanya menatap Siska dari ujung kaki sampai atas membuat Siska salah tingkah, ia pikir kylo tertarik sama dia.


"Ky, itu Lo tangannya dijabat, Siska udah memperkenalkan diri." Bisik mama Radjasa sambil mengikuti kylo untuk menerima jabatan tangan Siska.


Dengan terpaksa kylo mengulurkan tangan menyambut tangan Siska.


"Kylo.. "kata kylo datar.


"Maaf iya sis, anak Tante memang suka begitu kalau lagi kenalan sama orang, mohon maklum ya." Ucap mama Radjasa tidak enak dengan sikap anakny yang dingin kepada wanita.


"Tidak apa-apa kok Tante, Siska memaklumi." Jawab Siska agak tersenyum masam.


Setalah urusan sosial dipanti asuhan selesai. Kylo dan mama Radjasa bersiap untuk menuju panti jompo. Saat itu siska sebenarnya ingin sekali satu mobil dengan kylo tapi sayang Siska tidak bisa, sebab ia membawa mobil. Akhirnya Siska mengikuti iringan mobil kylo dan mama Radjasa menuju panti jompo.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2