Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 48


__ADS_3

Mia pergi ke Perusahaan Radjasa corp untuk memenui janjinya bertemu dengan Kirana sang wakil direktur muda perusahaan itu. Mia memasuki lobi perusahan menuju resepsionis untuk meminta tolong memberi lantai berapa ruangan Kirana berada.


"Selamat pagi menjelang siang..." Sapa Mia ramah kepada sang resepsionis.


"Iya selamat siang, ada yang bisa saya bantu..."


"Permisi mbak, saya menanyakan ruangan ibu Kirana lantai berapa, karena saya sudah ada janji sama ibu Kirana."


"Baik ibu, mohon ditunggu sebentar, saya akan mengkonfirmasi ke atas terlebih dahulu.. kalau boleh saya tahu saya nama Siapa ya Bu."


"Atas nama Mia dari L Grafis mbak.."


"Baiklah kalau begitu mohon ditunggu sebentar."sang resepsionis kemudian menghubungi sekertaris Kirana menanyakan perihal janji pertemuannya dengan Mia.


"Permisi Bu Mia sudah ditunggu ibu Kirana diatas, untuk ruangan ibu Kirana berada di lantai 25." Jelas sang resepsionis.


"Terimakasih ya mbak.." ucap Mia kemudian Mia berjalan menuju lift yang akan membawanya ke lantai 25.


Ruangan Kirana berada diujung lorong yang ada dilantai tersebut. Mia melangkah ke meja sekretaris yang tempat di depan ruangan wakil direktur itu.


"Permisi mbak, saya Mia dari L grafis sudah ada janji dengan ibu Kirana." Kata Mia kepada sang sekretaris.


"Iya Bu sudah ditunggu ibu Kirana didalam, mari silakan." Sang sekretaris mengarahkan Mia ke ruangan Kirana.


Tok... Tok.... "Maaaf Bu Kirana, ini Mia sudah tiba.." terang sang sekretaris membuka pintu ruangan itu.


"Iya suruh masuk mbak.." perintah Kirana sopan kepada sang sekretaris.


"Selamat datang Mia, maaf aku meminta tolong kamu untuk datang ke sini." Kata Kirana sambil jalan menghampiri Mia. Kirana memeluk Mia sebagai tanda maaf sesekali mengusap lengan Mia.


"Tidak masalah kak, Mia tahu kakak pasti sedang sibuk-sibuknya." Jawab Mia.


"Terima kasih ya, kamu pengertian banget.." Mia hanya memberi senyum tipis sebagai jawaban.


"Mbak tolong minta ke OB untuk membuat minuman sekaligus cemilan untuk tamu dan saya saja juga. Terimakasih ya mbak." Perintah Kirana kepada sang sekretaris yang masih berdiri disamping Mia


"Iya Bu, masih ada yang diperlukan kembali sekian ke dua permintaan anda." Tawar sang sekretaris.


"Nanti saja mbak, saya akan menghubungi mbak jika saya membutuhkannya."


"Baik, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu.." jawab Sanga sekretaris meninggalkan Mia dan Kirana didalam ruangan itu.


Kirana memang memanggil sekertarisbya dengan sebutan mbak, karena usia sekretaris Kirana lebih tua darinya. Ia sangat sopan dan loyal kepada setiap karyawannya tapi ada sisi tegas dalam dirinya jika ia menemukan sesuatu yang tidak sejalan dengan urusan kantor.

__ADS_1


"Ayok Mia silakan duduk." Kirana mempersilahkan Mia duduk di sofa yang ada di dalam sana.


"Iya kakak.."


"Kakak sekali minta maaf karena meminta kamu secara khusus datang ke sini, maaf ya ganggu kesibukan kamu."


"Iya tidak masalah kak, kan kak juga klien aku jadi aku harus datang memenuhi permintaan klien juga."


"Untung kalau begitu.." Syukur Kirana mengusap dadanya.


"Kalau begitu kita masuk ke pembahasaannya.." kata Mia sambil mengambil Ipad dan buku agendanya.


"Kak Kirana mau konsep seperti apa, Mia akan memperlihatkan beberapa konsep yang sudah ada, siapa tahu kak Kirana dapat inspirasi dari sini atau kak Mia punya inspirasi sendiri." Jelas Mia membuka album di Ipadnya menunjukkan kepada kirana.


Kirana menggeser foto-foto yang ada di album tersebut, ia melihat dengan seksama foto-foto tersebut.


"Mana yang aku bingung banget mau pilih mana."


"Kak Kirana tidak perlu berpatok dengan foto-foto yang Mia tunjukkan, apa yang kala Kirana mau saja, senyaman kak Kirana saja."


"Gimana ya Mia, Kakak bingung."


Tok..tok.. pintu ruangan Kirana di ketuk seorang OB mengantarkan pesanan Kirana.


"Atau kakak Kirana bisa berdiskusi terlebih dahulu sama kak Darren ingin konsep seperti apa?"


"Kalau tanya Darren, pasti jawabannya terserah aku.. dia tidak banyak membantu." Kirana menghela nafas panjangnya.


"Bagaimana kalau sesuai dengan konsep pernikahan kalian." Usul Mia.


"Untuk konsep kami sih, akad tradisional terus resepsinya konsep internasional." Jelas Kirana.


"Bagaimana kalau kita pakai konsep itu kak, jadi kita 2 konsep tersebut untuk prewedding kak Kirana sama kak Darren, untuk konsep tradisional adat apa?"


"Untuk tradisional kami memakai konsep adat Sunda."


"Hmm kalau begitu, bagaimana kalau seperti ini, untuk foto kak Kirana dan kak Darren akan memakai baju adat tradisional Sunda dengan konsep tradisional vintage, nanti tim ku akan mencari lokasi dengan nuansa perumahan rumah adat sudah. Dan untuk tema selanjutnya kita dengan gaya kasual yang tempatnya kita bisa ambil di pantai atau di puncak. Dan studio nanti kita bisa ambil foto untuk foto gaun pernikahan atau gun yang berkelas." Usul Mia.


"Aku rasa ide kamu menarik, aku ambil itu aja, nanti aku kasih tahu Darren tentang diskusi kita ini." Angguk Kirana menyetujui usul Mia.


"Kalau begitu kita bisa atur jadwal kak Kirana sama kak Darren sama kami. Kira-kira kak kirana ada waktu renggang kapan?"


"Weekend aku dan Darren ada waktu kosong selain itu kami masih ada jadwal pekerjaan sampai 1 Minggu sebelum hari H."

__ADS_1


"Baik, bagaimana kalau weekend Minggu depan ini kak." Tawar Mia.


"Iya weekend Minggu depan, nanti aku Sampai kepada sekretaris ku buat mengosongkan jadwal weeked minggu depan yang biasanya Kirana buat untu acara keluarga dan menghadiri pesta koleganya.


Mia pun mencatat jadwal yang sudah mereka sepakati dibuku agenda miliknya. Selanjutnya mereka mendiskusikan apa yang harus dilakukan ketika acara Terlaksana.


Ketika mereka asyik ngobrol, kylo memasuki ruangan tersebut.


"Ky baru datang atau sudah tadi?" Tanya kak Kirana menyambut sang adik yang tumben-tumbenan datang ke perusahaan jika tidak disuruh terlebih dahulu.


"Sudah dari tadi, aku tadi ke ruangan papa, aku kesini ingin mengajak Kakak buat makan siang tapi ternyata kak sudah ada janji." Jawab kylo mengambil duduk disamping Mia. Sebenarnya kylo memang dari ruangan papanya, ia keruangan Kirana karena tahu kalau Mia ada disana.


"Masak sih, bukan maksud yang lain kan." Cibir Kirana karena tahu apa maksud kylo datang ke ruangannya.


"Kamu sudah selesai?" Tanya kylo kepada Mia, ia tidak menggubris Cibiran sang kakak. Kirana yang melihat itu hanya memutar bola matanya.


"Sudah selesai.." jawab Mia menata buku agendanya dan memasukkan bolpoin ke tempat pensil.


"Modus..."cibir sang kakak, kylo hanya menyerngitkan alisnya.


"Mia, kamu pasti repot banget ya harus mengurus bayi besar yang duduk disebelah kamiu, maaf ya kalau dia sering merepotkan." Goda Kirana kepada sang adik.


"Kak apaan sih?" Sentak kylo.


"Ky. Ucapannya yang sopan." Tegur Mia kepada kylo yang tidak suka kylo berkata lebih tinggi.


"Iya maaf.."Kylo dia menuruti apa yang dikatakan oleh Mia. Kirana yang melihat hal itu heran dibuat, karena Kirana tahu kylo susah untuk ditaklukkan.


"Kamu sudah selesai kan meetingnya.." kata kylo melihat Mia yang sudah merapikan barang bawaannya masuk kedalam tas.


"Sudah kenapa?"


"Kalau begitu kamu ikut aku.." menarik Mia berdiri dari duduknya meninggalkan ruangan Kirana.


"Kalian mau kemana, bukannya tadi kamu ngajak kita makan siang bersama." Kirana menghentikan kylo membawa Mia keluar.


"Kak makan saja sama ayah, ada yang harus aku selesaikan sama Mia." Jawab kylo segera meninggalkan tempat itu. Mia hanya menundukkan setengah badannya sebagai ucapan salam.


"Ky.. Ky... Teriak Kirana tak digubris kylo yang melenggang keluar. "Dasar anak itu..." Gumam Kirana. melihat punggung kedua calon pasangan itu, yang tidak tahu kapan mereka akan bersatu.


bersambung....


jangan lupa kritik dan saran

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2