Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 11 sebuah kerjasama


__ADS_3

2 bulan kemudian..


"Woi Mia teriak sea dari pintu kantin perusahaan, membuat semau orang langsung melihatnya tapi sea tidak menggubrisnya. Sea berjalan menuju meja Mia diikuti oleh salah satu pegawai magang


"Ciehhh norak banget sih, berisik, biasalah orang yang suka temanan sama orang kampung jadi ikut kampungan." Sindir Siska yang duduk disebelah meja Mia. Siska di cewek kecentilan modal dempul, ratu julid, suka cari perhatian, pamer body kemana-mana. Mia diam tak menggubris sindiran tersebut, bagi Mia, dia sudah terbiasa.


Mia hanya menoleh sesaat, melambaikan tangannya pada sea dan melanjutkan santapan makan siangnya.


"Apaan Lo lihat-lihat!." Bentak sea kepada Siska yang dari tadi melihat. Memelototi Siska the genk.


"Ih siapa yang ngeliat Lo, situ aja kege'eran, mau gue ngeliatin Lo atau lainnya terserah gue, gue kan punya mata," sewot Siska.


"Awas Lo lihatin gue, gue tampol Lo." Jawab sea garang, membuat Siska tutup mulut.


"CK.. CK, lihat ini Bu ketua tim", sea melihat mia dari atas sampai bawah mengamati penampilan yang teramat sederhana, tak terurus.


"Why sea?" Tanya mia cuek.


"Lo itu sebenarnya cewek beneran atau jadi-jadian sih, makin kesini tampilan Lo kayak anak yang nggak terurus tahu, apa ini kaus kedodoran, bawahnya celana kain semi celana training, Lo itu mau kerja atau mau olahraga, rambut berantakan cuma di cemol doang, terus kaca mata ini duh duh bikin cowok ilfil kalau lihat lo", kata sea tercengang dengan outfit yang digunakan Mia yang semakin hari makin membuat mata perih.


"Sumpah nggak enak dilihat Mia, bikin mata gue perih, kepala gue pusing", sambil memegang kepalanya.


"Biarin kali sea, aku nyamannya kayak gini." jawab Mia cuek, terus menguyah makanannya.


"Dasar kampungan"ejek Siska. Membuat sea emosi.


"Bisa diam enggak Lo, sekali lagi gue denger Lo ngomong kayak gitu, gue laporin Lo ke tim pendisiplinan karyawan." Umpat sea.


"UPS sorry ya Mia gue enggak sengaja." Balas Siska yang masih terdengar nada ejekannya.


"Udah sea enggak usah didengar." Sela Mia cepat menenangkan sea.


"Memangnya kenapa kak Sea,? bukannya perusahaan tidak mengatur cara kita berpakaian? Tanya Karin seorang pegawai magang untuk mengalihkan perhatiannya sea.


"Memang sih Karin, perusahaan nggak ngatur apa yang mau kita pakai tapi kalau dia itu." sambil menunjuk jari telunjuk kearah mia.


"Lo tahu Rin, ini itu penampilan yang paling buruk pernah gue lihat." ucap Sea terpotong oleh suara yang cukup keras disamping meja kami.


"Akh... Masih sih kak Siska, kylo artis go internasional itu mu mau kerjasama dengan perusahaan kita, ya ampun kak Siska tahu dari Mana? Teriak salah satu Genk Siska yang duduk disebelah.


"Gue tahu dari manajemennya, kan kalian tahu sendiri gue punya koneksi dibeberapa manajemen termasuk di manajemen kylo, jadi kayak gitu pasti gue tahu duluan." sambil melirik ke arah meja Mia.


"Siska gitu, punya banyak kenalan artis nasional maupun Internasional, kalian harus tahu, kalau ini itu kerjasama dengan majalah V yang berkolaborasi sama kylo dan Jack, ini bakal membuat nama perusahaan kita tambah terkenal, daripada.. ya kalian tahu sendirilah, takutnya kalau aku omongan nanti ada yang lapor ke tim kedisiplinan, kan ke kanak-kanakan hahaha," katanya dengan sombongnya.


"Cihh.. si nenek lampir mulai lagi deh pamernya, cuma modal dempul sama buka ************ aja bangga." guman sea yang masih terdengar oleh mia.


"Hus. Sea kalau ngomong jangan asal kayak gitu kalau Lo nggak punya bukti." Bisik Mia yang masih terdengar oleh sea dan Karin.


"Emang kenyataannya kayak gitu." Jawab sea mencomot Snack yang ada didepannya.


"Kak Siska keren banget sih, aku jadi kayak kak Siska." ucap salah satu pegawai magang yang duduk dimeja siska.


"Tentu dong siapa dulu Siska gitu, doain aja proyek ini di pegang sama bang Jetro, entar kalian bisa iku aku buat ketemuan sama kylo, kan jarang ada kesempatan kalian deket-deket sama artis kayak aku". Sambil tertawa mengejek, ekor matanya melirik meja Mia.

__ADS_1


"Memangnya masih belum ada pengumumannya? siapa yang akan jadi ketua tim fotografernya kak." Tanya anak magang satunya.


"Masih di bahas sama bang Aiden, Gue pikir akan diserahkan ke bang jetro, kalian tahu sendiri kemampuannya luar biasa dari pada ya gitu deh.. hahahaha.., Uda yuk kita pergi, lama-lama disini nanti ketularan jadi orang kampung kayak." Menggantungkan omongannya, Beranjak pergi dari mejanya.


"Udah sea gak usah didengerin." ucap Mia lembut pada sea ketika sea mau beranjak dari duduknya mengejar Siska.


"Benar-benar itu nenek lampir, pengen gue sumpel mulutnya atau gue jahit sekalian." Umpat sea begitu kesal.


"Sabar kak, yang sabar, bener kata kak Mia omongan kak Siska jangan didenger." kata Karin berusaha menenangkan sea.


"Gedek gua sama itu anak, dari masuk sampai sekarang selalu aja cari masalah sama kita, kenapa sih bang Aiden tetap bertahan itu orang? Padahal dia itu sudah banyak melanggar aturan, bahwa setiap karyawan harus menjunjung tinggi solidaritas dan rasa persatuan kesatuan seperti lambang Pancasila, tapi tetap aja itu nenek lampir gak ada efek jeranya," omel sea.


"Iya kak, sabar aja, jangan dimasukin hati, hiraukan aja kak. " Ujar karin


"Tapi tetap aja karin mulutnya itu pengen gue tabok, dan ini yang disindir sama nenek lampir malah terus makan, heran gue sama Lo mi." sambil merebut Snack yang ada di tangan Mia, Mia hanya bisa meringis, nyengir sambil membuka Snack lainya.


"Aduh duh, Se.. itu mulut you nggak capek ngomel terus," kata Paul yang sudah duduk di samping Karin.


"Itu gara-gara nenek lampir." Sewot sea.


"Lo sejak kapan duduk disitu Ul."


"Hay you kalau manggil suka salah deh, panggil nama lengkap gua Paula bukan ul, ul, emang gue uler jawab Paul dengan gemulai.


"Lah emang punya Lo bentuknya kayak uler kan?, Setahu gue Lo belum operasi deh kekeh sea terbahak-bahak.


"Emang iya sih gue belum operasi, tapi kan gue suka dipanggil Paula, mencerminkan kepribadian gue," katanya kemayu.


"Kalau Lo operasi ganti kelamin sama KTP baru gue manggil Lo Paula, selama itu belum terjadi jangan harap." Ledek sea.


"Jijik Ul, dasar laki-laki jadian hahaha." tawa sea. Membuat Paul merajuk.


"Sea teman Lo lagi cosplay jadi cewek cupu? Tanya paul menunjukkan pada penampilan Mia.


"Hah?siapa? aku?" jawab Mia sambil celingak-celinguk.


"Ya situ lah, mantan gebetannya bang Aiden yang cuma dianggap sebagai bang-bangnya doang, untung bos gue udah move on, dapat bini cantik, bening, baik hati gak sombong, lah lo sekarang malah mengalami kemunduran."


"Ul Lo enggak usah buka kartu kalau Mia mantan gebetannya bos, kan Karin tambah tahu." Celetuk sea menoyor kepala Paul.


"Apaan sih Ul gak usah fitnah deh." jawab Mia agak ketus.


"Lah kan bener, itu sudah menjadi rahasia umum di perusahaan ini."


"Emang benar kak, bang Aiden pernah dekat sama kak Mia?" celetuk Karin penasaran.


"Enggak,' iya" jawab Mia, Paul sea berbarengan.


"Hah! Ini yang benar yang mana?" tanya karin sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Itu enggak bener Karin, itu cuma gosip." Tukas Mia.


"Lo pada ribut, jadi gue jawab aja, apa yang dibilang Paul itu benar tapi itu dulu Karin, sebelum bang Aiden punya istri, toh waktu itu Mia juga Uda punya tunangan, UPS sorry gue keceplosan"

__ADS_1


"Sea..." Geram Mia.


"Sorry, pokoknya itu deh, jangan-jangan ditanya-tanya lagi, lebih baik ke topik yang lainnya."


Suasana menjadi canggung diantara mereka. Mereka menyibukkan dengan kegiatan masing-masing.


"Lo sih Se.." celetuk paul


"Eh gue mau nanya doang tadi kalian berantem apa sama Siska?" Tanya Paul mencairkan suasana.


"Bukan berantem sih kak Paul tapi cuma sekedar sindiran, tadi kak Siska bilang kalau ada arti yang namanya kylo kerjasama dengan perusahaan kita gitu." Jelas Karin.


"Emangnya kenapa? Kok Siska tahu kalau perusahaan kita ada kerjasama dengan pihak kylo, padahal belum ada pengumumannya, yang tahu hanya bang Aiden sama gue pastinya." Heran dengan apa yang didengar.


"Lo, masak nggak tahu sih Ul, nenek lampir itu pasti tahu dari temennya yang kerja di manajemen kylo sana."


"Kok Lo tahu se" tanya paul.


"Kapan hari gue denger ditelpon sama temannya, dan temannya itu kerja di manajemen sana."


"Tapi bener bang kalau bang Jetro yang akan jadi kepala tim fotografer nanti? Tanya Karin.


"Menurut gue sih, Mia yang akan jadi ketua timnya.", Celetuk sea.


"Kok Lo tahu se.. kalau Mia jadi ketua timnya, padahal yang tahu gue sama bang Aiden, dan entar siang pengumuman akan dimuat, Lo menguping ya." Tuduh Paul.


"Enak aja, gue tahu dari seseorang" sewot sea tidak suka dituduh sembarangan.


"Tapi kok kak sea tahu, aku jadi penasaran deh kak" ucap Karin, membuat semua mata tertuju ke sea.


Mia juga penasaran dengan apa yang sea katakan, kenapa dia bisa terpilih menjadi ketua tim buat pemotretan kylo, padahal masih ada yang lainnya.


"Kalian serius mau tahu rahasianya," goda sea menaikkan kedua alisnya melihat Mia, Karin dan Paul yang menganggukkan kepalanya serempak.


"Sini deh, mendekat, gue kasih tahu." Jawab sea, membuat mereka bertiga serempak mencondongkan telinga ke sea.


"Gue sebenernya kenal sama asisten atau manager ya sebutannya gue lupa, yang penting gue kenal sama orang terdekat kylo, dan gue yang merekomendasikan Mia sebagai fotografernya, dan 1 Minggu yang lalu dia ngasih tahu gue tentang projek perusahaan kita sama manajemennya kylo, hebat kan gue." Jawabnya bangga.


"Kok Lo bisa kenalan sama itu asisten, jangan-jangan Lo lagi deket ya sama asistennya kylo."sentak pula keras, dihadiahi sebuah tabokan oleh sea.


"Hus.. Ul Lo kalau ngomong nggak usah ngegas gitu Napa? Kalau yang lain denger, bisa berabe, apalagi sampai nenek lampir denger, bisa mati berdiri tuh orang hahahah."


Tapi ya nggak usah mukul kali Se.. sakit tahu." Rengek Paul.


"Iya kok kak sea kenal sama asisten kylo? Emang pernah ketemuan dimana? Kata Karin.


"Jangan bilang namanya Radit yang kamu kenal saat kita di negara S itu" sela Mia datar.


" Yup, itu Dia, yang gue nggak sengaja nyenggol habis itu gue kasih tiket pameran itu, pas pameran itu gue Tukiran nomer sama dia." Membuat Mia menghela nafasnya.


"Emangnya kenapa mi? Kenapa Lo enggak semangat gitu? Ini projek besar mi." Kata sea.


"Enggak apa-apa, lebih baik kita kembali bekerja, jama makan siang sudah selesai." Membuat mereka membubarkan diri.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2