
Siska yang sudah berdiri di depan passion manajemen. d
ia menunggu Rita untuk meminta maaf. Rita keluar dari gedung dengan wajah yang ogah-ogahan. Siska menghampiri dengan wajah yang senang.
"Lo ngapain kesini, kalau cuma mau marahi Gue lebih baik Lo pergi aja." usir Rita. sebenarnya Siska tidak disuka dengan perilaku Rita tadi dia menahan diri, Agra rencana tidak gagal.
"Rita, Gue akui Gue salah udah marah-marah sama Lo, tapi Lo harus dengerin penjelasan Gue dulu." mimik Siska memelas.
Rita yang mempunyai hati lembut, tidak tega melihat wajah temannya tersebut.
"lebih baik kita bicarakan di cafe depan sana."tunjuk Rita, lalu Siska menyetujuinya.
setelah mereka Sampai, tanpa basa basi Rita menanyakan maksud dan tujuan Siska datang menemuinya.
"sebenarnya Lo ada apa mau nemuin Gue, to the points aja." cetus Rita melipat kedua tangannya di dada.
Siska menyerang sebuah bingkisan kepada Siska tanda permintaan maafnya, menaruh diatas meja cafe itu
"ini sebagai tanda permintaan maaf Gue sama Lo, gue tahu apa yang gue laku salah, dan gue minta maaf, waktu itu gue nggak bermaksud buat marah-marah sama Lo.", kata Siska dengan memelas. Siska menundukkan kepalanya, memperlihatkan wajah sedihnya.
Rita yang melihat itu tadi tidak tega.
"Baik Gue maafkan lain kali Lo kalau ada masalah sama diri sendiri coba buat untuk tidak melampiaskan ke orang lain." nasehat Rita menggenggam tangan Siska menguatkan.
Siska menghapus air mata buaya nya dengan tisu yang ada diatas meja itu.
"Lo baik-baik aja Sis, kalau Lo ada yang mengganjal cerita sama Gue, kita kan teman."
"Jadi Lo mau maafin Gue Rita.", kata Siska menghambur ke pelukan Rita.
"Iya Sis, Lo udah Gue maafin." mengusap punggung Siska, Siska menyeringai didalam pelukan Rita dengan menangis tersedu-sedu.
"Akhirnya Rita berada digenggam ku, Gue nggak sabar buat maafin dia." Batin Siska jahat.
Rita dan Siska melepaskan pelukannya, Siska yang masih berpura-pura sedih terus mencari perhatian Rita agar kasihan sama dia.
"makasih ya Rit, Lo udah maafin Gue, Lo teman terbaik Gue."
"Sama-sama Sis, memang waktu terjadi sesuatu sehingga membuat Lo marah."
Siska menghelakan nafas dalam, mengubah ekspresi menjadi lebih murung.
"Semua karena salah satu fotografer yang ada disana, dia suka menyiksa Gue, padahal kemampuan itu jelek banget, dia terkenal suka manfaatin orang, playgirl juga, banyak karyawan cowok yang di deketin nya ,apalagi kalau itu orang kaya, jadi Gue takut kylo bakal terjebak tipu muslihatnya, muka sok polos tapi hatinya busuk." Siska menjelekan Mia agar Rita tidak menyukai Mia.
"Yang Lo sebut Mia itu sis, masak anaknya kayak gitu, meskipun gue nggak mengenalnya tapi kalau Uda di rekomendasi oleh kylo sendiri pasti orangnya terbaik." Rita sulit percaya.
"Itu semua berkat bantuan Sea, salah satu asistennya, Sea itu licik, Gue denger dia Deket sama Radit, kemungkinan sea mempengaruhi Radit."
"masak sih mereka segitunya. bukanya perusahaan kalian menjunjung kesejahteraan, keadilan dan toleransi tinggi sesama karyawan, ada temen Gue yang masuk aja nggak ke terima gara-gara minus di tingkah laku."
"Lo sih nggak tahu anaknya, dia masuk ke perusahaan karena deketin bang Aiden padahal dulu dia masih punya tunangan. karena tidak mendapatkan Aiden dia beralih ke bang Jetro."
"Beneran, Gue nggak nyangka."
"Kelakuan memang begitu, tunangan saja sampai angkat tangan lihat kelakuan anaknya hingga tunangan memutuskan pertunangan mereka." kata Siska penuh keyakinan.
"Jadi Gue minta tolong sama Lo buat bantu Gue menyelamatkan kylo dari jerat tipu daya Mia, apalagi sekarang mereka berkerjasama.
"ini nggak bisa di biar, Gue nggak mau kylo sampai terjerat dengan cewek seperti itu." pekik Rita membuat Siska senang.
"bener Rit, Lo bisa bantu Gue kan, lo.tahi sendiri Gue seperti apa?"
__ADS_1
"Gue bisa bantu Lo, Lo mau apa nanti hubungi Gue, semoga kita bisa menjauh kylo dari wanita seperti itu."
"Makasih ya Rit." memeluk Rita dengan seringai jahat nya.
kylo sedang melihat mengecek musik yang akan masuk ke dalam album Moody's.
"Dit, tolong Lo hubungi Sea.
"Ngapain? Sela Radit.
"Gue minta nomer telpon Mia, kemarin Gue lupa mau minta sama Mia, keburu kalian datang."
"Gue kira Lo udah dapat nomer telponnya, CK CK ternyata masih aja jalan ditempat." Ejek Radit.
"Udah sana Lo hubungi sea, minta nomer telponnya Mia, enggak bisa bacot."
"Sabar Ky, ini Gue mau telpon Sea." Jawab Radit meninggal kylo yang sedang ada studio musiknya.
"Se, Gue Radit."
"Ya Gue tahu ini Lo, ada apa?"
"Gue minta nomernya Mia, Lo jangan nyolot dulu, bukan buat Gue tapi buat kylo, bisakah?" Cicit Radit pelan.
"Lo bilang apa, Gue nggak denger, Lo omong atau bicara." Umpat sea
"Itu nomer Mia, kylo yang minta buka Gue..."
"Yanga benar kylo yang Minta.", Pekik keras Sea membaut Radit sedikit menjauhkan ponselnya.
"Gue kasih tahu, tapi Lo harus jawab jujur pertanyaan Gue. Lo harus janji." Todong Mia tanpa pikir panjang Radit menyetujuinya.
Lo mau tanya apa, sebisa gue jawab."
"**** kenapa dia bisa tahu, Gue harus jawab apa, apa Gue bilang dulu ke kylo." Batin Radit.
"Heh hallo, hallo Lo dengar apa yang Gue omongin kan?", Tanya sea di seberang sana.
"Lo kok bisa tahu." Akhir Radit memberitahu tentang hal itu.
"Jadi bener, Lo nggak bohong kan." Sea memastikan.
"Iya Gue nggak bohong." Jawab Radit penuh keyakinan.
"Yeah, Habis ini Gue kasih nomernya " sorak sea mematikan panggil itu.
"Aneh.. "Guman Radit.
Radit mendapatkan notifikasi dari sea, dia membuka pesan itu, isinya pesan itu dari nomer ponsel sea hingga akun media Mia.
"Kylo sudah Gue kirim ke chat apa yang Lo mau, terus Sea kayaknya tahu Lo suka sama Mia."
"Thank, hah kok bisa Sea tahu?"
"Ternyata selama ini sea itu memperhatikan Lo ngasih perhatian lebih ke Mia, makanya dia bisa paham."
"Bukannya itu lebih baik, gue bisa minta tolong sea buat gue bisa Deket sama Mia."
"He'em, terserah Lo, kan Lo yang usaha hahahaha." Tawa Radit.
"Sialan Lo.." umpat Kylo.
__ADS_1
Kylo membuka pesan yang dikirim Radit, hatinya senang telah mendapatkan nomer Mia dan ada akun media sosial Mia.
Kylo segera mencari akun media sosial Mia, setelah mendapatkan dia menyeroll ke bawah. Kebanyakan foto ditampilkan bukan dirinya tapi karya fotonya, terdapat kata-kata bijak didalamnya. Media sosial Mia terkesan misterius seperti orangnya pikir Kylo.
Kylo pikir dia dapat melihat foto wajah manis itu tapi sampai bawah tidak ada fotonya sama sekali, ada foto dirinya itu cuma sebuah bayangan atau bagian tubuh yang lain.
Kylo segera memutuskan untuk menghubungi Mia menanyakan jama berapa besok dia akan datang ke studio.
" Selamat siang, Mia, ini kylo save nomer saya."bunyi pesan singkat itu.
Ting bunyi suara notifikasi dari ponsel kylo.
"Selamat siang juga, sudah saya save." Balas Mia.
"Maaf menganggu, kira-kira besok kamu datang ke studio jam berapa?"
"Saya besok studio anda setelah pulang kerja. Karena ada beberapa yang harus saya selesaikan."
"CK kenapa manggilnya mesti formal, padahal aku uda pakai kata kamu.", Gerutu Kylo menghela nafasnya.
"Baik saya tunggu besok di studio, selamat siang"akhir pesan teks kylo.
"Iya sampai besok."
"****, kaku banget sih gue kirim pesan ke dia, tapi kalau gue terlalu terus terang takutnya dia menjauh, nggak apa-apa Ky, Lo harus pastiin dia selalu nyaman di sekitar Lo " omelnya pada diri sendiri.
Mia meletakkan ponselnya di meja, Mia menfokuskan matanya menatap layar persegi yang ada di depannya.
tok tok tok suara ketukan pintu terdengar ditelinga Mia
"Masu..." orang yang disuruh Mia masuk sudah masuk tanpa mendengar interupsinya.
Mia melepaskan kaca matanya, melihat sahabatnya yang sudah duduk masih di depannya.
"ada apa Se.."
"Besok Lo jadi ke studionya kylo?" tanyanya antusias.
"Jadi..." jawab Mia cuek.
"Jam berapa Lo ke sana?
"Habis menyelesaikan beberapa bekerja, mungkin agak sorean. Gue udah konfirmasi ke Kylo."
"Apa!" teriak Sea mengagetkan Mia.
"Sea, biasa nggak pakai teringat, gendang telinga ku nanti pecah gimana?." ketus Mia
"hehe, sorry, kok bisa Lo hubungan sama kylo, dia kok tahu nomer Lo." Mia menatap sahabatnya dengan malas, karena mia tahu pasti sahabatnya ini yang memberikan nomernya ke Radit.
"CK, Se Lo nggak usah pura-pura nggak tahu deh, siapa lagi yang nyerahin nomer telpon aki ke mereka kalau bukan Lo." tuduh Mia
"Hah, Lo kok tahu sih.."pura-pura kaget.
"Kita udah berteman lama Se, jadi aku sudah tahu semua gelagat kamu."
"Lo enggak marah kan, bukan Gue yang nyerahin nomer Lo, kylo sendiri yang minta, benar." kedua tangan sea membentuk peace.
"Aku nggak marah, lain kali kamu bilang aku dulu."
"Siap Bu bos, kalau gitu Gue keluar dulu."
__ADS_1
"Sea, Sea, ada-ada aja," kata Mia melihat tingkah laku absurd sahabatnya.
bersambung.....