
Kylo menghubungi nomer sea perkalian tapi sea tidak menjawab panggilan nya, kylo bingung untuk menghubungi siapa, sampai nama Aiden terlintas dalam pikiran.
Kylo menghubungi Aiden, setalah ia mengatahui keberadaan Aiden dimana, ia segera mengambil kunci mobilny di dalam kamarnya, ia kan menemui Aiden untuk mencari tahu kisah yang belum ia ketahui tentang mia.
Kuda besi itu membawa kylo ke sebuah pusat perbelanjaan di salah satu mall terbesar ibukota, Aiden sendiri saat kylo menghubungi sedang berjalan-jalan dengan istri itu.
Mereka akan bertemu di restoran Jepang yang ada di lantai 3 mall tersebut. Aiden sudah menunggu di restoran jepang tersebut memilih tempat private yang tersedia.
Kylo sampai di parkir mall itu, ia mengenakan masker dan topi untuk mengelabuhi orang mengenalinya. Ia menaiki lift untuk sampai ke restoran itu.
Kylo memasuki ruangan yang sudah terdapat Aiden disana. Aiden mempersilahkan kylo duduk.
"Apa yang ingin Lo tahu sampai Lo mengganggu weekend gue?." Menyesap minuman yangs udah dipesannya.
"Ini soal Mia.."
"Memangnya kenapa, bukannya Mia sekarang bersama lo, terus kenapa lo menemui gue, apa ada sesuatu yang terjadi?." Aiden Mengangkat alisnya keatas.
Kylo menarik nafas berat sebelum memberi jawaban atas pertanyaan Aiden, ia memasang wajah yang serius.
"Gue bingung mau mulai dari mana tapi gue rasa ada sesuatu yang terjadi sama dia setalah dia bertemu seseorang yang tidak gue tahu, awalnya gue rasa hanya sebatas saling kenal tapi setelah itu wajah Mia berubah sendu."
"Siapa yang kamu maksud?" Tanya Aiden penasaran.
"Masalah gue nggak tahu orang, tapi stelah orang itu hadir Mia menjadi sedih, gue denger dia menangis, dan dia mengunci dirinya sendiri dikamar hotel, sebelum ia baik-baik saja."
Aiden berfikir keras, siapa orang yang ditemui Mia yang membuat Mia menjadi seperti itu.
"Tidak mungkin itu Malik, mereka sudah lama tidak bertemu atau jangan-jangan itu Malik."batin Aiden.
"Ada apa, ada seseorang yang Lo ingat yang bersangkutan dengan Mia."
"Gue masih belum yakin dengan apa yang gue pikirkan, ciri-ciri orang itu seperti apa, dia cowok atau cewek?"
"Mereka sepasang wanita dan pria, jika dilihat dari jauh mereka seperti sepasang kekasih. Untuk ciri-cirinya si cowok tingginya sekitar 170 an. Tampilan begitu rapi, kulitnya sawo matang, dan dia memiliki tai lalat dibelakang lehernya, kalau ceweknya gue nggak lihat begitu jelas." Kylo menjabarkannya.
"Selain itu nggak ada yang lebih spesifik, karena gue banyak punya teman modelan seperti ciri-ciri yang Lo sebut."
"Coba gue ingat-ingat." Kylo kembali mengingat-ingat struktur wajah pria yang tidak ia kenali itu.
"Kalau nggak salah matanya sipit dan dibawah matanya ada titik hitam, mungkin itu lalat atau apa gue nggak begitu jelas lihat. Lanjut kylo menerangkan.
"Jangan-jangan itu benar Malik." Batin Aiden
"Tanda hitam itu ada disebelah mana?" Tanya Aiden.
"Jika benar tanda itu ada disebelah kiri maka fix itu Malik." Aiden membatin.
__ADS_1
"Sebelah kiri." Jawab kylo, membuat Aiden terbelalak, tidak salah lagi pria yang ditemui Mia itu Malik tapi untuk apa Malik kesini dan bersama seorang wanita, apa mungkin ini yang membuat Mia shock. Sebab Aiden tahu kalau Mia belum bis sepenuhnya melupakan malik.
"Apa Lo tahu orang yang gue maksud?" Tanya kylo melihat wajah Aiden yang nampak lesu dan tahu siapa orang itu sebenarnya?.
"Dia Malik mantan tunangan Mia empat tahu yang lalu." Jawab Aiden menghela nafas.
"Malik..., Mantan tunangan Mia!?" Kata kylo tak percaya.
Jadi itu sebabnya Mia begitu terpukul tadi, mimik wajah Mia menggambarkan rasa yang dimiliki. Kylo menyandarkan tubuhnya ke kursi.
"Iya, dia mantan tunangan Mia, kekasih Mia yang pertama, bukannya Lo tahu Mia punya mantan pacar sebelum."
",Iya gue tahu, tapi gue nggak tahu orang seperti apa dan gue tahu tidak sedetail lo yang notabene sudah mengenal Mia sejak lama."
"Gue kira Lo udah tahu semua, karena setahu gue Lo menyewa informan buat nyari info tentang Mia."
"Gue memang nyari tapi nggak sampai intinya, gue masih menghargai privasi nya."
"Bagus kalau Lo berfikir tersbut, sebab mia tipe orang yang nggak suka privasinya terusik."
"Pasti ada sesuatu yang ingin Lo ketahui lebih dalam kan." Kata Aiden melihat ekspresi kylo yang tidak puas akan info yang ia sampaikan.
"Kalau Lo mau tanya silakan, gue bakal kasih tahu tapi sebatas gue tahu."
"Kenapa mereka putus?" Ujar kylo to the points.
Flashback
Ketika Aiden mengetahui bagaimana Mia terpuruk akan kandasnya hubungan Mia dengan Malik membuat Aiden begitu Amarah. Apa lagi Mia mendengar Mia diperlakukan tidak menyenangkan.
Hati siapa yang tidak mendidih melihat orang yang kita sayangi disakiti.
Aiden mencoba memanggil malik tidak diangkat, ingin rasanya ia menonjok malik karena tidak bertanggung jawab.
Sampai suatu saat Aiden mendatangi Malik ditempat kerja disebuah mall besar yang ada di kota asalnya.
Aiden berjalan mencari keberadaan Malik, ia menanyakan ke pegawai mall dimana Malik berada, hingga ia melihatnya Malik berdiri disebuah toko dilantai 3.
Aiden merangsak ke arah kylo dan tiba-tiba ia meninju kylo dengan keras di pipi kanannya.
Bug... Bug... "Ban jingan Lo, breng sek Lo.." umpat Aiden memukuli Malik yang tidak sudah tidak berdaya.
Orang-orang yang melihat itu segera melerai Aiden dan malik.
Malik terduduk dilantai dengan menyekat sudut bibirnya yang berdarah, ia bisa melihat kemarahan di mata Aiden. Saat Aiden akan dibawa ke pos satpam Malik mencegahnya, ia mengatakan ada urusan yang belum selesai d ajnia yang salah, makanya wajar Aiden main hakim.
Disini lah mereka duduk di Ruangan Aiden, Malik menundukkan kepalanya merasa bersalah. Aiden sendiri menatap tajam Malik.
__ADS_1
"Maksud Lo apa mutusin pertunangan begitu saja, saat pernikahan kalian sebentar lagi akan digelar." Bentak Aiden.
"Maaf bang... Maaf bang... Ini yang terbaik untuk aku dan Mia."jawab Malik lesu.
"Gue percaya sama Lo dapat membahagiakan Mia, jika gue tahu endingnya seperti ini, pasti Mia sudah gue rebut sejak dulu, atau Lo selingkuh dari Mia." Tuduh Aiden
"Aku nggak pernah menduakan Mia bang, aku sayang sama dia bang, Abang tahu sendiri perasaan kami seperti apa, tidak pernah terlintas dalam benakku untuk menduakan Mia." Jelas Malik
Aiden menatap wajah Malik dengan serius, ia mencoba meredamkan egonya.
"Ngomong sama gue, alasan sesungguhnya Lo mutusin ini semua, tidak mungkin Lo tiba-tiba mutusin sesuatu jika tidak didasari oleh sesuatu hal. Gue tahu Lo seperti apa?."
"Bang aku, aku... Sebenarnya aku.." ucap Malik terbata-bata. Bingung memutuskan untuk berterus terang atau tidak.
"Gue janji tidak akan membocorkan alasan Lo seperti apa ke Mia, gue janji sebagai laki-laki. Jadi katakan yang sebenarnya." Sahut Aiden penuh keyakinan.
Malik menarik nafas dalam-dalam, ia mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi.
"Sebenarnya ego aku bang, aku merasa aku tidak sebanding dengan Mia, bang tahu sendiri apa yang di impikan oleh Mia dan aku takut suatu saat aku tidak bisa atau menyuruh ia melepaskan impian dianya, aku tidak ingin menghalangi harapan dan impian." Lirih Malik akhir membuka alasan memutuskan pertunangan mereka.
"Gue rasa buka hanya itu saja, kalian sudah bersama sekian tahun dan mengerti sifat satu sama lain tapi ini hanya sebuah masalah yang sepele Malik dan kalian bisa merundingkan satu sama lain tanpa harus memutuskan sebuah hubungan yang selama ini kalian jaga." tutur Aiden tercengang.
"Mungkin bagi Abang itu mudah, tapi bagiku sulit bang, Abang sudah memiliki semua yang Abang perlu dari kecil sedang aku harus merintis semua dari awal. masih banyak kekurangan ku bang dan itu bisa menghambat kelangsungan hidup Mia, itu yang membuat aku menyerah dari aku harus menghancurkan semuanya dikemudian hari."
"Tapi tidak cara seperti ini, jika lo mau Lo bisa bekerja lebih keras Malik, asal lo tahu tidak semua apa yang Gue dapatkan dengan percuma, Gue juga harus bekerja keras untuk mendapatkan apa yang gue mau, Lo jangan putus asa. kalau Lo Seperti ini berarti Lo egois untuk diri Lo sendiri, Lo patut bahagiain diri Lo sendiri." nasehat Aiden.
"mudah bagi Abang tapi sulit bagi ku bang, Mia wanita yang baik dan tulus yang pernah aku kenal, jika dia terkungkung dengan ku yang rendah seperti ini tidak akan membuat dia berkembang, jika dia masuk kedalam keluargaku akan banyak bertentangan yang akan menyakiti dirinya karena aku tidak bisa membelanya, aku tahu bahwa aku pria yang pengecut bang, tapi aku tidak mau menutup bakat yang ia punya" terang Malik dengan sendu. Aiden mendengar keluh kesah yang Malik utarakan
"lihat bang kondisi aku, aku dan Mia sudah berbeda jauh, ia ada di atas sana dan aku masih stuck disini." lirih Malik meratapi nasibnya.
"Tapi Lik Mia bukan orang yang akan berubah, dia selalu menghargai apa yang Lo dapat, dan dia tidak akan memperdulikan perkataan orang lain tentang Lo, gue yakin itu."
"Aku tahu bang, tapi di sini aku yang tidak bisa, mungkin 1 atau 2 tahun berjalan saat aku menjalani rumah tangga akan baik-baik saja tapi untuk seterusnya mungkin egoku akan tersentil, dan itu yang aku takutkan, aku takut aku akan berbuat diatas kesabaran ku dan melukai hatinya. jadi daripada aku melukai di masa depan lebih baik dia terluka dimasa sekarang." jawab Malik dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Hah, Gue bingung mau berbuat apa, gue tahu apa yang menjadi delima Lo, jika seorang wanita yang memiliki karier lebih tinggi dari pria gue ngerti perasaan Lo, tapi sayang gue milih terbuka dan cuek dalam menanggapi sesuai, gue paham bahwa keluarga Lo masih menganut aturan patriarki. gue paham itu. tapi kalau menurut Lo ini yang terbaik gue nggak bisa berbuat apa-apa."
"Aku tahu bang Aiden pasti paham dengan apa yang aku rasakan, terimakasih bang, tapi aku mohon jangan pernah bocorkan alasan ini terutama Mia, biarkan mereka membenciku bang, karena aku layak di benci." lirih nya
"Jujur sama gue Lo masih sayang kan sama Mia, dan Lo tahu Mia tidak akan mudah membencimu."
"Memang aku masih sayang, sayang banget sama dia, dan biar aku yang merasakan itu semua, bukanya cinta tak harus memiliki " ucap Malik menatap nanar.
"Filosofi sederhana tapi penuh makna." balas Aiden
flashback end
bersambung....
__ADS_1