
Pagi hari ini kolom berita membahas tentang bagaimana megahnya pesta pernikahan keluarga Radjasa, selain itu tanpa foto seorang wanita yang menyentuh lengan kylo di gadang-gadang sebagai kekasih kylo.
Tanpa jelas wajah Siska dan kylo menghiasi berita itu dari salah satu akun Gosip yang beredar di media sosial. Banyak pujian dan cibiran netizen mengomentari wanita yang ada didalam foto itu.
Ada yang beranggapan bahwa Siska bukan sosok wanita yang di beritakan sebelumnya, ada juga yang mempercayai dengan membawa argumen bahwa wanita yang foto sebelumnya adalah orang yang sama.
Sedangkan untuk penggemar berat kylo tidak mengakui gosip beredar itu sebelum ada klarifikasi dari pihak kylo sendiri, mereka meminta untuk netizen lainnya tidak menggiring opini yang tidak berdasar.
Kylo yang melihat Gosip beredar hanya bisa mengamatinya, nanti ia akan memberi klarifikasi kepada Mia untuk tidak memperdulikan gosip tersebut. Dari sini kylo tahu rencana yang sedang Siska jalani.
Radit memberi laporan bahwa minuman yang kylo buang tadi malam telah tercampur obat perangsang, untuk saja kylo tidak meminumnya, jika saja itu terjadi bisa saja ia akan terperangkap oleh rencana Siska.
Kylo menugaskan Radit untuk memperketat pengawasan untuk Siska dan penjagaan untuk Mia yang ia lakukan dari jauh.
Dari semalam kylo mencoba menghubungi Mia tapi sampai sekarang tidak ada jawaban. Ada banyak yang ingin kylo bicarakan dengan Mia tapi untuk hari ini kylo tidak bisa menemuinya dikarenakan kesibukan untuk mengurus perusahaannya.
Tidak hanya kylo yang di Landa oleh kegelisahan, Mia sendiri juga merasakan hal yang sama. Apalagi tadi malam ia melihat siska yang bergelayutan manja di lengan kylo. Apakah mungkin kylo sudah menyerah untuk mendapatkannya?, Ada sedikit keraguan di dalam hati Mia untuk menerima Kylo.
Apalagi dengan gosip yang beredar hari ini membuat Mia semakin dilanda kebingungan untuk melanjutkan hubungan mereka atau melepaskan kylo.
Mia berusaha mengenyahkan keraguan yang ada didalam hatinya, meskipun tidak seratus persen. Mia menghidupkan ponselnya, banyak pesan dan telpon dari kylo. Ia membaca satu persatu pesan kylo yang menjelaskan bahwa tidak ada terjadi sesuatu antara ia dan Siska, hati Mia sedikit lega membawa pesan itu. Tidak ada niat Mia untuk membalas pesan dari kylo, ia hanya ingin menenangkan diri dan berkonsentrasi bekerja, jika ia menghubungi kylo sekarang takutnya akan menganggu konsentrasinya dalam bekerja.
Setelah berita tentang kylo dan Siska tersebar, Siska yang berada di kantor menjadi semena-mena, ia menyombongkan diri bahwa berita yang ditulis itu benar, bahwa dia akan masuk ke dalam keluarga Radjasa.
Sebagian karyawan mengkonfrontasi kebenaran berita itu langsung kepada Siska.
"Sis, berita yang beredar beneran Lo?" Tanya salah satu mereka yang masih tidak percaya.
"Bukannya berita itu sudah jelas." Jawab Siska angkuh.
"Tapi gue nggak percaya, mana mungkin Lo bisa dekat sama keluarga Radjasa." Sindir salah satu dari mereka yang mengerubungi Siska.
"Gue punya bukti, kalau gue itu dekat banget sama mama kylo." Ucap Siska menunjuk foto dirinya dengan mama radjasa.
"Kalian percayakan, gue nggak mungkin bohong." Lanjut Siska sinis.
"Iya bener, ini foto aslinya." Salah satu mereka membenarkan.
"Tapi gue masih belum bisa percaya, jangan-jangan ini hanya akal-akalan Lo saja, gue kan tahu Lo Kayak apa?" Jawab salah satu dari mereka yang meremehkan Siska, membuat Siska naik pitam.
"Maksud Lo apa, kalau Lo iri bilang aja, jangan suka fitnah orang deh." Bentak Siska tidak terima.
"Lo Lo itu pada levelnya di bahwa gue." Tunjuk Siska satu persatu. "Heran deh gue sama kalian, memangnya kalian kenal gue, enggak kan , jadi jangan sok Lo tahu Gue, bukti sudah jelas kalau gue adalah calon menantu mereka." Jawab lantang Siska yang tidak sengaja didengar oleh sea yang sedang lewat.
"Beneran mereka sudah menerima Lo, atau jangan-jangan Lo yang halu." Celetuk sea memandang Siska remeh. Seketika orang yang mengerubungi Siska menoleh ke arah sea.
Sea melipat tangannya di dada memandang Siska dengan tatapan mengejek.
"Maksud Lo apa?" Jawab Siska menyolot tak terima.
"Gue bilang jangan terlalu halu entar kalau nggak jadi Lo bisa gila." Olok Sea.
"Lo dasar.." desis Siska menahan emosinya agar tidak timbul gosip jelek tentangnya.
"Lo mau apa? Ngatai gue silakan saja." Tantang sea tidak takut.
"Awas saja se.. gue bakal aduin Lo sama mama kylo, karena Lo sudah merendah harga diri calon mantu mereka." Dusta Siska.
"Emang Lo dianggap calon mantu sama mereka, Lo cuma Deket gitu saja udah bangga, semua orang juga bisa dekat sama keluarga mereka, buktinya gue juga bisa Deket sama keluarga mereka, Siska gue beri tahu Lo jangan ngaku-ngaku deh, bukti mereka tidak bilang kan ke publik bahwa Lo calon menantu mereka. Kalau jadi orang itu yang sadar diri, tidak mungkin kelaurga mereka mempunyai calon mantu seperti Lo, jelas mereka akan menyelidiki latar belakang kehidupan calon mantu mereka."cemooh sea kepada Siska.
"Lo pikir gue bukan wanita baik-baik gitu." Nyolot Siska. Membuat orang-orang yang kumpul di sana saling kasak kusuk.
"Oops bukan benar Lo kayak gitu, barusan Lo ngaku kan.." ejek sea tersenyum puas.
"Gue bisa buktiin kalau gue adalah calon menantu mereka, Lo tunggu saja undang dari gue." Sahut Siska.
"Gue pasti dengan senang hati menunggu, sampai kiamat pun gue jabani." Ejek sea mempermalukan Siska dihadapan semua orang.
"Awas Lo Sea." Umpat Siska menahan malu pergi meninggalkan sea yang tersenyum puas.
"Siap-siap mental Lo, takutnya enggak jadi kenyataan hahaha." Teriak sea terbahak-bahak puas yang masih didengar oleh Siska.
"Udah sana-sana kalian kembali kerja, daripada kalian ngurusin orang yang sedang halu nggak jelas, jangan sering percaya sama berita yang belum jelas fakta dan bukti." Nasehat sea kepada orang-orang yang berkumpul tadi.
Siska masuk ke dalam ruang properti ia begitu kesal dengan apa yang sea katakan? Emosi Siska tidak terbendung membuat ia melempar benda-benda Yang ada diruang itu.
"Dasar sea Si*kan." Umpat Siska membanting barang yang ada di depan. Siska mengingat ucapan sea tadi.
__ADS_1
Siska mengigit jari kukunya. Ada sedikit kegelisahan di dalam dirinya, bagaimana kalau sampai keluarga menyelidiki dirinya sendiri, apalagi ia masih belum bisa mendekati kylo sedikit pun,
"Gue harus bagaimana jangan sampai Tante Radjasa tahu semua tentang kehidupan gue.." gumam Siska menarik rambutnya.
"Bagaimana pun gue harus masuk ke dalam keluarga mereka,. Gue harus terus menghasut Tante Radjasa, iya itu yang gue butuhkan sekarang, gue harus mendapatkan kepercayaan Tante radjasa." Monolog Siska pada dirinya sendiri.
"Tenang Siska Lo pasti bisa, Lo harus tenang, Lo nggak akan gagal, Lo udah sejauh ini, Lo harus memikirkan strategi baru untuk menjerat Kylo." Gumam Siska mondar-mandir di ruang itu.
"Siska.." bentak seseorang yang baru masuk ke dalam ruang penyimpanan properti.
"Apaan sih Lo, Lo nggak usah bentak gue bisa nggak sih." Bentak Siska tak Mia kalah.
"Lo yang apa-apaan? Kenapa ruangan ini menjadi berantakan seperti ini?" Tanya ketua tim properti tim 1.
"Ealah, gue kira apa?, Kan bisa di bereskan, nggak usah teriak kayak gitu ke gue " sahut Siska tidak mempunyai rasa bersalah.
"Lo benar-benar sudah keterlaluan. Lo tau sendiri ini barang properti yang akan di pakai besok, bagaimana bisa Lo bisa setengah ini." Bentak sang ketua properti marah.
"Kan bisa dicari lagi, Lo tinggal telpon dan pesan barang terus barang datang kan beres nggak usah ribet kali." Sahut Siska meninggalkan ruangan tersebut tanpa rasa bersalah.
Perbuatan siska tidak bisa lagi ditolerir oleh ketua properti tim 1, Siska sudah keterlaluan, apalagi properti yang dirusak itu harus ia pesan jauh-jauh hari, bagaimana bisa Siska melepas tanggung jawabnya begitu saja. Keributan yang terjadi antara ketua tim properti dan Siska itu sampai ke telinga jetro sebagai kepala tim 1 yang tidak jauh dari ruangan properti.
Jetro segera menuju ruangan properti melihat kekacauan yang telah Siska lakukan, betapa Jetro geram melihat barang-barang yang akan dipakai besok berantakan tak berbentuk. Jetro mengepalkan tangan, baginya perbuatan siska tidak bisa ditolerir lagi. Jetro segera menghubungi pihak HRD untuk meminta surat pemecatan tidak terhormat untuk Siska, serta ia meminta pihak HRD memasuk nama Siska didaftar hitam karyawan sehingga jika ia ingin memasukkan lowongan pekerjaan di perusahaan manapun tidak akan diterima.
Selain itu jetro juga melaporkan kejadian ini kepada Aiden selaku pemilik dan CEO perusahaan. Aiden yang mendengar laporan itu juga dibuat geram oleh perbuatan Siska. Aiden meminta asisten untuk memanggil Siska ke ruangannya yang di dalam sudah ada jetro yang menunggu Siska juga.
Paul sebagai asisten Aiden pun melaksanakan tugasnya yang diberikan oleh Aiden, Paul pun menulis sebuah pesan yang akan terkirim otomatis kepada seluruh karyawan perusahan tentang Siska, dan ada satu hal yang jelas Pong dihindari oleh karyawan selama ini, sebuah pengumuman yang akan disampaikan langsung oleh Paul melalui ruang broadcast yang akan didengar oleh seluruh karyawan perusahaan.
Jika sampai itu terjadi maka tamat riwayat mereka, jika nama mereka disebut maka detik itu juga orang yang disebut itu akan dipecat secara tidak terhormat dan akan masuk daftar hitam yang menyebabkan mereka tidak bisa memberikan lowongan kepada perusahaan lainnya, bisa dibilang tamat riwayat mereka.
Dari perusahaan ini berdiri baru 2 kali Paul menyiarkannya, dan ini yang ke dua kalinya. Penyiar ini ditunjukkan kepada karyawan yang benar-benar sudah melanggar keras aturan yang perusahaan berikan tindakan mereka sudah tidak bisa ditolerir lagi, contohnya kasus korupsi yang dulu pernah dilakukan oleh salah satu karyawan yang menggelapkan uang perusahaan.
"Gila Siska berbuat apa lagi?, Jangan-jangan dia ketahui menggelapkan uang perusahaan." Celetuk salah satu karyawan yang mendengar pengumuman.
"Hus Lo jangan bilang gitu, nanti kalau Siska tahu Lo bisa di bully sama dia, yang penting kita kerja dengan baik."
"Iya benar juga, lebih baik kita lanjut kerja."
Semau karyawan perusahaan mulai kasak kusuk tentang Siska, sedang Siska sudah diamankan oleh petugas keamanan, petugas keamanan membawa Siska ke ruangan Aiden. Siska tidak terima diperlakukan seperti ini, saat ia masuk ke dalam ruangan ia langsung protes tak terima.
Jetro yang tersulut emosi ingin sekali menampar Siska tapi ditahan oleh Aiden.
"Kamu sudah dengar pengumuman tadi, jadi saya harap kamu segera membereskan barang-barang kamu."
"Gue nggak terima, masak gara-gara gue cuma merusak sedikit barang, Abang sudah menvonis gue kayak tersangka." Protes Siska.
"Apa Lo bilang sedikit...", Bentak Jetro.
"Jetro.."sahut Aiden, "biar gue yang bicara." Lanjut aiden.
"Kamu duduk dulu Siska.." perintah aiden, Siska pun duduk dengan perasaan yang begitu dongkol.
Aiden melempar sebuah berkas ke hadapan siska. "Baca itu dengan seksama." Perintah Aiden.
"Apaan sih bang." Kata Siska ogah-ogahan mengambil berkas di atas meja itu. Matanya terbelalak ketika membaca berkas itu
"Ini... Ini.. semua ini..nggak benar." Ucap Siska gagap, Siska tidak percaya jika Aiden menemukan bukti kebusukannya selama ini, ia yakin betul bahwa ia bermain aman.
Jetro yang penasaran merebut berkas itu ditangan Siska yang masih shock. Jetro membaca dengan seksama apa Isi bacaan di dalam berkas itu.
"Wah, gila Lo, gue nggak nyangka gue nyimpen uler ditim gue." Kata Siska menyorot tajam Siska, dimana berkas itu bukti penggelapan uang perusahaan yang selama ini Siska lakukan.
"Bang semua ini tidak benar, bukan gue yang melakukan." Elak Siska.
"Ck..CK..CK.. udah Lo ngaku aja, gue nggak salah buat ambil keputusan memecat Lo dan mem-blacklist Lo." Sahut Jetro memandang Siska.
"Jadi Lo, br*ng**k Lo Jetro. Kurang ajar, bisa-bisa Lo nusuk gue dari belakang. Kalau bukan karena gue tim 1 nggak jadi seperti ini." Geram Siska mengepalkan tangannya.
"Bukan gue tapi Lo sendiri, dan jangan bawa-bawa tim 1 Lo nggak ada apa-apanya buat tim 1 menjadi seperti ini." Umpat Jetro dengan senyum mengejek.
"Lo..." Tunjuk Siska kepada jetro geram.
"CUKUP..!" Ucap Aiden tegas. "Langsung ke intinya, Siska kamu dipecat dari perusahaan ini, dan kamu tidak berhak mendapatkan pesangon sedikit pun, karena sebagai pengganti uang yang kamu gelapkan, Selain itu kamu dalam pengawasan Perusahaan, setiap bulan kamu harus membayar semua ganti rugi uang perusahaan yang sudah kamu pakai. Jika sampai kamu lari dari tanggung jawab maka saya tidak segan-segan melaporkan mu ke pihak berwajib." Jelas Aiden.
"Tidak bisa gitu bang, harusnya dia masuk penjara bukan bebas begitu saja." Sahut Jetro tidak terima.
"Gue tahu Jetro." Kata Aiden menenangkan Aiden yang tersulut emosi. "Dan kepada kami Siska kali ini saya kasih kesempatan untuk kamu memperbaiki perbuatan mu tapi jika kamu melanggar atau kabur, tidak ada itikad baik maka wajah kamu akan terpampang nyata di Kalayak publik." Ancam Aiden. Siska hanya bisa mendengus kesal, semua yang terjadi hari ini adalah salah Mia. Apapun terjadi semua karena Mia, Siska tetap saja tidak mengintrospeksi diri.
__ADS_1
"Kalau begitu silakan kamu akan kaki dari sini." Unsur Aiden pada Siska, Siska yang diperlakukan seperti ini tentu tidak terima tapi ia tetap diam menerima ini semua.
"Awas kalian gue bakal balas dendam, Gue bakal menghancurkan Lo semua terutama Mia." Monolog siska dalam hati ia mengepalkan tangannya pergi meninggalkan ruangan Aiden.
"Bang Lo nggak bisa gitu, nanti kalau dia kabur bagaimana?" Tanya jetro khawatir.
"Tenang aja dia nggak bakal bisa kabur, dan dia bakal menuruti apa yang gue minta, Lo tahu sendiri ambisi Siska seperti apa?, Ia tidak akan pernah berhenti jika belum mendapatkan sesuatu yang dia incar."
"Gue tahu itu tapi bisa saja dia sembunyi dan Lo tahu sendiri dia punya koneksi yang akan membuat dia terbebas dari perbuatannya, dia kan anaknya licik banget bang."
"Gue tahu itu jet, Lo tenang aja, gue sudah berkerjasama dengan orang lain buat ngawasin Siska, dan kali ini dia nggak bakal lolos, mau di back up seperti apa?" Jawab Aiden yakin.
"Maksud Lo bang? Kenapa Lo seyakin itu?"
"Lo tahu Siska target Siska siapa? Di jawab gelengan oleh Jetro. "Kylo Radjasa.." cetus Aiden.
"Gila itu anak.."geleng-geleng kepala tak percaya.
"Dan Siska sedang mendekati mamanya kylo, tapi yang Siska belum tahu, kelaurga Radjasa tidak mudah menerima orang masuk kedalam keluarga mereka, meski mereka dekat, dan Lo tahu, kylo sudah menyelidiki semua seluk beluk Siska." Jelas Aiden menyandarkan tubuhnya ke sofa.
"Jadi ini yang membuat Lo tenang-tenang saja." Kekeh Jetro.
"yupz, sekali mendayung dua pulau terlampaui, kita hanya mengikuti permainan Siska, kita jadikan Siska diatas awan baru nanti kita menghempaskan, gue juga sudah muak dengan segala tingkah lakunya."
"Gila... Gila... Gila Lo bang, gue salut sama Lo.."
"Tapi gue harap jangan sampai rencana ini bocor kemana-mana termasuk anak-anak yang lain, biar terkesan natural."
"Sip bang gue pasti jaga rahasia ini."
Siska berjalan keluar ruangan dengan hati yang dongkol, banyak mata yang menatapnya sinis, ada juga kelegaan diantar mereka, yang mengharapkan Siska keluar perusahaan.
"Apa Lo lihat-lihat.." bentak Siska kepada setiap karyawan yang berpapasan dengannya.
Siska tidak berjalan menuju ruangannya untuk membereskan barang-barangnya tapi ia berjalan menuju ruangan Mia.
Brak... Bunyi keras pintu yang terbuka. Sontak mengagetkan orang yang ada di ruangan tersebut.
"Apaan-apaan kamu buka pintu sekeras itu." Sarkas Mia.
"Semua gara-gara Lo, coba aja Lo nggak masuk dalam kehidupan gue." Bentak Siska menghampiri Mia yang sedang duduk di kursinya.
Siska mencoba menyerang Mia tapi untuk saja dengan reflek Mia menghindar. Tapi tak membuat Siska untuk berhenti menyerang. Siska coba meriah tubuh Mia tapi untuk ada anak buah Mia yang masuk ke dalam ruangan dan menahan Siska.
Sea yang melihat kekacauan itu segera menghampiri sahabatnya.
"Lo nggak apa-apa kan?" Tanya sea memeriksa kondisi Mia.
"Tenang aja gue nggak apa-apa."
"Lo apa-apaan nyerang sahabat gue." Sentak sea menatap tajam Siska.
"Gara-gara tuh j*l*ng hidup Gue berantakan.." teriak Siska memberontak ingin melepaskan diri.
"Seharusnya Lo yang ngaca j*l*Ng, Apa perlu gue Carikan kaca buat Lo ngaca." Geram sea
Sea mendekati Siska ia membisikkan sesuatu kepada Siska sontak membuat Siska terbelalak.
"Bagaimana kalau mamanya kylo tahu peristiwa hari ini, Lo yakin bakal diterima mereka atau malah Lo dibuang layaknya sampah." Bisik sea penuh ejekan.
"Br*Ng**k.." desis Siska mencoba mengontrol emosinya. "Lepasin gue." Siska meronta-ronta.
"Lepasin dia.." sahut Siska.
"Tapi kak nanti.."
"Kalian tenang saja." ucap sea memotong pembicaraan.
dia nggak bakal nyerang.." sea tersenyum sinis. Kedua pegawai laki-laki yang memegang Siska, kemudian melepaskannya atas perintah Sea. Tapi mereka tetap berdiri di belakang Siska, takutnya Siska akan menyerang lagi.
"Lo boleh Menang hari ini, apa gue pastikan itu tidak bertahan lama." Ancam Siska meninggalkan ruangan Mia.
Mia yang menyaksikan peristiwa tadi hanya bisa memijat keningnya yang tak terasa pusing.
"Apa yang akan terjadi selanjutnya.." gumam Mia.
bersambung....
__ADS_1