Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 37


__ADS_3

Kylo melajukan mobilnya kembali ke hotel, sekarang ia tahu apa yang membuat Mia bersedih begitu dalam.


Andai ia tahu apa yang sebenarnya terjadi, mungkin waktu itu kylo dapat mendatangi Mia agar ia tidak sendirian menghadapi mantan tunangannya itu tapi masih sudah menjadi bubu, kejadian itu sudah terjadi. Sekarang yang harus kylo lakukan adalah menghibur Mia agar ia tidak terpuruk semakin dalam.


Kylo paham apa yang dirasakan oleh Malik, jika prestasi seorang laki-laki jauh lebih rendah dari sang wanita, kylo paham itu, sebab laki-laki memiliki ego dan harga diri yang tinggi untuk tetap diatas wanita, tapi tidak semua bisa dipandang seperti itu ada kalanya kita harus menghargai pasangan kita, apapun yang diperoleh pasangan kita.


Bagi kylo apa yang dilakukan oleh Malik adalah seorang pengecut atau pecundang, kata pepatah menyerah sebelum berperang, tapi berkat Malik mundur secara tidak langsung kylo dapat kesempatan memiliki Mia. Kylo bersyukur atas itu, meski akan ada hati yang tersakiti.


Kylo sampai di parkiran hotel, ia ingin segera menemui Mia.


"Semoga Mia baik-baik saja." Pikir kylo data ia berjalan menuju lift.


Kylo melihat sea yang mengigit jarinya berjalan mondar-mandir dengan wajah yang cemas, seperti ada sesuatu yang terjadi. Kylo menghampirinya.


"Sea ada apa?, Kenapa kamu ada disini?"


"Untung Lo datang," kylo dapat melihat raut kelegaan dari wajah sea.


"Ky Mia sama Lo kan tadi gue telpon sama mengetuk kamarnya enggak ada, apalagi Lo juga nggak ada dikamar Lo. Kalian pergi kemana aja sih, gue khawatir. Apalagi telpon kalian berdua nggak aktif."


Kylo mengecek ponselnya, ternyata ponselnya mati, mungkin habis gaya pikir kylo.


"Sorry hp gue lowbat, tunggu maksud Lo Mia sama gue, bukannya ia ada di kamarnya setahu aku dia ada disana." Jelas kylo merasa tidak beres,


"Ky, Lo kemana aja?" Tanya Radit dengan mengatur nafasnya setelah mencari kylo hampir penjuru hotel.


"Gue keluar, ada urusan penting diluar.'


"Terus kalau Mia enggak sama Lo berarti dia sama siapa dong? Celetuk Sea cemas, sea berjalan mondar-mandir.


"Sea Lo bener udah cek kamar Mia" sahut Kylo mulai cemas.


"Sudah Ky, gue gedor berkali-kali tapi nggak ada jawaban, aduh dia kemana sih, tiba-tiba ngulang gitu aja" omel sea menjambak rambutnya.


"Dit coba Lo tanya resepsionis, apakah kamar 203 kuncinya sudah dikembalikan." Perintah kylo, Radit pun berlari ke meja resepsionis untuk menanyakan apa yang diperintah kylo.


"Kemana anak itu, Mia nggak pernah seperti ini, sejak kejadian itu."


"Apa maksud lo dengan kejadian itu.." sahut Kylo.


"Kejadian saat Mia putus dengan tunangannya, tapi kenapa dengan dia sekarang toh sekarang Mia nggak kan ketemu sama mantan, nggak mungkinkan mereka bertemu. Malik kan udah menghilang 4 tahun ini sampai segalanya Malik blokir." Omel Sea tanpa memperhatikan wajah kylo yang berubah menjadi sendu.


"Mereka sudah bertemu." Batin kylo seakan menjawab pertanyaan sea yang dilontarkannya


"Ky Lo denger gue kan " ucap sea menyentak kan kylo dari lamunan. Kylo menjawab dengan anggukan.

__ADS_1


"Kalau sampai gue ketemu Malik, gue bikin bonyok tuh orang, gemes gue mau pukul." Sea meremas tangan gemas.


Mata sea dan kylo fokus ke Radit yang datang ke arah mereka.


"Dimana Dit? Tanya sea.


"Kata resepsionisnya udah cek out 30 menit yang lalu." Jawab Radit.


"****.." umpat kylo, ia memejamkan matanya "harusnya gue nggak ninggalin dia, harus gue ada disamping dia." Monolog kylo memijat pelipisnya.


"Terus anaknya kemana dong., Apa kita periksa cctv hotel, gue takut dia diculik.." kata sea sampai matanya terbelalak dengan apa yang dilihatnya.


"Malik, bukannya itu Malik" tunjuk sea kepada seseorang yang memasuki lobi hotel, kylo dan Radit pun menoleh kearah sea tunjuk.


"Jangan-jangan Mia tahu Malik ada disini atau mereka tidak sengaja bertemu, **** kenapa dia harus muncul disaat seperti ini sih." Umpat Mia kesal.


"Jadi dia yang bernama Malik" batin kylo mengamati Malik dengan seksama.


"Gue harus nemuin dia,"


"Eh Lo mau kemana? Radit menahan sea yang akan menyerang seseorang yang tidak ia kenal.


"Gue mau hajar itu orang pasti Mia pergi gara-gara dia." Geram sea.


"Pasti gara-gara dia Mia menghilang...."


"Iya itu benar.." sahut kylo datar.


"Hah Lo kok bisa tahu Ky.."


"Tadi pagi Mia tidak sengaja berpapasan dengan dia, gw pikir hanya sebatas kenalan Mia, selanjutnya Mia mengurung di kamar, gue pikir Mia butuh waktu sendiri, makanya aku tinggal." Lirih kylo menyesali meninggalkan Mia sendirian.


"Mungkin Mia Sekarang udah pulang ke apartemennya." Celetuk Radit.


"Mia nggak ada disana, gue udah telpon penjaga disana, dan mereka bilang Mia belum masuk apartemen." Jawab sea tertunduk lesu, otaknya kosong seketika.


"Biasanya kalau orang sedang kalau begitu mereka selalu punya tempat tersendiri, semacam tempat rahasia, Lo tahu se.." saran Radit membuat kylo menatap intens ke Sea.


"Setahu ku pas dia patah hati dia selalu berkunjung ke villa perusahaan yang ada di puncak, apa mungkin dia ke sana?" Sea menggosok dagunya.


"Bisa jadi Mia kesana, Lo tahu alamatnya kan, kirim alamatnya ke ponsel gue." Ucap kylo tak sabaran ingin menyusul Mia.


"Lo mau kemana ku, jangan bilang Lo aku nyusul Mia." Sahut Radit.


"Iya gue harus kesana segera, sea tolong kirim alamatnya ke gue sekarang, kalau data info jangan lupa hubungi gue." Jawab kylo berlari keluar lobi.

__ADS_1


Kylo mengingat sesuatu tentang tempat rahasia itu sebab Mia pernah bercerita tentang tempat itu, dan kylo yakin Mia ada disana.


Flashback...


Kylo menemani Mia yang sedang mengambil potret di pinggir kota setelah ia menyelesaikan pemotretan di perbukitan.


"Aku baru tahu tempat seperti ini." Ucap kylo mengamati pemandangan yang ada di depannya, sebuah taman bunga yang cantik terletak disebelah perbukitan kylo berfoto tadi.


"Benarkah, masak kamu tidak pernah datang ketempat seperti ini."


"Kalau taman bunga aku pernah melihat seperti ini, apalagi untuk tata kota ibukota negera kita kan jarak banget buat taman atau hutan kecil buat seperti ini. Rasanya aneh aja, karena setiap aku pulang ke sini yang ku lihat cuma gedung pencakar langit saja." Jelas kylo


"Memang kamu pernah melihat seperti ini dimana? Tanya Mia yang sedang memotret pemandangan didepannya.


"Di Eropa atau Amerika aku sering menikmati waktu di taman seperti ini, kalau disini pasti aku akan ke puncak, disana Grandma ku membuat taman dari berbagai bunga, kamu betah saat disana."


"Aku akan menantikan itu." Celetuk Mia tersenyum kepada kylo.


Kylo dan Mia duduk di bangku yang terletak diantara bunga mawar.


"Apa kamu begitu suka dengan bunga?"


"Bisa dibilang suka tapi sebenarnya aku hanya penikmat pemandangan saja, rasanya nyaman dan hangat di dalam sini." Mia menunjukkan dadanya.


"Apakah setiap kamu sedih kamu akan datang kesini? Tanya kylo membantu Mia menata rambut yang tertiup angin.


" Emm, tidak juga.. tempat bukan disini tapi jauh.. bisa dibilang daerahnya sama dengan taman nenek kamu"


"Maksudnya puncaknya" sahut kylo antusias.


"Yup,di sana membuat ku lebih tenang, aku suka vibe nya aku bisa menemukan kedamaian disana."


"Jika rasanya seperti itu, apakah aku boleh datang kesana."


"Jika kamu mau kesana, aku akan menunjukkan kepada mu tempat-tempat aja yang mengasyikkan." Kekeh Mia.


"Janji...." Kata kylo


"Iya aku janji.." balas Mia, mereka menautkan jari kelingking mereka simbol berjanji mereka. Mereka saling tertawa satu sama lain.


Flashback end


Suara notifikasi ponsel kylo berbunyi, untung mobil kylo canggih, maka dia bisa mengisi baterai ponselnya saat berkendara. Kylo membuka pesan dari sea. Isi pesan itu mengatakan bahwa Mia baru sampai ketempat villa tersebut. Kylo melaju mobilnya dengan cepat menuju villa itu setalah sea mengirimkan alamat lengkap villa.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2