
"Sial, rencana gue gagal, kalau kylo bang Jetro gue dengan mudah Mendekatinya, kenapa harus Mia sih? Tuh cewek selalu aja beruntung?." Monolog Siska marah.
"Kali ini Gue nggak boleh gagal, gue akan cari cara supaya gue bisa dapatin apa yang harus jadi milik Gue." Guman Siska masuk kedalam ruang kerjanya.
Di Satu sisi Mia sedang mengadakan briefing kepada timnya.
"Menurut ku untuk konsep sporty lebih cocok deh, untuk produk minuman berenergi. Yang lainnya juga bagus, tapi lebih baik konsepnya yang sporty tadi, gimana menurut kalian? Tanya Mia kepada anggota.
"Saya juga setuju dengan apa yang kak Mia bilang, Jika kita pakai konsep sporty akan lebih berenergi sama dengan apa yang diminta pihak PH. Jawab salah satu karyawan yang disetujui oleh yang lainnya.
"Baiklah, kita setuju dengan konsepnya, saya minta tolong sama kak Dara buat janji sama artis yang sudah kita setujui tadi, kalau gitu briefing buat tugas besok selesai, silakan kembali ke tugas kalian selanjutnya."
"Hahahah.."tawa keras Sea membuat semua orang melihatnya.
"Sorry, gue habis lihat chat, isinya lucu banget, sorry ganggu, kalian kalau mau kembali ke ruang kerja silakan." Terang sea..
"Lo apa-apa sih Se.. berisik banget."
"Coba Lo lihat grup, kata Paul si nenek lampir minta kejelasan ke bang Aiden, terus sama bang Aiden di marahi habis itu disuruh keluar, gue bisa bayangin betapa malunya tuh nenek lampir atau dia memang nggak punya malu hahahah," sea terbahak-bahak.
Mia yang mendengar itu langsung membuka chat grup dan benar apa yang di bilang oleh sea.
"Perut gue sakit, aduh sakit perut gue." Rengek Sea.
"Makanya jangan kebanyakan tertawa, perut kamu jadi sakit kan."
"Hahaha gue nggak bisa ngebayangin bagaimana mukanya nenek lampir itu, hahah" kata Sea masih tertawa.
"Terserah kamu deh Se.. aku mau keluar dulu."
"Bentar gue ikut, gue beresin dulu." Ucap sea yang sedang membereskan berkas-berkasnya.
Tanpa memperdulikan sea, Mia meninggalkan ruang meeting itu, saat Mia berjalan di lorong ruang meeting Mia menatap Siska yang berjalan ke arahnya, saat Mia akan menyapanya, Siska malah menyenggol bahu Mia dengan keras membuat barang-barang yang ada ditangan Mia terjatuh kelantai.
"UPS, sorry gue nggak sengaja."kata Siska sinis tanpa ada niat untuk membantu Mia mengambil barangnya.
"Sorry Gue nggak bisa bantu, Lo tahu sendiri rok Gue pendek banget, jadi nggak nyaman buat jongkok."tawa sinis Siska meninggalkan Mia sendirian yang memunguti barangnya.
Mia hanya bisa menghela nafas dengan apa yang telah Siska lakukan padanya.
Siska berjalan ke depan dia bisa melihat Sea keluar dari ruang meeting. Siska menatap Sea sinis sambil berlalu.
"Tuh nenek lampir sinis amat, apa dia nutupi rasa malunya gara-gara habis di marahi bang aiden hihihi." Batin sea, melanjutkan jalannya.
Saat Sea sedang berjalan dia melihat Mia sedang memunguti barangnya yang ada di lantai. Sea bergegas menolong Mia.
"Kok bisa barang lo jatuh, Lo kan orangnya selalu hati-hati, apalagi bahwa berkas kayak gini." Tanya sea.
" Bisa aja Se.., namanya juga tanganku keringatan jadi licin, jatuh deh." Balas Sea.
"Enggak mungkin, gue tahu Lo, atau jangan-jangan tadi Siska nabrak Lo yang mengakibatkan barang lo jatuh." Tebak Sea benar.
__ADS_1
"Itu anak memang kurang ajar, entar Gue balas dia."Geram Sea.
"Udah Se.. enggak usah kayak gitu."
"Kenapa sih Lo, kalau ditindas sama Siska diam aja, anak kayak gitu itu harus dikasih pelajaran agar dia jera." Sewot sea.
"Nggak usah Sea, Gue mau kerja nggak mau cari masalah, hadapi dengan dewasa, kalau kita sama kayak gitu sama aja dong kita sama dia."
"Terserah deh, Gue nyerah kalau Lo udah kayak gini."
"Udah-udah" mengusap bahu sea yang masih kesal. "Kamu itu kalau sering marah-marah nanti cepat tua lho." Canda Mia.
"Gue kalau denger nama itu nenek lampir bawaannya Gue Emosian, kebanyakan hawa negatif itu anak."
Mia yang melihat temannya masih kesal hanya bisa geleng-geleng saja.
" Eh Lo mau ke mana Mi?"
"Aku mau ke ruangan bang Aiden, mau nyerahin laporan hasil kita briefing tadi."
"Gue ikut" jawab cepat sea.
"Ngapain kamu ikut, aku kan cuma mau ngasih laporan?"
"Gue mau jaga Lo dari antek-antek nya Siska, siapa tahu diujung koridor ada anak buah buat ngerjain Lo."
"Kamu ada-ada aja Se, enggak bakal kan mereka masih kerja, atau kamu mau ke Paul buat gosip, kebiasaan deh.
"CK CK CK CK sea sea." Heran dengan sahabatnya itu.
Mia dan sea pun sampai di lantai ruangan bang aiden berada.
"Ul bang Aiden ada di dalam, aku izin mau nyerahin berkas ke bang aiden."izinnya ke Paul yang sedang mengaplikasikan cat kuku di kuku-kuku tangan.
"Eh Lo Mia, ada sea juga, bang Aiden ada didalam, masuk aja."jawab Paul.
"Udah sana Lo masuk gih, gue mau gosip dulu sama Paul." Kata sea sedikit mendorong punggung Mia. Lalu sea berjalan mendekat ke meja Paul.
Sebelum masuk Mia mengetok pintu ruangan Aiden, menunggu Aiden menyuruhnya masuk.
"Masuk." Suara Aiden dari dalam. Mia membuka pintu ruang tersebut berjalan menuju meja Aiden.
"Permisi Pak, saya mau menyerahkan laporan hasil briefing tadi."
"Duduk Mi.. sudah berapa kali aku bilang, jangan panggil aku pak mi panggil aku kayak biasanya, seperti yang lainnya." Menfokuskan ke Mia.
"Enggak bisa pak, kan anda bos saya, jadi saya harus menghormati anda sesuai dengan profesional."tolak Mia
"Kalau di luar lingkup kerja, saya akan manggil bapak sesuai dengan yang anda minta." Cengir Mia
"Terserah kamu deh, kamu kalau dibilangin juga bebek, padahal kamu tahu sendiri aku itu nggak suka dipanggil bapak-bapak." Aiden menyerah dengan Mia yang selalu memanggilnya dengan begitu formal, padahal dia tidak masalah jika hanya di panggil dengan "bang" saja.
__ADS_1
"Kan sebentar lagi bapak akan jadi bapak-bapak, jadi menurut saya wajar." Canda Mia.
"Iya nggak segitunya kali Mi."
"Iya-iya saya tahu, silakan Pak laporan diperiksa." Aiden memeriksa laporan tersebut dengan seksama.
"Bagus, semua sudah bagus, tinggal besok kan pelaksanaan, kamu bisa kembali ke ruangan mu." Melihat Mia yang sedang menatap intens.
"Kenapa? Ada yang ingin kamu Sampaikan? Tanya Aiden.
"Kenapa muka kamu kayak gitu Mi? Kusut banget, ada sesuatu yang mengganjal?"
"Ehmm, gini Pak, apa benar bahwa pemotretan Minggu depan dengan artis bernama kylo itu, passion manajemen yang memintanya, maksud saya kenapa harus saya?"
"Apa yang kamu tanyakan itu benar, pihak passion manajemen secara khusus meminta kamu yang jadi ketua tim pemotretan untuk Kylo selama kylo bekerja dalam berbagai projek."
"Untuk alasan khusus seperti apa, Abang enggak tahu, kita pihak passion manajemen kylo sendiri yang meminta kamu, dan jika bukan kamu dia tidak mau bekerja."
"Jadi selama semua projek yang kylo pegang harus aku yang menangani, Abang enggak salah?"
"Enggak Mi itu persyaratan dari pihak sana kalau kita mau menjalin kerjasama antar dua pihak."
"Mungkin Abang bisa cari tahu alasan khusus kalau kita sudah taken kontrak sama pihak mereka, dan itu dilaksanakan Minggu depan, pas pemotretan pertama, kalau sekarang Abang enggak tahu, soalnya kylo masih liburan jadi nggak boleh diganggu". Solusi aiden
Mia hanya bisa menghela nafas beratnya, kalau Samapi Siska tahu pasti itu Anak Tambah akan membencinya, gara-gara masalah ketua tim buat kylo saja, Siska sudah mulai menjahilinya apalagi kalau dia tahu mau bahwa Mia yang akan terus menjadi tim dokumentasi kylo, bisa lebih-lebih tindakan nya.
"Kamu kenapa? Kenapa mukamu ditekuk kayak gitu? Ku ada masalah apa? Ngomong sama Abang?"
"Enggak bang, cuma hanya saja.. huf, kalau boleh tahu tanda tangan kontrak kapan bang?" Mia pasrah dengan apa yang akan terjadi kedepannya, Mia harus profesional, meskipun dia harus dibenci dengan teman kantor yang lain.
"Minggu depan tanda tangan kontraknya, kamu juga harus tanda tangan kontrak buat menyatakan bahwa kamu yang akan jadi ketua tim dokumentasi nya."
"Saya paham Pak, saya akan mempersiapkan semua dengan baik. Dan untuk ketemuan pertama kami membahas projek Minggu depan kira-kira kapan Pak?"
"Untuk pertemuan awal biar itu jadi tanggung jawab Abang dulu Mi.. nanti kamu tunggu hasilnya dari Abang, kalau pertemuan kamu sama kylo, ketika hari pertama pemotretan itu sekaligus tanda tang kontrak." Jelas Aiden.
"Baik pak, saya akan menunggu perintah bapak selanjutnya, kalau begitu saya pamit kembali ke ruangan saya pak."
"Iya mi, nanti Abang kabari.."
Mia pun keluar dari ruangan Aiden yang masih mendapati sea dan Paul bergosip ria.
"Se, yukk balik, urusan udah selesai sebagai kota kembali kerja dari pada kamu entar dimarahi pak bos bergosip ria sama asistennya." Menghampiri sea.
"Iya-iya, Ul Gue pamit dulu, entar kita lanjutin di chat."
"Oke Se, jangan lupa hp Lo on terus."kata Paul dibalas dengan acungan jempol oleh sea.
Mia dan Sea bergegas kembali ke ruangan masing-masing.
bersambung.....
__ADS_1