Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 18 Dibalik Kerjasama.


__ADS_3

"Ky, jadwal Lo hari ini sudah Gue kirim Lo udah baca, apa ada yang perlu di rombak atau tetap sesuai jadwal." Tanya Radit.


"Gue mau jadwal pertemuan gue sama produser musik digeser sore nanti, dan gue mau jadwal yang lain dicancel terlebih dahulu sampai besok. Tapi untuk meeting kita dengan L grafis tetap sesuai dengan rencana." Titah Kylo, bersiap pergi ke perusahaan L grafis untuk membahas pembuatan foto shoot album seorang penyanyi yang diproduseri oleh kylo dan salah satu produser terkenal lainnya.


Mia sudah berada di ruang meeting bersama tim intinya, ia sedang menunggu kylo yang akan membahas tentang foto shoot untuk sebuah album. Mia sudah menyiapkan beberapa materi yang akan didiskusikan.


Ceklek pintu ruang meeting terbuka, Mia menengok siapa yang datang ke ruang meeting, ternyata kylo dan asistennya Radit bersama salah satu penyanyi terkenal, Mia tahu penyanyi tersebut bernama Moody's bukan nama sebenarnya tapi nama panggungnya.


Tampilan mereka begitu mewah meski tampilan mereka hanya menggunakan celana jin, T-shirt, Kylo sendiri menggunakan jaket hoodie dengan memakai topi hitam juga masker untuk meminimalisir banyak orang yang akan mengenalinya.


"Maaf kami terlambat.."ucap Radit yang baru datang. Mereka langsung duduk di kursi yang tersedia.


"Baik, karena semua sudah datang mari kita mulai meeting nya." Intrupsi Mia.


Setelah intrupsi dari Mia, kylo langsung mengambil ahli rapat tersebut, dia menjabarkan apa saja yang harus tim fotografer lakukan, dari mulai pengambil gambar, cover lagu, poster, dll yang berbau dengan pembuatan album tersebut. Mia mencatat inti apa yang harus tim lakukan.


Sang penyanyi juga memberi saran tentang apa yang menjadi kemauan, dan ingin seperti apa album itu dibuat, Selain pembuat untuk cover album, perusahaan L grafis juga ada tim untuk pembuatan MV.


"Kalau boleh tahu untuk demo musiknya apakah kami bisa mendengarnya, agar kami bisa menyimpulkan tema apa yang akan di buat nanti, juga membuat tim stylish kami bisa menentukan kostum yang harus dipakai?" Tanya Mia.


"Untuk demo musiknya maaf saya tidak membawanya, karena masih tersimpan distudio musik saya. Jika berkenan mungkin anda bisa ikut saya untuk mendengarkannya distudio." Jawab Kylo, kylo mengulur waktu ashar bisa lebih lama berdekatan dengan Mia mengajak Mia ke studio musiknya,


Bisa dibilang itu adalah salah satu rencana kylo untuk mendekati Mia. Padahal demo lagu yang dimaksud sebenarnya ada di iPad nya.


"Bisa, nanti kits bisa mengatur schedule untuk pergi ke studio musik itu, kalau bisa secepatnya. Bagaimana?" Usul Sea cepat.


"Kalau 2 hari lagi bagaimana, soalnya besok saat masih ada urusan diluar kota." Jawab Kylo.


"Baik, Nanti Mia akan datang ke studio musik anda, jangan khawatir karena hari itu jadwal kami agak senggang, kamu setujukah Bu ketua." Todong sea membuat Mia tidak berkutik.


"Iya saya usahakan untuk datang ke tempat ada." Kata Mia pasrah.


Tak terasa meeting mereka sampai waktu makan siang. Mereka memutuskan untuk menghentikan sejenak meeting itu dan dilanjutkan setelah habis makan.


"Apakah kylo, Radit dan moodys tidak keberatan untuk makan siang bersama kami?" Kata Sea dipelototi oleh Mia.


"Maksudnya apa sih sea bilang begitu, harusnya biarin mereka makan diluar saja." Batin mia.


"Sebenarnya kami tidak keberatan tapi masalah kami takut menganggu kenyamanan karyawan lain yang sedang makan karena kehadiran kami. Dan juga Moody's tidak bisa ikut makan siang dikarena dia harus ke tempat selanjutnya" tolak halus Radit.


Mendengar berkata Radit membuat Mia bernafas lega tapi itu hanya sesaat, karena kylo mengiyakan ajakan Sea. Sebisa mungkin Kylo memanfaatkan kesempatan yang ada untuk dekat dengan Mia.


"Kami tidak keberatan untuk makan siang disini, mungkin kami perlu ruang khusus, agar kita sama-sama nyaman." Usul Kylo melirik Mia yang sedang cemberut.


"Menggemaskan kalau dia lagi cemberut kayak gitu." Batin Kylo.


"Oh itu bisa diatur, kami memiliki basecamp khusus yang ada di rooftop gedung ini, dijamin nyaman dan easy going buat nongkrong, karyawan juga jarang kesana soal ya hanya orang-orang tertentu yang bisa akses ke rooftop, bagaimana?"


"Iya, tidak apa-apa,.." jawab kylo.


"Dimana pun tempatnya asal Gue bisa deket sama Mia akan Gue lakuin." Batin kylo


Sea yang mendengar kylo setuju hatinya begitu senang, karena sea yakin kylo memiliki perasaan kepada Mia, sea bisa lihat itu sebab sea bisa membaca semau gerak-gerik kylo yang lebih condong ke Mia.


"Yes, misi Gue berhasil, semoga dengan ini Mia bisa move on dan Gue punya teman artis, biar Gue bisa pamer ke nenek lampir itu hihihi." Batin sea.


"Silakan, untuk akses ke rooftop anda bisa dibayar oleh Mia karena Mia dan saya memiliki akses ke atas, untuk makan siangnya nanti saya, dan staf termasuk pak Radit yang akan mengantarkan ke atas." Saran Sea.


"Saya setuju dengan saran anda nona Sea, nanti Radit akan ikut anda ke kantin untuk mambantu anda."

__ADS_1


"Dit nanti Lo bantu Sea, urusan makan Lo tahu apa yang harus Gue makan." Ucap Kylo. Radit hanya membalas dengan senyuman.


"Kalau begitu Bu ketua tim bisa mengantarkan kylo ke atas, sedang saya dan staf lainnya akan mengantarkan Moody's ke depan." Perintah Sea membuat dia tidak berkutik.


"Duh ini siapa sih yang ketua sama asisten, kenapa Sea bilang kayak gitu, entar kalau Siska tahu berabe akunya" batin mia.


"Silakan Tuan Kylo ikut dengan saya." Mempersilakan Kylo berjalan duluan. Untung saja kylo memakai masker dan topi jadi orang-orang tidak akan mengenalinya termasuk Siska.


Sedang Mia mengantarkan Moody's ke lobi perusahan, kemudian dia Radit dan Karin menuju kantin untuk mengambil makan siang dan beberapa cemilan.


"Rin entar kalau Lo ketemu sama Siska jangan bilang bahwa kylo sedang makan siang di rooftop, Gue nggak mau nenek lampir itu menganggu makan siang kita." Bisik Sea, Karin mengangkat tangannya dan membentuk huruf o tanda dia mengerti.


Saat Kylo dan Mia berjalan menuju lift akses ke rooftop, Siska tidak sengaja melihatnya.


"Mia sama siapa?, ngapain dia gunain lift akses buat ke rooftop, kayak Gue mesti cari tahu." Batin Siska yang matanya terus mengawasi siska dengan laki-laki baju serba hitam itu.


"Sis, kamu lihat apa sih, kita jadi ke kantin atau enggak" tegur teman Siska.


"Gue nggak lihat apa-apa, yuk kita ke kantin."


Siska dan the genk nya pun menujunya kantin kantor untuk makan siang, tak sengaja matanya melihat Sea dan asisten kylo yang sedang memesan makan.


"Lho itu kan Radit asistennya Kylo, atau jangan-jangan Kylo ada di sini, kok Rita nggak ngasih tahu Gue sih." Batin Siska.


"Aduh Gue kok bego banget sih" Guman Siska masih terdengar oleh temannya.


"Lo kenapa, siapa yang bego." Tanya temannya.


"Eh nggak apa-apa kok, lo salah dengar mendingan kita cari tempat duduk dulu, biar yang lain yang pesan." Jawab Siska menarik temannya.


Siska baru sadar bahwa beberapa hari ini ia tidak lagi komunikasi dengan Rita karena mereka sedang marahan.


"Eh bukan itu Radit, tangan kanannya kylo Sis, emang kylo kesini kok enggak ada? Tanya temen Siska menunjukkan ke arah Radit berada.


"Gue nggak tahu, nanti gue cari tahu."


"Atau jangan-jangan pria yang berjalan dengan Mia masuk lift tadi Kylo, ini tidak bisa dibiarin,Gue harus cari tahu sekarang, tapi sama siapa? Batin Siska, matanya menatap ke sekeliling Sampai dia menemukan Karin yang sedang memesan minuman.


Siska menuju Karin untuk mencari tahu apa yang tim mereka melakukan pertemuan dengan kylo.


"Ekhem.. ekhem, dehem Siska, Karin lantas menoleh ke sumber suara.


"Ada kak Siska, mau duluan kak, silakan."


"Gue nggak basa basi, gue mau tanya ke Lo kenapa Radit asistennya kylo ada disini, kalian ada pertemuan, Lo jawab yang jujur kalau enggak gue bisa ngurangin nilai magang Lo." Ancam Siska.


"Tadi sih, kita memang rapat sama Passion manajemen kak, cuma bang Radit sama penyanyi Moody's, kylo enggak hadir kok sibuk katanya jadi di wakilkan." Jawab Karin setang takut


"Lo nggak bohong kan, awas Lo kalau bohong."


"Bener kan, super Karin nggak bohong kok, ini aja habis makan siang kami mau rapat lagi."


"Oke gue percaya sama Lo, kalau Lo bohong, awas Lo." Hardik Siska meninggalkan kari yang deg-degan karena takut.


Karin bergegas menuju sea melaporkan apa yang telah Siska tanyakan kepadanya.


"Kak Se, tadi Kakak Siska nanyain apakah kylo ada disini." Bisik nya.


"Terus Lo jawab apa."

__ADS_1


"Aku jawab kita rapat sama kak Radit dan moodys, tadi kak Siska juga ancam Aku, katanya nilai magang aku akan diturunin saja kak Siska kak, beneran kayak gitu." Rengek Karin.


"Lo tenang aja selama ada Gue Lo aman." Ucap Karin menenangkan membuat senyum Karin mengembangkan.


"Kalian sedang bisikan apaan? Ini makannya udah siap kapan kita naik ke atas." Sahut Radit.


Sea pun mendorong radit agak kebelakang untuk menutupinya dari penglihatan Siska.


"Lo kenapa dorong-dorong Gue sea." Kata Radit melihat sea celingak-celinguk.


"Hus, gue mau bilang sama Lo, kalau nanti Lo di deketin cewek sejenis nenek lampir atau memperkenalkan dengan nama siska tanya tentang Kylo, bilang aja Kylo enggak hadir pas rapat tadi." Bisik sea


"Emangnya kenapa?"


"Udah lakuin aja ini demi kebaikan kita semua, entar Lo gue kasih alasannya, lebih baik kita ke atas dulu." Saran Sea, Radit yang mengikuti apa yang sea katakan. Mereka segera menuju lift untuk naik ke atas.


Suasana lift menjadi canggung. Mereka berdua sama-sama mengunci bibir mereka rapat-rapat, dalam pikiran Mia dia takut Siska akan melihatnya dengan kylo. Sedangkan kylo bingung mencari bakat untuk memulai pembicaraan. Sampai lift itupun telah sampai ke rooftop.


Kylo berdecak kagum dengan rooftop perusahaan L Grafis, di bagian pojok ia bisa melihat taman kecil, ada gazebo nya, kolam kecil, kursi ayunan, dindingnya terdapat foto dan lukisan, begitu estetika, ada bar mininya, lauknya sebuah cafe bertema vintage tapi ada diatas gedung.


"Apa ini termasuk fasilitas karyawan yang diberikan oleh perusahaan." Tanya kylo.


Mereka berdua berjalan ke sebuah meja dekat taman.


"Bisa dibilang begitu, tapi hanya orang-orang khusus yang dapat mengakses." Jawab Mia


"Jadi tidak sembarang karyawan masuk disini, bukanya perusahaan kalian menjunjung tinggi keadilan, tapi kenapa dengan ruang ini tidak boleh diakses seluruh karyawan."


"Memang benar dengan apa yang anda ucapkan, hanya saja ini itu sebagai tempat mencari ide-ide untuk para fotografer disini atau contoh seperti anda yang ingin lebih privasi."


"Apa karyawan lain tidak keberatan?" Kata kylo sambil memposisikan dirinya untuk duduk.


"Mungkin untuk sebagian orang pasti akan keberatan, tapi seiring waktu tidak ada jika perusahan telah memenuhi hak dan kewajibannya."


"Maksudnya?"


"Perusahaan kami selain ruang kerja yang humble bersih dengan karyawan, kita juga memiliki beberapa fasilitas yang dapat menunjang karyawan itu sendiri, dan menurut ku lebih baik dari pada di sini. Ini hanya sebagai kecil dari yang ada di bawah."


"Benarkan, kalau untuk tamu seperti saya bagaimana?.


"Kalau tahu seperti anda kami memiliki ruang khusus juga, hanya saja sebagai kami bahwa ke sini untuk lebih privasi dan kenyamanan klien kami."


"Wah saya tidak menduga bahwa masih ada perusahaan yang mensejahterakan karyawan seperti ini. Perusahaan orang tua saya saja kalah dengan cara kalian yang men treatment karyawan. Ini patut dicontoh." Puji kylo mengacungkan kedua jempolnya.


"Terimakasih atas pujiannya Tuan kylo, kami merasa tersanjung." Balas Mia


"Kylo, atau Ky, panggil saya dengan nama saja, jangan panggil saya dengan tuan." Sahut kylo.


"Tapi Tuan itu tidak sopan"


"ITS okey, aku risih kalau di panggil seperti itu. Coba kamu panggil aku ke Kylo seperti yang lainnya." Bujuk Kylo.


"Ky, ky-lo.." jawab Mia ragu-ragu mencoba untuk menyesuaikan dirinya. Kylo yang mendengar pun tersenyum lebar.


"Iya seperti itu, panggil nama saya saja, Agar tidak terkesan kaku." Kata kylo dianggukin oleh Mia.


Kylo menopang dagunya, ia menelusuri wajah Mia dengan seksama, hidung yang mungil, mata berwarna coklat hitam yang teduh dan menyejukkan, bibir mungil Semerah buah ceri, rasanya tak sabar ingin mencuri kecupan. Bulu matanya yang lentik membuat dia begitu sempurna, meski Mia hanya Memakai makeup yang tipis. Ingin rasanya kylo membawa Mia pulang, menyimpannya untuk dirinya sendiri.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2