
Siska keluar dari perusahaan kylo dengan wajah yang sangat malu, ia berharap jangan sampai orang-orang mengenalinya.
"Lepasin Gue bisa jalan sendiri." Sentak Siska mencoba melepaskan diri dari pegangan dua satpam tadi.
"Awas saja kalian, suatu saat kalian adalah orang pertama yang bakal gue pecat setelah gue jadi masuk ke keluarga Radjasa, camkan itu. Ancam siska menunjukkan kedua satpam yang menyeretnya keluar.
Kedua satpam itu hanya bisa tersenyum mengejek, mereka menganggap Siska adalah salah satu penggemar kylo yang gila dan terobsesi kepada bos mereka.
"Silakan kami tidak takut." Tantang salah satu satpam itu.
Siska yang mendengar perkataan satpam itu meradang seketika.
"Tunggu saja, gue bakal aduin ini ke Tante radjasa agar kalian di pecat." Ancam siska.
"Hahahaha mbak-mbak, Monggo kalau mau ngadu ke nyonya besar, kalau mbaknya tidak punya nomer telponnya kami punya mbak, apa mau saya pinjam ponsel saya buat menelpon nyonya besar." Tawar bapak satpam terkekeh diikuti dengan temannya.
"Kurang ajar kalian, akan saya pastikan besok kalian di pecat." Bentak Siska meninggal kedua satpam itu.
Kedua satpam itu hanya bisa tertawa terbahak-bahak.
"Dasar orang gila, ngaku-ngaku mau masuk keluarga Radjasa." Kekeh bapak satpam.
"Betul mas, cantik-cantik kok stress, kita mau dijadiin sama bos besar pasti nggak mempan, mungkin itu mbak-mbak cuma ngaku-ngaku aja." Celetuk satu satpam lainnya.
"Iyo bro, lebih baik kita kembali ke tempat jaga kita, nanti kamu bilang ke anak-anak lainnya buat ngawasin perempuan gila tadi buat tidak masuk ke dalam perusahaan." Sarannya untuk melaksanakan perintah Kylo.
Mereka berdua pun kembali ketempat jaga mereka, sedang Siska ia berjalan ke depan untuk mencegat taksi sebab tadi ia berangkat menggunakan mobil yayasan.
"Pokoknya gue harus ngadu ke Tante radjasa, biar mereka berdua di pecat, enak saja menghina calon mantu keluarga Radjasa." Gumam Siska.
Selepas Siska kembali dari perusahaan kylo, ia menuju ruangan nyonya Radjasa. Ia ingin mengadu perilaku satpam perusahaan kylo.
Tok.. tok.. " masuk.." ucap nyonya Radjasa.
"Tante.. rengek Siska dengan wajah dibuat sesedih mungkin."
"Ada apa sis??" Siska pun segera duduk di kursi depan nyonya Radjasa.
"Tante tadi aku diusir sama satpam perusahaan Tante. Adu Siska tersungut-sungut.
"Kok bisa kamu diusir, memangnya kamu perbuatan salah apa?" Tanya nyonya Radjasa terheran-heran.
"Aku tidak tahu Tante, padahal tadi niatnya aku kan mau menyapa kylo, tapi mereka malah menarik Ku dan menyeretku keluar, aku sampai dilihatin banyak orang tante.." ucap Siska sesendu mungkin.
"Aneh, setahu Tante mereka tidak akan bertindak sejauh itu jika dari pihak kamu melakukan sebuah kesalahan, atau ini hanya salah paham saja."
"Bukan salah paham Tante tapi memang kenyataannya begitu, mereka sudah berbuat jahat sama aku Tante.. hiks.. Siska malu Tante dikira Siska orang yang nggak baik. Hiks.." tangis buaya Siska.
__ADS_1
"Sudah-sudah kamu hapus air matamu, biar mereka menjadi urusan tante." Kata nyonya Radjasa menenangkan.
"Beneran, Tante, terimakasih Tante, kalau menurutku lebih baik mereka diberhentikan saja Tante, soalnya tingkah mereka sudah meresahkan, takutnya nanti ada yang selain Siska yang diperlakukan tidak hormat." Siska membujuk nyonya Radjasa untuk memecat kedua satpam itu.
"Iya, biar Tante yang akan mengurusnya, lebih baik kamu kembali ke ruangan mu." Sahut nyonya Radjasa. Siska pun keluar dari ruang itu.
"Masak sih, Siska diperlakukan seperti itu." Monolog nyonya Radjasa tidak percaya. Nyonya Radjasa berinisiatif untuk menghubungi kylo menceritakan tentang apa yang sudah terjadi terhadap Siska saat si perusahaan keluarganya.
Kylo mengatakan bahwa apa yang di adukan Siska tidak benar semua, kylo menyatakan bahwa yang salah di sini memang Siska bukan kedua satpam yang ia periintah untuk mengusir siska.
Kylo juga menceritakan penyebab Siska diusir olehnya, mama radjasa yang mendengar penjelasan Kylo sontak tak percaya Siska bisa bertindak sejauh itu. Ia pikir Siska hanya seorang wanita biasanya yang butuh pertolongannya, meski ia tahu bahwa Siska mempunyai rasa kepada kylo, tapi hal itu tidak membuat mama Radjasa memaksa kylo bersama Siska. Akan tetapi memberi dukungan penuh terhadap pilihan anak-anaknya.
Dari peristiwa itu membuat mama radjasa sedikit tidak respect terhadap Siska, seminimalisir mama Radjasa mencoba menghindari Siska, mama radjasa akan membatalkan acara yang akan ia datangi jika terdapat Siska didalamnya maka mama radjasa memilih tidak akan datang, setiap Siska bertanya tentang jadwal kegiatannya dan keluarganya, mama Radjasa selalu memberi banyak alasan, tapi tidak jarang ia masih berinteraksi dengan Siska. Jangan sampai kedekatannya dengan Siska akan membuat Boomerang di masa yang akan datang.
Malam yang syahdu ini semua keluarga Radjasa terkecuali Kirana dan Darren yang sedang berbulan madu di luar negeri.
"Ky, bagaimana perkembangan proyek pembangunan Hotel kita?" tanya papa kylo tentang proyek mereka yang ada di luar kota.
"Semua berjalan dengan lancar Pah, kylo sudah mengecek semuanya dan tidak ada kendala yang berarti."
"Bagus kalau gitu, lalu rencana selesai kapan?"
"Estimasinya enam bulan lagi Pa akan siapa beroperasi."
"Baiklah, papa percaya sama kamu.." jawab sang Papa menyesap kopi yang dibawa oleh istrinya dari dapur.
"Ky, mama mau tanya?." seketika kylo menatap sang mama, "tadi kata Siska dia diusir oleh petugas keamanan kita, memang itu benar."
"oh itu, kylo yang ngusir, karena dia bertindak keterlaluan." jawab kylo enteng.
"Maksud kamu tindakan keterlaluan apa?"
"Siska mencoba memasukkan obat perangsang di minuman kylo, bukan hanya hari ini tapi ini sudah kedua kalinya wanita itu bertindak seperti itu." jelas kylo.
"Apa? Siska melakukan itu sama kamu." sentak mama kylo tak percaya.
"iya mah, makanya dari kemarin kylo sudah memperingati mama untuk tidak terlalu dekat sama wanita itu, wanita itu licik dan berbisa. geram Kylo. " memangnya ada apa ma? apa yang wanita itu adukan sama mama." mama Radjasa pun menceritakan apa yang Siska adukan kepadanya.
"Siska... Siska.. kekeh kylo tahu niat aduan Siska kepada mamanya. "untuk sekarang mama jangan terlalu dekat sama wanita itu, wanita itu ingin menghasut mama memecat ke 2 petugas keamanan kita yang tidak salah apa-apa, memangnya wanita itu siapa? wanita itu bukan siapa-siapa yang patut kita bela ma."
"Betul apa yang kylo katakan Ma, dari awal Papa lihat wanita itu, papa sudah yakin kalau dia hanya mendekati kita pasti ada maunya, semua terlihat jelas di mata papa, untuk saja mama mu ini kylo memiliki sifat yang sulit terhasut sama orang lain." sahut Papa Radjasa.
"Mama tahu Pa, Cuma tidak habis pikir saja, siska terlihat anak manis dan baik, meski dalam berpakaian sedikit minus tapi dia begitu sopan dengan mama, apalagi dia kan anak yatim piatu jadi mama merasa kasihan sama dia." terang mama kylo.
"hahahaha.." tawa kylo, "mama begitu saja percaya dengan omongannya wanita itu, bukanya mama selalu menyelidiki siapa saja yang ingin dengan Mama."
"Mama tidak ada waktu seperti itu lagi Ky, apalagi akhir-akhir bulan ini mama sibuk, kamu tahu sendiri kan. boro-boro mau nyuruh orang buat menyelidiki Siska, buat ngurus diri mama sendiri saja mama masih keteteran." kylo mengangguk kepalanya, ia tahu mamanya sesibuk apa? mama nya harus mengurusi yayasan, dan acara pernikahan kakaknya.
__ADS_1
"kylo tahu ma, makanya kylo memberitahu mama tentang wanita itu."
"Tapi apa yang diucapkan kylo memang benar, ia wanita yang tidak baik, dan papa harap mama untuk menjauh darinya, dan kita tunggu permainan selanjutnya seperti apa?" usul papa radjasa.
"Papa sudah menyelidiki Siska?" tanya Mama Radjasa curiga. papa radjasa memberi anggukan sebagai Jawaban.
"Sejak kapan?"
"Sejak wanita itu mulai mendekati mama, insting papa mengatakan bahwa dia bukan wanita baik-baik, dan ternyata memang seperti itu, dia juga bukan wanita yatim piatu pemilik perusahaan yang dia ceritakan kepada mama. orangtuanya masih ada dan tinggal dipinggiran kota, mungkin kylo juga sudah tahu itu." cerita papa Radjasa.
"Jadi selama ini dia sudah bohongi mama." kata mama radjasa tak percaya dia dibohongi oleh orang lain, padahal ia sudah berbuat baik pada orang itu.
"Iya Ma, dan satu lagi wanita di pecat di perusahaan dulu bukan karena orang lain seperti wanita itu ceritakan tapi karena kesalahannya sendiri, wanita itu menggelapkan uang perusahaan dan bertindak semena-mena kepada karyawan lainnya termasuk kepada Mia." Sahut kylo membuat mama radjasa menjadi geram.
"Tapi kylo minta untuk tidak memecat wanita itu sekarang.."
"Kenapa mama tidak boleh memecat wanita itu sekarang, kami tahu sendiri mama tidak suka bekerja dengan orang seperti itu, mama males." sahut mama kylo mencela pembicaraan Kylo.
"Apa yang kamu rencanakan Ky?" celetuk papa Kylo.
"Nanti Papa sama mama akan tahu, tapi sebelum kylo belum mengikat Mia, aku mau mama tetap bersikap biasa kepada wanita itu, agar wanita itu berfikir apa yang wanita itu rencanakan berhasil, dan tidak menghalangi hubungan kylo dan Mia, wanita itu licik ma dan aku tidak mau Mia terluka. kylo mohon ini hanya sebentar, setelah ini silakan mama mau bersikap seperti apa, kylo tidak peduli, itu terserah mama." pinta kylo.
"Baiklah kalau itu mau kamu Ky, terus hubungan mu dengan Mia sekarang sampai tahap mana?, anak gadis orang harus kamu beri kepastian, jangan sampai nanti di embat sama orang lain."
kylo menghela nafas dalamnya. ia menyandarkan tubuhnya ke sofa, menerawang kalimat terakhir yang Mia ucapkan kepadanya.
"Kylo sudah melamar Mia akan tetapi Mia tidak memberi kylo kepastian, Mia meminta kylo mendatangi keluarganya, untuk meminta izin kepada orangtuanya. jika orangtua Mia menyetujui kemungkinan Mia akan menyetujuinya." jelas Kylo.
"Ya sudah kamu cepat ke sana, jangan sampai lepas, mama yakin Mia anak yang sangat baik, buktinya Mia meminta kamu untuk datang menemui keluarganya. mama harap Mia bisa jadi menantu mama." pinta mama Radjasa.
"Mungkin setelah kylo menyelesaikan beberapa pekerjaan baru Kylo bisa kesana."
"lebih baik pekerjaan kamu bisa kamu limpahkan ke Radit sama sekretaris kamu, sisanya biar Papa yang urus." sahut sang Papa.
"Tapi papa kan lagi istirahat jadi biar kylo yang menyelesaikannya."
"Apa yang papa kamu bilang itu benar Ky, sebaiknya kamu segera menemui keluarga Mia untuk meminta restu, mama tidak mau sampai mama kehilangan menantu potensial mama." desak mama radjasa.
"Iya Ky, apa yang mama kamu bilang itu benar, sebaiknya besok kamu temui Mia dan ajak Mia pulang untuk menemui keluarganya, biar kerjaan papa yang handle, kamu tidak perlu memikirkan kesehatan papa, selagi papa mampu pasti bakal papa kerjakan. toh banyak orang yang akan membantu papa." ujar papa Radjasa menenangkan anaknya.
"Baik Pa, besok Kylo akan menemui Mia, terimakasih banyak Pa Ma." ucap kylo bertekad mendapatkan Mia.
bersambung...
jangan lupa kritik dan saran
Terimakasih..
__ADS_1