
Setelah Radit keluar dari kamar kylo segera dia pergi ke pesta yang diselenggarakan oleh kolega mereka. Radit menaiki lift untuk menuju lantai atas, saat lift berada di lantai 25 lift terbuka, ada 4 orang masuk ke dalam lift tersebut 3 pria 1 wanita. Radit memutuskan mundur mengambil tempat disudut lift. Matanya memicing satu persatu orang-oran yang baru masuk itu.
"Itu kan Aiden CEO L grafis, jangan-jangan mereka Tim S, gue harus pasang telinga gue dengan baik." Batin kylo berusaha menguping pembicaraan mereka.
"Se..beneran tuh anak enggak mau ikut, enggak Lo bujuk buat ikut kita." Tanya bang Aiden.
"Sudah kali bang, emang dasar anaknya aja yang enggak suka keramaian, tadi aja pertengahan acara penghargaan Mia keluar kan, Abang juga tahu sendiri dia pergi". Jawab sea
"Emang enggak apa-apa kita ninggalin Mi.. sendirian di kamar hotel." Tanya bang Dika.
"Tenang aja bang, semua aman terkendali, enggak usah khawatir juga, mungkin Mi.. sudah tidur kali."
"Atau gue aja yang nemenin dia di kamar." sela bang jetro langsung dijewer oleh sea.
"Aduk sea, sakit enggak usah pakek jewer segala gue tadi bercanda. Lo kok sensitif melulu sama gue."
"Lo memang harus jewer bang, atau sekali gue buang, move on, Lo mau kejar Mi sampai kiamat, Mi.. enggak akan ada rasa sama Lo."
"Gue tahu, ya seenggaknya 10 persen gue masih ada peluang, siapa tahu Tuhan membolak-balikkan hati Mia buat gue. Ya kan bang aiden.?'
Kalau menurut gue peluang Lo udah enggak ada, udah menyerah aja, siapa juga yang mau sama playboy kayak Lo, meski Lo seriusan sama Mi.. Lo berhadapan sama gue sama Dika juga, iyakan dik."
"Iya bang, udah menyerah aja." aduh tos dengan bang Aiden
Ting suara lift terbuka, mereka telah sampai pada lantai yang mereka tuju.
"Udah jet, lebih baik kita nikmati pestanya aja, siapa tahu Lo entar bisa dapat gebetan di sini,." Dika merangkul leher Jetro menarik Jetro keluar dari lift diikuti oleh Aiden dan sea, tanpa mereka ketahui ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka sejak tadi.
"Gue dapat informasi yang menguntungkan, dari analisis gue, seperti orang yang bernama Mi.. itu adalah orang yang sama disukai kylo, dan ada anggota tim yang menyukainya juga." Batin Radit yang juga ikut keluar dari lift itu, ternyata mereka menghadiri pesta yang sama.
Disini Radit melancarkan asiknya sebagai detektif dadakan, jika dia mendapatkan banyak informasi kemungkinan bonus akan mengalir terus.
Saat Radit sedang memikirkan strategi apa yang harus dilakukan, tanpa sengaja sea menyenggol lengan Radit, yang membuat minuman yang dibawa sea tumpah.
"I'm Sorry," ucap Sea merasa bersalah.
"Untung enggak kena baju, Lo bego sea", gerutu sea yang masih didengar Radit, memukul kepalanya dengan tangannya.
__ADS_1
"Saya baik-baik, anda tidak perlu memukul kepala anda," jawab Radit menggunakan bahasa Indonesianya, Radit memanfaatkan kesalahan sea sebagai momentum mendapatkan info sebanyak-banyaknya.
"Oh, anda orang Indonesia, maaf saya minta maaf telat menyenggol anda." Kata sea sesekali membungkuk kan badan.
"Tidak apa-apa nona, saya baik-baik, minuman juga tidak tumpah ke badan saya."
"Sekali lagi saya minta maaf, mohon kylo merasa tidak enak.
Saya tidak apa-apa."
"Saya jadi tidak enak."
"Kalau anda tidak enak bisa nona mentraktir saya sebagai ganti permohonan maaf, bagaimana kalau seperti itu agar kita impas."
"Boleh, anda yang akan menentukan tempat kalau bisa sampai besok, karena besok sore saya ada penerbangan untuk kembali ke negara asal saya."
"Bagaimana kalau sekarang saja, suasana juga mendukung, kita bisa duduk di bar itu anda bisa mentraktir minuman untuk saya."
Sea menoleh ke bar yang di tunjuk Radit, tidak ada kecurigaan apapun, sea menyanggupinya, mereka berdua berjalan ke arah bar. Untuk memesan minuman, setalah minuman di pesan dan beberapa kali Radit menyesapnya.
"Saatnya gue korek informasi tentang mereka." batin Radit menyeringai.melihat sea dengan ekor matanya.
"Nama saya Seandria, panggil saja Sea. Menerima tangan sea.
"Ohh, sea, gimana kalau kita bicara dengan non formal sepertinya usia kita tidak beda jauh. Agar kita nyaman satu sama lain."
"Hmm oke kalau begitu, kalau anda menginginkan. Balas sea
Omongan-omong Lo tinggal di sini atau lagi liburan?"Tanya sea.
"Gue lagi ada kerjaan di sini sama bos gue, harusnya bos gue juga hadir di pesta ini tapi dia lagi enggak enak badan. Sedangkan Lo sendiri?"
"Gue ke sini karena menghadiri sebuah acara penghargaan di ballroom hotel ini. Dan besok gue juga harus mantau acara pameran."
"Maksud Lo penghargaan para insan fotografer," tanya Radit terlihat antusias agar tidak membuat sea curiga.
"Hem.." jawab sea dengan menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Jangan-jangan Lo salah satu fotografer yang ada di sana." teriak Radit membuat sebagian orang menoleh kepada mereka
"Hus, Lo enggak usah teriak kayak gitu, malu di lihatin orang."
"Hehehe sorry sea." Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Serius lo fotografer," berbisik kepada sea, sedikit mendekati wajahnya ke wajah sea.
"Wajah Lo enggak usah deket-deket kali, gue denger apa yang Lo omongin," mendorong dada Radit kebelakang menjauh wajahnya yang membuat sea sedikit salah tingkah.
"Iya-iya gue minta maaf, terus jawaban dari pertanyaan gue yang tadi gimana?."
"Bisa dibilang seperti itu sih tapi gue lebih condong ke asisten fotografer utamanya." Menyesap minuman.
"Ooo begitu, Lo kesini datang sendiri atau sama beberapa orang, kalau boleh tahu Lo pekerjaan di Perusahaan mana?" Tanya radit.
"Gue datang enggak sendiri, banyak juga yang datang. Gue kerja di L grafis, kalau Lo tahu." jawab Sea cuek.
"Hah! Apa?," Wajah Radit dibuat sekaget mungkin.
"Hahaha Lo lucu kalau kaget, kayak orang baru lihat setan hahah." tawa sea membahana.
"Lo serius kerja L grafis yang jadi pemenangnya utama di acara penghargaan tadi." Ceplos Radit membuat sea memicingkan matanya dengan curiga.
"Mampus gue kenapa pakek keceplosan segala sih" batin Radit keringat dingin.
"Kok Lo tahu, kami dapat pemenang utama, Lo sebenarnya siapa?," Tanya sea dengan suara begitu dingin.
"Ehh, iya gue tahu soalnya gue juga hadir di acara tersebut, gue nemenin bos gue, bos gue diundang acara tersebut, Lo tahu kylo kan artis terkenal itu dia bos gue, gue cuma kaget ternyata gue ketemu sama fotografer yang hebat, apalagi L grafis terkenal banget,' Radit memberi penjelasan agar tidak dicurigai oleh sea.
"Ooh gue kira Lo mata-mata, sorry gue curiga sama Lo, kalau gitu gue pergi dulu, gue mau gabung sama rekan gue." Menandaskan minuman nya. Mia memberikan sebuah tiket pameran untuk Radit.
"Ini Lo terima aja sebagai ucapan permintaan gue kepada Lo. Pameran dibuka jam 10.00 pagi Sampai 20.00 malam, kalau Lo masih di sini sampai besok, gue denger tiketnya terbatas." menyerahkan tiket tersebut.
"Lo beneran mau ngasih ini sama gue." Mengambil tiket di meja bar.
"hm gue cabut dulu.". meninggalkan Radit begitu saja,
Radit mengawasi kepergian sea. Saat pesta kembang api di mulai Radit segera meninggalkan tempat tersebut, disisi lain sea yang tak sengaja melihat arah bar sudah tidak melihat keberadaan Radit di sana.
__ADS_1
bersambung