
Ketika di aula masjid sedang terjadi polemik, di rumah Mia, mia menunggu dengan cemas.
"Semoga keputusan yang aku ambil tepat." Batinnya. "Kenapa mereka lama sekali." Gumam Mia cemas sambil mondar mandir di dalam kamarnya.
Tok.. tok... "Mbak disuruh keluar sama ayah." Kata sang adik memberitahu.
"Iya sebentar." Jawab Mia mengeraskan suaranya.
"Haduh aku harus bagaimana ini." Gumam Mia terus berjalan mondar-mandir karena gugup bertemu dengan kylo.
"Tenang Mia, tenang, tarik nafas buang nafas tarik nafas buang nafas." Ujar Mia kepada dirinya sendiri. Setelah nampak tenang, Mia membuka pintu kamarnya.
"Kok lama sih mbak, sudah ditunggu dari tadi tahu." Tegur sang adik.
"Iya maaf, gih kamu jalan duluan." Sahut Mia.
Kedua Kakak beradik itupun turun dari lantai dua untuk menemui tamu yang ada di ruang tamu. Jantung Mia berdetak lebih kencang saat ia akan sampai menuju ruang tamu.
Mia bisa melihat kylo sedang berbicara dengan sang ayah dan Radit yang sedang berbicara dengan ponselnya.
Saat Mia sudah berada ditengah-tengah mereka, spontan semua mata menuju terhadapnya, membuat Mia grogi. Mia meremat telapak tangan, ia hanya tertunduk malu, menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.
Mia duduk tepat di antara ayah dan ibunya, persis di depan kylo yang tak berhenti tersenyum sejak dari tadi.
"Assalamualaikum calon istri.."sapa kylo sumingrah.
"Apaan sih Ky.." celetuk Mia malu.
"Hus, kalau jawaban jangan begitu, tidak sopan, apalagi panggil nama begitu, panggil mas gitu nak." Tegur sang ibu.
"Iya Bu,.." jawab Mia malu.
"Tidak apa-apa Bu, mungkin Mia masih belum terbiasa.."bela kylo terhadap calon istrinya yang membuat Mia semakin tertunduk malu.
"Tapi tidak boleh jadi kebiasaan, toh nanti nak kylo akan jadi kepala rumah tangga jadi harus dari sekarang dibiasakan." Kata sang calon ibu mertua.
"Permisi, saya memotong pembicaraan." Sela Radit. "Maaf pak Ahmad, bapak Radjasa ingin berbicara dengan Anda." Lanjut Radit menyerah ponselnya kepada pak Ahmad ayah Mia.
Pak Ahmad pun menerima ponselnya tersebut menyingkir untuk berbicara dengan calon besannya. Papa kylo menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa datang kesana untuk menyampaikan niat baik mereka untuk meminang Mia sebagai bagian keluarga Radjasa dikarenakan kesibukan yang tidak bisa ditinggal.
Selain itu pak Ahmad juga menyampaikan Syarat-syarat yang ia ajukan kepada kylo terhadap papa radjasa, dan papa radjasa menerima itu semua. Setalah itu mereka melakukan diskusi untuk persiapan pernikahan Mia lewat saluran telpon.
Dari hasil diskusi itu disepakati bahwa acara lamaran akan diselenggarakan 2 hari lagi dan acara pernikahan diselanggarakan selang 1 hari setelah lamaran. Keluarga radjasa menyanggupi hal tersebut.
"Sayang, kamu yakin tidak mau mengadakan pesta disana." Tawar mama kylo dari sambungan telpon.
__ADS_1
"Maaf ma, Mia hanya ingin moments sakral ini dihadiri oleh keluarga inti saja."jawab Mia merasa tidak enak.
"Baik kalau keputusan kamu seperti itu, tapi mama ingin kalian mengadakan resepsi di sini, kalian mau kan?." Bujuk mama kylo ingin memberi yang terbaik untuk anak-anaknya.
"Mah, tidak usah pesta-pestaan yang penting kylo sama Mia sah sebagai suami istri." Sela kylo Karena kylo tahu Mia tidak suka pesta seperti itu.
"Ky.. lirih Mia tambah tidak enak hati.
"Kamu itu Ky, mama kan ingin merayakan hari bahagia kalian." Sewot sang mama.
"Atau gini saja pernikahan kalian akan papa umumkan saat acara ulang tahun perusahaan 1 bulan lagi, jika kalian tidak mau mengadakan resepsi. Bisa dibilang acara syukuran lah." Solusi papa radjasa menengahi.
"Bagaimana menurut kamu nak?"tanya papa Radjasa kepada Mia calon mantunya.
"Mia Ikut apa yang papa, mama dan mas kylo." Jawab Mia. Kylo tersenyum lebar setiap Mia memanggil dengan kata"mas" terasa ada kupu-kupu yang terbang dari perutnya.
"Baik, kalau gitu nanti mama akan Siapkan segala keperluannya, dan untuk besan nanti juga keluarga kami yang akan mengurus segala keperluan besan selama ada disini." putus mama Radjasa senang.
"Jadi pak Ahmad besok keluarga kami akan datang ke kelaurga bapak untuk bersilaturahmi serta membicarakan acara yang akan datang. Pak Ahmad jangan sungkan meminta bantuan kepada saya, toh kita akan menjadi satu keluarga." Kata papa radjasa.
"Terimakasih pak Radjasa telah menerima putri kami dengan tangan terbuka, kami sekeluarga akan menanti kedatangan bapak dan sekeluarga." Balas ayah Mia, mengakhiri pembicaraan kedua bela pihak.
Dan Disinilah Mia berada di taman balkon miliknya, ia bersandar di pilar yang ada disana. Menerawang kilas balik masa lalunya.
"Ekhem." Kylo berdehem sontak membuyarkan lamunan Mia.
"Sudah, aku hanya ingin mengajak kamu beribadah."
"Hah.." Mia tercengang dengan perkataan Kylo. Kylo mengusap kepala Mia dengan sayang.
"Maksud aku, boleh kah aku menjadi imamku karena sebentar lagi sholat dhuhur akan tiba waktunya." Ulang kylo membuat Mia menganggukkan seketika.
"Terimakasih sayang.." ucap kylo sontak membuat Mia tertunduk malu.
"Mas kebawah dulu, nanti jangan lupa ya.." kata kylo turun kebawah. Jantung Mia berdetak lebih kencang atas perhatian yang kylo berikan kepadanya.
--++---+++---+++--++--+++++-----
Keluarga besar kylo sangat senang mendapatkan kabar bahagia dari putra bungsu mereka. Kakek dan nenek kylo yang berada di puncak juga ikut antusias menyambut hari bahagia cucu mereka.
Mereka menyiapkan sesuatu dengan baik meski waktu yang sesingkat ini. Dari seserahan untuk tunangan dan pernikahan sudah siap, kylo ternyata sudah memesan cincin pernikahan mereka sebelum ia berangkat menuju kampung halaman melalui Radit. Dan cincin itu telah siap masuk ke sang pemilik.
Kehebohan keluarga Radjasa yang cuti mendadak dan serampak dalam pekerjaannya membuat sedikit orang bertanya-tanya, karena tidak seperti biasanya. sebab karyawan diberi jatah libur selama 4 hari secara bergantian.
Jatah Libur ini tidak hanya terjadi di kantor pusat tapi seluruh kantor cabang perusahaan Radjasa, tak hanya itu yayasan yang didirikan oleh mama Radjasa juga melakukan hal yang sama.
__ADS_1
"Sis, Lo udah lihat pengumuman di grup?" tanya salah satu karyawan yayasan. "Lo pilih libur hari apa, mau didata soalnya." lanjutnya.
"tunggu -tunggu maksud Lo soal pengumuman dan liburan?" tanya Siska tidak mengerti.
"Hah!, coba Lo lihat pengumumannya, gue kira Lo udah lihat soalnya Lo kan Deket banget sama Bu Radjasa." katanya lagi.
Siska membaca pengumuman yang ada di grup. "kok Tante nggak ngasih info ke gue sih kalau bakal ada cuti kayak gini." monolog Siska dalam hati.
"Lo udah baca kan? jadi Lo ambil awal atau akhirnya kita dapat jatah 2 hari libur, lumayanlah buat kita istirahat."
"terserah Lo.." jawab Siska cabut dari kursi menuju ruangan mama radjasa.
"Kenapa sih Tante nggak bilang apa-apa ke gue, gue kan jadi bloon tadi." gumam Siska.
"Gue mau ketemu tante..."Sahut Siska kepada asisten Nyonya Radjasa yang ada di depan ruangan.
"Sorry sis, nyonya Radjasa tidak masuk.."jawab sang asisten cuek.
"Lo nggak bohong kan kayak kemarin.." sewot Siska yang beberapa hari kemarin ia di bohongi oleh sang asisten nyonya radjasa.
"Siapa juga yang mau bohongi Lo, nggak level sama gue, kalau Lo nggak percaya sono periksa sendiri. kata judes sang asisten nyonya Radjasa.
"lo yang enggak level sama gue, awas aja Lo.." umpat Siska membuka pintu ruangan Nyonya Radjasa yang kosong tak berpenghuni.
"lho kok Tante nggak masuk sih.." rengek Siska yang masih terdengar oleh sang asisten Nyonya Radjasa.
"Benar kan yang gue bilang, Lo sih nggak percaya.."
Siska menutup pintu itu kembali menatap sang asisten Nyonya Radjasa dengan sinis. kemudian pergi meninggalkan tempat itu, karena Siska males jika.harus berharap dengan asisten Nyonya Radjasa.
Siska menghentak kakinya, berkacak pinggang memikirkan sesuatu hal yang janggal.
"kenapa memberi jatah liburan dadakan gini sih, pasti ada sesuatu yaang ditutupi dari gue, apalagi sudah 2 Minggu lebih kylo nggak ada kabarnya, dan kenapa sih Tante radjasa akhir-akhir sudah banget gue hubungi." gerutu Siska.
"Apa gue pergi ke rumah aja ya." pikir Siska, "Tapi kalau gue ke rumahnya sekarang nanti kayak kejadian kemarin, atau besok aja gue ke sana." pikir Siska keras. "Besok aja gue kesana." putus Siska.
Siska mencoba menelpon nomer nyonya radjasa tapi selalu saja suara operator yang menjawab panggilan.
"kenapa susah sih dihubungin, nggak... nggak.. mungkin kan Tante Radjasa menjauhi gue." pikir Siska mondar mandir sambil menggigit jarinya karena khawatir.
"Apapun yang terjadi Tante radjasa harus ada di pihak gue, gue nggak akan melepaskannya.."tekad Siska. "pokoknya gue harus kesana buat memastikan sesuatu, jangan sampai apa yang gue pikirin terjadi." monolog Siska pada dirinya sendiri..
bersambung
jangan lupa kritik dan sarannya
__ADS_1
terimakasih