Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 33 Siska Berulah


__ADS_3

Siska yang sedang berbicara dengan angel tak sengaja melihat Mia yang berjalan dari arah podium.


"Kok dia ada disini?" Lirihnya


"Lo ngomong apa sis?"


"Hah, gue nggak ngomong apa-apa, angel gue kesana dulu ya, mau cari camer gue hehehe."


"Iya sana semoga berhasil dapatin kylo nya " dukung angel, Siska hanya tersenyum tipis. Ia mencari keberadaan Mia.


Siska ingin menghampiri Mia tapi saat ia mulai mendekati Mia ia mendengar suara mama Radjasa yang sedang berbaur ke tamu undangan.


"Kesempatan gue buat Lo dipermalukan, gue akan buat keluarga Radjasa ilfil sama Lo."


Siska akan menabrakkan tubuhnya ke Mia, lalu saat itu siska akan berakting di intimidasi oleh Mia disaat mama kylo melihatnya. Siska mulai melancarkan aksinya, ia memegang sebuah gelas yang akan menumpahkan nya ke kamera Mia.


Saat mama Radjasa mulai mendekat ke arahnya ia mulia berjalan ke arah Mia untuk memancing emosi mia.


Siska menyenggol Mia ingin menumpahkan gelas berisi air ke kamera Mia namun naasnya berbalik arah ke badannya.


"Sial, Malah kenal baju Gue! Batin Siska kesal tak sesuai rencana.


"Maaf anda tidak apa-apa?" Tanya Mia khawatir. Tapi saat melihat siapa yang menyenggol nya ia mengubah ekspresi menjadi datar.


"Ada apa mi, kameranya baik-baik aja kan?" Tanya sea karena ia melihat ada orang yang menyenggol Mia tapi ia tak tahu itu siska.


"Baik-baik aja Se..."


"Hah untung.."sea lega, ia melihat orang yang berada didepan Mia yang ternyata Siska.


"Eh.. Lo.. si."


"Akh.. "teriak Siska menjatuhkan dirinya ke lantai. Saat ekor matanya melihat mama Radjasa mendekat. Teriak Siska menarik perhatian sebagian orang yang disekitarnya


"Lo nyenggol dia mi."bisik sea


"Aku tidak nyenggol nya tapi tiba-tiba dia jatuh sendiri." Balas Mia heran melihat Siska yang berakting kesakitan.


"Ya ampun kok anda bisa jatuh nona?" Tanya mama Radjasa menghampiri Siska yang terduduk di lantai.


"Ini saya jatuh gara-gara dia nyonya." Siska mendongak wajah pura-pura sakit.


"Kamu Siska kan?" Tanya mama Radjasa kaget, orang-orang yang disekelilingnya mendengarkan pun kaget, terutama sea dan Mia.


"Iya saya Siska, Lo Tante kok ada disini, kita bertemu lagi Tante?" Siska masih berpura-pura tidak mengetahui mama Radjasa adalah mamanya Kylo.


"Keluarga Tante yang mengadakan acara ini Siska, Tante tidak tahu kalau kamu tertarik dengan acara seperti ini, apanya yang sakit."


"Kayaknya kakiku terkilir deh tante." Meringis kesakitan padahal tidak.


"Ada apa ini kenapa berkerumun di sini." Suara tak asing menyentakkan orang-orang itu, mereka reflek menoleh ke sumber suara.


"Ada apa Ma, apa mama terluka."kylo menghampiri Mama yang berjongkok disampingnya Siska.


Siska memandang dengan tatapan yang berbinar. Ia berharap kylo akan membantunya.


"Ini kenalan mama jatuh sayang, kayak ia terkilir kakinya." Jelas mama Radjasa, kylo hanya melirik sepintas, Siska yang lirik seperti itu kesenangan. Sea yang melihat tipu daya Siska mulai beraksi menggagalkannya rencana Siska.


"Sayang, mama minta tolong bawa Siska ke ruang..."


" Ya ampun Siska Lo disini, Lo Kenapa?" Sela Sea memotong perkataan mama Radjasa. Ia menghampiri Siska mengalihkan perhatian mama Radjasa.


"Kamu mengenal siska nak.


"Buk.."


"Iya nyonya saya mengenal siska, dia teman saya. Kamu kok bisa jatuh sih sis. Bentar aku ambilin kursi dulu buat kamu duduk." Sea mengambil kursi yang dibelakangnya. Ia membantu Siska untuk duduk dikursi itu.


"Lo nggak usah macem-macem."Bisik sea tepat di telinga Siska.


Kylo membantu mamanya berdiri, kemudian ia menyapa Mia yang ada di depannya.

__ADS_1


"Nyonya tenang saja biar Siska sama saya." Meremas bahu Siska dengan keras


"Ah sakit.." teriak Siska kesakitan.


"Kenapa Siska? Tanya mama Radjasa khawatir.


"Ini Tante.."


"Ya ampun Siska, kamu pakek high heel ini, kan udah aku bilang jangan pakek kayak gitu, kamu kan tidak betah pakai high heel." Sekali lagi membungkam perkataan Siska.


"Jadi kamu tidak bisa pakai high heel Siska."


"Bukan begitu Tante, saya bis.."


"Iya nyonya Siska memang sulit untuk pakai high heel, kalau pakai high heel sering ke congklak."


"Ooh begitu, jangan terlalu dipaksa lagi untuk pakai high heel untuk cantik tidak harus menyusahkan diri." Nasehat mama Radjasa.


"Iya Tante." Jawab Siska kikuk.


"Dia siapa Tante?." Tanya seorang wanita muda yang menghampiri mama Radjasa.


"Ini Jen Siska yang Tante pernah bicarakan sama kamu."


"Ooh yang kerja di L Grafis itu?" Tanya Nona muda itu dengan antusias.


"Hai kak Siska aku jenny, aku denger dari Tante Siska kakak ngisi kelas fotografer di L grafis ya, aku mau dong masuk kelasnya." Pernyataan Nona muda itu membuat Mia dan sea kaget, karena setahu mereka siska tidak memiliki lisensi ngajar.


"I-ya.." jawab Siska gagap


"Kalau begitu kapan aku bisa daftar kak."


"Itu emm, nanti kak.."


"Kamu tertarik dunia fotografer?" Potong sea membuat siska kesal, ia mengepal tangannya.


"Iya aku tertarik sama dunia fotografer. Memangnya Kakak siapa?"


"Benar kak, siapa kak?" Tanya jenny antusias.


"Kalau boleh tahu siapa nak?" Tanya mama Radjasa penasaran.


"Itu nyonya Mia, yang disebelah kylo, dia itu pengajar di L grafis sekaligus Fotografer terbaik di Perusahaan kami, kelasnya udah internasional Tante." Sea mempromosikan Mia dengan baik, Siska yang mendengar itu jelas dongkol hanya saja ia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Benar itu kak.."


"Iya, saya serius.." sea menjawab mantap


"Baik kalau gitu, jenny kamu bisa minta tolong ke Mia, tolonh dibantu ya Mia." Minta mama Radjasa ke Mia.


"Iya tante.."jawab mia, Siska yang mendengar jawaban Mia menaikkan alisnya. Ia heran kenapa mama kylo sudah akrab dengan mia.


"Nyonya silakan melanjutkan menemui tamu yang lain biar Siska sama saya, saya akan menjaga Siska."


"Tapi Tante saya.."


"Udah sis kamu sama aku.."


"Baik kalau begitu, kamu cepat sembuh ya sis, jangan dipaksain kalau masih sakit." Pamit mama Radjasa diikuti dengan yang lainnya, hanya tersisa sea dan siska


"dah nyonya, tenang saja siska sama saya." ucap Sea menahan Siska dengan tangannya


"lepasin Gue Sea.." berdiri menunjukkan Sea karena menggagalkan rencananya.


"kaki Lo udah nggak apa-apa sis..." ejek Sea melipat kedua tangannya di dada.


"Lo bener-bener ya, udah ngerusak semuanya.", Siska mengerang frustasi.


"emang enak, jadi gagal deh, makanya jadi orang tuh punya otak buat mikir bukan buat nipu, meskipun Gue nggak tahu bagaimana cara Lo deketin mamanya kylo tapi gue yakin mereka nggak memilih Lo." umpat Sea tersenyum mengejek.


"semua bakal berhasil, kalau Lo nggak ikut campur." geram Siska menunjuk sea.

__ADS_1


"emang gue pikirin."


"awas Lo.." ancam Siska pergi meninggalkan sea.


"sis kaki Lo udah sembuh, katanya terkilir." teriak sea membuat orang disekitarnya memandang ke arah Siska. siska yang menyadari pandangan tidak mengenakkan membuat ia berpura-pura pincang.


sea yang melihat itu tertawa terbahak-bahak.


"dasar Siska, Siska emang enak Lo, pasti malu kan Lo." sea membatin.


"sis Lo dari mana aja acara mau dimulai tahu, gimana udah ketemu sama camer Lo.?" angel bertanya ketika siska menghampiri nya.


"Enggak jadi " sewot Siska.


"kok bisa nggak jadi?"


"gara-gara orang gila rencana gue gagal, padahal sebenar lagi gue bisa Deket sama kylo, sial itu orang."


"udahlah kan masih banyak waktu Lo bisa deketin kylo yang penting Lo udah Deket sama mamanya baru entar anaknya kena." usul angel.


"Bener kata Lo yang penting deketin mamanya dulu baru anaknya. terimakasih ya angel berkata Lo gue bisa dekat sama mamanya kylo."


"Apa sih yang enggak buat Lo, kalua Lo kaya kan gue juga kecipratan."


"Pasti itu Angel, thank buat ia


dah nyariin aku jadwal kegiatan mamanya kylo, Lo Tan yang terbaik pokoknya." siska memeluk Angel.


Acara pui di mulai, diawali dengan sambutan dari tuan rumah dan selanjutnya kegiatan santunan untuk anak yatim piatu, lansia dan kaum dhuafa.


disela-sela kegiatan tersebut kylo tak jarang mata nya mencuri-curi memandangi Mia. Aksi kylo di pergoki oleh Mamanya.


"Mama baru lihat, kalau anak mama mandangin perempuan segitu nya." celetuk mama Radjasa.


"Apa ma, mama bilang apa?"


"kamu itu kalau lihat Mia segitunya, dia tidak akan kemana-mana?"


"Mama bisa aja." cengir Kylo. "mama tahu dari mana kalau namanya Mia?"


"oh tadi kakak kamu ngenalin ke mama sama papa, anaknya sopan banget, cantik dan baik."


"kalau kylo sama dia, mama tidak masalah kan?"


"memang dia mau sama kamu sayang." goda mama Radjasa.


"kalau kylo berusaha pasti dia mau."


"mama terserah, kamu yang menjalankan mama cuma mendukung saja."


"terimakasih ma."


"ma kylo minta mama jangan dekat-dekat sama perempuan yang jatuh tadi, mama kok bisa kenal sama dia?"


"Siska maksud kamu? dianggukin boleh Kylo.


"mama kenal saat mama berkunjung disalah satu panti, ia menjadi relawan disana, anaknya cukup baik kok."


"Belum tentu dia baik, bisa saja dia baik ada maunya."


"kamu tenang aja sayang, mama bukan sosok orang yang termakan omongan orang jika tidak ada bukti, selama ia baik ke mama maka mama akan baik ke orang itu."


"tapi kylo ingin mama hati-hati sama dia, kylo rasa dia ada maksud tersembunyi."


"iya mama akan ingin itu selalu." mama Radjasa meyakinkan kylo agar tidak terlalu khawatir padanya.


setalah acara sosial selesai, berganti dengan acara pertunangan Kirana dan Darren, acara ini hanya bisa hadirin oleh keluarga inti yang akan dilakukan di restoran private milih hotel tersebut.


mendengar hal itu Siska tidak terima, ditambah lagi Mia juga ikut dalam acara keluarga besar kylo membuat hatinya memanas, andai saja ia bisa bertemu lebih awal dengan mama kylo dan akrab mungkin sekarang ia bisa menjadi bagian dalam acara tersebut.


siska pulang dengan wajah kusut, ia menata ulang rencananya, ia akan mengambil hati mamanya kylo baru setelah mama kylo mendukung, ia kan meminta mama kylo menjodohkan dengan kylo. Siska tidak sabar menantikan moments tersebut.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2