Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 71 Rasa Takut?


__ADS_3

Setelah kepergian kylo bersama rombongan keluarga pak kyai Mia masuka ke dalam kamarnya untuk menetralkan debat jantungan. Kylo sendiri sudah siap dengan konsekuensi yang akan datang, dan ia akan mencoba hasil akhir dari syarat yang diajukan oleh orangtua Mia.


Untungnya kedua orangtua kylo mendukung setiap apa yang dilakukannya, saat ini kylo dalam perjalanan menuju pondok pesantren yang akan ia tinggali selama 2 Minggu untuk menempuh pendidikan kilat disana. Apapun terjadi kylo sudah menyiapkan mentalnya.


Sedangkan keluarga Mia melanjutkan acara yang mereka adakan. Memang sesekali para tetangga menanyakan siapa pemuda yang memeluk Mia tapi orangtua Mia mencoba membalasnya dengan senyum.


Rombongan keluarga pak kyai dan kylo sudah sampai di pesantren, jelas kedatangan kylo mengejutkan beberapa orang yang mengenal sang Model internasional itu, tapi ada juga yang tidak tahu tentang kylo menganggap sebagai orang kaya biasa yang berkunjung ke rumah pak kyai.


Anak pak kyai yang sejak dari tadi memperhatikan kylo merasa insecure dengan apa yang kylo punya, hatinya menciut saat tahu kedekatan kylo dengan Mia, akan kah ia bisa mendapatkan hati Mia dalam kurung waktu 2 Minggu. Atau ia harus memupus harapannya untuk mempersunting Mia yang di idam-idamkan hampir semua pemuda di kampung halamannya.


Tapi ia tidak akan menyerah begitu saja, siapa tahu Tuhan memang menjodohkan Mia dengan dirinya, karena Tuhan dengan mudah membolak-balikkan hati manusia. Kita hanya tinggal menunggu 2 minggu kedepan, dan ia akan bertekad untuk menarik hati Mia terhadapnya meski waktu sesikat itu.


Tak terasa kylo sudah tinggal selama 5 hari ini pondok pesantren ini, kylo beradaptasi dengan cepat dan ia dengan patuh mengikuti jadwal kegiatan yang ada di pondok pesantren itu dengan sangat baik tanpa mengeluh, sesekali ia ikut santri putra untuk membantu di ladang dan membersihkan area halaman pondok pesantren seperti hari ini, kylo ikut membersihkan rumput yang ada di sekitar pondok santri Putri.


Kasak kusuk santri putri mengiringi setiap kali kylo mengerjakan tugasnya. Banyak santri putri yang terpesona dengan ketampanan pemuda itu, tak heran hanya satu hari kylo berada di sana banyak fans dan menyebabkan kehebohan tapi kylo tak ambil pusing, ia hanya fokus untuk menyelesaikan tugas dan menerapkan pengajaran yang ia dapatkan.


"Subhanallah, ganteng banget.." ucap salah satu santri putri saat melewati halaman tempat kylo kerja bakti.


"Iya, aku denger pemuda itu datang dari kota besar, ikut nyantri kilat, tapi orang kota memang beda ya, semuanya ganteng-genteng, mau dilihat dari manapun." Celetuk salah satu santriwati lainnya.


"Betul bening banget." Cekikikan.


"Assalamualaikum.. kalian lagi pada ngapain? Tidak boleh lho membicarakan sesuatu yang tidak pantas." Tegur salah satu santriwati terbaik di pondok pesantren itu.


"Kita tidak sedang berbicara yang tidak pantas bunga, tapi kita sedang mengagumi keindahan yang telah Tuhan ciptakan kepada pemuda disana."jawab santriwati yang sejak dari tadi membicarakan Kylo.


Bunga pun otomatis menoleh ke arah kylo yang santriwati tunjuk. "Ganteng kan, omong-omonh kamu tahu siapa namanya, kan kamu sering banget bantu di kediaman pak kyai, bagi dong ke kita siapa nama mas ganteng itu." Bujuk teman bunga.


"Iya dong bagi ke kita siapa nama mas ganteng itu.." bujusk yang lainnya.


Bunga tersenyum tipis melihat tingkah laku temannya, siapa sih yang tidak terpesona dengan kylo, jelas banyak para wanita yang terpesona dengan ketampanannya.


"Setahuku namanya mas kylo." Jawab bunga masih melihat ke arah kylo yang sedang duduk dengan para santri putra setelah menyelesaikan pekerjaannya.


"Wiih namanya cakep seperti orangnya." Celetuk salah satu santriwati yang dianggukin oleh teman yang lainnya.


"Ngomong-ngomong kamu tahu kah, kenapa mas kylo berada di sini?" Tanya santriwati yang lainnya.

__ADS_1


"Setahuku mau belajar agama, cuma itu yang aku tahu." Jawab bunga.


"Subhanallah, udah ganteng mau belajar agama pula, pengen deh jadi pasangan halalnya." Kata salah satu santriwati terkagum-kagum.


"Kalau menurutku sih, kamu masih jauh, buanglah harapan mu itu, laki-laki genteng kayak gitu pasti standarnya tinggi, mungkin seperti bunga yang pinter banget." Sahut temennya.


"Kalian itu omongan apa sih? Sudah sana bubar sebentar lagi nanti pada di cari uztadah lho." Kata bunga tersipu malu. Bunga masih melihat kylo dalam hati kecilnya ia berdoa agar Tuhan menjodohkan dengan kylo.


---+++---+++----+++++---++++-----++++-----


Di satu sisi kylo sedang berjuang memantaskan diri dengan belajar agama di satu sisi Mia sedang berkenalan lebih jauh dengan dua pemuda lainnya, malam semakin larut membuat Mia tidak bisa tidur dengan nyenyak pikirannya tertuju kepada kylo, sudah 5 hari ia tidak bertemu kylo tapi hal ini membuat hatinya gundah tidak seperti biasanya.


Mia dan kylo juga pernah tidak bertemu lebih dari lima hari tapi hati Mia tetap tenang saja, tapi untuk sekarang lima hari terasa sulit baginya. Apakah ia merindukan pemuda itu? Mungkin saja.


Mia sedang termenung sendiri di balkon depan atas yang terhubung dengan sebuah taman bunga di atas rumahnya, ia duduk sambil melihat rembulan malam yang meneduhkan.


Sang ayah yang melihat anaknya sedang gundah gulana menghampirinya. "Kok belum tidur nak?" Tanya sang ayah yang duduk disampingnya.


"Masih belum ngantuk yah." Jawab Mia tersenyum tipis.


"Entahlah yah, semau terasa sulit bagi mia.."menyandarkan tubuhnya kepada sang ayah. Sang ayah membelai surai sangat anak dengan lembut.


"Semua tidak akan terasa sulit jika kamu bisa membagi beban mu kepada orang lainnya, jika ada yang mengganjal ayah siap mendengarkannya." Kata sang ayah dengan lembut.


"Di satu sisi Mia takut yah, dia membuat Mia takut,,, jawab Mia dengan suara agak bergetar.


"Apa alasannya, Ayah lihat dia pemuda yang baik dan mau berjuang terhadap kamu, nak cerita ketakutan Mu kepada ayah, siapa tahu kita bisa mencari solusi yang tepat." Bujuk sang ayah.


"Entah kenapa dari awal kemunculannya menjadikan ku menjadi seperti ini, disaat Mia membangun benteng yang kokoh berharap tidak ada yang menembusnya, dia dengan begitu muda masuk kedalam benteng Mia, dengan dirinya Mia bisa menjadi Mia yang sebenarnya, dengan dirinya Mia bisa mengeksplor apapun yang Mia inginkan, disaat Mia sedang tidak baik-baik saja dia datang ke Mia seakan dia tahu kesulitan yang Mia alami, setiap Mia mencoba menghindari dia selalu dekat, Mia dibuat tidak berkutik karenanya, dan sekarang entah mengapa Mia takut kehilangan dirinya." Jelas Mia menceritakan apa yang ia rasakan terhadap Kylo.


"Apa yang kamu rasakan semua tidak salah, hanya saja Tuhan sedang menguji kalian berdua, ayah tahu pemuda itu sangat mencintai putri ayah, sedang putri ayah seorang sedang bimbang, nak jangan jadikan masa lalu mu yang pernah gagal membuat kamu menutup diri. Jadikanlah pelajaran hidup, ayah tahu bayangan masa lalu mu masih menghantui mu tapi hidup terus berjalan nak, jangab sampai kamu kehilangan orang yang kamu sayangi nak, karena kesempatan tidak datang untuk ke tiga kalinya atau ke berapa pun." Nasehat sang Ayah.


"Sekarang sudah malam, lebih baik kamu istirahat, tidak baik anak gadis begadang melulu tidak baik untuk kesehatan." Kata sang ayah menyuruh sang Putri untuk tidur.


"Iya Ayah habis ini Mia akan tidur, terimakasih yah.." kata Mia memeluk sang ayah.


"Iya jangan lupa minta petunjuk kepada yang Kuasa." Kata sang ayah. "Ayah kedalam dulu nanti dicari ibu mu " lanjut sang ayah meninggalkan sang putri yang masih duduk disana.

__ADS_1


Sang ayah pun masuk ke dalam kamarnya yang sudah ditunggu oleh sang ibu.


"Ayah dari mana?"tanya sang ibu melihat suaminya datang.


"Dari atas, ngobrol sama Mia Bu." Jawab sang Ayah.


"Sini deh yah, bagaimana pendapat ayah tentang ketiga pemuda itu, kira-kira putri kita pilih yang mana?" Tanya sang ibu menepuk ranjangnya untuk sang suami duduk.


"Kalau dari pandangan ayah perasaan Mia lebih condong ke pemuda kota itu."


"Tapi kan yah pemuda itu umur jauh dibawah Mia apa tidak apa-apa?" Tanya sang ibu penuh kekhawatiran.


"Sejauh ini tidak apa-apa Bu, umur tidak menjadi patokan buat seseorang menjadi dewasa, contohnya nabi Muhammad sama Siti Khodijah, dimana nabi Muhammad umurnya jauh di bawah Khotijah dan rumah tangga beliau baik-baik saja, kalau ayah nurut kemauan Mia mau seperti apa, kita sebagai orangtua cuma mendukung saja." Terang sang ayah menenangkan.


"Tapi ibu kan cemas yah, apalagi kita tidak tahu asal usulnya bagaimana? Gerutu sang istri.


"Ibu tenang saja, nak aiden sudah banyak cerita sama ayah tentang nak kylo, insyaallah dia pemuda yang baik lahir dari keluarga yang baik-baik pula, malah ayah sedikit khawatir apakah keluarga kita pantas bersanding dengan keluarga mereka." Jelas sang ayah membuat sang istri penasaran.


"Memangnya kylo anak siapa yah, ayah kok jadi seperti ini?"


"Kata anak Aiden kylo salah satu anak pengusaha sukses yang berada di ibukota, bisnisnya ada dimana-mana tidak hanya satu melainkan beberapa, keluarga sangat terpandang disana, ibu yang membuat ayah kepikiran apakah mereka bisa menerima Mia dengan baik, secara mereka jauh diatas kita Bu." Membuat sang istri kaget.


"Jadi kylo itu anak orang kaya banget yah, subhanallah anak kita menang apa ya yah, dapet rejeki nomplok gitu." Kata sang istri tersenyum senang. "Harusnya ayah tidak perlu khawatir berlebih kayak gitu, insyaallah semua ada jalannya, memang nak Aiden cerita apa lagi?"


"Nak Aiden bilang kalau Mia sudah beberapa kali bertemu dengan keluarga kylo, dan mereka menerima Mia dengan tangan terbuka, tapi Bu..."


"Udah yah tidak udah tapi-tapian, toh keluarga kylo menerima Mia dengan baik, kita juga belum mengenal keluarga kylo, jadi ayah jangan terlalu berfikir negetif sama mereka, kita tunggu saja, toh tinggal sedikit lagi anak kita memberi jawaban, kita sebagai orangtua harus mendukung anak kita, kan ayah tadi bilang begitu." Timpal sang istri.


"Iya juga sih Bu.."


"Lebih baik kita istirahat.. sudah malam, besok ayah juga banget kerjasama kan." Kata sang istri.


bersambung...


jangan lupa kritik dan saran


terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2