
Jaka memasukan CV-nya ke dalam perusahaan L grafis setalah sekian lama ia memantaskan diri untuk bisa diterima dan bekerja di perusahaan yang ia tuju.
Bermodal sebuah kartu nama Mia, ia berharap dapat diterima sebagai salah satu pekerja disana. Selain mencari pekerjaan Jaka juga masuk ke dalam universitas swasta Yang ada di ibukota itu, meski baru semester awal.
Dan hari ini Jaka akan melaksanakan interview yang di adakan oleh perusahaan L grafis. Jaka Memasuki ruang interview dengan gugup. Ia kering dingin saat namanya dipanggil untuk memasuki ruangan interview.
Jaka berharap Mia sebagai salah satu pewawancara namun sayangnya Jaka tidak menemukan keberadaan Mia disana. Jaka berfikir kalau Mia berbeda divisi dengan pewawancara.
Untung saja Jaka menjawab bertanya dengan baik, meski ia keringat dingin dan gugup tapi tidak menyurutkan ia untuk menampilkan yang terbaik. Rasa lega Jaka rasakan setelah keluar dari ruang tersebut.
Hasil interview akan di umumkan seminggu lagi melalui email masing-masing peserta. Sampai Jaka keluar dari gedung l gratis Jaka tidak menemukan Mia. Jaka berfikir mungkin Mia sedang sibuk.
Jaka pulang ke kostnya dengan tekad kuat akan diterima oleh Perusahaan l grafis, jika ia diterima bukanya ia akan berhubungan, seperti pepatah sekali mendayung dua sampai tiga pulau terlampaui.
Seperti tujuan, jika ia diterima ia bisa mendapatkan jadi sekaligus berjuang mendapatkan hati Mia. Tanpa Jaka sadar ia sudah kalah jauh dari seseorang.
Satu Minggu kemudian hari yang ditunggu-tunggu oleh Jaka pengumuman hasil interview, sejak pagi Jaka sudah mengecek email nya beberapa kali tapi belum ada email yang masuk. Jaka sudah tidak sabar melihat hasilnya.
Jaka mengambil air minum di dapur yang terletak diluar kamar kosannya. Ia meneguk air putih itu dengan tandas. Ia mengecek email nya lagi, ternyata dia ada email yang masuk dari l grafis, mulut komat Kamit merampalkan sebuah doa.
Jaka membuka email tersebut, ia membaca dengan seksama dan mengulanginya beberapa kali.
"Alhamdulillah Jaka di terima Mak.. Kakak Mia Jaka datang, tunggu Jaka kak." Teriak Jaka kegirangan.
Jaka di terima sebagai pegawai magang di perusahaan L grafis, karena Jaka masih kuliah jadi magang kylo akan di sistem kan sebagai pegawai paruh waktu, untung saja perusahaan L grafis memilih beberapa sistem, yakni lepas, part time, tetap, work from home dan kerja lapangan.
"Besok Jaka harus tampil keren, Jaka sudah tidak sabar buat ketemu sama kak Mia. Sekarang kak Mia seperti apa, jelas lebih cantik kan dari sebelumnya?" Monolog Jaka senyum-senyum sendiri, menghayal tentang Mia sampai terbawa mimpi.
Keesokan harinya Jaka sudah berpenampilan rapi untuk berangkat menuju perusahaan L grafis menjadi sebagai pegawai magang sebelum ia diterima menjadi pegawai part time.
Jaka mengembung dadanya, saat memasuki pintu perusahaan L Grafis. Jaka berjalan sampai berada di depan resepsionis untuk menanyakan ruangan penerimaan pegawai baru.
"Permisi mbak saya mau tanya ruangan untuk calon pegawai magang diruangan mana?"
"Untuk ruangan magang berada dilantai 2 mas, berada disebelah kiri yang ada tulisan HRD."
"Terimakasih mbak." Pamit Jaka memasuki lift.
Jaka menemukan ruangan yang dimaksud, ia mengambil duduk disisi kaca.
"Ternyata banyak juga yang diterima." Batin Jaka melihat sekelilingnya.
Hingga seorang kepala HRD berdiri di depan para pegawai magang untuk memberi intrupsi. Pegawai magang akan ditraining selama 6 bulan percobaan, setiap bulan mereka akan berganti penempatan di hampir setiap sektor kerja yang ditentukan oleh HRD. Pegawai magang juga akan mendapatkan gaji sesuai dengan apa yang keringat yang mereka keluarkan.
Selain dapat gaji, mereka juga dapat menikmati fasilitas yang ada perusahaan, makan siang plus cemilan juga, jika mereka mempunyai foto bagus dan asli otentik, maka mereka dapat mengikuti lomba fotografer yang setiap 3 bulan sekali diadakan.
Banyak keuntungan yang dapat mereka dapatkan jika mereka serius untuk bekerja, selain itu mereka harus menaati peraturan perusahaan, karena setiap bulan ada penilaian kinerja karyawan dan attitude nya yang akan di nilai oleh orang-orang yang sudah dipilih oleh dewan, jadi mereka harus berhati-hati dalam bersikap jika tidak maka akan ada sangsi besar.
__ADS_1
Setelah Jaka menerima pembekalan ia ditugaskan ditim 3 dimana Dika Mahendra menjadi ketua timnya. Di dalam tim tersebut Jaka ditempat ditim properti terlebih dahulu.
Jaka merasa senang karena pegawai tim 3 ramah-ramah dan membantu ia dalam melakukan pekerjaan. Apalagi ada bang Dika yang jelas Jaka kenal menambah semangat Jaka untuk bekerja.
Dika pun awalnya tidak mengenali Jaka tapi setalah jaka menjelaskan siapa dia Dika baru ngeh. Dika kaget melihat banyak perubahan Jaka.
"Jaka Lo pastinya udah di ajak keliling sama pihak HRD kan, pengenal gedung?", Tanya Dika merangkul leher Jaka.
"Iya bang..."
Sekarang mereka berjalan ke kantin karena sudah waktu jam makan siang.
"Lo kalua mau makan ambil aja, untuk sebelah kiri itu makan yang disiapkan oleh perusahaan dan untuk sisi kanan lagi ada pantry khusus pegawai yang mau masak menu siang mereka sendiri dan semuanya gratis. Kalau Lo mau yang lebih ala cafe Lo lihat pintu kantin yang mengarah ke taman itu, di sana ada cafe dan abang-abang jualan kayak bakso dkk tapi kita harus bayar." Jelas Dika seperti pemandu.
Jaka melihat sekelilingnya hanya bisa terkagum-kagum.
"Lo mau makanan kantor atau cafe." Tawar Dika pada Jaka.
"Makanya kantor aja bang Dika." Jawab Jaka sungkan.
"Lo nggak usah jamin ke gue, kalau Lo mau pesen ke cafe bilang aja masuk bill Dika." Tawar Dika tapi ditolak oleh Jaka.
"Gue tunggu Lo di pojok sana." Tunjuk Dika ke meja yang ditempati oleh sea disebelah pot bunga.
"Iya bang.."
Jaka mengambil makanan yang sudah tersedia oleh perusahaan. Jaka menghampiri meja yang ditempati oleh Dika bersama seorang perempuan.
"Siapa?" Tanya sea tanpa bersuara.
"Sea kenalin ini Jaka yang pernah gue sama Jetro bicarakan. Dia Sekarang jadi pegawai magang ditim gue, dan Jaka ini sea asistennya Mia." Dika memperkenalkan mereka berdua.
"Jaka Kakak salam kenal"
"Gue sea..." Mereka saling berjabat tangan.
"Jadi Lo yang namanya Jaka, ternyata cakep juga" puji Jaka membuat Jaka menjadi salah tingkah.
"Iya kak.."
"Jak asal Lo tahu, sea penasaran sama Lo gara-gara Lo pernah nembak Mia, waktu itu kalau nggak salah Lo masih kelas 2 SMA kan." Sahut sea.
"Memang kenapa penasaran sama saya kak."
"Pertama gue acungi jempol ke Lo karena Lo dengan berani nembak Mia, gue salut sama Lo dan bikin gue penasaran Lo pernah sumpah setia serapah ke Mia kan. Bahwa Mia kelak dapat jodoh lebih muda darinya." Selidik sea membuat Jaka sedikit takut.
"Iya kak itu benar." Cicit Jaka.
__ADS_1
"Se.. Lo kalau bicara kayak orang polisi yang sedang interograsi, jadi takut kan anak orang, udah Jak jangan dipikirin, sea anaknya memang begitu." Jaka hanya mengangguk saja.
"Bukan begitu bang, sorry gue kalua nakutin tapi gue mau bilang terima kasih sama dia karena ucapannya mungkin Mia bisa mendapatkan pria yang begitu menyayanginya, terimakasih ya Jak."
"Makasih buat apa ya kak." Celetuk Jaka tidak mengerti
.
"Terimakasih karena Lo udah mengutuk sahabat gue, dan kayak sumpah serapah Lo bakal terjadi, tinggal nunggu waktu aja." Jawab sea ambigu.
"Udah jangan dipikirin mending Lo makan aja." Kata Dika.
Jaka pun memakan makanan dengan hikmat. Meskipun ia masih penasaran dengan apa yang dikatakan oleh sea
"Mia dan yang lainnya kemana tumben Lo sendiri?" Tanya Dika, membuat Jaka mempertajam pendengaran ketika nama Mia disebut.
"Kalau yang lainnya masih ada urusan, jadi gue dulu karena habis ini gue harus menghandle pekerjaan Mia."
"Lah terus Mia kemana."
"Biasa bang diculik sama klien tercinta, Lo sendiri tahu sendiri kan segala projek yang berhubungan dengan Ky harus Mia yang menanganinya."
"Gue paham itu, tapi nggak semua juga Mia harus yaang ngerjain juga Se.."
"Biarin juga kali bang, mumpung buat mereka berdua lebih mengenal diri satu sama lain."
"Maksudnya mengenal satu sama lain?" Jaka membatin sambil terus mendengarkan pembicaraan sea dan Dika.
"Memang hubungan mereka sudah tahap apa?" Tanya Dika.
"Udah Deket banget pokoknya, yang pasti ky udah suka sama Mia, tinggal nunggu Ky buat nyatakan perasaan sama Mia, kata Radit sih nunggu momen yang pas. Lo tenang aja bang nanti gue kasih tahu info selanjutnya."
"Gue baru sadar kalau ternyata Lo bersekongkol sama mereka."
"Biarin, Wek gue memang dukung mereka berdua kok."
"Maaf kak, memang kak Mia lagi dekat sama seseorang ya?" Tanya Jaka penasaran.
"Iya dia lagi dekat sama seseorang nanti gue kenalin., Tapi tunggu Lo masih punya perasaan atau giman nih.?"
"Tidak ada kak.." jawab Jaka cepat.
"Aku pikir setelah aku dewasa aku dapetin kak Mia tapi kenyataannya aku terhempas lagi." Monolog Jaka.
"Ooh bagus deh gue kira Lo masuk kesini gara-gara ada Mia." Sahut sea
"Hus sea,." Tegur Dika. " Udah Jak Lo jangan denger apa omongan nya sea, Lo makan aja yang banyak, karena bentar lagi kita pasti sibuk banget."
__ADS_1
"Iya bang..." Jaka menikmati makanannya dengan hambar Se hambar hatinya.
bersambung......