Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 62 Jebakan yang Gagal...


__ADS_3

Seseorang menahan tangan kylo, kylo reflek menoleh ke belakang. Ternyata orang yang menahannya adalah Siska.


"Ky, kamu mau ke mana?" Tanya Siska membuat beberapa orang melihat mereka.


"Bukan urusanmu." Jawab kylo ketus.


"Tapi ini kan pesta pernikahan kakak kamu tidak sopan jika kamu meninggalkan acara bahagia ini." Bujuk Siska tidak tahu malu.


"Lepaskan." Kata kylo menyentak genggaman Siska.


Siska tidak tinggal diam begitu saja, ia berpura-pura keseleo, hingga tubuhnya jatuh ke depan, spontan kylo menahannya.


"Maaf ky, aku tidak sengaja, entah kenapa kakiku sakit?, bisa minta tolong bawa aku ke meja itu." Pinta Siska dengan muka memelas.


Karena kylo tidak mau membuat keributan, akhirnya ia memapah Siska menuju meja yang Siska tunjuk, ia mendudukkan Siska disalah satu meja kosong disana.


"Kamu mau kemana." Siska berusaha mencegah kylo.


"Bukan urusanmu." Kata kylo sekali lagi, meninggalkan Siska yang tertawa menyeringai. Ia menatap temannya yang bekerja di salah satu akun Gosip terkenal itu.


Temannya memberi tanda oke sebagai jawaban atas terlaksananya rencana mereka.


"Tunggu sebentar lagi kamu pasti jadi milikku ku." Batin Siska.


Teman Siska pun menghampiri Siska. Siska sudah tidak sabar melihat hasil jepretan teman Siska.


"Gimana hasilnya gue nggak sabar melihatnya?" Tanya Siska antusias.


"Tenang aja hasilnya pasti memuaskan." Sambil menunjuk hasil foto yang baru ia ambil tadi. Siska tersenyum puas akan hasilnya.


"Terus berita ini kapan akan rilis?"


"Mungkin besok pagi berita ini akan rilis, Lo tunggu aja, tapi gue salut sama Lo punya hubungan sama keluarga ini."


"Jelas gue Siska, Lo tadi lihat sendiri kan bagaimana kylo ke gue. Tapi bikin berita jangan terlalu heboh ya, gue takut kylo marah sama gue."


"Tenang aja, apa yang Lo minta bakal gue lakuin, yang penting pas kalian jadi nikah, kami yang pertama memberitakannya." Tawar teman Siska itu.


"Kalau itu beres.. yang penting hasil kali ini memuaskan, gue bakal nempatin janji gue." Janji Siska.


Kylo Tanpa kesal karena tidak bisa menemukan keberadaan Mia, andai Siska tidak menghalanginya pasti sekarang ia bersama Mia.


Kylo berjalan gontai kembali ke ballroom. Ia berpapasan dengan Mia yang keluar dari kamar mandi luar, tadi ia menenangkan dirinya disana.


"Mia..."panggil kylo sedikit berlari menghampiri Mia.


"Ky..." Gumam Mia.


"Kamu tidak apa-apa?"tanya kylo khawatir.


"Alhamdulillah baik Ky.. kamu kok ada disini?"


"Aku nyariin kamu, kamu pasti shock dengan kejadian tadi." Kata kylo membelai pipinya Mia, reflek Mia memundurkan tubuhnya takut dilihat oleh orang lain.


"Kenapa?" Cicit Kylo, Mia memberi jawaban lewat kode matanya, bahwa mereka di ruang terbuka. Kylo yang menyadari hal tersebut mencoba bersikap biasa saja.


"Ada yang perlu aku bantu?" Tanya Mia mencoba bersikap biasa saja. Kylo melihat sekelilingnya.


"Ayo ikut aku sebentar.." ucap kylo pergi terlebih dahulu, Mia pun mengikuti kylo dari belakang.


Mereka berdua menuju satu ruang yang dikhususkan untuk keluarga inti. Dan hanya keluarga inti saja boleh masuk. Kylo ingin menjaga privasi mereka.


"Ada apa ky?, Aku harus kembali ke dalam untuk mengawasi anak-anaknya" yang dimaksud Mia adalah pegawainya.


"Apakah sesulit itu kamu memberi jawaban kepadaku." Kylo membalikkan tubuhnya. Ia berjalan berlahan ke arah Mia.


Tangan kylo mengangkat tangan Mia ke atas menunjukkan sesuatu kepada Mia, terlihat tidak ada satupun cincin yang melingkar di jari-jari itu.


Mia tercekat saat mendapat pertanyaan seperti itu.


"Apa susahnya kamu memberi jawaban itu kepadaku, sampai kapan aku harus menunggu mu." Sentak kylo.


"Maaf.. maaf... "Cicit Mia tertunduk.


"Yang aku butuhkan bukan kata maaf tapi kepastian Mia." Balas kylo penuh penekanan.

__ADS_1


Mia mencoba untuk menatap mata kylo yang penuh tatapan kekecewaan.


"Aku bingung akan jawaban yang ingin aku berikan kepadamu, sampai sekarangpun aku masih bingung, tapi satu hal ky, jika kamu serius dengan ku maka datang lah kepada kedua orangtuaku, mungkin dari jawaban mereka kamu akan menemukan jawabanku." Jelas Mia meninggalkan kylo begitu saja.


Bukan maksud Mia plin plan dalam memberi kepastian tapi Mia butuh sebuah keyakinan dan keseriusan kylo dalam hubungan mereka, jika saja kylo meminta Mia kepada orangtuanya terlebih dahulu, setidaknya izin terlebih dahulu, mungkin Mia akan memakai cincin itu di jari manisnya.


Tapi yang terjadi kylo masih belum menemui kedua orangtuanya, Mia menggenggam kalungnya dengan kuat agar tidak hilang.


Kylo mengacak rambut, ia berfikir keras, apakah karena hal itu Mia belum bisa menerimanya?. Kylo kecewa pada dirinya sendiri, coba kalau waktu itu ia meminta izin kepada orangtuanya terlebih dahulu mungkin ia tidak terombang-ambing seperti ini.


Kylo berjalan gontai keluar dari ruang itu, ia harus segera mungkin datang ke rumah Mia untuk meminta izin kepada orangtua Mia.


"Besok gue harus bilang ke mama sama papa." Tekad kylo dalam hati.


Kylo masuk ke dalam acara lagi berbaur dengan yang lainnya. Papa kylo memperkenalkan kylo kepada salah satu kolega yang akan bekerja sama dengan perusahaan Radjasa.


Mereka Begitu antusias ketika tahu bahwa kylo akan menjadi salah satu pimpinan yang akan datang di perusahaan Radjasa dan mereka tidak sabar untuk menandatangani kontrak kerjasama mereka.


"Ky, sepertinya dalam seminggu ini kamu yang menghandle semua pekerjaan papa, nanti kamu dibantu juga oleh asisten papa. Papa harap kamu bisa melakukannya, kemungkinan papa sama Mama akan sibuk seminggu ke depan menjamu tamu-tamu atau kerabat yang tidak bisa hadir di pesta ini " bisik tuan Radjasa meminta tolong kepada sang anak.


"Baik Pah, kylo usaha kan yang terbaik untuk perusahaan."


"Bagus." Menepuk pundak sang anak. "Oh iya besok jangan lupa untuk meminta laporan kerjasama kita dengan perusahaan pak Albert yang tadi Papa perkenalkan kepada kami ke asisten papa. Papa harap kamu dapat mengoalkan kerjasama kita sama perusahaan mereka."


"Iya Pa, besok kylo akan mempelajari semua berkasnya, papa tenang saja, gunakan waktu seminggu ini juga buat istirahat, atau sekalian papa sama Mama liburan ke mana gitu." Pinta kylo yang tidak tega melihat papanya yang begitu capek mengurusi perusahaan dan pernikahan Kirana.


"Iya nanti Papa akan istirahat, terimakasih son." Jawab tuan Radjasa bangga.


Acara resepsi pernikahan Kirana pun telah selesai sepasang pengantin baru itu juga telah memasuki kamar yang telah disediakan.


Sedangkan untuk keluarga ke dua bela pihak masih berada di ballroom untuk sekedar berbincang, tapi ada juga yang sudah kembali ke kamar yang telah disediakan.


Siska menghampiri mama Radjasa yang sedang mengobrol dengan besannya, Siska memang menunggu sampai acara selesai.


"Tante selamat ya atas pernikahan kak Kirana, tadi Siska belum sempat mengucapkannya kepada Tante." Ujar Siska basa basi.


"Ooh terima kasih ya Siska.., makan dulu kalau kamu belum makan." Pinta nyonya Radjasa.


"Sudah Tante, Siska sudah makan, hanya saja Siska ingin bertemu Tante, rasanya kalau tidak mengucapkan langsung Siska tidak enak."


"Kamu bisa saja Siska.. kamu kesini sama siapa?"


"Aduh Tante malah ngerepotin kamu padahal kamu datang saja Tante sudah senang."


"Tidak apa-apa Tante, hanya saja Siska yang mau."


"Ooh iya sampai lupa, Siska kenali ini mamanya Darren suaminya kirana nyonya Wicaksono."


"Salam kenal Tante saya Siska." Menjabat tangan mama Darren.


"Iya sama-sama siska, jeng kalau begitu saya kembali ke kamar terlebih dahulu, badan saya sudah pegal semua, kalau gitu Tante pamit duluan ya Siska." Pamit nyonya Wicaksono kepada Nyonya Radjasa.


"Iya jeng selamat beristirahat." Balas nyonya Radjasa.


"Kalau gitu Siska pamit duluan ya Tante, sekali lagi selamat ya Tante." Pamit Siska


"Iya sama-sama Sis, bentar ya sis, tante panggil kylo buat antar kamu, tidak baik anak perempuan pulang malam-malam." Kata nyonya Radjasa menahan Siska pergi yang sebenernya itu yang Siska harapkan.


Nyonya Radjasa memanggil kylo untuk mengantarkan Siska pulang, berulang kali kylo menolak tapi nyonya Radjasa terus membujuk kylo, karena tidak tega dengan sang mama, akhir kylo dengan terpaksa mengiyakannya.


Kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh Siska, ia nantinya akan berusaha menjebak kylo masuk ke dalam perangkapnya. Setelah berhasil ia akan meminta kylo menikahinya.


"Siska, nanti kamu pulang diantar sama kylo, kasian kamu pulang sendirian,sudah malam gini, Tante sudah bilang ke kylo." Ujar nyonya Radjasa.


"Terima kasih tentang, tapi lebih baik Siska pulang sendiri, kylo pasti capek dan butuh istirahat, Siska tidak apa-apa Tante." Kata Siska berusaha menolak tapi dalam hatinya ia sangat berharap.


"Tidak usah sungkan, bentar Tante panggil anaknya." Bujuk nyonya Radjasa


"Ky nanti jangan lupa antar Siska ke rumahnya, tadi kamu sudah mengiyakan permintaan mama Lo."


"Iya..." Jawab kylo datar kemudian melangkah keluar ballroom.


"Sana kamu susul kylo."


"Iya Tante terimakasih.." ucap Siska mengikuti kylo dari belakang.

__ADS_1


"Ky tunggu.. "sahut Siska. Kylo berjalan tanpa memperdulikan Siska yang ada dibelakangnya, rasanya ia ingin segera menyingkir Siska dihadapannya.


Saat kylo berada di lobi hotel ia berpapasan dengan Mia yang sedang berjalan dengan sea. Kylo menghentikan langkah, ingin sekali ia menghampiri Mia. Tapi sayangnya siska menahannya.


"Ky tunggu, jangan jalan cepat-cepat, kaki aku sakit.," Rengek keras Siska membuat Mia menghentikan langkahnya menghadap kearah Siska dan Kylo.


Sontak Siska mengaitkan tangannya ke lengan kylo dengan manja. Ia tersenyum sinis kepada Mia.


"Ky, yuk antar akau pulang.. mobil kamu dimana?" Ucap Siska tak digubris oleh Kylo yang sedang menatap Mia.


Siska mencoba menarik kylo agar. "Ky kenapa kamu berhenti disini sih, ayok antar aku pulang, kamu tadi sudah janji Lo." Sahut Siska menyindir Mia.


"Lepas.." sentak kylo mencoba melepaskan diri dari Siska


"Enggak mau nanti kamu nggak jadi antar aku pulang." Rengek Siska.


Mia pun kembali melangkah kakinya bersama sea, meski sea beberapa kali berkata untuk menghampiri kylo tapi tidak ia lakukan, entah kenapa ia merasa kecewa.


Kylo yang melihat Mia melenggang pergi begitu saja, merasa kecewa pada dirinya sendiri, tatapan Mia sulit untuk ia artikan saat Mia melihat ia dan Siska, kyk berusaha mengejar Mia tapi masih ditahan oleh Siska.


"Ky kamu mau kemana kalau kamu ninggalin aku begitu saja, aku bakal lapor ke Mama kamu, kamu aku gosip beredar kylo menelantarkan seorang wanita begitu saja." Ancam Siska membuat kylo tidak bisa berkutik.


"Si*l. Umpat kylo menatap tajam Siska, siska tersenyum senang melihat kylo menurutinya.


"Ya udah ayo kita pulang.." ajak Siska.


Kylo pun dengan terpaksa mengantarkan Siska menggunakan salah satu mobi keluarganya, ia meminta Siska untuk masuk ke dalam mobilnya. Siska dengan senang masuk ke kursi penumpang yang ada di depannya.


Ia memandangi kylo yang sedang menelepon seseorang. Pikir Siska mungkin itu rekan kerjaan kylo. Siska mengambil sebuah botol minum yang ia bawa dari tadi yang telah a campur dengan obat perangsang.


Nanti Siska akan memberikan kepada Kylo, selang beberapa menit pintu pengemudi terbuka. Buru-buru Siska memasukan minuman ke dalam tasnya.


"Ky udah.. selesai.." Siska tidak melanjutkan perkataannya ketika ia melihat kursi pengemudi telah di duduki oleh pria yang ia tidak kenal.


"Sudah pak jalan." Perintah kylo kepada sang supir, tadi saat Siska berada di dalam mobil, kylo menelpon salah satu supir panggilan yang disediakan oleh hotel. Kylo hanya tidak ingin mengantar Siska seorang diri. Ia tahu Siska wanita seperti apa jadi ia antisipasi akan hal buruk yang terjadi.


"Ky kok kamu gitu, bukannya Tante bilang kamu yang nganterin aku pulang bukan dia." Tunjuk Siska kepada sang sopir.


"Bukannya sama saja saya juga ngantar anda meski konteks dia yang menyopir." Balas kylo tajam.


"Tapi kan kamu harus...


"Tidak ada tapi-tapian, jika anda tidak mau, maka saya akan menurunkan anda disini.," Ancam kylo, Siska yang diperlakukan seperti itu mendengus kesal.


"S*Al bagaimana gue bisa melaksanakan rencana gue bilang kayak gini." Umpat Siska dalam hati.


Siska berfikir keras supaya kylo masuk kedalam jebakannya.


"Pak nanti jangan lupa mampir ke mini market, saya ingin beli minum." Kata kylo.


"Tidak usah, aku bahwa minuman kok Ky, masih belum aku minum, kalau kamu mau ambil saja." Sahut Siska memberikan sebotol minuman Yangs udah ia campur dengan obat perangsang dengan senyum manisnya.


Kylo hany mengerutkan keningnya, ia memandangi botol yang Siska berikan, kemudian ia menerimanya, dari kaca spion dalam mobil Siska berharap cemas kylo meminumnya, tapi yang terjadi kylo hanya menatap botol itu dengan seksama tanpa ada niat untuk membukanya.


"Pak berhenti didepan sana." Perintah kylo. Mobil pun berhenti. Kylo membuka kaca mobil dan segera membuang minuman yang Siska berikan. Sontak membuat Siska terbelalak tidak terima.


"Fu*k kenapa malah dibuang sih." Umpat Siska dalam hati. Hatinya begitu dongkol, kenapa begitu susah menjebak kylo.


"Ky kenapa kamu buang minumannya bukanya kamu haus." Protes Siska.


"Saya tidak suka pemberian dari orang lain, apalagi itu anda." Kata yang begitu menusuk.


Tanpa mereka sadari botol yang dibuang kylo, ada yang memungutnya. Saat kemudian terdapat pesan yang masuk ke dalam ponsel Kylo.


Ternyata orang yang memunguti botol itu adalah salah satu anak buahnya. Kylo meminta anak buahnya untuk mengecek kandungan yang terdapat di dalam minuman tersebut, instingnya mengatakan bahwa minuman itu sudah di campur sesuatu oleh Siska. Sampai mobil itu mengantarkan ke depan rumah Siska kylo tetap duduk diam dibelakang mobil tanpa menggubris omongannya Siska..


"Turun.." suruh kylo pada Siska untuk segera turun dalam mobilnya, sebelum Siska menawarkan ia masuk ke dalam rumahnya.


Setelah Siska turun, mobil itu pun berjalan meninggalkan Siska, sebelum Siska berucap apapun.


"Awas kamu Ky, setelah kamu dalam genggaman ku kamu tidak akan berkutik sedikit pun." Teriak Siska kesal menatap mobil kylo yang telah menjauh.


Di dalam mobi kylo memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi gerak gerik Siska. Kylo akan mengikuti permainan Siska seperti apa nantinya. Ia sudah tahu siapa dalang dari gosip yang beredar selama ini. Ia hanya menunggu waktu untuk menghancurkan Siska.


bersambung...

__ADS_1


jangan lupa, kritik, saran


terimakasih atas dukungannya


__ADS_2