Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 58 melamar..


__ADS_3

Mia mengernyitkan alisnya ketika tiba di salah satu hotel mewah yang ada di kota ini. Kenapa kylo membawanya ke hotel? Atau kylo hanya mampir sebentar untuk menemui seseorang di hotel ini? Pertanyaan yang timbul dipikirannya Mia. Mia terus mengikuti kylo dari belakang hingga ia sampai di restoran mewah milih hotel tersebut. Yang membuat Mia tercengang restoran se mewah ini tidak ada orang yang berkunjung.


Apa restoran sudah tutup, tapi ini masih jam 18.30, waktu restoran beroperasi, tapi kok sepi?" Gumam Mia melihat area sekitarnya.


"Mia ayok masuk.." Tegur Kylo


"Eh.. iya Ky.."


Pelayan mengantarkan mereka ke sebuah meja yang menghadap tepat ke luar jendela, disana kita bisa melihat pemandangan yang indah pada malam hari.


"Apakah kamu suka?"


"Suka banget.." jawab Mia antusias melihat pemandangan yang ada didepan mata.


"Syukurlah.." ucap kylo penuh kelegaan.


"Ky ngomong-ngomong kenapa restoran se mewah ini sepi, apa kita datang kecepatan atau gimana? Biasanya jam segini sudah waktunya beroperasi?" Tanya Mia penuh tanda tanya.


"Sebenarnya aku mewah tempat ini."


"Hah buat apa, sayang uangnya,kamu itu jangan sering buang-buang uang untuk hal seperti ini." Kata Mia kaget sekaligus menasehati.


"Karena ini momen yang spesial jadi aku ingin mempersiapkan dengan sangat indah."


"Maksud kamu apa?"


"Nanti setelah kita menghabiskan makan malam kita, aku akan bilang sesuatu sama kamu."


Mereka berdua menunggu makanan utama Malam ini berupa steak mewah yang dimasak oleh chef terkenal. Kylo berinisiatif mengambil steak Mia untuk ia potong-potong agar kekasih hatinya dapat menikmati dengan tenang.


"Kalau seperti ini orang bakal melihat kita lagi candle light Dinner."celetuk Mia, menunggu kylo memotong steak nya agar mudah dimakan. Kylo merespon hanya dengan senyuman.

__ADS_1


"Tapi kenapa kamu berinisiatif untuk menyewa restoran ini buat kita makan malam bersama, bukannya lebih baik kita makan di tempat biasanya." Lanjut Mia melihat kylo yang sudah selesai memotong steak nya.


"Kamu harus terbiasa jika sewaktu-waktu aku mengajak kamu ketempat seperti ini. Sekali-kali kita seperti ini, toh tidak setiap hari juga " Jawab kylo meletakkan steak Mia di hadapan Mia.


"Terserah kamu saja, mau aku bilang seperti apa? kamu juga tetap pada pendirian kamu." Kata Mia malas menyuap steak nya.


Dinner romantis mereka berjalan lancar, meski Mia hanya menganggap makan malam biasa tapi bagi kylo malam ini begitu berkesan baginya. Saat Mia meneguk minuman terakhirnya lampu restoran menjadi redup. Mia menjadi bingung dengan apa yang sedang terjadi, sedangkan kylo santai-santai saja.


"Ky seperti kita harus pergi dari sini, restoran mau tutup." Ucap Mia tergesa-gesa merapikan alat makanan.


Kylo menahan Mia saat Mia akan mengambil tasnya. "Tunggu sebentar.." sahut kylo bertepatan dengan alunan musik romantis, ada lampu sorot yang menyoroti meja mereka.


"Ky ini sebenarnya ada apa?" Tanya Mia bingung. Kylo berdiri dari tempat duduknya, ia meminta Mia untuk memegang tangannya, Mia menuruti perintah kylo.


Mereka berjalan ke arah balkon yang tersedia di restoran mewah itu yang sudah disulap dengan dekorasi yang indah, disamping kanan kirinya terdapat bunga-bunga yang cantik.


Hati dan pikiran Mia menjadi gelisah, ia menebak-nebak apa yang akan terjadi tapi segera ia tepis. Jantung berdebar dengan kencang saat langkah mereka hampir sampai di balkon itu. Ketika mereka sudah berdiri di balkon itu, lampu restoran menjadi lebih redup dari sebelum hanya menyisakan cahaya yang ada di balkon itu.


"Tatap mata aku Mia." Ucap kylo lembut. Tapi Mia tetap menunduk sehingga kylo menarik dagu Mia agar menghadap kearahnya.


"Lihat aku Mia, tatap kedalam kedua mataku, apa yang akan aku ucapkan sebentar lagi adlah bukti keseriusan ku kepada mu." Tutur kylo lalu menarik nafas dalam.


"Mungkin pertemuan kita singkat bagimu tapi bagiku ini adalah pertemuan yang sudah lama terjadi, perasaanku." Kylo menunjuk dadanya. "Perasaan ku padamu sudah terpaut jauh sebelum kamu menyadari. Hati ini, pikiran ini, alasan hidupku tertuju kepadamu." Lanjut kylo dengan suara yang begitu lembut, menggetarkan hati Mia yang begitu dalam.


Mia dapat melihat ketulusan setiap kata yang keluar dari bibir pemuda itu, tidak ada kebohongan dari kedua mata pemuda itu.


"Aku tahu apa yang akan aku katakan akan membuka kamu kaget, tapi aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Aku suka, sayang dan cinta sama kamu." Ucap kylo akhirnya mengungkapkan isi hatinya.


"Kamu sumber kehidupan ku, aku tidak tahu harus bagaimana jika suatu saat kamu menghilangkan di kehidupan ku, kamu adalah masa depanku." Kylo menarik nafas dalamnya, sedang Mia terdiam menunggu kelanjutan kata-kata kylo.


"Kamu masa depanku, kamu kebahagiaan ku, kamu ibu untuk calon anak-anak kita kelak, dan kamu adalah tulang rusuk ku yang hilang. Jadi aku ingin kamu menjadi pelengkap hidupku hingga aku menutup mata." Jeda kylo menatap Mia dengan lembut, air mata Mia berjatuhan mendengar ungkapan tulus dari Kylo.

__ADS_1


"Jangan menangis, hatiku sakit melihatnya, mungkin suatu saat air mata kamu jatuh karena aku tapi aku harap itu air mata kebahagiaan." Kata kylo mengusap air mata Mia.


"Mia aku mencintaimu, maukah kamu menjadi istri Ku??" lirih Kylo.. kylo melangkah mundur ia mengambil sebuah kotak persegi disaku celananya, ia berlutut dihadapan Mia. Mia terkejut dengan apa yang dilakukan Kylo, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya dengan mata berkaca-kaca.


"Will you marry me??" ungkap kylo membuka kota persegi itu, sebuah cincin yang bertaburan berlian.


"Ky aku.." ucap Mia tercekat. "apa yang harus aku lakukan, aku bingung." jawab Mia lirih memundurkan tubuhnya menjauhi kylo.


kylo menahan Mia dengan menarik tangan Mia, kylo tahu Mia kaget dengan apa yang ia lakukan.


"Aku tahu kamu pasti kamu terkejut, tapi aku serius berhubungan dengan kamu." bujuk Kylo.


"Ky.. tapi aku.."


"Hus, ." jari telunjuk kylo menyentuh bibir Mia untuk tidak melanjutkan perkataannya. "jika kamu masih bingung mau menjawab apa? tapi kamu harus tahu kalau aku serius sama kamu."


"tapi Ky.. aku bingung." kata yang lolos dari bibir Mia.


"Aku tahu itu, dan aku ingin kamu menerima cincin ini." kylo membawa tangan kanan Mia, ia meletakkan Kotak cincin lamarannya ke telapak tangan Mia. "jika kamu menyetujuinya kamu bisa memakainya jika kamu masih bingung kamu bisa menyimpannya tapi jika kamu menolak kamu bisa mengembalikan atau membuanganya, tolong kamu pikir dengan baik, aku akan selalu menunggu."


"Maaf ky.. maaf.. maaf.." lirih Mia dengan parau, ingin sekali Mia menolaknya tapi Mia tidak tega tapi di satu sisi ia juga bingung akan perasaannya terhadap kylo. biarkan waktu yang akan menjawabnya.


"sudah semua tidak apa-apa, aku akan selalu menunggu mu."kylo menenangkan Mia, kylo membawa Mia kedalam dekapannya.


"maaf... maaf... maaf..." gumam Mia hanya kata itu yang bisa terucap. Mia menggenggam kotak cincin itu dengan erat, tangisnya pecah entah mengapa, ia merasa menyakiti kylo dengan tindakan yang belum pasti memberikan kepastian kepada kylo.


Akan kah Mia menerima kylo untuk masuk kedalam hidupnya untuk selamanya atau ia akan melepaskan kylo yang akan membuat ia menyesal seumur hidup, tapi Mia tidak ingin menyakiti kylo begitu dalam jika kylo masuk kedalam hidupnya. banyak pertimbangan yang ada di dalam benak Mia. Mia berfikir ia harus hati-hati untuk memutuskan masa depannya.


bersambung...


jangan lupa kritik dan saran, vote

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2