Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
part 38 Disisi Mu


__ADS_3

Hampir 1 jam kylo mengendarai mobil ke arah puncak. Mobilnya memasuk wilayah yang begitu hijau disamping kiri kanannya. Kylo memasuki sebuah perkampungan yanga da di puncak tersebut. Dari petunjuk yang ia baca letak villa itu berada diujung setelah melewati perkampungan itu


.


Kylo telah sampai disebuah gerbang yang berwarna coklat, yang masih tertutup itu. Kylo menekan bel yang ada disebelah gerbang. Hingga seseorang yang membuka kan pintu gerbang tersebut. Ternyata sosok wanita paruh baya yang membuka gerbang itu.


"Maaf Aden siapa dan ada keperluan apa?" Tanya bibik sopan.


"Apa benar ini villa milik perusahaan L Grafis?"


"Iya benar den, ada keperluan apa Aden datang kemari."


"Nama kylo, saya teman dari Mia Anastasya yang berkerja di perusahaan L grafis, apakah mia ada disini."


"Ooh Aden temannya non sea sama non Mia, kalau gitu silakan masuk den, tadi non sea sudah memberitahu bibik Aden akan kesini." Bibik membuka gerbang dengan lebar mempersilahkan kylo masuk kedalam. Kylo memasukkan mobilnya ke dalam halaman villa yang luas dan bersih.


Kylo keluar dari mobilnya, ia mengikuti bibik masuk ke dalam villa yang arsitekturnya berdaya Belanda.


"Silahkan masuk den, Aden mau bibik buatin minuman apa?" Tawar bibik


.


"Tidak usah bik, kalau boleh saya tahu Mia ada dimana?"


"Nona Mia pergi ke danau.."


"Danau, tempat ada dimana?


"Tempatnya itu Aden jalan ke jalanan besar tadi terus nanti ada berempat belok kiri terus nanti ketemu sama danaunya." Bibik menjelaskan.


"Terimakasih bik, kalau begitu saya akan menyusul Mia kesana." Pamit kylo melangkah kakinya keluar dari villa.


Kylo menyelusuri jalanan yang tadi bibik kasih tahu, ia menemukan perempat kemudian belok ke kiri jalan terus, disamping kiri kanannya ada daun teh dan juga bunga-bunga indah. Sampai kylo berada di danau itu, ia melihat sekeliling tempat itu mencari keberadaan Mia.


Matanya menangkap sepasang kaki yang bergelantungan diatas pohon, ia mendongak melihat pohon itu, disana terdapat sebuah rumah pohon yang bentuknya sangat unik yakni seperti rumah lebah tapi versi lebih Besar


.


Kylo berjalan pohon tersebut, menaikkan anak tangga satu persatu, hingg ia mencapai diatas rumah pohon tersebut. Ia bisa melihat punggung kecil Mia yang sedang duduk didepan matanya.


Mia sedang bersandar di dinding rumah pohon itu, ia menatap lurus kedepan sesekali ia memejamkan matanya merasakan alam semesta. Ia tidak sadar jika di belakang ada kylo yang menatap sendu.


Kylo berjalan pekan kedepan ia duduk disamping Mia yang matanya sedang terpejam. Kylo mengulurkan tangannya saat ia melihat dahi Mia berkerut. Mimik wajah Mia menandakan sebuah kecemasan. Kylo membelai kerutan di dahi Mia.

__ADS_1


Mia tersentak saat sesuatu menyentuh dahinya, ia terbelalak melihat kylo berada di depannya.


"Hai.. "sapa kylo begitu lembut dengan senyum sendunya.


Mia tidak membalas sapaan kylo, ia masih kaget akan hadirnya kylo didepannya, bagaimana bisa kylo sampai ke tempat ini?


"Menangis lah jika itu membuatmu lega, jangan pernah ditahan, akan tetap bersamamu selamanya." Lirih kylo menangkup wajah Mia.


Mia meresapi sentuhan dan kedua mata kylo yang meyakinkan dirinya, tak terasa air mata Mia jatuh di pipinya, Mia menundukkan wajahnya, ia mulai terisak begitu menyayat hati. Kylo merengkuh Mia ke dalam pelukannya.


Pertama kali kylo melihat Mia berada dititik terendah ini, kylo tahu bahwa Mia membatasinya dengan dinding yang sangat kokoh, tapi ada kalanya tombol itu runtuh.


Mia terisak begitu kuat, sesekali ia memukul dadanya, rasa sakit yang selama ini ia pendam menguap, seperti air yang meluber dari sebuah gelas yang sudah terisi penuh, begitu juga perasaan Mia.


Kylo mengeratkan pelukannya, matanya berkaca-kaca, hatinya ikut sakit saat mendengar tangisan yang begitu menyesakkan.


"Sesakit ini kah yang kamu rasakan selama ini." Batin Kylo


"Apapun yang terjadi aku akan bersama dan tetap di sisimu."kata kylo lirih menahan air mata yang akan jatuh.


Kylo tidak mempedulikan bajunya yang basah karena air mata Mia, bagi kylo Mia yang terpenting untuk segalanya. Kylo mengusap rambut Mia dengan sayang, ia berjanji kepada dirinya akan tetap menjaga Mia sampai nafasnya berhenti. Itu tekad dalam diri Kylo.


Hampir 2 jam Mia meluapkan tangisannya, sekarang ia bersandar di bahu kylo denga mata terpejam. Kylo tahu Mia lelah karena menangis lama. Kylo menyadarkan Mia ke sisi dinding rumah pohon, ia mengamati wajah Mia, mata Mia yang bengkak karena tangisnya. Jarinya menyapu lingkaran hitam yang ada dibawah mata Mia.


"Kelak kmu jangan bersedih seperti ini lagi, aku akan berusaha untuk membahagiakan mu." Janji kylo kepada Mia yang sedang tertidur.


"Mia aku sayang kamu, aku mencintaimu" ungkap hati kylo membisikkan ditelinga kylo, meski Mia tidak mendengarnya tapi tidak membuat kylo pantang menyerahnya untuk mendapatkan hati Mia, kelak ia akan mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya saat rasa cinta terbalas.


Mia melihat langit yang awalnya cerah menjadi abu-abu tanda hujan akan datang, ia membangunkan.


"Mia bangun.. Mia bangun hujan akan segera datang." Kylo menepuk lengan Mia dengan lembut. Mia terbangun dari tidurnya.


"Maaf... Aku ketiduran.."


"Iya, lebih baik kita segera balik ke villa, hujan akan segera tiba, kalau kita disini nanti kamu kedinginan." Mia melihat langit dan ternyata memang awan sudah berubah tak secerah tadi.


"Kamu bisa berdiri, atau kamu mau aku gendong.." tawar Kylo.


"Aku bisa berjalan Ky.."jawabnya dengan lembut tersenyum tipis kepada kylo


Mereka menuruni rumah Pohan tersebut, kylo terlebih dahulu kemudian Mia. Mereka berjalan beriringan menuju villa mereka, saat ditengah jalan ternyata hujan jatuh begitu deras.


Kylo memegang tangan Mia.. "sebaiknya kita berlari untuk segera Sampai ke villa." Sahut kylo, Mia menganggukkan mengerti. Saat mereka berlari bergandengan tangan untuk menghindari hujan meski hujan sudah berjatuhan tapi setidaknya mereka bisa sampai ke vila yang akan membuat tubuh mereka hangat.

__ADS_1


Sudut mata Mia tidak sengaja melihat sebuah pelangi di ujung ke kebun teh, langkah kakinya mulai melambatkan, pegangan Mia mulai terlepas dalam genggaman Kylo.


Mia menghentikan langkahnya ia fokus melihat pelangi tersebut. Hujan mulai deras mengguyur tubuh Mia, tubuhnya menjadi basah tapi matanya tetap menatap satu titik yakni pelangi itu.


Kylo yang menyadari genggamnya terlepas, ia menoleh kebelakang melihat tubuh Mia yang sudah terguyur hujan seperti tubuhnya, ia berinisiatif melepas jaketnya untuk memayungi Mia agar tubuhnya tidak terlalu sakit terkena tetesan hujan.


"Kenapa berhenti...? Apakah ada yang terluka?" Tanya kylo khawatir.


Mia menatap kylo dengan perasaan yang sulit diartikan..


"Disana.." ucap Mia menunjukkan pelangi yang ada diujung kebun teh, kylo mengikuti arah pandang Mia.


"Pelangi..." Gumam kylo tak tahu maksud tujuannya.


"Sebaiknya kita harus segera pergi, hujan mulai lebat nanti kamu sakit." Kylo merengkuh Mia dalam dekapan tapi Mia menahan tangan kylo


"Biarkan seperti ini dulu." Ujar Mia mendongak ke atas meresapi hujan yang turun membasahi bumi.


"Nanti kamu bisa sakit Mia. Jika.."


"Ky kamu tahu.." teriak Mia dalam hujan yang deras. Memotong perkataan Kylo. Kylo melihat Mia sambil terus memayungi Mia dengan jaket nya.


" Empat tahun, selama empat tahun aku membenci hujan.."aku Mia balik menatap kylo. Kylo terdiam memberi kesempatan Mia mengungkapkan apa kata hatinya.


"Selama empat tahun Ky, aku membenci hujan tanpa alasan, setiap hujan datang dada ini merasa sakit, tapi sekarang aku tidak merasakannya, pelangi yang berada disana menyadarkan ku." Mia melihat pelangi itu, reflek kylo juga melihatnya.


"Apa yang alasan?"


"Bukannya pelangi itu indah ky, seperti sebuah kehidupan disaat kita merasa sakit, bukan maksud aku saat kita berdiri di hujan lebat ini maka akan ada keindahan setelahnya " terang Mia dengan kedua bibirnya ditarik keatas.


"Lalu...?"


"Aku sadar bahwa akan ada kebahagiaan setelah ini ky, maka dari itu aku akan melepaskan kesedihan ku kesakitan ku bersama hujan ini setelah itu aku akan menjemput kebahagiaan ku yang sesungguhnya." Sahut Mia tersenyum lebar.


Kylo membelalakkan matanya, jaket yang tadi memayungi Mia terlepas begitulah saja, ia menangkup kepala Mia, mendekat, memberi sebuah ciuman di kening Mia. Mia terdiam mematung, bingung harus bagaimana? Karena semua begitu mendadak.


Mia memejamkan matanya meresapi ciuman yang kylo berikan di keningnya. Rasa tenang dan damai Mia rasakan. Kylo melepaskan ciumannya, ia membelai pipi Mia tersenyum senang akan keputusan yang mia ambil.


"Aku bahagia mendengarnya... Apapun yang terjadi aku kan selalu di sisimu" janji kylo kepada Mia.


Hujan yang lebat itu menjadi saksi sebuah perasaan yang tubuh didalam hati Mia yang terdalam, Mia tidak menyadari bahwa ia sudah masuk ke dalam takdir cinta bersama kylo.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2