
Sebulan setelah kejadian mereka dipuncak hubungan Kylo dan Mia tambah semakin Akrab, seperti tidak ada sekat diantara mereka, mereka bahkan tahu jadwal pekerjaan mereka masing-masing, kadang mereka menyempatkan waktu untuk sekedar makan siang atau malam bareng, dan Mia masih tetap menyiapkan bekal sarapan untuk Kylo.
Orang lain yang melihat berfikir mereka adalah sepasang kekasih. Namun nyatanya belum ada status apapun selain pertemanan.
Mia sekarang lebih hidup tidak se suram dulu, meski kadang ia masih berpenampilan culun, sebab Mia sudah nyaman dengan tampilan seperti itu, meski kerap dia juga mengubah tampilan begitu feminim.
Tampilan yang berbeda membuat sebagai kaum laki-laki pegawai disana terpesona akan kecantikan natural Mia, dan itu yang membuat kylo sangat jengkel, karena kylo ingin hanya ia yang melihat kecantikan Mia, andai ia bisa memilih lebih baik ia melihat Mia berpenampilan culun atau ingin sekali ia mengurung Mia untuk dirinya sendiri. Kedengarannya saat egois tapi mau giman lagi jika cinta sudah bertindak.
Sikap posesif Mia kadang membuat Mia jengkel, ada-ada aja kylo akan mengomentari apa yang ia pakai, seperti sekarang ini.
"Kamu mau kemana dengan tampilan seperti itu." Sewot kylo fokus mengendarai kuda besinya.
"Iya ke kantor lah Ky, mau kemana lagi? Kamu kan tahu sendiri." Dengus Mia kesal,
"Tapi nggak usah tampil cantik kayak gini, aku suka kamu tampil seperti sebelumnya."
"Kamu kok akhir-akhir ini tambah cerewet sih, kalau tahu gini lebih baik tadi aku bawa mobil sendiri." Omel Mia.
"Nggak boleh, karena hari ini jatah aku ngantar sama jemput kamu ke kantor."
"Tapi lebih baik kalau aku berangkat sendiri, kan kantor kita tidak searah, aku juga udah besar, sebaiknya yang harus antar jemput itu aku ke kamu, adik kylo." Canda Mia melihat wajah kylo yang cemberut.
"Kamu bilang apa?" Ucap kylo tak terima.
"Adik kylo, kenapa mukanya cemberut gitu sih dek, nanti nggak kakak kasih hadiah Lo" Mia terkekeh mengacak rambut Kylo.
Tiba-tiba mobil kylo berhenti mendadak.
"Apa-apaan sih Ky, kenapa berhenti mendadak, kaget tahu." Mengelus dada yang berdetak kencang.
Kylo mencondongkan wajah ke wajah Mia, menatap Mia dengan intens, ia memiringkan wajahnya, bibir nya dan bibir Mia hanya tinggal sedikit berjarak.
"Jika kamu bilang seperti itu lagi, aku akan mencium detik ini juga." Kata kylo tercekat, Mia hanya menyediakan matanya beberapa kali. Shock pastinya.
Kylo menarik dirinya menjauh dari Mia, ia tersenyum tipis melihat ekspresi Mia.
"Kenapa jantungku deg degan gini, ya ampun tadi nyaris saja." Batin Mia tertunduk duduk diam di samping kylo yang sudah menyalakan mobilnya.
Mobil kylo sampai di pinggir jalan yang tidak jauh dari perusahaan, Mia memang meminta kylo menurunkan ia disana, sebab ia tidak mau memunculkan gosip didalam perusahaan, apalagi kalau sampai Siska tahu, Mia tidak mau lagi berurusan dengan Siska.
"Nanti kamu pulang seperti biasanya kan?
"He'em, nanti kalau ada lembur, nanti aku chat. Aku kerja dulu." Pamit Mia keluar dari mobil kylo berjalan menuju perusahaan.
"Sea..". Teriak Mia Melihat sahabat ia beras si pintu masuk. Ia berlari kecil untuk menghampiri sea yang sudah menunggu.
"Selamat pagi." Sapa Mia
"Pagi, kenapa Lo nggak minta diturunin didepan lobi sih, jadi jalan kan Lo." Protes sea.
"Nggak apa-apa Se, untung-untung olahraga pagi aku." Cengir Mia
__ADS_1
"Gue heran sama hubungan kalian, jika hanya berteman kenapa pakek acara nganter sama jemput segala, dan satu lagi cara kalian perhatian satu sam lain itu kayak orang pacaran tahu."
"Sebenarnya aku udah bilang sama dia, tapi anaknya masak ya mau gimana lagi Sea. Coba kamu pikir dia udah ada parkir apartemen, kalau aku tolak aku tidak enak hati. Dia udah bangun pagi-pagi buat jemput, aku cuma menghargainya itu aja kok, tidak lebih."
"Kalau lebih juga tidak apa-apa, kalian berdua cocok." Celetuk sea mendapatkan plototan dari Mia.
Mia sedang menikmati makan siangnya di rooftop, saat ia akan menyuap satu sendok ke mulutnya, dering telpon mengalihkan perhatiannya, layar ponsel tertera nama kylo. Mia menggembungkan pipinya, mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo assalamualaikum Ky, ada apa?"
"......"
"Iya ini aku lagi makan siang.."
"....."
"Sendiri di rooftop..."
Tok tok.. Suara ketukan meja yang Mia gunakan, Mia menoleh ke sumber suara, ternyata yang mengetuk meja itu salah bang Jetro.
Bang Jetro menanyakan siapa yang menghubungi Mia dengan tanpa bersuara, Mia membalasnya dengan tanpa suara juga membentuk kata Kylo.
"Iya aku ngerti, udah ya aku mau makan, kalau kamu telpon terus, kapan makannya..."
"....."
"Iya aku paham, selamat makan, bye, walaikumsalam." Mia mengakhiri panggilan itu.
"Maksud Abang siapa? Tanya Mia kembali sambil mengunyah makanan.
"Kamu sama kylo, Abang lihat tambah kesini kalian makin dekat, jarang-jarang lho kamu berhubungan begitu intens dengan klien. Atau jangan-jangan kalian memang punya sebuah hubungan. Hayo ngaku sama Abang." Kata Jetro mengacak rambut Mia menjadi berantakan. Meski nada bicaranya bercanda sebenarnya dalam hati Jetro pilu.
"Ih Abang apa-apaan sih, kebiasaan deh berantakan rambut" rengek Mia merapikan rambutnya. Jetro hanya terkekeh dibuatnya, akhirnya Mia nya kembali, senyuman itu kembali lagi setelah 4 tahun menghilang dari pandangannya.
Ada rasa haru di lubuk hati Jetro dan sakit sekaligus, kenapa bukan dia yang mengembalikan senyum itu? Kenapa harus orang lain?.
"Hahahah, Abang suka lihat kamu seperti ini, akhir Adik Abang kembali, tetap tersenyum seperti ini."
"Abang ngomong apa sih, kan aku tetap menjadi Mia adiknya Abang, emangnya aku kemarin seperti apa?" Rajuk Mia menyuap satu sendok ke mulutnya.
"Kemarin adik Abang sulit sekali dibuat untuk sekedar tersenyum seperti ini, kamu seperti tidak memiliki kehidupan tapi Abang senang kamu bisa kembali seperti dulu." Jelas jetro dengan lembut.
"Meskipun itu bukan karena ku." Batin jetro menunduk wajahnya.
Mia menggenggam tangan Jetro, tersenyum dengan tulus kepada Jetro.
"Terimakasih, kalau tidak ada Abang dan yang lainnya aku tidak tahu harus bagaimana, terimakasih bang, Abang adalah Abang yang terbaik untuk ku." Senyum Mia tulus.
Jetro tersenyum tipis membelai rambut Mia. Pada akhirnya ia harus mengalah dan melepaskan perasaan cintanya kepada mia. Endingnya jetro harus menerima kenyataan bahwa Mia hanya mengganggap sebagai seorang saudara tidak lebih.
"Pertanyaan Abang kenapa belum kamu jawab."
__ADS_1
"Soal apa bang?"
"Kebiasaan deh setiap ditanya apa ngeles melulu, hubungan kamu sama kylo itu gimana?
"Tidak gimana-gimana, kami hanya berteman itu aja." Jawab Mia cuek.
"Boleh Abang bertanya sesuatu sama kamu?"
"Abang mau tanya apa, tapi jangan berat-berat takutnya Mia tidak bisa jawab" balas Mia sambil cengengesan.
"Menurut mu kylo seperti apa?. Satu pertanyaan Jetro tentang kylo.
"Dia baik, sopan, perhatian, menyenangkan, posesif, bertanggung jawab, kadang dingin kayak kulkas tapi hati lembut, penyayang, setiap berada di sisinya aku merasa dilindungi.. dan bla... Bla.." Jetro hanya mendengar setiap cerita Mia tentang kylo, dari sifatnya dan dari yang suka begini begitu.
Jetro memperhatikan mimik Mia yang berubah-ubah kadang tersenyum dengan mata yang berbinar, sewot ketika mengatakan kylo memiliki sifat menyebalkan, tatapan kagum, memuja ketika membahas kebaikannya. Ekspresi yang tidak pernah Jetro lihat saat Mia bersama.
Jetro tersenyum getir ketika menyadari Mia memiliki perasaan kepada kylo meski Mia belum menyadarinya dari gesture tubuh dan mimik Mia Jetro tahu kylo telah masuk ke dalam hati Mia, yang selama ini Jetro berusaha memasuki relung hatinya.
"Bang Jetro denger apa yang aku bilang kan," sahut Mia menyentak kan lamunan Jetro.
"Denger kok, Abang sampai iri sama Kylo, karena ia bisa masuk begitu mudah dalam kehidupan mu." Cibir Jetro.
"Abang apa sih." Jawab Mia tersipu malu.
"Ngomong-ngomong masak kamu tidak mempunyai rasa suka sama kylo?"
"Kalau suka Mia punya, tapi kalau perasaan lebih Mia bingung, tapi Mia nyaman sama dia." Jawab Mia menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Aku tahu nama kylo sudah ada di hati mu." Jetro membatin.
"Masak sih kamu nggak baper, kalau Abang jadi kamu pasti Udah baper kali, dideketin cowok tampan dan terkenal, perhatian dan baik hati gitu masak kamu nggak suka. Bang lihat kayak dia suka sama kamu" Goda Jetro.
"Gimana ya bang, aku nyaman sama dia, toh nggak mungkin juga dia suka sama aku, masak dia suka yang lebih tua itu jelas nggak mungkin. Kak tau sendiri kalau aku suka yang lebih tua." Jelas Mia.
"Tapi mi cinta itu tidak mengenal namanya umur mau lebih tua atau lebih muda, kalau tiba-tiba jodoh kamu orang yang lebih muda gimana."
"Benar apa kata Abang, tapi aku carinya yang lebih tua dari aku, aku cuma takut tidak menyeimbangi kalau sama yang lebih muda." Jawab Mia sedikit ada kegelisahan dalam ucapannya.
"Apa yang membuat kamu menjadi beban, masih banyak wanita dewasa mendapatkan pria yang lebih muda dari usia mereka contohnya nabi Muhammad saja istri lebih tua kan, tapi kehidupan mereka harmonis. Umur tidak menjadi patokan buat orang yang sedang mencintai, kalua kamu cari kedewasaan, kedewasaan juga tidak memandang umur, apalagi kalau pria sudah berkomitmen maka secara tidak langsung alam bahwa sadar mereka akan bertanggung jawab dan menjadi lebih dewasa dari wanita lebih tua." Jelas Jetro.
Mia mendengar nasehat Jetro dengan seksama, sesungguhnya Mia bingung akan perasaannya sendiri, ada beban saat ia akan melangkah membuat dia memilih diam ditempat.
"Aku bingung.." lirih Mia tertunduk.
"Udah-udah lebih baik kita ganti topik, yang jelas Abang akan dukung apa pun keputusan mu." Sahut Jetro.
"Makasih bang."
"Apapun yang kamu pilih Abang akan tetap dukung kamu, dan Abang ikhlaskan kamu dengan dia." Batin Jetro menatap Mia dengan seksama.
bersambung.....
__ADS_1