
Mia berjalan gontai menuju ruangan. Mia masih berfikir bagaimana cara ia bilang ke kylo tentang permintaan Aiden, apalagi hari ini kylo pasti sibuk banget karena harus menggantikan pekerjaan Kirana sementara, sebab Kirana harus fokus pada pernikahan yang sebentar lagi dilaksanakan.
Mia meluruhkan tubuhnya di sofa, ia begitu malas untuk melakukan kegiatan..
Tok.. tok... bunyi pintu yang diketuk "Masuk.." sahut Mia. Mia menatap sahabatnya dengan wajah yang antusias.
"Gimana tadi?" Tanya tak sabaran.
"Apa an yang gimana?" Tanya Mia balik. Sea menapuk lengan sahabatnya karena gemas. Mia hanya memutar bola matanya malas.
"Tadi diruangan bang Aiden, gimana?, Dia tahu cewek yang dalam berita itu Lo kan?" Deretan pertanyaan sea yang hanya dianggukin oleh Mia sebagai Jawaban.
"Jangan angguk-angguk doang, jawaban yang benar." Protes sea tajam.
"Iya, udah aku jawab." Sahut Mia tak berdaya.
"Lah, masak cuma gitu doang, bang Aiden nggak marah gitu atau apa? Gue penasaran banget."
"Bang Aiden cuma bilang suruh kylo datang menemuinya."
"Ya udah sana telpon Kylo bilang bang Aiden pengen ketemu sama dia."
"Masalah kylo hari ini lagi sibuk gantiin kak Kirana yang sebentar lagi nikah, aku nggak mau gangguin dia." Rengek Mia tanpa sadar.
"Ciehhh yang tahu jadwal calon suaminya.." goda sea..
"Siapa aku!? Tunjuk pada dirinya sendiri. " Enggak kok tadi malam kylo sendiri yang kirim pesan ke aku." Elak Mia..
"Cieh yang di kirim pesan oleh calon suami." Sea semakin menggoda Mia.
"Apaan sih sea nggak lucu?" Protes Mia.
"Kan bener sebentar lagi Lo bakal nikah sama kylo kalau Lo mau Nerima lamarannya."
"Nggak ada kali sea. Noh ada calon mantu mereka yang sudah memplokamirkan sebagai menantu keluarga papan atas Radjasa." Sewot Mia mendengus sebel ketika ingat apa yang dikatakan oleh Siska.
"Lah, siapa? Bukannya Lo ya?" Tanya sea memandang Mia Heran.
"Tuh Siska.. tadi dia bilang sama aku kalau dia calonnya Kylo." Sahut Mia
"Hahahaha..." Sea tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Mia. "Siska yang benar saja, gila tu Mak lampir kalau menghalu Ngadi-ngadi deh." Lanjut Sea tertawa.
"Tapi tunggu dulu, jangan-jangan gara-gara Siska omong kayak gitu, Lo jadi sewot gini, cie cemburu, cie yang sedang cemburu.." sea semakin menggoda Mia.
"Enggak ya sea.."elak Mia lagi, padahal dalam hatinya ia juga cemas jika apa yang diucapkan Siska beneran terjadi.
"Nggak usah elak sama gue, pasti hati Lo cemaskan, takut kylo diambil sama nenek lampir itu, tapi tenang aja gue bakal bantu Lo menggagalkan rencana si Siska itu, nggak mungkin juga kylo suka sama itu anak."
__ADS_1
"Tapi bisa jadi se.. bukannya Siska sama mama kylo terlihat begitu dekat, mungkin apa yang dibilang Siska benar."
"Menurutku itu nggaka kan terjadi, hello masa keluarga Radjasa bisa menerima gitu aja Siska, gue tahu kalau dari kalangan atas itu pasti menyelidiki dulu calon mantu mereka nggak asal nyomot dijalanan. Dekat belum tentu merestui, Lo jangan pesimis gue yakin keluarga Kylo bakal milih Lo."
"Memangnya begitu." Sahut Mia dengan hati Yang sedikit lega.
"Gue jamin 100 persen, kenapa, Lo takut kehilangan kylo kan, ngaku aja."
"Enggak kok, cuma aku nggak mau kylo mendapatkan orang yang tidak baik, cuma itu aja, kamu jangan pikir kemana-mana." Jawab Mia terus menyangkal pertanyaan yang diberikan oleh sahabatnya.
"Terserah deh.. tapi yang jelas jangan sampai Lo kehilangan orang yang tulus menerima dan mencintai Lo, sana gih telpon kylo bilang dicari bang Aiden, daripada nanti bang Aiden nyamperin kylo bisa berabe nanti." Terang sea.
"Iya habis ini aku hubungi Kylo, jam segini dia pasti masih sibuk sea, aku nggak.mau gangguan kesibukan nanti jam makan siang aku telpon kylo, udah sana kamu kembali kerja.." usir Mia.
---++++-++++-+++++++++---------++-+-++----
Kylo merenggangkan tubuhnya setelah ia keluar dari ruangan rapat. Seseorang menepuk bahu Kylo.
"Papa tunggu kamu diruangan papa." Pinta Papa Radjasa. Kylo mengangguk sebagai jawaban.
Kylo meletakkan hasil rapat tadi diruangan Kirana tempat ia bekerja mengganti kakaknya yang sedang mempersiapkan pernikahannya yang tinggal menghitung hari.
Kylo mengecek ponselnya ia berharap Mia mengirimkan pesan atau telpon kepada, tapi sayang tidak ada notifikasi di ponselnya. Hanya beberapa notifikasi dari pesan manajemennya yang sudah diurus oleh Radit tentang pemberitaan tadi Pagi.
Kylo memasukan ponsenlnya kedalam saku jasnya, kylo berfikir mungkin Mia masih sibuk, ia akan menghubungi Mia nanti saat jam makan siang. Setelah itu ia pergi meninggalkan ruangannya menuju ruangan ayahnya.
"Ada perlu apa pa?"tanya kylo. Tuan Radjasa pun menutup dokumen itu ia menatap sang anak yang ad didepannya.
"Bagaimana jawab dari wanita itu?"
"Maksud papa Mia, masih belum." Jawab kylo tertunduk lesu.
"Kamu ditolak atau masih belum mendapatkan jawabannya?"
"Mia masih belum menjawab lamaran Ky, Ky minta untuk Mia berfikir terlebih dahulu." Jawab kylo menghela nafas, ia menyandarkan tubuhnya di kursi itu.
"Apa kita langsung lamar saja ke dua orangtuanya?" Tanya tuan Radjasa yang tidak tega melihat sang putra yang tidak semangat.
"Jangan dulu Pah, aku takut Mia akan menjauh dari ku. Ky akan tunggu, Ky yakin mia adalah jodoh Ky." Jawab kylo membulatkan tekad.
"Iya begitu anak papa, kamu jangan menyerah untuk mendapatkan suatu yang terbaik, tidak ada kata menyerahkan dalam keluarga kita Ky, contohnya papa yang bisa mendapatkan mama kamu itu." Kekeh tua Radjasa mengingat masa-masa tuan Radjasa mendapatkan istrinya yang penuh perjuangan.
"Papa sudah menyelidiki Keluarga Mia, mereka keluarga yang baik yang bisa mendidik anak mereka dengan baik. Papa harap kamu tidak melepaskan berlian seperti Mia."
"Pasti kylo tidak akan melepaskannya, Pa, terimakasih atas dukungannya."
"Tapi kamu masih ingat dengan janji kamu sama papa Ky?"tanya papa Radjasa tentang janji kylo yang akan meninggalkan dunia intertaimen jik ia menikah kelak.
__ADS_1
"Kylo masih ingat janji itu pa, kylo akan pegang janji kylo, papa tenang saja."
"Bagus. Papa suka dengan pendirian kamu." Ucap papa Radjasa bangga.
"Kamu bisa kembali lagi keruangan mu, dan satu hal papa harap kamu bisa melindungi gadis itu, papa lihat gosip tentang kalian sudah menyebar kemana-mana." Peringat Tuan Radjasa.
"Tenang saja Pah, aku sudah menghandle semuanya. Papa tidak perlu khawatir, kylo pasti bisa menuntaskan berita tersebut."
"Bagus, itu baru anak papa." Puji papa kylo.
"Kalau begitu kylo kembali ke ruangan kerja dulu, kalau papa butuh bantuan kylo, kylo siap." Pamit kylo meninggalkan ruangan ayahnya.
Saat kylo keluar dari ruang saat ayah sebuah notifikasi ponselnya berbunyi, kylo tersenyum mendengar suara notifikasi itu, ia tahu dia orang yang mengirimkan pesan yakni Mia Anastasya yang pujaan hati. Kylo memang membeda bunyi notifikasi Mia dan bunyi itu khusus untuk Mia yang ia buat sendiri di studio rekamannya.
Kylo membaca isi pesan Mia, Dimana Aiden ingin bertemu dengannya. Lantas kylo membalas bahwa nanti malam ia akan menemui Aiden, kylo tahu pasti Aiden ingin menemuinya karena gosip yang beredar.
Malam harinya kylo menemui Aiden di rumah Aiden. Aiden sendiri sudah menunggu kedatangan Aiden.
Mereka berbicara diruang tamu milik Aiden.
Aiden sekali lagi menanyakan keseriusan kylo terhadap Mia.
"Lo benar-benar serius dengan Mia?"
"Gue sangat serius."
"Gue tahu Lo kemrin sudah melamar Mia, dan gue salut dengan ke gigihan Lo, tapi itu semua Bim cukup bagi gue melihat keseriusan Lo."
"Lalu Abang mau apa?"
"Gue ingin lebih dari itu, meskipun Lo udah membuktikan semuanya tapi bagi gue belum cukup buat gue nyerahin Mia sama Lo, dan kapan Lo ke orangtua Mia?"
"Secepatnya, gue akan ngajak orangtua gue kesana. Mungkin setelah kakak gue nikah, pasti gue kesana."
"Gue tunggu kehadiran Lo disana. Satu lagi, bagaimana cara Lo melindungi Mia dengan sorry pekerjaan Lo sebagai publik figur seperti, apa Lo bisa jamin keselamatan Mia, karena gua paham betul kehidupan seorang selebritis seperti Lo ini berbeda sangat jauh dengan kehidupan Mia meskipun Mia masuk dalam dunia intertaimen juga tapi dia berusaha menutupi itu semua dan lo tahu itu.
"Gue bakal pensiun di dunia Yang sekarang gue jalani ini, gue bakal bekerja di perusahaan orangtua gue, dan lo tidak perlu khawatir, gue janji gue bisa melindungi Mia dari apapun yang kelak akan terjadi.
"Bagus, kalau Lo punya rencana seperti itu, gue dukung keputusan Lo."
"Thanks.."
bersambung....
jangan lupa kritik, Saran dan vote
terimakasih
__ADS_1