
Pesta pertunangan yang digelar oleh keluarga Radjasa begitu sakral dan haru. Pertunangan ini hanya dihadiri oleh keluarga besar calon mempelai.
Mia yang mengabadikannya ikut terharu, semua tidak luput dari potret Mia yang terekam dalam lensa kameranya, begitu jelas wajah bahagia dari kedua calon mempelai.
rasanya baru kemarin Mia berada di momen Kirana berada, didepan sana saling menukar cincin satu sama lain. Mia tersenyum getir ketika mengingatnya kembali.
Masih ada rasa yang tertinggal di sudut dalam hatinya, hanya senyum kepalsuan yang Mia berikan kepada setiap orang yang menyapanya.
Mia berusaha fokus dalam pekerjaannya, ini adalah kali pertama ia mengambil foto untuk acara pertunangan dan pernikahan, sejak hari itu. Hari dimana Malik meninggalkannya.
Mia menghampiri Sea yang sedang menginterupsi pagawai tim 2. Mia merasa pusing dan ia butuh sekali untuk beristirahat, untungnya keluarga Radjasa menyediakan kamar hotel untuknya dan tim 2.
"Sea, aku aku keatas dulu, badanku pegel semua, kamu bisa handle yang lain kan, nanti kalau sudah enakkan aku turun lagi."
"baiklah, gue handle yang lain, lo istirahat aja dulu, jangan lupa makan terus minum obat, Lo udah tahu nomer kamarnya berapa?"
"Gue udah tahu, gue tinggal dulu ya." pamit Mia menyerahkan kamera yang ia pegang ke sea, ia berjalan keluar ruangan.
Kylo mencari sosok Mia berada, ia melihat sekeliling tapi tidak ada Mia berada, padahal tadi ia melihat ada di dekat prasmanan.
Kylo melihat sea yang sedang menginterupsi pagawai nya dengan memegang kamera Mia. Kylo menghampiri sea untuk menanyakan Mia sekarang ada di mana?
"Permisi, gue mau tanya Mia dimana?"
"Mia lagi istirahat, barusan dia pamit sama gue buat ke kamar."
__ADS_1
"memang Mia sakit apa?" tanya kylo cemas.
"gue nggak tahu, padahal tadi anaknya baik-baik aja, mungkin kecapekan kali., kalau Lo mau nyusul silakan, Lo tahu sendiri kan nomer kamarnya, secara hotel ini milik keluarga Lo. gue mau kerja dulu." jawab sea.
"thank Se.." sahut kylo pergi meninggalkan acara pertunangan kakaknya.
mia berjalan ke resepsionis terlebih dahulu untuk mengambil kunci akses kamarnya yang sudah terdaftar di buku tamu hotel. setelah kunci ia pegang ia berjalan menuju lift, satu matanya tidak sengaja menoleh kesamping ia sepertinya melihat sosok Malik.
"mas Malik.."Gumamnya.
Mia memfokuskan pandangannya terhadap orang yang ada di depannya, ia melangkah kan kakinya tapi belum sampai ke arah yang ia tuju, seseorang menahan bahunya.
"kamu mau kemana? apa yang kamu lihat sampai segitunya?" tanya kylo, mata kylo memindai sekitarnya.
"tidak ada apa-apa, mungkin aku salah lihat, tadi aku rasa aku lihat orang yang aku kena,l ternyata bukan."
"apaan sih Ky? manggil dokter segala, aku cuma perlu tidur, nanti sembuh sendiri." sedikit memukul lengan Kylo.
"iya-iya aku tahu, ayok.." kylo menggenggam tangan Mia.
"kita mau kemana?." tanya Mia polos.
kylo menjentikkan jarinya ke dahi Mia." kita ke kamar kamu bukannya kamu mau istirahat disana." menatap Mia dengan teduh.
Mia mengusap dahinya, seperti menghapus bekas jentik kan jari kylo yang tak sakit itu. Mia mengikuti kylo dalam diam.
__ADS_1
ia masih memikirkan sosok yang persis Malik.
"Sudah sampai.." kata kylo, Mia tersentak ia baru sadar telah sampai didepan pintu kamarnya.
"Terimakasih kylo.. telah mengantarkan sampai sini." ujar Mia tersenyum.
"Sama-sama, sana kamu istirahat jika perlu sesuatu jangan lupa hubungi aku atau kamu mau aku temani." goda kylo menepuk-nepuk kepala Mia.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri, gih sana kamu pergi, nanti kamu di cari sama kak Kirana atau om sama Tante di bawah." usir Mia mendorong tubuh kylo untuk segera pergi dari hadapannya.
"iya aku pergi, aku baik-baik aja didalam sana." pamit kylo melambaikan tangannya ke Mia dengan senyum yang begitu lebar.
Mia membalas lambaian tangan kylo dan sama tersenyum lebarnya. jika orang lain melihatnya, mereka seperti sepasang kekasih yang sedang berpamitan
Ingin rasanya kylo, memeluknya dan mencium kening Mia saat ia berpamitan untuk pergi. tapi kylo harus bersabar untuk mendapatkannya. sepanjang perjalanan kylo kebawah, senyum itu tak terlepas darinya.
disaat kylo keluarga dari lift, ia tak sengaja berpapasan dengan Malik. iya itu Malik yang sekarang berada di ibukota. Malik juga menginap di hotel tersebut. mia tidak salah mengenalinya.
Mia mengistirahatkan tubuhnya yang begitu letih, ia menerawang jadian tadi, Dimana ia melihat postur tubuh yang begitu persis dengan sosok Malik.
sudah empat tahu mereka lost kontak, ketika hubungan mereka berakhir komunikasi pun berakhir. Mia pikir mereka bisa saling komunikasi dengan baik meski tanpa ada ikatan serius, tapi kenyataannya Malik memutuskan semua yang berhubungan dengannya menandakan bahwa tidak ada Mia dalam hidup Malik.
"apa itu kamu mas..?" lirih Mia, matanya terasa panas, ia memandang langit-langit kamar, buliran air mata mengalir disudut matanya.
"sudah empat tahun tapi kenapa masih sesakit ini Tuhan, aku sudah mengikhlaskan nya?" Mia membatin. Mia menutup matanya dengan lengan kanannya.
__ADS_1
Mia meratapi hatinya yang rapuh akan cinta masa lalu, tanpa ia sadari ada cinta yang baru dihadapannya. hanya waktu yang bisa menjawab takdir Tuhan sesungguhnya.
bersambung