
Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan, hubungan kylo dan Mia menjadi semakin akrab antara klien dan seorang teman.
Apalagi setelah projek album Moody's laku keras di pasaran membuat perusahaan L Grafis semakin terkenal mata masyarakat. sebagian manajemen artis juga berbondong-bondong mengajukan kontrak kerjasama membuat karyawan perusahaan L Grafis sibuk tanpa terkecuali.
Mia sedang memeriksa dokumen yang ada di Ipadnya, karena terlalu fokus ia tidak menyadari bahwa Kylo menghampirinya di tengah-tengah hiruk pikuk karyawan makan siang di kantin.
"Kamu itu kalau mau makan jangan kerjakan yang lain, makanan jadi bengkak kan." mengambil iPad Mia kalau meletakkan di meja, kylo mengambil sendok menyerahkan sendok itu kepada Mia.
Mia yang ingin protes tidak jadi, ia menatap kylo dengan muka yang siap untuk mengeluarkan amunisi. Mia terpaksa menerima sendok tersebut, ia mengaduk-aduk makanan, sebenarnya Mia kesal karena kylo mengganggunya tapi mau diapakan lagi, kalau kylo sudah memberi titah ia tidak bisa membantahnya.
Kalau ia membantah yang terjadi mereka akan mencuri perhatian orang-orang yang sedang makan siang,
"kamu itu kalau makan tidak usah manyun seperti itu, semua aku bilang juga demi kebaikan kamu." nasehat Kylo, ekor mata kylo menangkap sisa makanan yang ada diujung bibir Mia.
Kylo reflek membersihkan remahan itu disudut bibir dengan jarinya, perilaku tersebut membuat Mia membeku. bukan hanya Mia yang kaget akan tindakan kylo tapi juga dengan sebagai karyawan yang tidak sengaja melihat itu.
"Kamu apa-apain sih, bisa nggak kamu tidak gegabah, di lihat yang lainnya tahu, nanti mereka berfikir yang tidak-tidak." omel Mia membersihkan bibir dengan kedua tangannya.
"Reflek... " balas kylo cuek.
"Kamu makin kesini makin nyebelin deh." sewot Mia melanjutkan makan siangnya.
Kylo hanya tersenyum tipis melihat tingkah Mia yang ia anggap menggemaskan. kylo menatap Mia inten membuat Mia tidak nyaman.
"Bisa tidak kamu jangan ngelihatin aku kayak gitu, aku nggak nyaman." protes Mia.
"Memang kenapa? jawab kylo lembut sambil menumpu dagunya di atas meja.
"Kamu nggak nyadar semua orang memperhatikan kita, kenapa juga kamu ke sini."
"Karena kamu ada disini."
"Terserah deh," ucap Mia buru-buru menyelesaikan makanan dan cepat-cepat meninggalkan kantin perusahaan karena ia kurang nyaman dengan setiap pandangan yang lain.
Kabar tentang Kylo yang menemani makan siang di kantin sampai ke telinga Siska.
"Kak Siska kemana aja, tadi di kantin ada sesuatu yang heboh " kata salah satu anak magang dengan antusias.
"Habis dari studio bang Jetro, heboh kenapa?" tanya Siska dengan memijat tengkuk yang terasa pegal.
"Tadi itu di kantin heboh sebab ada kylo kak.."
"Apa Kylo kalian kok nggak hubungi aku sih, kalau begini kan aku bisa cepat-cepat keluar dari studio." kata Siska kesal.
"Tadi kita hubungi kakak tapi kak nggak angkat-angkat " jawab polos pegawai magang itu.
Siska yang mendengar penjelasan pegawai magang segera mengecek ponselnya, ternyata ponsel dalam mode silence jadi ia tidak mengangkat beberapa panggilan yang masuk.
"****,..." umpat Siska ingin segera mungkin menuju kantin tapi baru beberapa langkah di tahan oleh pegawai magang.
"kak Siska mau kemana?
"Iya mau ke kantin lah, Kylo kan ada disana."
"Tapi Kylo nya udah nggak ada di kantin kan, setelah menemani kak Mia makan, kylo pergi bersama kak Mia." jelas pegawai magang itu.
__ADS_1
"Apa!?, Kylo sama Mia? makan siang bareng, kurang ajar!" simpul Siska murka, ia kecolongan lagi. Siska mengepalkan tangan penuh tatapan kebencian.
"yang makan siang cuma itu cuma kak Mia kak, kylo hanya menungguinya, apalagi tadi kylo menyekat sisa makanan di bibir kak Mia, so sweet tahu kak, aku baru pertama kali kalau kylo itu bisa se sweet itu sama perempuan, beda banget sama rumor beredar." terang pegawai magang itu membuat Siska semakin geram.
"Kayak Gue harus segera bertindak, ini tidak bisa dibiarin, aku harus ngasih pelajaran ke Mia, bisa-bisa dia dekat dengan incaran gue." batin Siska.
"Kak Siska mau kemana." tanya pegawai magang tidak digubris oleh Siska yang berjalan menuju ruangan Mia.
tapi sayang ketika Siska sampai diruangan Mia, ia tidak mendapati Mia berada disana.
"Hai! Lo ngapain kesini? tanya sea melihat Siska yang membuat pintu ruangan Mia dengan keras.
"Bukan urusan Lo, gue cuma ada perlu sama bos Lo." jawab Siska menghampiri Sea.
"Lo lihat sendiri kan, anaknya nggak ada lebih baik Lo keluar dari ruangan ini, Lo itu menggangu pemandangan tau." ejek sea mengusir Siska
"Sialan Lo.. " umpat Siska menyenggol bahu sea ketika ia meninggal ruangan tersebut.
sea yang melihat Siska terbakar jenggotnya merasa senang sekali.
"pasti si nenek lampir udah denger kejadian di kantin, haha kasihan sekali." monolog Sea.
"Hallo Mi, Lo gimana?" tanya sea menelpon Mia yang tidak kembali ke ruangan sejak dari tadi. sea ingat bahwa Mia bilang hanya mau makan siang di kantin tapi sampai sekarang ia tidak kembali.
"Aku lagi di mobil Se..?" jawab Mia ujung Telepon.
"lah Lo mau ke mana? Bukannya Lo tadi izin makan siang aja."
"Tidak tahu."
"kok nggak tahu sih Lo aku ke luar kemana?"
"Jadi Lo pergi sama kylo, kalau gitu have fun ya, bye.." sea menutup telpon secara sepihak, setalah mendengar Mia sama kylo.
"Hallo SE... Sea...." Mia melihat layar ponselnya ternyata sambungan terputus. ia memasukkan hpnya ke dalam pouch kecilnya yang selalu ia bahwa.
"Sea kenapa?" tanya kylo fokus menyetir mobilnya.
"Tidak tahu, cuma tanya dimana terus dimatiin."jawab Mia.
"Ohh...."
"Ky, sebenarnya kita mau ke mana?" tanya Mia menatap kylo yang sedang menyetir kuda besinya.
"Nanti kamu tahu..." jawab kylo menoleh tersenyum kepada Mia.
Mia yang mendengar jawaban kylo hanya mendengus kecil, membuang muka ke samping menatap pemandangan Yanga da diluar mobil.
Kylo yang diacuhkan hanya bisa senyum terkulum, ia mengelus kepala Mia dengan sayang,
Mia yang diperlakukan seperti itu hanya diam aja. karena ia sedang sebal dengan kylo yang sejak dari tadi membuat gara-gara sama ia.
mereka sampai di hotel pinggir pantai laut. Mia heran ketika melihat hal tersebut.
"Kita sampai, kau tidak mau turun?" tanya kylo melihat Mia sedang mengamati sekitar.
__ADS_1
kylo berinisiatif untuk membuka sabuk pengaman.
"Kamu mau apa?" sentak Mia kaget melihat wajah Kylo begitu dekat.
"Aku hanya ingin melepaskan sabuk pengaman mu, kamu mau diam disini tidak mau turun."
"Aku bisa lepas sendiri, kamu jangan terlalu dekat." Mia mendorong sedikit tubuh Kylo.
"Memang kenapa kalau kita sedekat ini?" ucap kylo mencondongkan tubuhnya semakin dekat ke arah Mia.
Mia yang ditatap intens oleh Kylo, ia merasa terpojok.
"Kamu mau apa, jangan bercanda." kata Mia gugup. tubuh Mia terkunci di pojok kursi, rasanya ia ingin kabur hanya saja tubuh masih terkunci oleh sabuk pengaman.
Tubuh kylo semakin condong ke badannya. wajah mereka hanya berjarak se senti, reflek Mia menutup matanya menunduk. Mia dapat merasakan hembusan nafas Kylo, aroma tubuh kylo yang begitu maskulin sedikit menggetarkan jiwa kewanitaannya.
Sedangkan Kylo yang melihat Mia tidak berdaya, ingin rasanya menerkamnya ditambah aroma Mia yang memabukkan. tangannya menyentuh pipi merah Mia dengan lembut.
sentuhan itu menyentakkan Mia, ia membuka matanya, mereka berdua saling bertatapan.
Kylo menatap Mia dengan sendu, sedikit demi sedikit kylo mendekatkan wajahnya, ia memiringkan kepalanya, rasanya kylo ingin mengecup bibir ranum itu.
Radar Mia yang menangkap ketidak beresan tersebut mendorong tubuh kylo dengan kuat, hingga tubuh kylo kembali ke kursinya.
Mia segera keluar dari mobil kylo, Ia mengatur nafasnya dan jantung yang tidak karuan.
"tadi itu apa yang terjadi.", batin Mia linglung.
Kylo yang melihat Mia keluar dari mobilnya berjalan mondar-mandir disamping mobil hanya bisa menggelengkan-gelengkan kepalanya.
"Hampir saja aku kelepasan." lirihnya tersenyum tipis. kylo membuka sabuk pengamannya, ia keluar dari dalam mobil. melihat Mia yang sedang. mengatur nafasnya.
kylo mendekati Mia, menggenggam tangan Mia, reflek Mia melepaskannya.
"Kamu mau apa?" sentak Mia.
"Kita harus segera masuk ke dalam, apa kamu masih mau di luar sini. atau kamu mau seperti di mobil," goda Kylo melangkah sedikit demi sedikit ke arah Mia.
"nggak lucu ya Ky," Bentak Mia tak suka.
"Kalau begitu kenapa muka kamu merah begitu." goda Kylo lagi, mengulurkan tangan kanan menyentuh pipi Mia. tapi sebelum itu terjadi Mia berjalan lebih duluan meninggalkan Kylo yang tertawa senang.
"Katanya mau masuk kedalam, kenapa kamu masih disitu." teriak Mia menatap kylo masih disamping mobilnya.
"iya-iya aku datang." jawab kylo berlari kecil mendekati Mia.
"Sana ku jauh, jangan dekat-dekat, kau duluan aja." nyuruh kylo berjalan lebih dahulu.
"kamu kenapa sih jadi parno an gini, aku nggak gigit padahal." canda kylo berjalan lebih dulu.
"Pokoknya kamu jalan di depan." perintah Mia tidak terbantahkan.
Akhirnya Kylo menurut apa yang katakan oleh sang pujaan hatinya.
bersambung....
__ADS_1
jangan lupa kritik dan saran
maaf typo