Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 50 Ciuman Pertama


__ADS_3

Kylo mengantarkan Mia kembali ke kantor, mobil kylo sudah terparkir VVIP yang disediakan oleh perusahaan. Ia dan Mia menuju lift yang ada di samping pintu masuk. Mia emmelih lift yang sering dilewati oleh karyawan sedangkan kylo masuk kedalam lift yang khusus langsung tersambung ke rooftop.


"Aku tunggu di atas." Pamit kylo saat lift sudah terbuka. Mia hanya tersenyum sebagai jawaban. Setalah kylo masuk terlebih dahulu Mia menekan tombol lift khusus karyawan, ia menuju ruangannya untuk mengambil berkas.


Kylo yang sudah berada di atas rooftop ia tidak sengaja bertemu dengan Jaka yang sedang beristirahat disana. Memang tidak sembarang orang bisa ke rooftop jika tidak memiliki kartu akses, dan Jaka mendapatkannya pinjam dari Dika, semenjak ia tahu kalau Mia didekati dari kalangan atas membuat Jaka menjadi minder.


Kylo mental pemuda itu sesaat, ia bisa melihat raut wajahnya yang lesu dan sedih, seperti orang yang sedang putus asa. Kylo menuju lemari pendingin yang tersedia disana ia mengambil 2 kaleng minuman dingin. Stelah itu ia menuju ke tempat Jaka yang sedang melamun di pinggir pembatas pagar rooftop dengan tatapan kosong.


"Tidak perlu mengakhiri sebuah kehidupan jika dengan menangis kamu bisa melepaskan semua rasa." Sahut kylo membuat Jaka tersentak kaget. Kylo menghampiri Jaka ia duduk disamping Jaka. Jaka bingung harus bersikap seperti apa saat mengetahui di depannya ada rivalnya.


Kylo melemparkan sebuah minuman kaleng kepada Jaka, Jaka menangkap minuman itu dengan ekspresi bingung, sedangkan kylo biasa saja. Kylo membuka minuman kaleng itu. Ia meneguk sedikit demi sedikit, Jaka yang melihat dibalut terpesona oleh ketampanan kylo.


"Ada apa?" Kata kylo melihat Jaka datar.


"Eh, tidak apa-apa pak." Jawab Jaka canggung.


"Gue lihat umur Lo sama gue tidak beda jauh jadi panggil gue senyaman Lo, gue belum bapak-bapak, mungkin 1 atau 2 tahun lagi itu terwujud. Ucap kylo yang masih meneguk minuman menghadapi ke depan melihat gedung-gedung itu.


"Iya bang." Suara Jaka terbata-bata.


"Lo santai aja ke gue. Bukannya Lo yang kemarin lusa duduk di depan gue, nama gue kylo nama Lo siapa?" Kylo mengulurkan tangannya Jaka menerima uluran tangan Kylo.


"Iya bang, nama saya Jaka."


"Lo nggak kerja?" Tanya Jetro memicingkan matanya.


"Kerja bang, cuma lagi istirahat aja."


"Lo tidak ada niatan buat bunuh dirikan."


"Tidak ada bang. Terus Abang sendiri kenapa kesini, apa ada perlu sama kak Mia?"


"Bisa dibilang seperti itu, tapi gue lagi nungguin dia."


"Kenapa harus ditunggu Bang? Kenapa tidak disampirin aja kalau ada urusan penting? Tanya Jaka penasaran.


"Enggak penting-penting amat hanya urusan pribadi saja."

__ADS_1


"Maaf bang, kalau Jaka lancang memangnya hubungan kak Mia sama Abang itu seperti apa? Maksud Jaka hanya sebatas kerjasama atau lebih itu?" Jaka meremat tangannya saat ia mempertanyakan hal sensitif itu, beberapa kali ia menelan ludahnya sendiri.


"Memangnya kenapa hubungan gue sama Mia, Lo suka sama Mia." Tuding kylo kepada Jaka dengan tatapan tajamnya.


"Bukan begitu kak, hanya saja kalian terlihat lebih dari rekan kerjasama." Cicit Jaka takut.


"Lo nggak perlu takut sama gue, gue nggak akan mukul Lo." Kekeh Jaka memandang ekspresi Jaka yang ketakutan.


"Gue sama Mia memang memiliki sebuah hubungan dekat tapi gue mau lebih dari itu, Lo tahu kan maksud gue."


"Deg, kesempatan gue hilang sudah." Jaka berbicara dalam hati


"Iya bang Jaka tahu maksudnya."terbata-bata.


"Kenapa sih Lo, muka Lo kayak takut sama gue, santai aja sama gue, gue tidak akan melukai Lo tapi kalau Lo melukai orang yang gue sayang gue pasti akan membalasnya.


"Tidak bang, Jaka cuma gugup aja duduk disamping Abang yang bintang internasional, Jaka tidak menyangka sekali." Alih Jaka mengalihkan kecurigaan kylo terhadap. Jaka meneguk minumannya hingga tandas sangking gugupnya.


"Kalau gitu Jaka tinggal dulu bang, Jaka ada kerjaan, permisi, makasih atas minumannya." Pamit Jaka tergesa-gesa. Kylo hanya menatap kepergian Jaka.


Kylo mengeluarkan ponselnya ia menghubungi Radit untuk menanyakan urusan pekerjaan yang akan datang sambil menunggu mia. Mia sendiri sedang berkumpul dengan timnya membahas tentang foto prewedding Kirana dan Darren, dimana ia memerintahkan anak buahnya untuk mencari lokasi, baju dan lain-lain yang dibutuhkan saat prewedding, kemudian Mia juga ada meeting untuk bersiapan festival foto.


"Ky maaf menunggu lama." Kata Mia menghampiri Mia dan duduk disebelahnya.


"Tidak masalah.." jawab Mia yang masih tersengal-sengal sebab ia menaiki tangga ke rooftop, tadi ia masuk melalui lift karyawan yang tidak sampai rooftop, akhirnya ia terpaksa menaiki tangga. Kylo berinisiatif mengambil minuman untuk Mia. Kylo menyodorkan minuman itu.


"Terimakasih..." Mia meneguk minuman nya.


"Tadi kamu naik tangga? Tanya Kylo menyekat keringat yang ada di dahi Mia, Mia mengangguk sebagi jawaban.


"Iya tadi aku buru-buru jadi salah masuk lift." Cengir Mia mengatur nafasnya.


"Bukannya itu indah ky." Tunjuk Mia ke depan gedung-gedung yang dimana langit mulai senja. Kylo menatap pemandangan itu.


"Segitunya kamu suka sama senja." Mengusap rambut Mia dengan sayang.


"Iya jawab Mia.." tersenyum lebar.

__ADS_1


Mia dan kylo menikmati senja di atas rooftop itu, kylo terus memandangi Mia yang kedua bibirnya melengkung keatas.


"Dua kali kita melihat senja, ditempat yang berbeda dan rasa yang berbeda." Liri kylo menatap Mia dengan intens. Mia menoleh ke arah Kylo.


"Apanya yang berbeda?"


"Ini.." sentuh jari kylo di bibir Mia. "Sekarang bibir ini, mata ini penuh dengan kebahagiaan bukan kesakitan." Sahut kylo lembut. Mereka saling bertatapan-tatapan hingga tidak tahu siapa yang memulainya bibir keduanya bersentuhan.


Mia terbelalak tubuhnya membeku, saat ia merasakan bibir kylo menyentuh dirinya. Sedangkan kylo sudah memejamkan matanya sedikit ******* bibir mia menarik tengkuk Mia lebih dekat. Hanya sekian detik kylo melepaskan ciuman mereka. Ia melihat Mia yang mematung menatap kylo dengan nanar, reflek Kylo sadar akan perbuatannya.


Mia melangkah mundur ke depan, ia masih shok dengan apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini?.


"Maaf, aku tidak sengaja.." kylo mendekat mencoba menangkup kedua tangan Mia tapi Mia menghempaskannya.


"Apa yang kamu lakukan?" lirih Mia bingung dengan keadaan yang begitu cepat tadi. Mata Mia berkaca-kaca, seharusnya ciuman pertama untuk suaminya.


"Mia, aku tahu aku salah, aku minta maaf.."


"Kenapa kamu melakukan itu Ky.." Mia terguguh, Mia mundur sedikit demi sedikit ia mencoba berlari tapi kylo memeluknya dari belakang.


"Lepas Ky.. lepas... "Teriak Mia meronta-ronta.


"Aku tidak akan melepaskan kamu, tunggu penjelasan aku. Begini sebentar saja." Mohon Kylo. Diposisi kylo memeluk Mia dari belakang kylo menjelaskan apa yang membuat ia melakukan itu.


"Mia maaf, aku sayang sama kamu, bukan sebagai rekan kerja, teman atau sahabat tapi sebagai pribadi wanita."lirih kylo.


Deg, Mia tidak menyangka dengan apa yang dikatakan oleh kylo.


"Tidak mungkin..." Gumam Mia yang masih bisa didengar oleh Kylo. Kylo membalikkan badan Mia ke arahnya.


"Tatap mata aku.. apa yang aku bilang semua itu benar" ucap kylo dengan sendu. Mia menggelengkan kepalanya ia tak percaya dengan apa yang diucapkan kylo.


"Kamu bohong ky.." sentak Mia berusaha meninggalkan kylo tapi tangan Mia di cekal oleh Kylo.


"Aku mohon kamu tenang, aku antar kamu pulang, kamu tanggungjawab ku jadi aku mohon sama kamu izinkan aku mengantar kamu pulang." Sahut kylo menenangkan Mia. Setelah Mia tenang mereka bersama-sama berjalan menuju parkiran yang ada di basemen.


Meskipun Mia pernah berpacaran sampai 5 tahun lebih, ia tidak pernah sekalipun berciuman batas mereka berkencan hanya sebatas pegangan tangan, itu yang membuat ia shok saat kylo menciumnya.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2