Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
59 Gosip yang beredar..


__ADS_3

Setalah kylo mengungkapkan hatinya disinilah Mia termenung sendiri sambil menatap cincin yang diberikan oleh kylo untuknya. Mia menggigit jari telunjuknya, duduk terdiam disofa yang ada di apartemennya itu. Pikiran seperti benak kusut, dan perasaannya begitu berkecamuk. Entah apa yang harus Mia lakukan, yang pasti Mia harus meyakinkan perasaannya untuk kylo seperti apa.


Rasa pusing mendera kepalanya, tidak membuat ia beranjak dari tempat duduknya, matanya terus menatap cincin yang ia letakan diatas meja. Bimbang satu kata yang tepat untuk suasana saat ini.


Beberapa kali Mia menarik membuang nafas dalam, ada rasa takut tersendiri disudut hatinya. Mia tidak menyadari sea yang masuk ke dalam apartemennya. Sea yang melihat sahabatnya duduk berdiam diri dibuat heran, biasa Mia termasuk orang yang peka terhadap siapapun yang berada didekat tapi disaat sea duduk disebelahnya, Mia tetap diposisi yang sama memandangi cincin yang ada diatas meja.


Mata sea melihat Mia dan cincin itu secara bergantian.


"Wow..." Ucap sea tepat di telinga Mia, membuat Mia tersentak.


"Astaga Sea.. kaget tahu.." kata Mia mengelus kan dadanya.


"Salah sendiri dari tadi ngelamun nggak jelas, Lo itu kalau lihat cincin enggak usah segitunya, orang pikir akan anggap Lo nggak pernah lihat cincin kayak gini." Sahut sea ingin mengambil cincin diatas meja itu.


"Jangan sentuh cincin itu.."Tegur Mia keras membuat sea hampir saja terjungkal karena teriakan sea.


"Pokoknya jangan sentuh cincin itu, biarin cincin itu ada di atas meja." Lanjut Mia menginterupsi sea . Sea pun menarik tangannya gak jadi menyentuh cincin itu.


"Memang kenapa, apa cincin itu segitunya berharap buat Lo sampai gue aja nggak boleh pegang."ejek sea mendengus kasar.


"Bukan begitu, itu cincin dari kylo." Cicit mia tersipu malu.


"Apa? Kylo ngelamar Lo, beneran?" Tanya sea antusias. Mia hanya bisa mengangguk memberi jawabannya.


"OMG, teman gue di lamar oleh orang kaya, terus Lo terima kylo.." lanjut sea dengan mata berbinar.


"Aku belum jawab lamaran kylo, aku bingung akan perasaan ku Se.." lirih Mia


"Gila Lo, terus Lo nggak kasih kejelasan anak orang gitu." Umpat sea mendengar jawaban sahabatnya.


"Bukan begitu, aku masih perlu berfikir lagi untuk meyakinkan perasaan ku kepada kylo, aku hanya tidak ingin menyakiti nya." Elak Mia.


"Ealah Mia... Mia.. Lo mau cari seperti apa sih? Seorang kylo yang sudah Perfect gitu Lo kasih harapan palsu, lebih baik Lo harus segera beri jawaban buat Kylo, tapi menurut gue sih Lo jangan sampai ngelepasin Kylo, gue bisa lihat dari mata kepala gue, kalau kylo itu sayang sama Lo, jadi Lo jangan sampai menyesal melepaskan kylo." Nasehat sea kepada Mia yang sedang bimbang.


"Hati dan pikiran ku penuh kebimbangan Sea.. kamu tahu sendiri banyak rintangan yang akan menerjang hubungan ku dengan kylo nantinya, apakah aku sanggup untuk itu semua jika aku menerimanya."curhat Mia.


"Gue yakin Lo bisa, Lo itu anaknya pantang menyerah, terus kenapa Lo jago pesimis seperti ini. Lo pernah bilang ke gue waktu itu, bahwa kedepannya cobaan itu bukan semakin ringan tapi semakin berat dan kita harus menyiapkan jiwa raga kita buat cobaan yang akan datang, Lo ingatkan dengan nasehat itu."


"tapi apakah mungkin keluarga kylo dapat menerima keluarga ku, kamu tahu sendiri bagaimana perbedaan derajat keluarga aku sama keluarga kylo sangat jauh Sea, gue takut jika tidak bisa menyeimbangkannya. apalagi mereka adalah kalangan atas Sea, aku rasa aku nggak bisa meski kelak aku memiliki perasaan sama Kylo, siapa aku Dimata mereka."


"Mia Lo jangan terlalu pesimis." ujar sea menepuk bahu Mia memberi semangat. "Gue tahu paham dengan apa yang Lo pikirkan kedepannya, Lo sama kylo itu beda jauh, tapi kalau perbedaan bisa kita atasi bukannya tidak mungkin hubungan kalian bisa awet untuk selama, gue percaya kylo dan keluarganya dapat menerima Lo dan keluarga Lo dengan baik. dan gue yakin ini " Jawab Sea mantap.


"Entahlah sea, gue bingung dengan apa yang harus aku lakukan, terimakasih atas Sarannya."


-----+++++++--------++++++--------++++-------


keesokan harinya dunia infotainment di gemparkan dengan berita heboh kylo yang melamar kekasih hatinya. banyak hastag yang bertebaran tentang kylo dan siapa wanita yang beruntung mendapatkan kylo.

__ADS_1


kehebohan itu tidak hanya terjadi di jagad dunia Maya tapi juga terjadi di Perusahaan yang menaungi kylo dan perubahan L grafis dimana Siska gembor-gembor sosok wanita yang dilamar kylo adalah dia. memang berita yang beredar terdapat foto kylo dengan seorang wanita tapi foto wanita itu nampak tidak jelas.


Banyak spekulasi tentang siapa wanita tersebut, tapi hanya Kylo yang tahu siapa itu?. kylo sendiri mengatakan pada pihak manajemen bahwa ia memang dekat dengan seorang wanita, tapi ia menegaskan bahwa kehidupan pribadinya tidak perlu untuk dikonsumsi publik meski ia seorang publik figur.


setelah pihak manajemen mengklarifikasi tentang berita hal itu, banyak dari wartawan ataupun para fans kylo mencari sosok wanita yang ada diberita itu. tapi sayang banyak wanita-wanita yang mengaku menjadi wanita rahasia itu membuat para mencari berita menjadi bingung, apalagi ada peringatan keras dari pihak manajemen jika ada yang menyebarkan berita hoax maka akan dijatuhi pidana, segitunya kylo melindungi kehidupan pribadinya.


meskipun berita sudah menyebar kemana-mana tidak menyulutkan Mia untuk melanjutkan aktivitasnya, karena ia tahu kylo dapat menghandle berita di luaran saya, yang perlu Mia siapkan adalah Mentalnya yang akan dibombardir pertanyaan dari para sahabatnya.


seperti sekarang ini Mia harus berhadapan dengan Aiden, ia duduk dengan sangat gugup. Aiden sendiri melihat mia dengan melipat kedua tangannya di dada. Mia merasa diawasi setiap gerak geriknya oleh Aiden.


"Ekhem.. bang bisa tidak, jangan ngelihatin aku kayak gitu." ucap Mia gugup sambil menyelipkan anak rambut kebelakang telinganya.


"Abang mau bicara Apa sama aku, jika tidak ada hal yang perlu dibicarakan lebih baik Mia kembali keruangan Mia?" lanjut Mia yang akan bangun dari duduknya.


"Duduk.." perintah Aiden dengan Suara dalamnya.


Mia kembali duduk dengan tenang dihadapan Aiden yang siap untuk menerkamnya. Mia mati kutu dibuatnya


"Wanita didalam berita itu kamu kan?" kata Aiden langsung ke intinya.


"Iya bang.."cicit Mia menunduk


"Apa yang kalian lakukan di hotel itu?"tanya Aiden menusuk relung hati Mia.


"kita tidak berbuat diluar batas bang." sangkal Mia memberi penjelasan. "kita cuma makan malam doang sama kylo ngelamar aku.." cicit Mia.


"Mia masih belum menjawabnya.."


"Hanya itu.."


"iya hanya itu aja bang, setelah itu kita pulang, kylo mengantarkan Mia pulang ke apartemen Mia, kalau Abang tidak percaya tanya sama sea, tadi malam sea datang ke apartemen Mia." jelas Mia antusias.


"Beneran tidak terjadi apa-apa?" tanya Aiden menegaskan.


"Sama sekali tidak terjadi apa-apa." jawab Mia mantap.


"Baik.." Aiden melonggarkan lipatan tangan. "suruh kylo menemui Abang secepatnya." perintah Aiden.


"Hah?" apa bang?" tanya Mia dengan wajah cengo nya.


"Suruh Aiden menemui Abang." ulang Aiden.


"tapi untuk apa? bagaimana kalau nggak usah ketemu bang." bujuk Mia memohon.


Aiden menaikkan alisnya." memangnya kenapa? bang janji tidak memukulinya." jawab Aiden tahu jalan pikirannya Mia.


"Tapi.."

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapian, suruh kylo menemui Abang, tidak ada alasan atau penolakan." perintah Aiden tegas.


"Iya bang, nanti Mia sampai kan.." lirih Mia.


"ya sudah kamu bisa kembali ke ruangan mu, jangan lupa apa yang Abang perintahkan." mia membalas dengan anggukan.


Mia keluar ruang Aiden dengan perasaan yang tidak menentu, haruskah ia menghubungi kylo?, atau ia mengabaikan permintaan Aiden, tapi jika Mia tidak melaksanakannya Mia takut Aiden akan berbuat nekad.


"nanti saja aku hubungi kylo.." gumam Mia berjalan menuju ruangannya.


saat Mia berjalan melewati lorong perusahaan, Siska dari arah berlawanan menghadang Mia dan menarik Mia berjalan ke arah belakang gedung.


"lepasin Siska, kamu mau apa?" tanya mia berusaha melepaskan genggaman tangan Siska.


"Gue perlu bicara sama Lo berdua." cetus siska menarik Mia ke arah belakang. dirasa sudah berada di belakang gedung Siska menghempaskan genggamannya.


"kamu mau bicara apa? aku tidak ada waktu untuk meladeni omong kosong kamu." ketus Mia yang ogah-ogahan menghadapi Siska.


"Ada urusan apa Lo sama kylo ke hotel xx itu?" tanya Siska membuat mata Mia terbelalak.


"Kok Siska tahu aku sama kylo ke hotel." batin Mia. Mia berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja, ia menutup kegugupannya.


"Bukan urusan kamu, kok kamu tahu aku sama kylo berada di hotel itu?" tanya Mia curiga, "kamu ngikutin kita berdua?" lanjut Mia, karena Mia thu bahwa waktu itu Siska masih ada di kantor.


"Gila apa? Gue ngikutin Lo, Lo pikir gue nggak bisa apa main ke hotel bintang lima seperti itu." semprot Siska kesal.


"Aku nggak nuduh kamu, tapi seingat ku, tim kamu masih ada rapat jam segitu." tuduh Mia


"Sial kok dia tahu sih " umpat Siska.


"Bukan urusan Lo, gue tahu darimana? gue hanya memperingatkan Lo buat jauh-jauh dari Kylo, daripada Lo patah hati untuk kedua kalinya."


"maksud kamu apa?" tanya Mia tak terima.


"Gue kasih tahu ya sama Lo, gue kasih tahu sama Lo dan Lo pasang kuping Lo bener-bener, kenalin gue Siska calon mantu keluarga Radjasa " kata Siska dengan angkuhnya. Mia menyungging senyum tipisnya jengah dengan pengakuan Siska.


"kayaknya yang patut dikasihani itu bukan aku tapi kamu." tunjuk Mia kepada siska. "maaf ya Siska, aku nggak percaya dengan apa yang kamu bicarakan, bagi aku itu semua omong kosong." ucap Mia tegas.


"Si*l Lo, Gue pastiin kylo akan jatuh ditangan gue. lihat saja nanti." dengus siska meninggalkan Mia begitu saja.


"CK.. CK.. Siska.. Siska.." gumam Mia menghela nafas dalamnya.


Bersambung.....


jangan lupa kritik, saran dan vote


Terimakasih atas dukungannya

__ADS_1


__ADS_2