Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 20 Studio musik


__ADS_3

Mia mengendarai kuda besinya menuju daerah selatan ibukota, saat ini jam menunjukkan pukul 05.00 wib, ia menikmati kemacetan yang selalu terjadi pada sore hari. Mia datang sendiri ke studio Kylo, sebenarnya tadi ia ingin mengajak salah satu karyawan yang ada di timnya, sayangnya semua berhalangan untuk menemani terpaksa ia pergi sendiri.


Sebelum pergi ia sudah menghubungi Kylo untuk meminta alamat studio musiknya.


Mia telah sampai di gedung yang di masuk oleh kylo, ia memarkirkan mobilnya di basemen. Mia berjalan ke arah resepsionis untuk menanyakan lantai berapa studio musik kylo berada, setelah mendapatkan nomer lantainya ia bergegas menuju lift yang mengantarkan ke studio Kylo.


Kylo sudah menunggu Mia Daria tadi, sesekali dia akan mengecek ponselnya, apakah Mia menghubungi atau tidak?.


Kylo mondar-mandir melihat ke arah lift, menunggu lift itu terbuka mengantarkan yang pujaan hati, tapi sekian lama ditunggu sosok itu belum muncul.


Radit yang melihat kylo mondar-mandir tidak jelas, sudah menasehati nya untuk duduk tapi kylo kekeh menunggu Mia dengan berdiri.


Ekor mata kylo dapat melihat pintu lift terbuka, dia melihat Mia berjalan ke arah studionya membuat kylo segera masuk ke dalam ruangan seperti tidak terjadi sesuatu.


Mia mengetuk pintu studio tersebut, hingga Radit membuka pintu itu, Radit mempersilahkan Mia masuk. Di ujung kursi Mia melihat kylo sedang memainkan alat musik.


"Selamat sore Ky, maaf saya datang terlambat." Sapa Mia sopan.


"Tidak apa-apa, saya tahu sore seperti ini pasti macet banget, kalau gitu silahkan duduk." Mia yang dipersilakan duduk pun duduk dengan nyaman.


"Omong-omong apakah kamu tidak keberatan jika kita makan malam di sini terlebih dahulu?."


"Saya tidak masalah."


"Kalau begitu tunggu sebentar, habis makan kita akan lanjut diskusinya, kamu ingin pesan apa biar nanti Radit yang membelinya?"


"Terserah anda, nanti saya makan."


Kylo pun memerintahkan Radit untuk memesan makanan di restoran langganannya


Tak sampai 30 menit, makanan sudah tersaji di meja itu. Mereka pun makan dengan lahap satu sama lain tanpa ada perbincangan.


Saat Mia asyik menyantap makanan, mata kylo tak sengaja melihat ada sedikit makanan disudut bibir mia, kylo pun reflek menyekatnya.


Mia yang mendapatkan perilaku seperti itu menatap kylo horor.

__ADS_1


"Maaf aku lancang membersihkan sisa makanan yang menempel disudut bibir kamu." Reflek Mia membersihkan kedua sudut bibirnya, membuat kylo tersenyum tipis melihat tingkah laku Mia yang begitu menggemaskan.


Suasana pun menjadi sedikit canggung, Mia segera menyelesaikan makan malamnya.


"Terimakasih atas makan malamnya." Ucap Mia merapikan bekas makan malamnya. Kylo yang melihat itu pun menyelesaikan makan malamnya dan menyuruh Radit untuk membereskan bekas makan malam mereka.


"Ayo ikut saya." Kata kylo membuat Mia bingung.


"Kita memang mau kemana? Seharusnya kita meeting kan?."


"Iya kita memang mau meeting, tapi bukan disini, tapi masuk keruang itu." Menunjukkan sebuah ruangan yang berada di depannya.


Ruang itu adalah studio rekaman milik kylo, terdapat sofa panjang, dipojok ruangan ada sebuah gitar dan piano, ada tombol-tombol yang berfungsi untuk merekam atau membuat musik, disampingnya ada dua komputer yang berguna menyimpan lagu, lalu didepan ada sebuah ruangan kecil yang digunakan untuk penyanyi merekam suaranya.


Mia yang baru pertama kali masuk ke studio musik itu dibuat terkagum-kagum.


Kylo mempersilahkan Mia duduk, sedangkan dia duduk di sebuah kursi dekat tombol pengaturan.


Mia lalu mengeluarkan buku agendanya untuk mencatat apa yang harus dicatat.


"Saya akan menunjukkan demo musik yang akan dibawakan oleh Moody's, setelah itu kita kan bahas apa yang harus dibutuhkan untuk cover, MV dll.


"Bagaimana menurutmu..?" Tanya Kylo.


"Bagus, enak untuk didengar, kemungkinan bisa meledak dipasaran." Pernyataan Mia.


"Lalu bagaimana dengan liriknya." Kylo ingin melihat respon Mia tentang lirik itu, sebab lirik-lirik itu dibuat khusus untuk dirinya Yang sedang mencari Mia kala itu.


"Bagiku liriknya menyentuh, dimana seseorang berusaha keras untuk mencari sang pujian hatinya yang menurutnya sebagai takdir, meski hanya bertemu satu kali. Saya pikir di zaman sekarang tidak ada yang sanggup mencari sesuatu yang tidak pasti."


"Benar apa kamu, di zaman ini memang tidak ada yang sanggup untuk mencari seseorang yang tidak pasti." Ucap kylo.


"Tapi aku terus mencari mu." Batin Kylo.


"Apa aku boleh bertanya sama kamu?

__ADS_1


"Boleh, silakan?"


"Seandainya ada seseorang pria seperti dilagu ini apa yang akan kamu lakukan jika bertemu dengan dia?" Tanya kylo penasaran dengan jawaban yang akan Mia ucapkan.


"Pertama, mungkin aku akan merasa tersanjung dengan perjuangannya, jika dia seseorang yang baik maka aku akan menerima untuk lebih mengenal diri."jawaban Mia yang membuat kylo kurang puas.


"Apakah kamu tidak langsung jatuh hati kepada?"


"Untuk sebuah perasaan aku lebih suka mengenal orang terlebih dahulu, meski dia perjuangan menemukan, bukan berarti dia bisa dengan gampang mendapatkan hatiku, karena setiap wanita pasti ingi melihat perjuangannya terlebih dahulu, sebelum menyerahkan seluruh hidupnya pada sang pria." Penjelasan Mia membuat kylo tersenyum.


"Jika sang pria itu memperjuangkan mu apakah kamu akan menerima nya?"


"Jika memang dia takdirku maka mau aku berlari sejauh mungkin, pasti saya akan berada disisinya. Semua tergantung Tuhan yang berkehendak dan restu orangtua." Kylo yang mendengar penjelasan Mia merasa puas.


"Akan ku pastikan bahwa kamu adalah takdirku." Batin kylo.


"Terimakasih atas jawaban anda, maaf buat anda menjawab pertanyaan diluar konteks meeting kita."


"Tidak masalah, bagi saya apa Yang anda tanyakan tidak mempengaruhi bekerja saya." Ucap Mia tersenyum tipis.


"Kalau gitu, kita akan mendengar 8 buah lagu lainnya setelah itu, kita akan fokus pada tujuan yang akan kita bahas."


Setelah mendengar hampir 9 demo lagu, kylo dan Mia mulai membahas apa saja yang akan dibutuhkan di album Moody's itu.


"Menurutnya saya untuk albumnya kita pakai warna monokrom, agar terkesan misterius membuat orang penasaran. Bagaimana?" Saran Mia.


"Saya setuju, saya juga ingin ada sisi lembut dan maskulin, seperti mendominasi tapi masih dalam koridor yang tidak berlebih, apakah bisa."


"Untuk itu bisa terjadi, nanti saya sama tim akan membahas hal ini lebih lanjut dan untuk judul album dari ke 9 lagu tersebut apa? Agar kita bisa lebih menonjolkan segala aspek."


"Untuk judul utama lagu yang berjudul"Mencari Belahan Jiwa" lagu pertama yang anda denger tadi." Jawab kylo.


Mia mencatat segala aspek dan saran dari kylo. Tak terasa malam menjadi semakin larut, keduanya tidak menyadarinya.


"Nanti kalau ada berubah bisa menghubungi tim atau saya sendiri." Memasukan buku agendanya ke dalam tas.

__ADS_1


"Iya nanti saya akan menghubungi anda jika ada perubahan," kylo mematikan komputer dan peralatan yang ada disana.


Bersambung....


__ADS_2