Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 17


__ADS_3

"Ky, jadi tadi itu yang namanya Mia, cantik juga." kata Radit yang sedang menyetir mobil kylo.


"Lo jangan-jangan macam-macam dia milik Gue." ancam Kylo.


"Gue cuma bilang dia cantik, kenapa Lo ngancem segala." cicit Radit.


"Biar Lo nggak naksir, sekedar muji aja Lo nggak boleh."


"Ya ampun belum jadian aja Lo udah posesif kayak gini apalagi udah jadian pasti super overprotektif.", sindir Radit.


"tapi Lo serius sama itu cewek, dari profil yang gue baca dia lebih tua dari Lo, Lo yakin bisa dapatin dia.?"


"Bagi Gue umur enggak jadi masalah, sebagai laki-laki kita harus bersikap gentleman dan tanggung jawab, banyak orang yang memiliki hubungan dengan usia lebih tua dari cowoknya, tapi mereka bisa melewati dan bahagia." pesan kylo bijak.


"Gue paham dengan apa yang Lo maksud, dan gue tahu karakter Lo, Gue jamin itu, tapi kalau dilihat dari sisi Mia, apakah dia bisa menerima Lo dengan usia kalian yang beda 4 tahun?"


"Gue akan berusaha menyakinkan dia bahwa Gue layak sama dia, jadi tugas Lo buat cari informasi tentang Mia lewat sahabatnya."


"maksud Lo Sea?


"Iya gue minta tolong sama Lo buat cari tahu segala sesuatu tentang Mia lewat Sea, apapun itu kalau bisa secara mendetail. bukannya Lo masih punya kontak sea?"


"iya sih gue masih punya kontaknya." jawab Radit.


"Bagus deh, jangan lupa hubungi orangnya." dibalas dengan anggukan Radit.


mobil kylo melesat membela jalan raya untuk menghadiri launching sebuah produk kecantikan dengan kylo yang menjadi Brand Ambassadornya.


Mia, Sea dan Karin berjalan menuju kantin untuk makan siang.


"Gue lapar banget, rasanya hari ini capek luar biasa." keluh sea mengusap perutnya.


"Kak Sea, Kak Mia itu bang Dika." menunjukkan Sika yang sedang melambaikan tangannya, Mia dan Sea serempak menoleh kesana.


"Aku mau ke toilet dulu, kalian duluan aja, Se.. jangan lupa pesanan aku seperti biasa." pamit Mia menuju toilet kantin yang ada pojokan.


"Beres, Bakso kan?" dianggukin oleh Mia.


Saat Mia berjalan ke toilet, tanpa sengaja tertangkap oleh ke dua mata Siska, Siska pun menyusul Mia ke toilet, ia harus memperingatkan Mia agar tidak dekat -dekat dengan Kylo.


"guys, tunggu bentar Gue ke toilet dulu, kalian duluan aja." pamit Siska pergi


Siska menunggu Mia di depan wastafel sambil membenarkan make-up nya. salah satu pintu toilet terbuka, Mia menuju wastafel untuk membersihkan tangannya, tanpa ada niat untuk nyapa Siska.


"Gue peringati Lo jangan sesekali naksir kylo, atau deket-deket Kylo, Lo harus tahu batasannya, kalau enggak Lo berurusan sama Gue." ancam Siska mengintimidasi.


Mia menghentikan cuci tangan menatap Siska tak suka.


"memang kamu siapa? mau aku deket sama siapapun kayaknya bukan urusan kamu." jawab Mia datar.

__ADS_1


"Bukan urusan Lo, Lo bilang, jelas itu urusan Gue kalau berhubungan dengan Kylo."


"Gini ya Siska, aku jelasin sama kamu, aku dan Kylo itu hanya sebatas rekan kerja dan nggak lebih, kalau kita dekat yang cuma sebatas itu, kalau gue nggak dekat sama dia bagaimana kerjasama kita akan baik."


"Gara-gara Lo Gue nggak bisa lebih dekat sama Kylo, dasar perusak, harus bang Jetro yang pegang Kylo bukan Lo."


"kamu kalau enggak terima, bilang sama bang Aiden, jangan nyalahin orang gitu aja. mau kamu dekat sama siapapun aku enggak peduli, kamu urus, urusanmu sendiri begitupun aku, stop kamu ganggu aku, jalani pekerjaan dengan profesional, kamu tahu siapa aku dan aku tahu siapa kamu, kalau kamu bertindak berlebihan lagi, aku tidak segan-segan buat lawan kamu." peringatan Mia, meninggalkan Siska begitu saja.


"Awas Lo, Lo bakal hancur ditangan Gue, Gue pastikan itu.," guman Siska dengan tangan mengepal, sorot matanya penuh kebencian.


Mia berjalan menuju meja Dika begitu kesal dengan segala tingkah laku Siska yang tidak habis mengganggu nya.


padahal ia tidak pernah cari gara-gara dengan Siska.


Mia duduk mengambil minuman yang ada didepannya lalu menghabiskannya. orang yang duduk dimeja itu melongo melihat Mia minum dengan kesetanan.


"Lo haus atau doyan Mia, santai aja kalau minum nggak bakal ada yang minta." tatapannya ke Mia ngeri.


Mia meneguk minuman hingga habis meletakkan gelas tersebut dengan sedikit keras, tangan kirinya mengepal kuat, wajah merah karena amat kesal.


"aku sebel sama Siska, dia udah keterlaluan banget.", suara Mia agak meninggi.


"kenapa lagi dia, cari gara-gara ke Lo lagi, itu anak bener-bener harus dikasih pelajaran, biar jera." timpal sea ikutan kesal.


"ada apa sebenarnya Mi? tanya bang Dika menenangkan.


"masak ya bang Siska ngancem aku buat nggak deket-deket sama Kylo, padahal aku baru saja ketemuan tadi pagi. dan Kylo kan klien kita bang, kalau aku tidak dekat dengan dia, bagaimana aku bisa bekerja dengan baik." aduh Mia.


"Mungkin dia fans garis kerasnya Kylo kali." celetuk Dika.


"Kayaknya Gue mencium bau-bau yang nggak beres, Mia Siska ngomong apa selain Lo nggak boleh dekat sama kylo?"


"Dia bilang Kylo miliknya dia, sama ancam itu doang, bingung aku sama tindakan, marah-marah nggak jelas." Mia mengaduk baksonya lalu memakannya dengan berlahan.


"Atau jangan-jangan kak Siska itu suka sama Kylo kak, dari tadi bagi dia yang paling antusias menunggu Kylo datang ke sini, apalagi aku lihat tadi pas Kylo sudah masuk ke lobi di berlari keluar meeting, terus kak Siska berdiri di ruang meeting pertemuan berlangsung." jelas Siska


"ngapain dia ke depan ruang pertemuan, bukannya Siska harus stand by di lantai 5 ya, kok bisa di sana." Ucap Sea curiga.


"Lha itu kak, tumben-tumbenan Kak Siska kayak gitu. enggak kayak biasanya."


"wah Gue tahu Sekarang." sambil tepuk tangan membuat orang yang duduk dimeja itu memperhatikannya.


"kayaknya Siska mau deketin Kylo, pede sama sok kecantikan banget itu nenek lampir, dia kira bisa dapatin Kylo, Makannya dia ancam Mia, karena menurut Siska Mia itu saingan terberatnya yang perlu disingkirkan."kesimpulan Sea setelah membaca situasi tersebut.


"Lo kok bisa menyimpulkan seperti itu?" tanya bang Dika.


"Lo yakin dengan apa yang Lo bilang itu?"


"Gue serius persen yakin bang, Lo tahu sendiri Siska gengsinya gede banget, cita-cita dapatin anak orang kayak buat bisa dia manfaat semuanya, Siapa sih yang nggak mau sama kylo, sukses di usia muda, keluarganya kaya raya, punya perusahaan dimana-mana, terpandang pula. kan udah jelas arah tujuannya kemana."

__ADS_1


"memang apa kak?"


"Iya harta lah Karin, tipe-tipe cewek kayak Siska itu pasti incar kekayaannya, makanya bagaimana pun caranya dia harus dapati Kylo, secara dia udah di tolak sama bang Aiden dan bang Jetro yang notabene pernah suka sama Mia, jadi dia takut kylo juga suka sama Mia. Tapi menurutku Kylo benar deh ada rasa sama Mia.", mantap sahabatnya dengan penuh makna.


"ngaco kamu Se.. aku aja baru pertama ketemu dia, ah nggak mungkin, kamu tahu sendiri aku nggak suka sama yang lebih mudah."


"kan kita tidak tahu kedepannya, mungkin saja kalian berjodoh." canda Sea.


"Udah ah, jangan bilang kayak gitu." kata Mia berdiri dari mejanya dengan membawa mangkuk bakso yang tinggal separuh.


"Eh Lo mau kemana?" tahan Sea


"Aku mau tambah, lapar banget soalnya." cengir Mia melangkah ke mang bakso berada.


"kak Se.. memang benar Kylo tanda -tanda suka sama kak Mia.?" tanya Karin penasaran.


"Dari pengamatan gue sejak tadi, kayaknya ia sih, Semua orang pada tahukan kylo itu tipe yang sulit buat dideketin apalagi cewek. dari diruangan meeting hingga studio dia itu menatap Mia dengan intens, Gue yakin itu."


"Lo jangan ambil kesimpulan kayak gitu, bisa jadi salah." ujar bang Dika.


"Abang sih nggak lihat tadi, Kylo itu dingin-dingin perhatian, so sweet banget." jawab Sea gembira.


"Semoga saja tebakan Gue bener, Mia jadian sama Kylo, biara Siska tahu rasa. hahaha, soalnya Kylo jadian sam... aduh bang sakit tahu." Dika menginjak kaki sea dibawa meja ketika Jetro menghampiri mereka. sea melototi Dika tidak terima.


"Siapa yang jadian sama siapa?" tanya Jetro menarik kursi didepan Karin. mereka bertiga saling melirik satu sama lain.


"enggak apa-apa kok bang, nggak ada yang jadian, Abang salah denger pasti, iyakan Rin? " sea mengalihkan pembicaraan dijawab anggukan oleh Karin.


"Kenapa muka kalian kayak gitu, ada yang kalian sembunyi-sembunyikan, ayo ngaku?,", melihat wajah mereka yang penuh canggung.


"kok kalian tiba-tiba diam pas Gue datang, ngaku nggak? Jetro menatap tajam mereka bertiga.


"kita tidak bahas apa-apa bang Jetro, cuma bicara kak Siska yang tadi cari masalah sama kak Mia," cicit Karin, menundukkan kepalanya.


"Siska, cari gara-gara apa yang Mia?"


"Sama bang Lo nggak tau nenek lampir itu kayak gimana, diakan kalau lihat Mia suka sewot nggak jelas gara-gara Lo nggak terima dia jadi pacar Lo" ucap sea mencoba mencairkan suasana canggung tadi.


"Amit-amit Sea Gue sama dia." bergidik ngeri.


"Bang jetro tolong kursi Mia tarikan." kata Mia yang berdiri membawa tatakan yang berisi bakso, dan beberapa cemilan.


Jetro menolong Mia dengan senyum sumringahnya.


"makan yang banyak ya" kata Jetro mengusap kepala Mia dengan sayang. mereka bertiga yang melihat Jetro merasa kasian.


"kalian enggak makan, emang dengan ngeliatin Gue kalian bisa kenyang."


"Ih siapa yang ngeliatin Abang, wong kita ngelihatin Mia." sangkal sea melanjutkan makannya.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2