
"Si*l, si*l untung gue sudah masuk ke yayasan Radjasa." Umpat siska memukuli setir mobilnya.
"Secepatnya gue harus menjalankan rencana gue, jangan sampai keluarga Radjasa lepas dari tangan gue." Monolog Siska menyala mobilnya menuju apartemennya. Untuk hari ini ia akan mengistirahatkan tubuhnya terlebih dahulu, dan nanti malam ia akan bersenang-senang di sebuah klub ternama di kota ini.
Ia harus melupakan peristiwa hari ini, baru besok ia akan menjalankan rencana yang tlah ia susun dengan rapi.
Anak buah kylo yang diperintah untuk mengawasi siska melaporkan apa yang terjadi hari ini.
Kylo yang mendengar hal tersebut, jelas sangat marah, untung saja Mia tidak terluka. Ia meminta anak buahnya untuk memperketat pengawasan terhadap Mia. Jangan sampai hal itu terulang kembali.
Seharian ini kylo disibukkan dengan berbagai rapat perusahaan yang mengharuskan ia hadir, tentu saja ini adalah hal yang terberat bagi dirinya. Tidak ada lagi Mia yang mengantarkan makan siang kepada atau sekedar menanyakan kabar darinya, yang membuat konsentrasi terganggu.
Meskipun begitu kylo tetap profesional dalam melakukan pekerjaan, jangan sampai pekerjaannya terbelalak karena Masalah yang ia hadapi.
Kylo sangat beruntung karena di dekatnya ada Radit yang setia dan siap didalam kondisi apapun. Belum lagi kylo yang dikejar-kejar oleh wartawan menanyakan kebenaran tentang sosok wanita yang fotonya telah beredar di dunia Maya.
Kylo membiarkan itu semua, ada saatnya ia akan mengklarifikasi tentang berita itu, ia hanya menunggu momentum yang pas.
Di satu sisi Mia sangat terganggu akan berita yang tersebar di luaran sana, kenapa kylo tidak mengklarifikasi gosip-gosip beredar, seakan Gosip-gosip yang beredar adalah benar.
Satu pesan masuk ke ponsel, Mia membuka pesan itu berharap pesan itu dari kylo, tapi senyumnya sirna ketika ia tahu siapa yang mengirim pesan itu. Pesan itu dari adik Mia, pesan teks tersebut menyuruh Mia untuk segera pulang ke kampung halaman, karena ada sesuatu yang begitu mendesak membutuhkan kehadiran Mia.
Mia melihat kalender yang ada di atas mejanya ia menghitung kira-kira tanggal berapa ia akan memajukan kepulangannya, setelah itu ia akan menemui Aiden untuk meminta izin memajukan kepulangannya.
"Pak bos, saya minta izin untuk memajukan tanggal kepulangan saya, ada urusan mendesak yang membuat saya harus pulang." Pinta Mia.
"Bukannya kamu akan pulang 1 Minggu lagi, terus untuk projek yang kamu pegang bagaimana?"
"Kalau soal itu bapak tenang saja, projek-projek itu sudah berjalan hampir 80 persen, tinggal finishing saja, dan saya tahu sea bisa, nanti saya akan tetap memantau perkembangan dari jauh."
"Baik kalau begitu, kamu mau pulang kapan".
"Dua hari lagi pak bos.."
"Oke, nanti aku akan buat syarat izinnya, kamu tenang aja."
"Terimakasih pak bos.."
"Iya sama-sama, gih sana kembali kerja, selesai apa yang harus kamu selesai kan."
"Siap pak bos, kalau begitu saya pamit kembali kerja pak bos." Pamit Mia meninggal ruangan Aiden.
__ADS_1
Tak terasa hari Gimana Mia harus pulang ke kampung halamannya, ia berpamitan dengan sea yang mengantarkan sampai ke stasiun.
"Lo yakin nggak memberikan tahu kylo kalau Lo pulang, gue akhir-akhir ini kalian jarang banget buat komunikasi."
"Mungkin karena kita sibuk, jadi jarang buat komunikasi, apalagi Sekarang kylo masih berada di luar kota buat menyelesaikan proyeknya. Dan aku takut ganggu kerjaannya, nanti kalau waktu lenggang mungkin kita komunikasi lagi."
"Tapi kalian tidak apa-apa kan, dan Lo jangan terlalu memikirkan gosip di luar sana, sebelum kylo yang buka suara, Lo harus percaya sama dia."
"Pasti aku percaya sama kylo, udah ya aku pamit." Kata Mia mendengar suara pemberitahuan kereta apinya.
"Hati-hati ya, cepat balik lagi, gue pasti keteteran kalau nggak ada Lo." Sea memeluk Mia, mereka berpelukan seperti Teletubbies.
"Iya Makasih sea.." pamit Mia melambaikan tangannya menuju peron stasiun kereta api yang akan ia tumpangi.
Kereta apa yang membawa Mia telah melaju meninggalkan stasiun itu, Mia memandangi pemandangan dibalik jendela kaca kereta api, akan kah hari esok lebih baik dari sebelumnya, atau malah sebaliknya?.
Diwaktu bersama pesawat yang kylo tumpangi mendarat dengan selamat di bandara, setalah perjalanan jauh dari meninjau proyek yang ada di luar kota. Kylo tida sendiri, ia ditemani oleh salah satu asisten perusahaan dan tentunya Radit ikut serta dalam perjalanan Kylo kemarin keluarga kota.
"Habis ini Lo mau dianterin ke mana, rumah Lo, apartemen atau rumah orang tua Lo." Tanya Radit.
"Ke rumah orang tua gue saja, ada sesuatu yang harus gue bahas dengan bokap gue."
"Lo kalau kerja jangan terlalu diforsir." Kata Radit mengingatkan.
"Eh ya Ky, tentang gosip yang beredar selama ini kapan Lo menanggapi, dari kemarin menajemen beberapa kali menghubungi gue buat tahu kepastian dari gosip yang beredar."
"Untuk sekarang biarin aja dulu, kita tunggu sampai lawan kita masuk ke perangkap kalau sudah baru kita habisin."
"Tapi kalau Lo nggak bertindak cepat, si wanita itu malah menjadi besar kepala, gue dengar dia sudah berkoar-koar bahwa Lo sama dia punya hubungan spesial."
"Gue tahu dan gue pengen tahu seberapa jauh dia bertindak, nanti setelah gue mengikat Mia baru gue klarifikasi, kalau gue klarifikasi sekarang takutnya Mia tambah tersakiti oleh dia dan gue nggak mau itu terjadi."
"Oke, kalau menurut Lo itu benar, sisanya nanti gue urus." Sahut Radit.
Mobil yang ditumpangi oleh kylo telah sampai ke kediaman keluarga besar Radjasa, saat kylo memasuki rumah, seseorang dari samping menyambut kedatangannya.
"Ku kamu sudah pulang, pasti capek banget ya?" Kata Siska menyambut kedatangan kylo, Siska mendekati kylo seperti seorang istri yang menyambut suaminya pulang. Saat Siska akan mengambil tas yang ada di tangan kylo, kylo memundurkan tubuhnya untuk menghindari Siska.
"Jangan sekali-kali anda menyentuh saya." Bentak kylo jengah melihat Siska.
"Tapi aku akan mau bantu kamu." Rengek Siska membuat kylo muak.
__ADS_1
"Berapa kali saya bilang sama anda heh." Bentak kylo selain lagi membuat orang yang berad di dapur berhamburan menuju ke depan.
"Ada apa sih Ky? Baru tiba langsung teriak-teriak gitu, tidak sopan nak." Nasehat sang mama.
"Maaf Tante, semua salah Siska, sidak cuma ingin bantu kylo aja.." sela Siska menampilkan wajah dusta nya.
"Mama kenapa ada dia disini, bukannya kylo sudah pernah bilang sama mama, kalau kylo tidak mau dia." Tunjuk kylo ke Siska. "Berada di sekitar kelaurga kita." Lanjut kylo.
Mama radjasa mencoba menenangkan sang anak dengan mengusap punggung kylo. "Sudah Ky, Siska kesini hanya ingin menyerahkan laporan tentang yayasan saja makanya dia kesini."
"Kalau urusan yayasan bukannya lebih baik di bicarakan di kantor yayasan bukan malah datang ke sini, bukannya yayasan memiliki aturan yang ketat, atau jangan-jangan ada maksud tersendiri." Sindir kylo kepada Siska.
"Siska belum tahu aturan itu, mama juga belum bilang sama dia, harap dimaklumi saja ku, Siska masih baru di yayasan." Bela sang mama kepada Siska.
"Maaf Tante maaf ky, atas kesalahanku, aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Kata Siska meminta maaf.
"Lainnya kali, saya tidak mau denger apapun dari anda dan pembelaan mama tentang sikap dia, jika anak buah mama bertindak seperti tadi, maka kylo yang akan bertindak lebih keras." Ancam kylo tak ingin dibantahkan oleh siapapun. Kylo memutuskan untuk pergi dari rumah orang tuanya.
"Ky kamu mau kan nak?, Bukannya kamu baru sampai?" Tanya mama radjasa mencegah kylo pergi.
"Kalau dia tidak ada disini." Tunjuk kylo pada Siska, "kylo akan tetap tinggal tapi kalau urusan mama sama mama masih belum selesai lebih baik kylo pergi, kylo muak melihat dia." Lanjut kylo berjalan menuju garasi untuk mengendarai salah satu mobil yang ada disana. Mama Radjasa hanya bisa melihat punggung sang anak, beliau tahu sekali kylo bilang tidak suka maka akan tetap seperti itu.
"Tante maaf, karena kehadiran Siska kylo malah pergi dari sini." Kata Siska.
"Sudahlah Siska tidak apa-apa, maaf atas sikap kylo tadi, omong-omong berkas yang kamu serahkan ke Tante biar nanti asisten Tante yang mengurus, lebih baik kamu kembali ke yayasan, saya tidak mau ada omongan saya pilih kasih ke sesama karyawan." Usir halus mama radjasa.
"Maaf Tante sekali lagi, kalau gitu Siska kembali ke kantor. " Pamit Siska dengan senyum masamnya.
"Dan satu lagi Siska untuk menyangkut pekerjaan lebih baik kamu temui saya di kantor saja atau kamu bisa kasih ke asisten saya. Ini yang terakhir kali kamu datang ke sini untuk urusan pekerjaan." Tegur mama kylo berlalu masuk ke dalam rumah.
Siska yang ditegur seperti itu menjadi meradang, awalnya ia datang ke sini untuk mengambil hati kylo yang baru pulang dari luar kota, tapi ekspetasi tidak seindah realitas, ia malah dipermalukan oleh kylo dan di usir oleh mama radjasa. Bukan membuat Siska menyerah tapi membuat ia tambah yakin untuk masuk kedalam keluarga tersebut.
Kylo sampai ke rumahnya sendiri, ia bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dan mengistirahatkan tubuhnya.
Kylo melihat jam di dinding menunjukkan pukul 19.00 WIB, ia mengecek ponselnya mungkin ada pesan yang masuk, ia mencari pesan dari orang yang ia tunggu kenyataan tidak ada. Hanya ada beberapa pesan dari papanya dan Radit.
Kylo mencoba menghubungi Mia tapi yang ia dapatkan hanya suara operator. Pikir kylo Mia sedang sibuk.
"Besok aku akan menemuinya." Gumam kylo mengecek rambutnya ia bergegas bangun dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya, serta bersiap-siap kembali ke rumah utama untuk melaporkan hasil proyek di luar kota kepada papanya.
bersambung....
__ADS_1
jangan lupa kritik dan Sarannya
terimakasih