Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 35 Pertemuan yang Tak Terduga


__ADS_3

Tadi malam setelah Mia beristirahat sebentar ia, kembali lagi ke pesta untuk melanjutkan tugasnya sampai selesai.


Setalah semua rampung Mia dan timnya menginap di hotel tersebut sebagai hadiah yang diberikan oleh keluarga Radjasa kepada tim mereka.


Hadiah itu adalah menginap 2 hari disana, berhubung acara dilakukan waktu Jumat jadi sisa waktunya buat tim Mia liburan disana.


Tak hanya tim Mia saja yang liburan disana, kylo juga berada disana mumpung ia mengajukan liburan 1 Minggu kedepan, kesempatan ini kylo buat untuk gencar mendekati Mia, agar hubungan mereka tidak jalan ditempat.


Kamar kylo dan Mia ternyata bersebelahan, Mia baru tahu ketika ia dan timnya kembali ke kamar, saat itu Mia pikir kylo mengikuti karna ingin mengantarkannya saja, akan tetapi saat ia melihat kylo membuka pintu kamar disebelah kamarnya ia menyadari bahwa mereka satu lantai, sebab anggota tim lainnya ada dilantai bawah.


Penentuan kamar hotel ini sedari awal memang kylo yang mengaturnya. Ia sudah mengajukan kepada pihak hotel. Pada dasarnya memang hotel ini milikmu jadi terserah ia mau mengatur seperti apa.


Mia terbangun dari tidur nyenyaknya, meski mulutnya masih menguap tapi ia berusaha untuk bangun di pukul 4 pagi ini, selain ia melaksanakan ibadah, Mia berencana untuk jalan-jalan dipinggir pantai sambil memotret matahari terbit.


Jam menunjukkan pukul 5 pagi, Mia bersiap-siap untuk turun kebawah, tidak ketinggalan kamare untuk mengambil momen yang bagus, tak lupa ia memakai pakai yang agak tebal, karena cuaca begitu dingin.


Setelah puas mengambil foto di pinggir pantai, ia berjalan kearah restoran untuk breakfast dengan Kylo.


Dari tadi kylo menghubungi Mia tapi tidak dijawab, saat ia mengecek kamar Mia ternyata kamar itu kosong, sampai panggilan ke 5 Mia mengangkatnya, ternyata ponsel Mia dalam keadaan silent jadi ia tak tidak tahu kylo menghubunginya.


Kylo sendiri sudah berada di restoran tempat mereka janjian, kylo duduk di dekat kaca yang persis menghadap laut.


Sedangkan Mia berjalan menuju restoran, tapi saat ia akan membuka pintu restoran itu, ia dikejutkan dengan sosok Malik mantan tunangan didepan, mata Mia terbelalak ia tidak percaya akan bertemu dengan sang mantan.


"Mas Malik.."ucap Mia kaget. Malik sendiri juga kaget melihat mantan tunangan itu, dunia terasa sempit disaat ia menghindari sang mantan tapi Tuhan malah mempertemukan mereka.


"Mia.."lirih Malik, ia bingung harus bersikap seperti apa. Keduanya begitu canggung.


Hingga seorang wanita menghampiri Malik, ia mengapit tangan Malik dengan mesra, Mia nanar menatap kemesraan yang ditunjukkan oleh sang wanita.


"Mas.. tunggu dong, jangan main tinggal aja." Ucap wanita itu dengan manja.


Malik tidak merespon rengekan wanita tersebut ia terpaku menatap Mia.

__ADS_1


Mia berusaha mengendalikan emosinya yang akan memuncak yang ia pendam selam ini, ia berusaha menunjukkan bahwa ia baik-baik saja dan tegar.


"Apa kabar mas malik, sudah lama kita tidak berjumpa.."sapa Mia dengan datar tanpa menghiraukan wanita yang ada disamping Malik.


"Aku baik, seperti yang kamu lihat."jawab Malik gugup.


"Dia siapa mas?" Tanya wanita disamping Malik yang setia bergelayutan di lengan Malik.


"Saya Mia Anastasya, teman lama mas Malik." Inisiatif Mia memperkenalkan diri. Mia mengkode Malik melalui mata untuk tahu siapa wanita disamping Malik itu.


"Dia.. sin.."


"Hai, aku Sintia, calon istri Malik, Salam kenal." Sintia menyela perkataan Malik yang akan memperkenalkannya.


"Oh, selamat langgeng terus sampai hari pernikahan, jangan lupa undangan pernikahan kalian, aku akan senang mendapatkannya" Jawab Mia dengan senyum getirnya, tanganya mengepal begitu kuat untuk menahan emosi yang akan meledak.


"Mia.. dia bukan ca.."


"Apa kamu bisa memotret?, Aku lihat kamu memegang kamera itu, dan yang aku tahu kamera itu digunakan oleh fotografer."


"Iya saya seorang fotografer."


"Wah!, beneran!?, mas kamu kok nggak bilang punya teman fotografer sih? Kan kita bisa minta tolong sama Mia buat pemotretan prewedding kita."ujar Manja Sintia kepada Malik sesekali memukul dada malik.


Mia hanya tersenyum sinis kepada Malik, Meksi ia sudah mencoba melupakan dan mengikhlaskan tapi rasa kekecewaan itu masih ada, bukannya itu hal yang manusiawi.


"Udah Sintia, sebaik kita harus kembali, maaf Mia aku harus pergi dulu, soalnya ada urusan penting, yuk Sintia." Pamit Malik menarik tangan Sintia. Mia hanya mengangguk kepalanya dan memberikan jalan.


"Mas kamu kok gitu sih, aku kan masih belum selesai bicara sama teman kamu." Omel Sintia yang masih didengar oleh Mia.


Mia menatapnya punggung Malik dan Sintia hingga punggung mereka menghilang, dadanya terasa sesak seketika ia melupakan janjinya dengan kylo, ingin rasanya menenggelamkan diri. Mia pun meninggalkan restoran itu, melupakan janjinya ke kylo.


Kylo yang sejak dari tadi memperhatikan mia masuk ke restoran dan terhenti saat Mia bertemu dengan sepasang wanita dan pria.

__ADS_1


Kylo merasa pertemuan mereka tidak beres sebab mimik muka Mia yang tegang, dan senyum terpaksa yang ia berikan menjelaskan bahwa ada sesuatu yang tidak beres tapi ia masih bersabar untuk menunggu Mia. Jika ia menghampiri takutnya kejadian yang kemarin terulang kembali.


Mata kylo terus fokus kepada Mia, sampai Mia melihat wanita dan pria itu pergi, kylo bisa melihat Mia menatap punggung kedua orang itu dengan lama, sampai ia melihat Mia pergi dari restoran dengan tergesa-gesa.


Kylo berdiri dari duduknya mengejar Mia..


"Seperti ada yang tidak beres, siapa wanita dan pria tersebut."batin kylo yang hanya Melihat sekali wajah wanita dan pria itu.


Kylo tertinggal dari langkah Mia, Mia sudah masuk kedalam lift yang membawanya ke kamarnya. Sedikit ada rasa lega dari kylo mengetahui Mia kembali ke kamar. Kylo menunggu lift berikutnya.


Saat Kylo sudah sampai didepan pintu kamar Mia, ia mengetuk dan memanggil Mia.


"Mia kamu ada didalam, Mia.. Mia.. jawab aku, buka pintu.."? Tanya kylo khawatir sampai suara notifikasi ponselnya berbunyi. Kylo melihat notifikasi tersebut ternyata dari Mia.


Mia meminta kylo meninggalkannya sendirian, hanya pesan singkat itu membuat kylo tambah khawatir.


Kylo terus mengetuk pintu kamar Mia, sambil mengebel Mia.


"Hallo Mia, buka pintu, kalau tidak aku buka paksa, kamu kenapa?"


"Bisa tinggal aku sendiri ky, aku janji aku akan baik-baik aja, kamu tidak usah khawatir aku hanya butuh sendirian, aku mohon.",suara mie begitu lirih dan sedikit Serak.


Kylo tahu Mia sedang menangis, kylo ingin menghibur Mia tapi ia tidak bisa memaksanya.


"Baiklah, jika itu mau mu, tapi aku minta jika ada apa-apa segera hubungi aku, Mia tetap ingat bahwa aku selalu di sisimu apapun yang terjadi." Kata kylo lembut.


"Iya aku mengerti kylo, terimakasih." Jawab Mia menutup panggilan itu terlebih dahulu.


Kylo menyugarkan rambutnya ia tertunduk lemas, kylo menatap pintu kamar Mia dengan nanar, rasanya ia tidak becus menjaga sang kekasih hati.


Kylo kecewa pada dirinya tidak tahu permasalahan yang dihadapi oleh mia. Salah satu cara ia tahu ia harus menghubungi Mia pasti ada sesuatu yang belum kylo ketahui.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2