
Kylo berjalan menuju perpustakaan pondok pesantren yang letaknya diantara asrama pondok putra dan putri, untuk perpustakaan memang menjadi satu tapi ada dinding pembatas yang letaknya ditengah-tengah ruangan perpustakaan.
Saat kylo akan memasuki perpustakaan ia tidak sengaja melihat seorang santriwati yang kesulitan membawa tumpukan kitab-kitab hingga membuat beberapa kitab itu terjatuh ke lantai.
"Astaghfirullah, kenapa bisa jatuh." Gumam santriwati yang bernama bunga. Hal itu membuat kylo menghampiri bunga untuk membantu bunga.
Kylo mengumpulkan kitab-kitab yang terjatuh dan mengangkat sisanya. "Ini mau ditaruh dimana?" Tanya kylo kepada santriwati tersebut.
Santriwati itu gugup saat kylo menatapnya."diletakkan didalam." Tunjuk santriwati itu dengan hati yang berdebar.
"Oh, kalau begitu saya permisi untuk masuk." Kata kylo sambil mengangkat kitab-kitab itu masuk kedalam perpustakaan untuk santri putri.
"Diletakan di meja itu saja mas.." kata bunga tersipu malu. Kylo menuruti perkataan bunga.
"Terimakasih mas." Kata bunga ketika kylo akan meninggalkan tempat itu.
"Iya sama-sama." Jawab kylo berlalu masuk ke dalam perpustakaan untuk santri putra.
Bunga meletakkan kedua tangannya di dadanya, jantungnya berdebar dengan kencang, ia menarik kursi yang ada di dekatnya, ia mendudukkan dirinya.
"Ya Allah kenapa jantung hamba berdetak tak karuan seperti ini, apakah ia jawaban dari yang hamba minta." Gumam bunga tersenyum sendirian.
"Jika memang dia jodoh yang kau berikan maka dekatkan lah kepada hamba." Doa bunga. Bunga mulai membayangkan masa depannya dengan kylo, ia berharap bisa menjadi istri kylo.
"Astaghfirullah bunga, tidak baik memikirkan yang belum jelas kedepannya." Monolognya pada dirinya.
Sejak saat itu perasaan bunga kepada kylo mengalir dengan derasnya, setiap ada kesempatan bunga akan selalu memperhatikan kylo, sesekali setiap mereka bertemu bunga selalu menyapa kylo.
Setiap bunga diminta bantuan untuk membantu urusan di kediaman keluarga pak kyai ia selalu bersemangat disana ia bisa leluasa memandangi kylo dan ada diwaktu senggang ia bisa berbicara dengan kylo meski kylo hanya menanyakan sesuatu yang tidak penting tapi menurut bunga itu sangat berharga.
Contoh hari ini bunga sedang membantu memasak di kediaman pak kyai,
"Nduk bunga tolong antar minuman ini ke Gus sama temannya yang ada di taman belakang." Perintah sang juru masak dapur.
"Ngeh mbok.." jawab bunga semangat, sebab dia tahu siapa teman Gus mereka yakni kylo.
Bunga membawa nampan berisi minuman kopi dan jus buah segara serta beberapa cemilan, disini bunga tahu kalau kylo sangat menjaga makanan dan minuman, sesuatu yang patut ia banggakan saat ia tahu makanan dan minuman kesukaan sang pujaan hati.
Bunga jalan dengan berlahan-lahan, tapi langkahnya berhenti sejenak saat ia bisa melihat guratan senyum tipis di wajah kylo yang membuat hatinya berdebar dengan kencang, soalnya semua orang tahu bahwa kylo tipe laki-laki yang irit senyum.
"Benar kah? Kata kylo sambil tersenyum simpul saat ia mendengar cerita Gus tentang Mia seperti apa, kylo tahu persis Mia orang seperti apa.
"Iya, aku pikir dia dapat didekati dengan mudah tapi ternyata semua diluar ekspetasi ku." Kata Gus tertunduk lesu.
__ADS_1
"Dulu dia terlihat seperti Upik abu tapi setelah kita mengenal kita tahu dia lebih dari seekor angsa, tapi ada juga dia seperti bunga rafflesia Arnoldi, yang tidak sembarang serangga mendekat untuk mencuri keindahan, tapi jika kita mengenalnya lebih dekat maka kita akan tahu kebaikan, ketulusan dan kemurnian hatinya." Jelas kylo panjang lebar mengenai mia.
Hal ini membuat Gus dan bunga heran mendengar kylo yang banyak bicara, karena setahu mereka kylo termasuk orang yang berbicara seperlunya. Apalagi bunga yang bingung tentang pembicaraan mereka kedua.
"Permisi Gus.." ucap bunga menghentikan pembicaraan kedua pemuda itu. Bunga meletakkan minuman dan makanan di meja yang ada diantara kylo dan Gus.
"Terimakasih.." jawab Gus. Bunga hanya menunduk dan mengangguk sebagai jawaban. Bunga pun beranjak pergi meninggalkan kedua pemuda itu.
Tapi langkah bunga terhenti ketika ia mendengar pertanyaan Gus kepada Kylo.
"Apakah kamu segitu menyukainya?" Tanya Gus tentang perasaan kylo kepada Mia.
"Apa maksud perkataan Gus itu?" Batin bunga bersembunyi di balik tembok yang tidak jauh disana. Bukan maksud Bunga ingin menguping pembicaraan mereka tapi Bunga ingin mengetahui jawaban kylo.
"Bukan hanya suka tapi lebih dari itu, Mia sudah ada di dalam sini."tunjuk kylo ke dadanya. "Sudah sejak 2 tahun yang lalu dan rasa yang aku miliki lebih dari kata suka." Jawab kylo mantap tak ada keraguan.
Deg.. "Siapa wanita yang dimaksud mas Kylo? Lirih bunga meremas nampang yang ia pegang, hatinya berdenyut sakit. Mata bunga berkaca-kaca. Bunga tetap bersembunyi untuk mendengar kelanjutan pembicaraan mereka.
"Apakah kamu tidak takut, jika sewaktu-waktu Tuhan membalikkan hati Mia untuk ku?" Tanya Gus kepada kylo.
"Tidak, tolak kylo tegas. "Karena dari awal takdir Mia memang untuk diriku, aku tidak takut dan getar, mau puluhan orang mendekatinya aku tetap percaya bahwa Mia hanya untuk diriku, dia hanya tercipta untukku." Balas Kylo.
"Aku salut dengan tekad kamu kylo, oleh karena itu aku akan terus berjuang mendapatkan apa yang aku harapan sampai nantinya Mia memberi jawabannya, apakah kamu siap dengan segala kemungkinan kylo?"
"Jika kelak dia memilih ku apa kamu akan melepaskan?"
"Mau bagaimana pun aku akan melepaskannya jika memang Mia ditakdirkan kepada mu Gus, asal jangan sakiti dia karena jika itu terjadi aku orang yang paling depan akan membawa dia pergi dari mu." Ancam Kylo.
"Hahaha, aku takut akan ancaman mu kylo."kekeh sang Gus.
"Tapi aku serius." Balas kylo menatap tajam lawannya.
"Iya aku tahu..." Jawab Gus menepuk bahu kylo.
Tanpa mereka sadari ada seorang gadis yang sedang menangis mendengar pembicaraan mereka. Bunga menghapus air matanya ia segera pergi ke dapur untuk meletakkan nampan yang ia bawa sejak tadi.
"Sudah selesai bunga..." Tegur mbok tak digubris oleh bunga yang langsung pergi dari sana.
"Lha Anak itu Kenapa?" Gumam mbok melihat tingkah aneh bunga.
Bunga berlari menuju pondok yang berada dibelakang halaman asrama putri yang nampak sepi. Ia menangis cintanya yang harus terhenti sebelum berkembang.
"Kenapa Ya Allah ketika rasa ini tumbuh, Kau dengarkan hamba dengan fakta yang menyakitkan seperti ini, disaat hamba mulai membuka hati hamba untuk dirinya dan secara bersamaan hati hamba Kau hempas kan.. hiks...hiks.." adu bunga kepada sang Pencipta.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus melepaskannya atau aku memperjuangkan perasaan hamba kepadanya." Gumam bunga menangis tersedu-sedu.
Sampai bunga mendengar langkah kaki yang mendekat ke menuju dirinya. Segera ia menghapus air matanya.
"Eh bunga, kok kamu ada di sini sendiri?" Tanya santriwati yang mendekati kearah bunga.
"Tidak apa-apa kok, cuma ingin cari angin saja." Kata bunga.
"Ooh aku kira kamu kenapa? Lah kamu kok ada disini bukannya kamu harusnya ada di dapur ya?"
"Tugas ku sudah selesai, makanya aku disini."
"Ooh gitu, eh bunga denger-denger Gus kita sedang mendekati seorang wanita yang akan dipersunting, kamu tahu itu?"
"Tidak tahu, kamu denger dari mana?" Tanya bunga balik.
"Wah, kamu ketinggalan informasi, sama kayak aku hehehehe, aku barusan denger dari ustadz yang ngajar ilmu fiqih, katanya Gus anaknya pak kyai paling bungsu sedang menjalani proses perkenalan dengan seorang wanita, dan kamu tahu tidak hanya Gus kita saja yang mendekati wanita itu tapi juga sama anaknya pak lurah dan mas ganteng temannya Gus dari ibukota itu juga." Jelas santriwati itu.
Mata bunga terbelalak mendengar perkataan temannya. "Kalau boleh tahu siapa nama wanita tersebut?" Tanya bunga penasaran, akan kan nama yang sama dengan apa yang disebut oleh kylo dan gus tadi.
"Hmm, kalau nggak salah namanya Mia Anastasya."
"Mia Anastasya.." gumam bunga yang masih terdengar oleh temannya.
"Itu loh, pemilik studio foto yang terkenal di kota kita, orangnya memang baik, cantik dan ramah, kamu mungkin tidak tahu orangnya, soalnya mbak Mia itu kerjanya di ibukota." Jelas sang teman
"Kok kamu tahu tentang wanita itu?" Tanya bunga penasaran.
"Hehehe, jelas tahu lah soalnya, rumah ku sama rumah mbak Mia cuma berjarak 10 rumah, kalau di RT ku rumah mbak Mia itu ruang yang paling besar, orangtuanya juga suka membantu kepada sesama, pokoknya keluarga mereka baik-baik semua. Tapi ada berita nggak enak dari keluarga mereka, yang aku dengar sih mbak Mia itu sebenarnya mau nikah beberapa tahun silam tapi batal ditengah jalan, gosip ini sudah tersebar dimana-mana cuma para tetangga tidak pernah membahasnya, karena sungkan sama keluarga mereka." Cerocos santriwati itu.
"Benarkan begitu.?" Tanya bunga menyakinkan.
"Hem, tapi kami jangan bilang sama siapa-siapa ya."
"Iya aku akan jaga rahasia kamu." Kata bunga.
Entah mengapa terbersit dalam pikiran bunga untuk memperjuangkan perasaannya, semoga saja dalam waktu sesingkat ini hati kylo dan berubah untuk memilihnya.
bersambung....
jangan lupa saran dan kritik..
terimakasih
__ADS_1