
Suasana di Ruang tamu kediaman keluarga Mia menjadi sangat canggung dan menegangkan. Kylo merasa dia masuk kedalam sebuah ruangan interograsi, semua mati tertuju terhadapnya seakan memakannya hidup-hidup, sesekali ia meneguk ludahnya, ia mencoba untuk mengatasi ketegangan yang ia rasakan.
"Nama kamu siapa anak muda?" Tanya ayah Mia memecahkan kesunyian diruang tamu itu.
"Kylo Radjasa Pak." Jawab Kylo tenang.
"Apa hubungan mu dengan anak saya?" Tanya ayah Mia to the points.
"Saya dan Mia cukup dekat pak."
"Benar begitu nduk?"
"Iya Ayah.. jawab Mia lembut tak berani menatap Kylo.
"Seberapa jauh kedekatan kamu dengan anak saya?"tanya ayah Mia mengintimidasi.
"Bisa dibilang kami adalah rekan kerja dan tidak lebih dari itu, tapi saya memiliki perasaan lebih untuk anak bapak." Aku kylo.
Ayah Mia menghela nafas dalamnya. "Sudah berapa lama kalian saling mengenal."
"Kurang lebih sudah hampir setengah tahun saya dan Mia intens saling berbicara tapi hampir 2 tahun lebih saya mengenal anak bapak." Aku kylo lagi yang membuat ayah Mia mengernyitkan dahinya.
"Maksud kamu dengan 2 tahun itu apa?" Tanya ayah Mia meminta penjelasan.
"Saya pertama kami bertemu dengan Mia dua tahun yang lalu saat saya mengunjungi sebuah pameran foto yang diadakan oleh perusahaan Mia bekerja dari situ saya jatuh cinta pada Mia pad pandangan pertama." Jelas kylo menerawang awal pertemuan mereka berdua.
"Dari ucapannya membuat hati saya bergetar, dari tatapan matanya membuta saya terpesona dan jatuh hati padanya, meski waktu itu saya tidak bisa melihat secara keseluruhan Wajah putri bapak, tapi hati saya menyakinkan bahwa Mia adalah wanita yang saya idaman selama ini." Jelas kylo tersenyum tipis.
"Bagaimana bisa kamu menyukai anak saya hanya dari ucapan dan matanya saja?" Tanya ayah kylo tak percaya.
"Semua bisa terjadi jika Tuhan sudah berkehendak, contohnya seperti saya. Meskipun kami terpisah oleh waktu dan putri bapak tidak mengenal saya tapi hati dan pikiran saya hanya tertuju dengan putri bapak, sangat sulit untuk menemukan putri bapak, apalagi selama 2 tahun ini saya hanya bisa mengenang suara dan mata indah Putri bapak. Sampai pada akhirnya saya bisa menemukan Mia putri bapak." Jawab kylo.
Semua orang yang mendengar penjelasan kylo dibuat terheran-heran, ternyata ada orang yang mencari seseorang dengan getol padahal belum tahu bentuk wajahnya seperti apa.
"Lalu setelah kamu menemukan anak saya, bagaimana ekspetasi kamu?, Belum tentu suara dan mata yang indah seindah wajahnya kan? Lalu apakah kamu akan menerima orang itu." Tanya ayah Mia mencoba mengusik Kylo
"Sejak Saya jatuh hati kepada anak bapak melalui tuturnya dan matanya indah, saya tidak mempermasalahkan penampilan seperti apa, sejak awal saya bertekad untuk menemukannya dan menjadikannya ratu dalam hidup saya." Jawab kylo tegas, sedikit membuat ayah Mia salut.
"Benarkan seperti itu, bapak lihat kamu tampan dan memiliki segala, apa kamu yakin tidak melihat Mia melalui penampilannya." Kata ayah Mia mencoba menggoyahkan pemikiran kylo.
"Sama sekali tidak, dari awal saya sudah berkomitmen dengan diri saya sendiri bahwa saya akan menerima Mia apa adanya, apapun tampilan seperti apa." Jawab kylo tegas dan tak terbantahkan.
Hal itu membuat hati Mia bergetar ia tidak percaya bahwa kylo seyakin itu dengan perasaannya terhadap Mia.
__ADS_1
"Benar kah seperti itu, lalu jika kamu yakin dengan perasaan mu kenapa kamu tidak mencoba mengikatnya saat kalian bertemu." Celutuk salah satu saudara Mia.
Kylo menoleh seorang tersebut, "Saya hanya ingin memberi kenyamanan Mia untuk mengenal Mia dan saya tidak ingin memaksa dia, saya ingin Mia dekat dengan saya menjadi dirinya sendiri, karena saya tidak ingin mengikat Mia dalam hubungan yang ketidakpastian." Jelas kylo.
"Dan apa yang membuat kamu berubah pikiran untuk mengikat Mia sekarang?" Pertanyaan selanjutnya.
"Saya tidak berubah pikiran, sejak awal saya memang ingin mengikatnya dalam sebuah hubungan tapi saya tahu Mia tidak ingin memiliki sebuah hubungan yang tidak serius saat itu yang membuat saya Sabara menunggu Mia hingga Mia siap. Dan saya rasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk hubungan yang lebih serius." Jelas Kylo.
"Maaf sebelumnya, saya menyela." Kata pak kyai yang hadir dalam pertemuan itu. "Apakah sebelumnya kalian memiliki sebuah hubungan, mengingat nak Mia memberi kesempatan kepada anak kami untuk mengenal lebih dekat kepada nak Mia."
"Tidak ada..." Jawab Mia, Mia hanya memberi kesempatan kepada kedua pemuda tersebut sesuai dengan kemauan sang ibu. meskipun hatinya menolak.
kylo hanya menghembuskan nafasnya, ada kelegaan diraut dua pemuda asing yang hadir didalam sana.
"Kami memang tidak memiliki hubungan seperti wanita dan laki-laki lakukan mengingat Mia tidak ingin melakukan hal tersebut jadi saya menurutinya tapi saya sudah meminta izin kepada Aiden selaku orang kepercayaannya orangtua Mia untuk mendekati Mia, dan sekali lagi saya meminta maaf kepada bapak dan ibu karena tidak meminta izin terlebih dahulu kepada anda berdua selaku orangtua Mia." Jelas kylo.
"Jadi kamu pemuda itu." Sahut ayah Mia yang sudah tahu bahwa ada pemuda yang menginginkan anaknya, karena Aiden sudah memberitahukannya.
"Iya itu memang saya." Jawab kylo penuh keyakinan.
Sontak membuat semua mata tertuju kepada ayah Mia, termasuk sang istri.
"Maksud kamu apa mas, izin apa kok mas tidak cerita sama saya?" Tanya sang istri.
"Beberapa bulan yang lalu nak Aiden penelepon atau kalau ada seorang pemuda yang ingin mendekati sekaligus ingin meminang Mia." Jelas sang ayah.. "Ayah pikir pemuda itu akan menyerah karena ayah tidak mendengar kabar lebih lanjut kelanjutan pemuda itu sampai akhirnya ibu Bilang ke ayah bahwa ada 2 keluarga yang ingin meminang putri kita." Lanjut sang ayah.
"Tapi anak saya sudah ada 2 orang pemuda yang ingin meminang putri kami, apakah kamu tidak keberatan untuk bersaing dengan mereka?"tanya ibu Mia.
"Saya sama sekali tidak keberatan soal itu, maksud dan tujuan saya kemari sebenarnya ingin meminta restu bapak dan ibu mengizinkan saya meminang putri ibu." Ujar kylo dengan tenang, meski hatinya berdebar dengan cemas.
"Baiklah kalau begitu, bagaimana pak kyai dan pak lurah, ada satu pemuda lagi yang menginginkan anak kami, apakah bapak-bapak sekalian tidak apa-apa jika mereka harus berkompetisi." Kata ibu Mia.
"Kami tidak keberatan, tapi apakah ia sepadan dengan anak-anak kami jika dilihat dari penampilannya bisa menjadi kepala keluarga yang baik melihat dia seperti bukan dari background keluarga yang agamis, seperti kelaurga saya dan pak kyai." Kata pak lurah.
"Mungkin dilihat dari penampilan saya, saya bukan seseorang yang agamis tapi Alhamdulillah keluarga saya mendidik saya dengan baik." Jawab Kylo.
"Tapi saya masih tidak percaya, jika ingin semuanya adil, saya mengusulkan bahwa pemuda ini mengikuti pondok kilat di pesantren pak kyai untuk mengukur kepantasan dan juga saya ingin Mia memberi Jawaban secepatnya, agar tidak ada yang terlalu lama digantungkan." Ucap pak lurah.
"Bagaimana pak kyai, apakah ada setuju dengan usulan pak lurah?"tanya sang ayah.
"Kalau saya akan ikut sesuai dengan keluarga Mia yang meminta seperti apa, karena kami ingin yang terbaik untuk beberapa pihak." Jawab bijak pak kyai.
"Tapi dengan syarat selama kylo mengikuti pondok kilat ia tidak boleh menemui Mia sampai Mia memberi jawaban, sebagai gantinya biar saya dan anak pak kyai diberi izin untuk lebih mengenal Mia satu sama lain." Usul anak pak lurah.
__ADS_1
"Bagaimana pendapat Anda? Tanya pak lurah kepada ayah Mia.
Ayah Mia hanya bisa menghela nafas. Ia menanyakan kembali ke anaknya. "Bagaimana menurut mu nak?"
"Saya terserah ayah." Jawab Mia.
"Lalu bagaimana pendapat kamu nak kylo?" Tanya sang ayah.
"Jika memang ini persyaratan yang saya siap untuk melaksanakannya, dan saya siap menerima konsekuensi apapun itu."
"Baiklah kalau begitu, sebelum saya tanya terlebih dahulu kepada kalian pertiga." Ayah Mia menatap tiga pemuda didepannya. "Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas niat kalian tapi Apapun keputusan yang mia ambil nanti saya ingin kalian legowo. Apakah kalian siap dengan jawaban yang kelak akan diberikan kepada keluarga saya.?" Tanya sang ayah menyakinkan dan diberi anggukan sebagai jawaban.
"Maka dari itu saya akan memutuskan bahwa kylo akan mengikuti santri kilat selama 2 Minggu kedepan dan Anak pak kyai dan pak lurah juga bisa mengenal anak saya lebih dekat. Lalu biarkan anak saya melakukan sholat di sepertiga malam untuk mendapatkan jawabannya." Kata ayah Mia mengajukan persyaratan nya.
Syarat yang diajukan oleh ayah Mia disetujui oleh beberapa pihak yang ada disana, kylo segera menghubungi Radit untuk menyiapkan keperluan selama tinggal di pondok pesantren. Tidak lupa ia juga memberitahukan kepada orangtuanya.
Kylo bersyukur jika keluarganya mendukung apa yang akan dilakukan oleh Kylo. Kylo meminta izin kepada orangtua Mia untuk berbicara sebentar dengan Mia. Kylo hanya ingin menuntaskan kerinduan kepada mia karena selama hampir 2 Minggu mereka tidak bertemu dan berkirim pesan.
Kylo dan Mia berbicara di ruang tengah kediaman Mia." Bagaimana kabarmu, kenapa kamu tidak memberitahuku bahwa kamu akan pulang. Kamu bikin aku khawatir?"
"Maaf..." Lirih Mia.
"Tapi syukurlah aku tidak terlambat," ucap kylo penuh kelegaan. "Mia apapun yang terjadi aku akan menunggumu, terimakasih kamu telah menerima hatiku, maaf aku terlambat datang kesini untuk mengikat hubungan kita lebih erat." Sesal kylo.
"Semua bukan salah kamu Ky, mungkin ini sebuah cobaan apakah kamu dipilih Tuhan untuk aku atau bukan, maaf jika beberapa akhir ini membuat kamu khawatir." Jawab Mia terasa canggung.
"Iya aku tahu, dan aku harap didalam doa dan hatimu hanya ada namaku, maaf jika aku egois."
"Semua orang berhak seperti itu Ky."
"Aku harus pergi.." ucap kylo saat adik Mia memberitahu kylo harus pergi ke pesantren.
"Iya kamu hati-hati.." kata Mia.
Kylo melangkah kakinya beberapa langkah diikuti oleh Mia tapi saat ia akan menuju ruang tamu ia menghentikan langkah dan menoleh kearah Mia.
"Aku mencintaimu tunggu aku... Sampai jumpa." Pamit kylo terhadap Mia.
Sontak membuat Mia terbelalak membuat jantung berdetak lebih kencang. Mia hanya bisa memandang punggung kokoh itu meninggalkan kediamannya. Mia mendoakan yang terbaik untuk kylo.
"Semoga Tuhan mengabulkan doamu.." gumam mia.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa kritik dan saran
Terimakasih