
Kylo bercermin mematikan penampilannya, sesekali ia bersiul karena suasana hatinya yang bahagia.
Setelah memastikan semua siap ia pergi dari kediaman yang tidak tahu dari rumah utama Radjasa, hanya beberapa blok saja tapi masih satu komplek.
Kuda besi yang ditumpangi nya telah Sampai di garasi rumah utama, ia masuk kedalam rumah mencari sang mama yang sedang memasak.
"Selamat pagi mam." Salam kylo mengecup pipi sang mama yang sedang memasak.
"Pagi sayang, tumben kamu sudah rapi, pagi-pagi ginjal, biasa kamu datang masih berpakaian olahraga."ujar mama Radjasa melihat penampilan anak yang beda dari biasanya.
"Sesekali kan tidak apa-apa Ma." Mencomot bakwan udang goreng yang masih panas.
"Ya ampun Ky kebiasaan deh, cuci tangan dulu baru ambil makanan." Tegur mama Radjasa kepada anaknya.
"Ma nanti kylo pinjem mobil mama ya."
"Memang mobilmu yang banyak itu kemana? Tumben kamu mau pinjem mobil mama, bukannya kamu suka mobil yang sporty gitu." Mama Radjasa menatap heran anaknya.
"Ada satu misi pokoknya, makanya kylo pinjem mobil mama agar tidak mencolok."
"Salah sendiri kamu milih kerja jadi artis jadi gini kan mau kemana-mana sulit."
"Iya mau gimana lagi ma kylo suka sama pekerjaan kylo, jadi udah jadi resikonya. Toh kalau kylo sama-sama pengusaha kayak kakak sama papa toh kylo juga tidak akan jauh dari sorotan publik juga." Kata kylo.
"Terserah kamu deh nak, yang penting Kamu bahagia, mama tentu bahagia."
"Thank ma atas dukungannya, mama yang terbaik." Mengancingkan kedua jempolnya,
Kylo ngambil bakwan udang lagi berlalu dari dapur.
"Sayang kamu tidak sarapan dulu." Tanya mama Radjasa melihat anaknya meninggalkan dapur.
"Enggak ma, kylo cuma mau ambil mobil, kylo buru-buru, aku pamit." Kata kylo
"Hati-hati sayang." Teriak mama Radjasa
.
Kylo mengambil kunci mobil mamanya lemari kecil disudut ruangan yang ada digaransi kecil. Ia menyalakan mobil buatan Jerman itu menuju perusahaan L Grafis.
Kylo memarkirkan mobilnya di basemen perusahaan, ia Makai masker dan topi untuk menutupi identitasnya. Kylo menuju lift yang khusus langsung ke rooftop. Ia mengecek ponselnya melihat pesan yang masuk dari Radit.
"Ky, Mia sekarang udah ada di rooftop kantor, ia lagi sendiri, sea sudah pergi dari sana, selamat berjuang bro " isi pesan teks tersebut.
Kylo yang menerima pesan itu pun tersenyum tipis memasukkan hpnya kedalam kantong celana.
Kylo melihat Mia sedang membaca sebuah buku di dalam rumah kaca yang ditengah-tengah ada meja bundar itu, refleks kylo mengambil ponselnya lalu memotret Mia dari samping, setalah mendapatkan beberapa foto Mia lalu ia mengantongi ponsel itu.
Kylo mendekati Mia menyapa dirinya
"Ekhem.. ekhem tok..tok.. "geheman dan ketukan meja dari kylo membuat Mia mendongakkan kepalanya.
"Kylo.. "lirih Mia yang masih terdengar oleh kylo.
"Hai, apa kabar?, Bolehkah aku duduk disini?"kylo meminta izin kepada Mia
Mia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Terimakasih.." balas kylo, "aku ingin menyerahkan kunci mobil kamu, maaf aku terlambat mengembalikannya."
Mia mengambil kunci itu dan menyimpan didalam pouch kecilnya.
"Tidak apa-apa, saya tahu anda sama bang Radit pasti sibuk, lalu bagaimana dengan mobil saya?."
"Mobil kamu baik-baik saja, dan terparkir di basemen gedung studio musik ku."
"Oh, kalau gitu berapa yang harus saya akan bayar untuk bengkelnya?"tanya Mia sambil mengambil sesuatu didalam pouch tapi ditahan oleh Kylo.
__ADS_1
"Tidak usah, anggap aja itu sebagai tanda permintaan maaf ku karena kamu harus terjebak di situasi yang tidak mengenakkan." Balas kylo.
"Apa anda yakin dengan anda maksud, biar saya saja yang mengganti uang anda, saya sedikit keberatan " ujar Mia sungkan.
"Kamu bisa menggantikan nya dengan bekal sarapan pagi mungkin, maka kita akan impas." Ucap kylo.
"Aku akan membuat kamu berada disisi ku lebih lama lagi, setidaknya dengan kamu membuatkan ku sarapan membuat aku ada cara untuk menemui mu. Batin kylo.
"Apakah tidak apa-apa, anda masak makanan rumah, maksud sa.."
"Aku suka masakan rumahan." Sela Mia sebelum melanjutkan perkataannya.
"Baik kalau begitu saya akan memasakkan untuk anda." Balas Mia tersenyum tipis.
"Mia bisakah aku minta tolong sama kamu "
"Apa??"
"Bisakah kita bicara dengan non formal, kamu bisa memanggil dengan kylo, jangan ada embel-embel saya dan anda." Mohon Kylo.
"Tapi kita sedang dalam bekerja sama."
"Aku tahu itu tapi ketika kita berdua, tidak terhubung dengan pekerjaan seperti ini, bisakah kamu melakukannya."
Mia menatap kylo dan berfikir sejenak memutuskan apa yang harus ia lakukan?.
"Baiklah saya, maksud aku akan mencobanya."
"Boleh aku minta satu hal sama kamu, bisakah kita menjadi seorang teman?"
Pertanyaan kylo membuat mata Mia terbelalak, ia tidak menyangka seorang Kylo menawarkan pertemanan untuk ia.
"Kamu tidak salah dengan ucapan mu, aku dan kamu berbeda, semuanya nampak beda..."
"Aku serius dengan ucapan ku, aku ingin berteman dengan mu, bagiku kita sama, sama-sama makhluk hidup yang bernafas tidak ada yang lain."canda kylo mengusir ketegangan atas permohonan pertemanan mereka
.
"Kenapa harus dipikirkan segala, apakah kamu meras tidak pantas karena status aku atau kamu memang tidak mau berteman dengan ku?"
"Bukan itu maksud aku, kamu dan aku beda sangat jauh, aku hanya takut perbedaan kita berefek sama kamu."
"Bagiku kita sama seperti Tuhan melihat kita sama Mia, hanya saja aku diberi kelebihan yang lebih tapi tidak menuntut ku untuk tidak berteman dengan siapa saja, bukan sebagai seorang manusia yang baik menerima uluran tali silaturahminya." Ucap kalua bijak membuat Mia berfikir keras.
Dalam satu sisi Mia mau menerima toh hanya berteman saja, satu sisi ia tidak mau mencari musuh karena pertemanan mereka.
"Bagaiman?, Apakah kamu mau menjadi temanku." Kata kylo mengulurkan tangannya.
Mia yang melihat itu bernafas dalam dan akhirnya menjabat tangan kylo sebagi tanda mereka berteman.
"Baik lah, kita berteman."jawab Mia, kylo yang mendengar nya tersenyum lebar.
"Boleh aku melanjutkan membaca buku " tunjuk Mia kepada bukannya yang di atas meja. Tanpa mencari tahu maksud dan tujuan kylo kesana.
"Silakan aku hanya ingin melihat sekeliling."
kylo melihat seksama wajah Mia. Kylo mengagumi semua yang ada pada diri Mia, rambutnya yang coklat bergelombang, matanya yang teduh saat melihat tadi, hidungnya yang mungil, bibirnya yang merah muda menambah kesan kecantikan yang natural, meski ditutupi oleh kacamata bulatnya.
Apalagi pipinya yang merah alami tanpa harus dikasih blus on, menambah kecantikan tersendiri, mata kylo tak berkedip sekalipun, rasanya bibir kylo tak bisa ditahan untuk tersenyum sendiri, apalagi debaran jantung yang berdetak begitu kencang, takut jika debaran sampai terdengar oleh kekasih hatinya.
"Cantik.." guman kylo tanpa sadar keluar dari mulutnya, menyentakkan Mia, Mia menoleh ke kylo dengan mimik wajah yang tak terbaca.
"Hah... Maksud aku bunga disana cantik" jawab kylo begitu gugup.
"duh mulut pakek keceplosan segala" batin kylo sambil memukul bibirnya sendiri, kylo memberikan senyum terpaksa kepada Mia.
Sedangkan Mia hanya menggeleng-gelengkan kepala.
__ADS_1
Lainya halnya Mia yang fokus akan bukunya, kylo sejak tadi tidak bosan memandangi Mia.
"Tok.. tok.." ketuk kylo.
"Kenapa?"
"Boleh aku tanya sesuatu, foto disana" menunjukkan foto yang tepat dibelakang Mia.
"Bukannya itu foto yang berjudul "Pandora", benarkan tebakkanku."
Mia melihat foto itu sesaat."benar itu Pandora, ada masalah dengan foto itu?"
"Tidak, aku hanya bingung saja menguraikan makna foto tersebut."menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Foto yang menggambarkan kumpulan tangan anak kecil yang melindungi kontak Pandora dari berbagai serang tangan orang dewasa.
"Kira-kira maksud dari Pandora itu apa ya?" lanjut kylo penasaran
"Hmm sebuah Kebebasan" jawab Mia menjelaskan.
"Kebebasan?" Guman kylo, "kebebasan dari apa?" Tanya kylo menopang dagunya.
"Kebebasan dari orang-orang yang membelenggu kebebasan itu sendiri." Terang Mia, kylo berdecak belum puas akan jawaban Mia.
"Aku tahu tapi konteks kebebasan ini untuk tangan anak-anak itu atau untuk tangan para orang dewasa?" Sahut kylo.
"Kebebasan anak-anak, foto tersebut menceritakan bahwa masih banyak anak-anak yang tidak memiliki sebuah kebebasan untuk diri mereka sendiri, contoh kebebasan mereka memilih baju, masih ada sebagian orang tua yang memaksakan kehendaknya dalam memilih baju." Jelas Mia.
"Jadi Pandora itu adalah kebebasan mereka yang tidak mau direnggut oleh orang dewasa. Makanya tangan-tangan kecil itu melindungi sebisa mungkin kebebasan yang dimiliki." Timpal Kylo.
"Benar, hanya melindungi bagian kecil dari kebebasan yang mereka miliki, meski kedudukan mereka di mata orang dewasa dianggap sepele tapi peran kehidupan mereka sama penting dengan orang dewasa."
Kylo yang mendengar penjelasan Mia sangat terharu dan tercengang akan pemikiran terbuka Mia.
"Apa kamu selalu seperti ini?" Tanya kylo menatap inten Mia, membuat Mia tidak nyaman kan tatapan itu.
"Maksud kamu apa?"
"Berfikir begitu terbuka, menghargai setiap elemen yang ada dimasyarakat, jujur aku belum pernah menemui orang seperti kamu, kenapa kamu begitu baik?."
"Aku sama seperti manusia yang lainnya, bukannya menjadi sesama manusia kita harus menghargai satu sama lain tanpa melihat latar belakang mereka." Terang Mia menatap kylo dengan lembut.
"Tapi kenapa kamu berfikir lama saat aku menawarkan pertemanan." Timpal Kylo.
"Bukan maksud aku menolak hanya saja kamu bagiku terlalu asing, baru pertama kali seseorang yang mengajak aku berteman dimana posisi kamu dan aku jauh, apalagi pekerjaan kamu, membuat aku harus berfikir dua kali."
"Seandainya aku tidak bekerja sebagai artis, apakah kamu akan cepat menyetujui permintaan pertemanan ku."
"Bisa jadi." Kekeh Mia.
"Apa kamu tidak nyaman dengan pekerjaan ku?" Entah kenapa kylo menanyakan hal tersebut.
"Tidak, bagiku semua pekerjaan berarti kecuali sesuatu yang negatif." Jawab Mia
"Jadi kami tidak keberatan dengan apa yang aku lakukan?"
"Tidak, karena aku melihat kamu nyaman akan apa yang kamu lakukan, bukan sebagai seorang teman kita harus mendukungnya."
Mendengar penjelasan Mia membuat kylo tersenyum lebar. Kylo sebenarnya takut Mia akan tidak nyaman pekerjaan sebagai seniman tapi setelah mendengar jawaban nya Mia merasa lega.
bersambung....
Jangan, lupa kritik dan saran
maaf banyak typo
Terimakasih
__ADS_1